
**Like
Like
Like
Terima kasih atas dukungannya 🥰
Happy reading guys ❤️.
🌟🌟🌟🌟**
Ketegangan terjadi dalam ruang tamu rumah Vania, kedatangan keluarga Papa biologis Julio membuat kemarahan yang dulunya selalu didapatkan oleh Corrie dari Papa dan Mama Corrie. Kini beralih kepada pemuda yang dulu menjadi kekasih putrinya, dan menghamilinya. Tetapi pria itu tidak mau bertanggung jawab.
"Maaf, sekarang Julio sudah menjadi anak saya" ujar Kenway yang duduk diam didepan Andi.
"Anakmu! dia putraku!" keras suara Andi.
"Andi tenang dulu, kita bicara baik-baik" Papa Andi, Hendra melerai pertengkaran antara Kenway dan putranya. Sebenarnya bukan pertengkaran, hanya Andi yang marah. Sedangkan Kenway santai saja menanggapi perkataan Andi.
Papa dan Mama Vania duduk diam, setelah puas tadi marah kepada Andi. Sekarang mereka menyerahkan kepada Kenway sebagai menantunya dan Papa baby Julio.
"Mas " bisik Renita, Mama Vania.
"Tenang saja" ujar papa Vania, tangannya memegang jemari tangan istrinya.
"Aku tidak mau tahu, aku mau membawa anakku hari ini juga" kata Andi.
"Iya, Julio adalah satu-satunya penerus keluarga Mahardika!" seru Yulia, Mama Andi.
"Dari mana Tante tahu Julio sebagai satu-satunya cucu keluarga Tante? mungkin saja, putra Tante ini sudah menyebar benih kesemua wanita. Seperti yang dilakukannya kepada kakak saya " kata Vania.
"Mulut mu itu seperti tidak pernah mendapatkan ajaran orang tua !" sergang Mama Andi kepada Vania.
"Anakmu itu yang tidak pernah mendapatkan ajaran, lihat kelakuannya! menghamili anak gadis orang. Kemudian hilang!" Mama Vania tidak bisa lagi menahan mulutnya untuk berkata-kata, setelah Mama Andi menghina putrinya.
"Sudah, orang seperti itu tidak usah dilawan. Dari karakter orang tuanya, bisa kita lihat. Kenapa anaknya seperti itu, membuat kami semakin yakin untuk tidak memberikan cucu kami Julio untuk dekat-dekat dengan keluarga Papa biologisnya " kata Papa Vania, Widji.
"Dia kalian berdua, kalian sudah membuat masalah semakin besar!" marah Papa Andi kepada Andi dan istrinya.
"Sombong! orang kalangan bawah begini, sudah Mama bilang dulu Andi. Jangan dekat-dekat dengan gadis kalangan bawah, lihatlah. Adiknya saja menikah dengan orang biasa " ucap Yulia, Mama Andi.
"Kenapa Tante, jika saya menikah dengan kalangan biasa? biarpun suami saya ini pengangguran, tapi dia bertanggung jawab!" ketus Vania.
"Maa!" suaminya menatap wajah istrinya dengan tajam, dia tidak suka melihat kelakuan istrinya yang suka merendahkan orang lain.
Huh..!" Yulia melengos sembari membuang muka.
"Maafkan istri dan anak saya Pak, Bu. Saya sudah gagal mendidik putra saya" ucap Papa Andi, Hendra. Kedua telapak tangannya mengatup didada.
"Kami tidak bisa mengizinkan cucu kami Julio tinggal bersama keluarga anda pak, maaf" ucap Papa Vania, Widji.
"Om, saya ini Papanya!" tekankan Andi.
"Mana buktinya, kalau anda itu ayah baby Julio?" tanya Kenway.
"Bukti? aku akan melakukan tes DNA!" seru Andi.
"Bukti tes DNA, membuktikan anda itu hanyalah ayah biologis. Tapi di mata hukum anda itu bukan ayah baby Julio, karena anda tidak menikahi ibunya. Anda itu tidak berhak atas baby Julio, Julio di mata hukum itu hanya anak dari ibunya. Baby Julio tidak dapat dikaitkan dengan anda, anda itu hanyalah sebagai ayah biologis" ucap Kenway dengan panjang lebar, Kenway tidak perduli. Andi dan keluarga mengerti apa tidak.
"Aku akan menuntut, aku akan menempuh jalur hukum!" kata Andi.
"Iya nak, kita akan tuntut keluarga ini!" Serang mama Andi, Yulia.
"Mama!" ingatkan suaminya.
"Papa ini, kenapa diam saja? apa Papa tidak mau mengambil cucu kita ?" omel Yulia.
"Papa!" Andi juga jengkel dengan kediaman Papanya.
"Melihat keluarga ku begini, lebih bagus cucuku di asuh oleh keluarga Corrie" dalam benaknya Papa Andi.
"Sebelum anda menuntut, saya anjurkan anda untuk membaca kitab hukum perdata dan hukum Islam. Apa yang tertulis disitu, saya tidak bisa mengatakan. Saya ini hanya seorang sopir" kata Kenway lagi .
"Sopir saja belagu" ketus Mama Andi.
"Maa" tegur suaminya.
