
Di cerita ini, menceritakan para istri menjaga para jagoan dan princess mereka.
Sedangkan para Papa yang pusing mempunyai anak yang ganteng menjadi incaran para rekan bisnis yang mempunyai anak gadis.
Happy reading guys ❤️
*****
Dalam perjalanan pulang, Keane seperti biasa. Selalu diam dan hanya suara music yang terdengar didalam mobil.
Mada sesekali melirik kearah Keane, mulutnya terlihat komat-kamit seperti sedang membaca mantra .
"Ada apa? kenapa mulutmu komat-kamit begitu, apa sudah perlu kamu antarkan ke psikiater?" tanya Keane tanpa menoleh kearah Mada.
"Kak Keane tahu aku komat-kamit ? hebat sekali mata kak Keane." Mada menoleh kearah Keane.
"Apa gunanya sudut mata ini, jika tidak untuk melihat samping. Makanya mata digunakan untuk melihat yang baik-baik saja," ujar Keane .
"Memang bisa digunakan untuk melirik ke samping ?" Mada melirik kesamping kearah Keane.
"Nggak jelas, hanya melihat es krim di samping lagi nyetir mobil ," ujar Keane
Jemari Keane mendarat dikening Mada, dan berhasil membuat Mada meringis.
"Kak Keane !" serunya, sembari mengelus jidatnya.
"Kenapa kakak suka membully kami ?" tanya Mada.
"Kami, siapa saja ?" tanya Keane.
"Mada dan Vely ! nggak kak Keane dan kak Dama suka sekali marah-marah nggak jelas, hanya kak Kway dan kak Drick yang baik kepada kami !"
"Karena sifat mereka sama dengan kalian, suka bolos sekolah !"
"Sesekali bolos, nggak menghilangkan kepintaran kami kak. Di sekolah kami masuk sepuluh besar ." bangga Mada.
"Rangking satu harus bangga, baru masuk sepuluh besar sudah bangga," ujar Keane.
"Kak sepuluh besar, kalau dihilangkan nol nya. Menjadi satu kan, kami jadi rangking satu ," kata Mada tidak mau kalah.
"Yeahh. ! dasar anak nakal !" seru Keane mendengar pemikiran Mada yang nyeleneh.
Mada hanya nyengir kuda, kuda juga kalah melihat cengiran Mada.
Sampai didepan rumah, mobil Keane berhenti. Mada langsung keluar dari dalam mobil.
"Makasih kak, tidak usah singgah ya !" Mada langsung ngacir masuk kedalam rumah, melalui pintu kecil.
"Takutlah itu ." gumam Keane seraya, memasukkan mobilnya kedalam pekarangan rumah.
***
Tok..tok..
Pintu kamar Keane diketuk dari luar, pintu terbuka tanpa menunggu suara Keane untuk mempersilakan masuk.
Seraut wajah cantik menjulurkan kepalanya sedikit untuk melihat suasana dalam kamar.
"Kak Keane sedang mandi ." Vely masuk kedalam kamar Keane dan mendengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
Menunggu Keane, Vely telungkup di ranjang Keane sembari memainkan ponselnya.
Pintu kamar mandi terbuka, Keane keluar dan terlihat rambutnya yang basah dan air masih menetes.
"Hei kenapa masuk kedalam kamar, tidak ketuk dan permisi dulu?" tanya Keane.
"Vely sudah ketuk ya, kakak tuh dalam kamar mandi," kata Vely.
"Ada apa, mau jadi penyambung lidah ?" tanya Keane.
"Hehehe..kak Keane tahu saja, kata Mada. Jangan beritahu kepada Om David ya kak Keane ," kata Vely.
"Kalau takut, jangan buat salah ," kata Keane.
"Apa kak Keane tidak pernah buat salah waktu sekolah ? lagi pula, Mada tidak bolos sekolah kak. Hanya tidak mengikuti les sehari saja ," kata Vely.
Pintu kamar Keane terbuka, Kenway dan Rodrick masuk kedalam kamar.
"Kenapa kalian masuk secara bersama-sama, apa kalian juga ingin menjadi penyambung lidah dari tetangga depan ?" tanya Keane, dan berkacak pinggang. Menunggu apa yang akan dikatakan Rodrick dan Kenway.
"Penyambung lidah ? apa ada yang kami tidak ketahui ?" tanya Kenway.
Keane menceritakan semua tentang Mada, kepada Kenway dan Rodrick.
