
Selalu author ingatkan, untuk selalu menjaga jarak. Sayangi keluarga kita.
Happy reading guys ❤️
***
Dalam perjalanan, Rodrick nyanyi-nyanyi kecil. Sedangkan Kway memejamkan matanya.
Tiba-tiba Kway membuka matanya, dan melihat kearah Rodrick yang sedang bersiul-siul.
"Drick, apa kau tidak melupakan sesuatu ?" tanya Kway kepada adik kembarnya, yang berbeda umur hanya seperkian detik.
"Apa? sepertinya tidak ada!" jawab santai Rodrick.
Tiba-tiba Rodrick dan Kenway berteriak secara bersamaan.
"Vely..!" teriak Rodrick dan Kenway secara bersamaan.
"Tuh..kan ! aku bilang apa, pasti ada yang terlupakan !" seru Kway kepada Rodrick.
"Mungkin kak Keane yang sudah menjemputnya ," kata Rodrick.
"Tidak ! aku sudah janji. Begitu tiba di Indonesia akan menjemputnya ," kata Kenway.
"Terpaksa putar balik ." gerutu Rodrick.
"Kalau tidak putar balik, apa kau ingin meninggalkan Vely di sekolah terus ." melotot mata Kenway menatap Rodrick.
"Untuk apa janji dengan anak nakal itu !" seru Rodrick.
"Anak nakal? apa kau lupa dengan kelakuan mu dulu, berapa kali mommy di panggil pihak sekolah. Karena kelakuan mu ," ujar Kenway.
Rodrick mengingat saat mommynya Aisha dipanggil pihak sekolah, karena berkelahi dengan teman sekelasnya.
🌟Flashback 🌟
Begitu jam istirahat, Keane dan Kenway keluar. Tapi tidak dengan Rodrick, hari ini dirinya malas untuk bermain dengan teman sekolahnya.
"Hei.. Rodrick! kenapa kau diam saja, apa kau sudah bisu ?" tanya Rafael teman sekelas Rodrick yang terkenal dengan kenakalannya.
Rodrick tidak menanggapi perkataan Rafael, Rodrick terus menggambar dibukunya.
Karena Rodrick tidak menanggapi perkataan Rafael, membuat Rafael kembali mengganggunya.
"Rodrick! wow..kau sudah tuli ya !" Rafael menarik buku Rodrick.
"Hei..pergi kau, jangan ganggu !" marah Rodrick.
"Hahaha...!" Rafael tertawa ngakak melihat Rodrick.
"Ternyata! kau ompong ya? makanya kau tidak mau bicara !" ledek Rafael.
"Rodrick ompong ! Rodrick ompong !" ledek Rafael.
Mendapatkan Ejekan dari Rafael, Rodrick marah. Dan menarik baju Rafael, sehingga kancing baju Rafael copot dari tempatnya.
"Kau !" seru Rafael.
Perkelahian tidak bisa dihindarkan, walaupun badan Rodrick lebih kecil. Dari badan Rafael, tetapi Rodrick bisa mengalahkan badan Rafael yang makmur.
Dan akhirnya, Richard dan Aisha datang untuk kedua kalinya kesekolah. Karena Rodrick berkelahi.
🌟Flashback end 🌟
" Hei jangan ngelamun, aku masih dua puluh tahun. Aku masih mau hidup !" seru Kenway dengan, karena Rodrick membawa mobilnya sambil melamun.
"Hahaha..!" Rodrick tertawa kecil.
"Kenapa tertawa ?" tanya Kenway.
"Ingat saat kita kecil ," kata Rodrick.
"Kak, apa kau betah menjadi pilot ?" tanya Rodrick.
"Untuk saat ini aku senang, begitu diatas awan. Aku seperti bebas dan seperti menjadi burung ," jawab Kenway.
"Bagaimana dengan mu ?" tanya Kenway kepada Rodrick.
"Aku sangat senang, karena dari kecil aku sangat suka dengan hewan," kata Rodrick.
"Kak Keane yang sangat kasihan, dirinya terpaksa memilih meneruskan perusahaan Daddy," kata kata Kenway.
"Dia anak paling tua, sudah seharusnya dirinya yang harus berkorban," kata Rodrick.
"Termasuk menikah dengan Mada ?" tanya Kenway.
"Kenapa? Mada sangat cantik, hanya sifatnya saja sedikit bar-bar. Adik kita juga seperti Mada ," kata Rodrick.
"Kenapa tidak kau saja, kalau kau merasa Mada sangat cantik ?" tanya Kenway kepada Rodrick.
"Sifat kami tidak cocok, bisa-bisa barang-barang di rumah kami setiap hari harus beli yang baru ," kata Rodrick.
"Aku tidak tahu, Om David yang sangat semangat. Dan Daddy menuruti keinginannya ," kata Kenway.