"Dan jangan malu, jika bukti yang akan saya keluarkan. Akan membuat keluarga anda, terutama anda Tuan Andi yang terhormat. Akan malu" ucap Vania dengan sinis.
"Bukti apa? kau jangan mengada-ada!" seru Andi.
"Oh..! kau kira aku tidak mempunyai bukti, bahwa kau tidak ingin bertanggung jawab" Vania mengeluarkan ponselnya dari dalam tasnya, kemudian mengutak-atik galeri ponselnya.
"Lihatlah!" Vania menunjukkan rekaman pembicaraan antara Andi dan Corrie.
Terlihat Corrie memberitahukan kepada Andi mengenai kehamilannya, tetapi Andi menolak untuk bertanggung jawab. Dan menyuruh Corrie untuk mengugurkan kandungannya.
Dan terlihat juga, Andi mendorong Corrie sampai jatuh. Ketika Andi ingin pergi, Corrie mencegah. Andi mendorong.
Betapa murkanya Papa Andi melihat kelakuan putranya, dengan teganya mendorong wanita yang sedang hamil.
"Kau anak kurang ajar! kau sungguh memalukan!"
Dua tamparan mendarat di pipi Andi, sehingga terlihat darah segar keluar dari bibirnya.
"Papa! jangan!" teriak istrinya.
"Awas! anak ini sudah mempermalukan keluarga, kau dulu menolaknya! sekarang, kau ingin mengambilnya. Dimana otakmu itu?"
"Sudah Pa, anak kita belum siap waktu itu !" seru istrinya seraya memeluk Andi, agar terhindar dari pukulan tangan suaminya lagi.
"Belum siap...belum siap! menghamili wanita siap! bertanggung jawab tidak siap!" sergang Papanya.
"Maaf, kami tidak akan menganggu baby Julio lagi. Saya serahkan sepenuhnya pengasuhan baby Julio kepada nak Vania, maaf. Anak Om sudah membuat bapak dan ibu kehilangan putri " ujar Papa Andi dengan suara yang bergetar.
Sebelum keluar meninggalkan kediaman keluarga Vania, sekali Pak Hendra meminta maaf setulus hati.
"Pak Hendra, jika anda ingin bertemu dengan Julio. Saya menerima kedatangan anda dengan tangan terbuka" kata Papa Vania.
"Terima kasih Pak.. terima kasih!" seru Papa Andi, karena dia diizinkan untuk mengenal cucunya.
Akhirnya, masalah baby Julio kelar. Baby Julio tinggal dengan keluarga Vania, dan menjadi anak Kenway dan Vania sah secara hukum.
🌟🌟🌟
Kesibukan terjadi dikamar Mada dan Keane.
"Siapa tukang-tukang ?" tanya Aisha yang baru pulang menjenguk Papa mertuanya.
"Oh itu tukang untuk mendekorasi kamar Mom, Mada bosan melihat kamar kak Keane. Warnanya terlalu suram " kata Mada.
"Betul, mommy juga berkata begitu kepada Keane. Tapi Keane tetap keukeh mempertahankan dekorasi kamarnya, katanya sesuai dengan kepribadiannya. Ini apa Keane sudah tahu ?" tanya Aisha.
"Sudah Mom, kak Keane mengizinkan" jawab Mada.
"Baguslah, sebelum selesai kamarnya. Mada tidur dikamar ujung saja " kata Aisha.
"Hemm, Mom. Bolehkah Mada tidur dikamar Mada, di rumah Papa. Mada rindu dengan kamar Mada?" tanya Mada.
"Boleh, lakukan saja. Tapi minta izin dengan Keane ya " kata Aisha.
"Oke mommy"
💞💞💞💞
Melihat Mada mendekorasi kamarnya, Rodrick Vely juga ikut merenovasi kamarnya.
Vely minta izin kepada Dama, sebelum Dama pergi bersama David keperempuanan pengusaha kuliner seluruh Indonesia.
"Kak Dalove!" Vely memeluk Dama dari belakang.
"Ada apa? pasti ada maunya ini," kata Dama.
"Hehehe, tahu saja " tawa kecil Vely.
"Kita ubah kamar ini, ganti suasana" kata Vely.
"Kenapa? mau seperti Mada renovasi kamar?" tebak Dama.
Vely menganggukkan kepalanya.
"Boleh? boleh ya."
"Lakukan saja, tanya Mada. Mungkin tukangnya bisa dipakai" kata Dama.
"Thank you my husband..!"
Vely memberikan kecupan di pipi Mada.
Kalau Vely dengan mudah turun izin, berbeda dengan Rodrick dan Jessie. Keduanya berdebat mengenai warna kamar.
"Warna biru gelap" kata Rodrick.
"Warna gold" balas Jessie.
"Mana ada kamar orang warna gold" kata Rodrick.
"Ada" sahut Jessie.
"Siapa? coba sebutkan?"
"Me and you." jemari tangan Jessie menunjuk dirinya dan juga Rodrick.
"Nggak mau, aku mau biru. Atau pink saja, pasti bagus "
"Nggak mau, warna gold" Jessie tetap keukeh ingin warna gold.
💞💞💞💞
Bersambung 😘
Bolehlah kasih mas besan like dan juga bunga, mungkin juga vote. Terima kasih 🙏