"Hahaha..baru kena batunya bocah itu ." ngekeh Rodrick, membayangkan Mada terciduk Keane saat bolos les.
"Beritahu kepada Dama saja, biar di jewernya telinga anak itu ," kata Rodrick.
"Kakak dulu sedikit nakal, tapi tidak pernah berbohong ," kata Rodrick.
"Hanya sekali ," jawab Vely.
"Pertama sekali, terus berlanjut ," kata Kway.
"Hih...sebel..!" Vely bangkit dari ranjang, berjalan keluar dari dalam kamar Keane.
"Apa Vely seperti Mada ?" tanya Kenway, yang lebih sering berada diluar negeri. Dari waktu masih sekolah pilot sampai bekerja menjadi pilot, Kenway berada di negara luar.
"Mereka bukan gadis nakal, cuma sedikit nakal. Masih bisa dibilang," kata Rodrick.
"Kak Keane, apa kakak betah bekerja di perusahaan ?" tanya Kenway kepada Keane.
"Kalau tidak betah, apa salah satu dari kalian ingin menggantikannya?" tanya Keane.
Kenway dan Rodrick saling pandang.
"No! aku tidak betah duduk didalam ruangan ber AC ," kata Rodrick.
"Sama, aku juga tidak betah dengan file dan berkas-berkas yang bisa membuat rambut di kepala ini berguguran," kata Kenway.
"Tidak ada yang mau menggantikan, ya sudah. Kita nikmati saja profesi kita masing-masing, lagi pula. Selama enam bulan aku bergabung di perusahaan, aku sudah mulai menikmatinya. Yang aku tidak suka, para klien yang suka sekali menjodohkan putrinya dengan ku," kata Keane.
"Hahaha.. resiko orang ganteng ," kata Kenway.
"Hahaha..apa kita ganteng ?" Rodrick berdiri didepan cermin dan mengamati wajah dan tubuhnya.
"Lumayan, kalau nilai satu sampai sepuluh. Nilai mu lima ," sahut Kenway.
"Kalau begitu, kalian berdua juga mendapatkan nilai Lima. Kita kembar kan ," kata Rodrick.
Tetapi tidak ada yang membalas perkataannya, begitu melihat kearah tempat tidur. Ternyata kedua kakak kembarnya sudah tidak ada, saat Rodrick menatap dirinya di cermin. Keane dan Kenway keluar secara diam-diam.
"Sial! main tinggal saja ." jengkel Rodrick.
***
Dalam kamar, Richard masih sibuk berkutat dengan laptopnya. Sampai Aisha gemas melihatnya.
"Mas !" Aisha duduk disisi Richard.
"Hemhh.." sahut Richard.
"Hemh saja ?" cemberut Aisha.
Richard menutup laptopnya, dan melihat kearah Aisha.
"Ada apa? apa mau minta ehemm.. ehem?" goda Richard.
"Hih..sudah tua, masih mesum!" Aisha mencebikkan bibirnya.
"Umur tua, tapi yang didalam kurungan ini masih perkasa!" Richard menaik turunkan alisnya.
"Kita punya baby lagi masih pantas, ibu melahirkan Adam 40 tahun lebih ," kata Richard.
"Mas mau punya baby lagi ?"
"Kalau boleh, mau ya Ais! ingin mengendong baby lagi ," kata Richard.
"Mas nggak malu? anak sudah besar, masih ingin punya baby lagi ?"
"Nggak! untuk apa malu, Mas bangga. Tandanya ini Mas masih bisa di andalkan !" Richard menunjuk kearah tongkat saktinya.
"Dasar mesum !" seru Aisha.
"Mas baru 51, Aish 40. Belum terlalu tua, kita ini masih hot-hot nya !" seru Richard.
"Makin nggak jelas, Mas ini lagi puber ya? awas kalau genit-genit diluaran sana, Aish akan kunci pagar. Mas tidak akan bisa masuk kedalam rumah !" selesai memberikan ancaman, Aisha meninggalkan Richard. Untuk menemui Vely, karena setiap hari Aisha memeriksa pekerjaan rumah putrinya.
Sepeninggal Aisha, Richard berbicara sendiri.
"Masih cocok punya baby lagi, kenapa harus malu ." gumam Richard.
*
*
*
*
🌟 **Bersambung**🌟
Cerita mengenai anak-anak saat dewasa tidak panjang ya..