Perbincangan mereka terhenti didepan sekolah, Rodrick memasuki area sekolah dan memarkirkan mobilnya tidak jauh dari pintu keluar. Agar Vely bisa melihat keberadaan mereka.
Begitu mobil terhenti sempurna, Rodrick dan Kenway melihat mobil Jeep Wrangler memasuki pekarangan sekolah dan berhenti di samping mobil Rodrick.
"What !" Rodrick sontak kaget, begitu mengetahui siapa yang berada didalam mobil tersebut.
"Vely, pasti menyuruh kak Keane menjemputnya ," kata Rodrick.
Kenway dan Rodrick turun dari mobilnya, begitu juga dengan Keane.
Keane membuka kacamata hitamnya, begitu dengan Kenway. Hanya Rodrick yang tidak menggunakan kacamata hitam, Rodrick menggunakan kacamata minus.
"Apa Vely menyuruh kakak untuk datang ?" tanya Kenway.
Keane menganggukkan kepalanya dan menyandarkan tubuhnya di mobilnya.
"Dasar bocah itu! Dia nyuruh kak Kway dan kak Keane. Sepertinya kita ini bodyguard nya saja ." ngedumel Rodrick.
Keane dan Kenway tertawa, melihat Rodrick ngedumel.
"Awas bocah itu, kalau membuat kita menunggu lama disini !" Rodrick hilir-mudik didepan mobilnya.
"Kakak !" terdengar suara teriakan seorang gadis memakai baju putih abu-abu, berlari kecil menuju kearah yang dipanggilnya dengan sebutan kakak.
Vely langsung memeluk Kenway, yang hanya dapat ditemuinya jika rute pesawatnya ke Indonesia.
"Hus.. jangan seperti Tarzan, teriak-teriak," kata Rodrick, karena teriakan Vely yang nyaring.
"Wekkkk !" ledek Vely kepada Rodrick.
"Kenapa kami bertiga harus berada di sini ?" tanya Keane kepada Vely.
"Hemhh..! suka saja ," jawab Vely.
Banyak pasang mata yang melihat Vely bersama dengan tiga pria tampan, mereka biasanya hanya melihat mobil yang menjemput dan tidak pernah melihat orang yang ada didalam mobil.
"Vely !" sapa temannya yang sekelas dengannya.
"Apa ?" jawab Vely dengan jutek.
"Vely ." tegur Keane yang tidak suka dengan suara Vely yang jutek menjawab temannya.
"Apa Susan ?" Vely mengubah suaranya dengan penuh gemulai intonasi suaranya.
"Siapa pria taman yang bersama dengan dirimu ?" tanya Susan.
"Oh..ini adalah bodyguard ku, kenapa kau naksir ? tapi mereka ini sudah menikah semua !" seru Vely, menjawab pertanyaan Susan.
Ketiga kakaknya melotot memandang Vely, karena mengatakan diri mereka sebagai bodyguard.
"Oh..sudah menikah, nggak jadi ah .! aku kira masih singel, aku nggak mau jadi pelakor ." Susan berlalu dari hadapan Vely, dengan gaya yang angkuh.
"Hei Nona, enak saja bilang kami sebagai bodyguard. Bilang kami sudah menikah ," kata Kenway.
"Kak, perempuan itu tadi. Anak tersombong disekolah ini, Dia tidak pernah mau bicara dengan Vely. Begitu dilihatnya Vely dengan cowok ganteng, baru dirinya menyapa Vely ," kata Vely.
"Mana teman-temanmu yang bar-bar itu ?" tanya Rodrick.
"Ih..kak Drick rindu dengan Ayumi ya ." goda Vely.
"Hih.. siapa yang rindu! kakak heran saja. Tumben sendiri," kata Rodrick.
"Mereka belum pulang, kena hukuman. Karena tidak mengerjakan tugas rumah," kata Vely.
"Teman-temanmu anak nakal semua, makanya Vely jadi nakal ," kata Kenway.
"Vely, nggak nakal ya kak Kway. Hanya sedikit !" Vely menunjuk ujung kukunya.
"Sudah kalian pulang ya, kakak kembali kekantor. Daddy sudah ngirim pesan ini, mau nemani Daddy bertemu dengan klien ." Keane masuk kedalam mobilnya dan mobilnya dengan perlahan-lahan meninggalkan gedung sekolah Vely.
"Hih..kak Keane itu, terlalu sibuk ," kata Vely seraya masuk kedalam mobil.
"Kak Keane sibuk karena bantu Daddy ," kata Kenway.
"Daddy ada Om Tony ," kata Vely.
"Kan tidak selamanya Om Tony bersama dengan Daddy ," kata Rodrick.
*
*
*
Bersambung 😘