
Jumpa lagi dengan author, lope.. lope untuk yang sudah mampir trims..❤️❤️
***
" Ibu belum tua, ibu punya baby lagi masih pantes !" goda Aisha.
"Huss ! ibu itu punya cucu yang pantas, bukan punya baby," kata Larasati.
"Bagaimana kalau Aisha kasih ibu cucu, dan ibu kasih Aish adek !" ujar Aisha.
"Anak ini makin ngaco saja, jangan-jangan bawaan orok ini ?" Larasati memandang Aisha dengan tatapan mata yang menyelidiki.
"Ibu ! Belum ada orok disini !" memerah wajah Aisha.
"Aish, jangan tunda-tundanya. Richard sepertinya sudah ingin punya baby itu ," ucap ibu Aisha.
"Iya Bu, cukup kita bahas calon cucu ibu ya. Sekarang kita membahas calon ayah Aisha saja, ibu buka hati untuk Om Sony ya ." bujuk Aisha.
"Kamu ini, semangat sekali menjodohkan ibu !"
"Bukan menjodohkan Bu, tapi mendekatkan !" kata Aisha.
"Sama saja, nanti ibu pikirkan. Atau ibu ingin membuat tantangan kepada Om Sony, seperti Ayah Togar saat menikah dengan ibu Pamela ?"
"Aish tahu juga ceritanya, lucu ya. Itulah kalau sudah jodoh !" kata Larasati.
"Atau ibu mau dengan ayah Togar, janda dan duda cocok Bu !" Aisha mengedip-ngedipkan matanya menggoda ibunya.
"Ahh.. cukup menjodohkan ibu, jangan-jangan semua daftar laki-laki yang belum menikah ada dalam daftar list !" kata Larasati.
"Kok ibu tahu ?" tertawa Aisha.
"Awas ya, jangan main jodoh-jodohi lagi !" ibu Aisha keluar dari ruang kerjanya.
****
Mayang pulang kerja dengan mengendarai sepeda motor kesayangannya.
Saat Dia sampai rumah, berbarengan dengan kepulangan kedua orangtuanya David.
"Hih..paa, menantu kita keren ya, naik sepeda motor begitu. Mirip pembalap ," kata mama David.
"Iya, Papa. Sudah lama ingin coba naik motor gede begitu," ucap papa David.
"Sore maa, paa !" sapa Mayang dengan memberi Salim kepada kedua mertunya.
"Sore sayang, nggak sama David ?" tanya mamanya, sedangkan papa David melototin sepeda motor Mayang.
"Katanya tadi pulang agak sorean maa, ada yang mau dikerjakan ," Jawab Mayang.
"Paa, mau coba ?" tanya Mayang, begitu melihat papa mertuanya begitu berminat melihat sepeda motornya.
"Boleh ?" tanya papa mertuanya.
"Boleh paa, tapi apa papa bisa ngendarainya ?" tanya Mayang.
"Paa, jangan merasa muda ya. Awas jatuh nanti, patah-patah tulangnya. nggak bisa disambung lagi nanti !" ngedumel mama mertua Mayang.
"Bagaimana kalau Mayang bonceng papa, boleh ?" mata papa mertuanya menatap Mayang dengan penuh harapan.
"Mama juga, boleh ?" tanya mama mertuanya.
"Nggak usah kejalanan. mutar-mutar sini saja ," kata Papa mertuanya.
"Ok, siapa dulu. Tapi helm hanya satu ," kata Mayang.
"Disini saja tidak perlu pakai helm ," kata papa mertuanya.
"Mama dulu ya ," ujar mama mertua Mayang.
Mayang menghidupkan mesin motornya, kemudian menyuruh mama mertuanya naik.
"Pegangan maa, Mayang jalankan ya ," ujar Mayang.
"Semangat maa !" seru papa David, dan merentangkan tangannya keatas.
"Bye..bye papa !" ujar mama mertua Mayang.
"Mayang, agak kebut dikit. Jangan seperti naik nenek naik sepeda !" seru mama mertuanya.
"Ok maa !" Mayang membawa sedikit kencang, mama mertuanya tertawa senang.
Begitu kembali ketempat papa mertuanya berada, mama mertua Mayang berkata kepada suaminya.
"Paa, seru sekali paa !" ujar mama David.
"Turun, biar papa sekarang yang naik!" titah papa David kepada istrinya.
Papa David naik dan Mayang menjalankan sepeda motornya.
"Mayang, kembalinya nanti. Biar papa yang bawa ya ." pinta papa mertuanya.
"Papa sudah pernah bawa motorkan ?" tanya Mayang.
"Sudah, tapi dulu saat muda. Bukan motor gede begini ."
Mayang menghentikan motornya.
"Coba papa bawa, kalau papa sudah pernah bawa motor. Nggak sulit kok !"
Papa mertuanya naik, dan Mayang mendampinginya.
"Pelan-pelan saja paa, jangan keluarkan gas nya kuat !" kata Mayang.
Awalnya papa mertuanya pelan-pelan, begitu sudah stabil. Baru agak kencang lari motornya.
Mayang berlari dari belakang.
"Papa !" seru istrinya, begitu melihat suaminya yang berada diatas sepeda motor Mayang. Dan Mayang berlari dibelakangnya.
