
Happy reading guys 🥰.
🌟🌟🌟
Seperti biasa hari Minggu kumpul keluarga, hari ini kumpul keluarga diadakan di rumah David dan Mayang.
Usia kandungan Vely yang sudah memasuki tujuh bulan, terlihat seperti usia kandungan sembilan bulan. Napasnya terengah-engah, jika dibawa berjalan sebentar saja. Begitu juga dengan Jessie, tidak beda dengan Vely.
Saat dirumah David, keempat bumil berada didalam kamar Vely.
"OMG...!" begitu pintu terbuka, ketiga bumil kaget melihat kamar Vely yang dominan berwarna hitam.
"Vel..!" Mada juga kaget, karena dia juga tidak pernah masuk kedalam kamar Dama. Sejak dia menikah dan tinggal dirumah Keane.
"Kenapa? bagus kan?" Vely merebahkan tubuhnya.
"Cantik, tapi apa kau tidak seram tidur ditempat gelap seperti ini?" tanya Jessie.
"Tidak! aku suka" sahut Vely.
"Pantas Dama tidak pernah tidur di kamar ini, ternyata. Kau sudah membuat kamarnya menjadi sarang vampir" ngekeh Vania.
Ketiga bumil menatap wajah Vania, dengan tatapan mata yang bingung.
"Ada apa? kenapa kalian menatap wajah ku dengan heran begitu? apa aku ada salah ucap?" tanya Vania.
"Wow..! kakak ipar, ternyata kau bisa lucu juga. Kami kira kakak ipar itu pendiam" kata Vely.
"Sepertinya, aku terdampak virus kalian bertiga yang bocor kasar" jawab Vania.
"Welcome kedunia gokil kami " kata Mada sambil merentangkan kedua tangannya, memeluk Vania.
"Ah.. kalian sangat menyenangkan" kata Vania.
Dihalaman belakang, tiba-tiba terjadi kehebohan yang cukup menggembirakan. Alana datang dengan Dony dengan membawa kabar gembira.
"Tante kecil! Mayang!" teriak Alana dengan suara yang keras, membuat pandangan mata semua orang berpusat pada sosok yang baru datang.
"Al, kurang keras suaranya" tegur Richard.
"Aku berhasil..aku berhasil..!" mata Alana berkaca-kaca.
"Ada apa? kau menang lotre?" tanya Mayang.
"Ini lebih dari lotre" Dony yang menjawabnya.
"Kau buka cabang lagi?" tebak David.
"Buka cabang didalam perut ini" ucap Dony sembari meletakkan jemarinya diperut Alana.
Sesaat semua terdiam, dan begitu tersadar. Eforia terjadi. Aisha dan Mayang memeluk Alana.
David dan Richard memeluk Dony.
"Selamat Al, kau berhasil" ucap Aisha dengan mata yang berkaca-kaca, begitu juga dengan Mayang.
Mereka tahu, Alana sangat ingin mengandung lagi. Dan memiliki anak perempuan.
"Semoga apa yang kalian harapkan terkabul" kata Richard.
"Amin" sahut Dony.
"Tapi, jika tidak sesuai dengan apa yang kalian harapkan. Jangan kecil hati" kata Richard.
"Iya Om, Al akan terima. Apa yang dikasih, dengan kehadirannya. Kami tidak hanya berdua saja dirumah " kata Alana.
"Baby girl..baby girl" Aisha mengusap perut Alana.
"Amin" ucap semua orang.
🌟🌟🌟
Skip...
Beberapa bulan kemudian, usia kandungan para bumil sudah akan memasuki bulan akhir.
Jessie hanya tinggal menunggu akhir bulan menurut perkiraan dokter, perutnya juga sudah terlihat turun. Sehingga Jessie sering memakai kain untuk menggendong perutnya, agar tidak menggantung.
Vely juga sama seperti Jessie, karena mereka mengandung baby kembar, sehingga perut mereka sangat berat untuk dibawa berdiri.
Sedangkan Mada dan Vania, tidak terlalu menyulitkan. karena keduanya tidak mengandung anak kembar, Mada dan Vania masih bebas untuk bergerak kesana-kemari. Hanya Vely dan Jessie yang membatasi diri, sejak usia kandungan mereka memasuki tujuh bulan.
Ketiga bumil sedang duduk bersantai dihalaman belakang, ketika tiba-tiba Jessie merasakan perutnya mengalami sedikit keram dan sakit terasa ingin buang air besar.
"Kenapa jess?" tanya Mada yang melihat wajah Jessie menahan sakit.
"Perutku sakit, sepertinya aku ingin buang air" kata Jessie sembari mengelus-elus perutnya.
"Mungkin karena aku banyak makan ya" sambung Jessie.
"Anakmu protes itu, entah apa saja kau isi lambungmu " kata Vania.
"Hanya cemilan ini" Jessie menunjuk kearah keripik pisang yang dibuat sendiri oleh mbak Neneng.