"Akhirnya, papa merasakan naik motor gede. Terimakasih Mayang, kau memang menantu terbaik !" seru papa David, begitu Mayang tiba.
"Bagaimana paa, asik kan ?" tanya Mayang.
"Asik..asik..!" papa mengajukkan dua jempolnya.
"Papa ini, buat kaget mama saja !"
"Papa ingin membawa sendiri maa, masa papa pria gagah di bonceng dibelakang. Oleh menantu lagi ," kata papa David.
****
Tik...
Aisha melihat ada pesan yang dikirimkan Alana, gambar jemarinya yang memakai cincin.
Aisha membalas pesan Alana.
Aisha : **Cincin baru ?
Alana : Al dilamar Tante kecil 😀.
Aisha: Apa ! kapan ?"
Alana : Tadi, Dony melamarku di
dalam laut .
Aisha : Romantis sekali, selamat
sahabatku tersayang.
Alana : Akhirnya aku menikah juga.
Aisha : Kapan pestanya ?"
Alana : Tunggu saja, Aish besok
aku kerumah ya !"
Aisha : Aku pulang kampung.
Alana : Hih.. kenapa tidak ngajak
sih ?"
Aisha: kalau ngajak, kau tidak jadi
dilamar.
Alana: Oh iya , aku lupa 😀
Kapan balik ?"
Aisha: Besok .
Alana: Senin kita jumpa.
Sweet dream Tante kecil.
Aisha: Mimpi Indah calon pengantin.
Obrolan Aisha dan Alana berakhir.
Ketika Richard masuk kedalam kamar, Aisha begitu antusias memberitahukan kabar gembira tersebut kepada Richard.
"Mas..mas say ! ada kabar gembira !" seru Aisha .
"Ada apa, Asay hamil ?" tanya Richard.
"Bukan itu ," sahut Aisha.
"Terus apa kalau bukan itu ?" Richard duduk disamping Aisha di ranjang.
"Alana dilamar !" ujar Aisha dengan ekspresi wajah yang gembira.
"Ooo..itu ," jawab Richard.
"Kok hanya ooo...!"
"Mas say, kalau berita itu tahu. Dony melamar Alana didalam laut kan !" kata Richard.
"Mas say tahu, kenapa Aish tidak diberitahu sih !"
"Nanti kalau Asay tahu, bocor ke Alana. Nggak surprise namanya !" Richard merebahkan tubuhnya.
"Sudah sini tidur ." Richard menarik Aisha kedalam dekapannya.
"Sudah bicara dengan ibu, masalah Om Sony ?" tanya Richard.
"Sudah mas, gitulah. Hati ibu masih tertutup, ibu bilang dirinya sudah tua. Padahal yang lebih tua dari ibu ada yang menikah dan punya anak," kata Aisha.
"Om Sony bilang apa ?" tanya Aisha.
"Om Sony, senang. Karena sudah dapat lampu hijau dari anak wanita yang ditaksirnya," kata Richard.
"Kalau Aish tidak setuju, Om Sony tidak mau mendekati ibu ?" tanya Aisha .
"Tidak, Om Sony ingin Aish dan nenek menyetujui keinginannya baru Om Sony mendekati ibu ," kata Richard.
"Sepertinya, nenek sudah ada feeling bahwa Om Sony suka dengan ibu mas. Menurut ibu tadi, nenek menyuruh ibu untuk menerima Om Sony. Jika Om Sony mengutarakan maksudnya.
"Sudah mulus jalan Om Sony, tadi Om Sony ingin bertemu dengan nenek. Tapi karena ada panggilan mendadak dari rumah sakit, terpaksa dibatalkannya bertemu nenek hari ini ," kata Richard.
"Aish senang, jika ibu berbahagia. Ibu sudah lama menderita ."
"Sekarang selesai membahas ibu, kita membahas penerus Hutama ya ."
Richard langsung menarik tengkuk Aisha, dan melekatkan bibirnya dengan lembut dan penuh dengan nafsu yang membara.
Bibir Richard berlama-lama, melakukan penjajahan dibibir Aisha yang sudah menjadi menu pembuka. Sebelum menu penutup terjadi.
Tangan Richard bergerilya membuka kancing baju tidur yang dipakai Aisha, sedangkan Aisha yang terbuai dengan permainan tangan dan bibir Richard tidak menyadari bahwa bajunya sudah teronggok dilantai bersama dengan pakaian dalamnya.
Begitu juga dengan Richard, bajunya sudah lolos dari tubuhnya. Bibirnya beraksi, dan tangannya juga beraksi memperetelin baju Aisha dan bajunya sendiri.
"Aw..!" ringis Aisha, begitu ada benda asing memasuki area sensitifnya. Walaupun sudah sering melakukannya, tetapi Aisha masih merasakan sakit. Mungkin karena kali ini Richard melakukannya terlalu bersemangat.
"Mas..!" rintih Aisha.
"Tenang sayang !" Richard terus memacu dengan bersemangat, andrenalin Richard naik begitu mendengar suara desahan dan bau keringat Aisha yang seperti candu bagi Richard
❤️
❤️
❤️
**Bersambung guys...
Moga review cepat guys**...