Karena para bumil dilarang untuk mengkonsumsi cemilan dibeli diluar oleh Aisha dan Mayang, karena mereka takut cemilan dari luar mengandung penyedap dan pewarna makanan.
"Masih sakit?" tanya Vely.
"Tidak lagi" sahut Jessie.
"Kelamaan duduk, ayo berbaring saja" kata Mada.
"Aduhh..!" teriak Jessie sembari memegang perutnya.
"Sakit lagi?" tanya Mada dengan ekspresi wajah khawatir.
"Iya" sahut Jessie.
"Tidak mungkin! perkiraan dokter masih seminggu lagi" kata Jessie.
"Dokter hanya memprediksi, jika anak dalam perut mau keluar. Apa bisa dilarang " kata Mada.
"Aduh..!" meringis Jessie, saat rasa sakit tiba-tiba datang.
"Pasti mau lahir, baby sabar. Jangan lahir dirumah ya!" seru Vely terlihat panik.
"Panggil mommy ya" ujar Vely.
Vely dengan bersusah payah bangkit dari duduknya, dan berjalan mendekati pintu. Didepan pintu, Vely berteriak memanggil Aisha.
"Mommy... mommy!" teriak Vely sekeras mungkin.
Neneng yang mendengar panggilan Vely berlari menuju asal suara.
"Ada apa Non?" tanya Neneng.
"Mbak, sepertinya Jessie mau melahirkan" kata Vely.
"Mana? apa sudah keluar?" tanya mbak Neneng yang terlihat panik juga.
"Di belakang mbak, belum keluar. Baru sakit saja" jawab Vely.
"Temui mommy Non, biar mbak lihat Non Jessie" kata mbak Neneng.
Neneng berlari menuju halaman belakang, sedangkan Vely masuk kedalam rumah mencari keberadaan mommy nya.
"Mom.. mommy!" panggil Vely dengan napas yang terengah-engah.
"Ada apa? kenapa napasmu terengah-engah begitu, ayo duduk" titah Alana yang baru datang dari rumahnya, Alana menuntun Vely untuk duduk.
"Kakak ipar sakit perut" beritahu Vely.
"Kakak ipar yang mana?"
"Jessie" jawab Vely.
"Tunggu disini, jangan kemana-mana. Jangan sampai kalian berdua melahirkan secara bersamaan" kata Alana.
"Aish..! Tante kecil!" teriak Alana, sembari berjalan setengah berlari mencari keberadaan Aisha.
"Ada apa" Aisha keluar dari dalam ruang kerja Richard.
"Mau melahirkan" ujar Alana.
"Apa!? kau ingin melahirkan? kandungan mu baru lima bulan!" terkejut Aisha.
"Bukan aku, tapi Jessie!" seru Alana.
Mendengar Jessie yang akan melahirkan, Aisha terlihat panik. Dia teringat saat akan melahirkan baby triplets, insiden membuat Aisha melahirkan sebelum waktunya.
"Tante kecil! kenapa melamun?" Alana menggoyangkan lengan Aisha, sehingga Aisha tersadar.
"Jessie!"
Begitu tersadar dari rasa terkejutnya, Aisha berlari menuju halaman belakang. Belum sampai keluar, Jessie sudah dibawa masuk oleh Neneng.
"Apa mau lahiran?" tanya Aisha.
"Tidak tahu mom, tapi sakitnya datang dan kemudian hilang" kata Jessie.
"Tante kecil, kita bawa kerumah sakit saja. Jangan sampai ada apa-apa nanti" kata Alana.
"Siapa sopir, Mamat baru saja pergi ketempat Mama" kata Aisha.
"David dan Mayang juga lagi keluar kota" sambung Aisha.
"Aku, ayo bawa Jessie ke mobil" titah Alana.
"Al, kau lagi hamil!" seru Aisha.
"Kenapa hamil? aku masih bisa mengemudi" kata Alana.
"Kita panggil mobil online saja" kata Aisha.
"Nunggu mobil datang, Jessie keburu lahiran dirumah. Lihatlah, Jessie sudah kesakitan itu. Ayo " titah Alana.
"Kalian dirumah saja, hubungi Rodrick dan Daddy. Suruh kerumah sakit segera" titah Aisha kepada Vely, Mada dan Vania.
"Baik mom" sahut ketiganya.
Dalam kendaraan, Alana melajukan kendaraannya dengan kecepatan tinggi.
"Al, jangan ngebut. Belum tiba dirumah sakit, cucuku lahir dijalan" kata Aisha.
"Sakit mommy!" Jessie meringis.
"Memang sakit Jess, tapi waktu buatnya. Nggak kan" gurau Alana.
"Huh..kau ini Al"
Alana tertawa kecil seraya menekan gas mobilnya dengan kecepatan sedang, setelah diperingatkan oleh Aisha.
🌟🌟🌟🌟🌟
Bersambung dolo guys 🥰
Menuju ending guys...
Mampir karya baru 👇👇