
Cerita hanyalah untuk hiburan semata, semua hanyalah hasil imajinasi dari author yang sering menjadi pendengar dari curhatan tetangga dan sahabat.
Happy reading guys ❤️.
***
Kumpul keluarga dihari Minggu rutin dilakukan, seperti biasa. Mereka lebih sering berkumpul dirumah Richard dan Aisha.
Hari ini diadakan juga karena lebih kurang sebulan lagi, anak bungsu Richard dan anak tertua David akan disatukan dalam lembaga pernikahan. Sehingga mereka juga mengadakan pertemuan itu untuk membahas persiapan apa saja yang belum siap, karena mereka tidak ingin ada kesalahan dalam pernikahan anak-anak mereka.
"Sini " panggil Mayang kepada Vely yang baru turun bersama dengan Mada.
Vely berjalan menuju ketempat Mayang dan meletakkan bokongnya dikursi disamping mama Dama.
"Vely, Minggu depan sudah tidak boleh keluar rumah ya ," kata Mayang kepada Vely.
"Lah..! kenapa? Minggu depan Vely ada ujian Tan," sahut Vely, Vely heran kenapa tidak boleh keluar.
"Kamu itu dipingit Vely." Mada yang menjawab pertanyaan Vely.
"Dipingit! kenapa?" heran Vely.
"Karena Vely nakal ." jawaban asburd Mada membuat Vely sewot dan mendaratkan kukunya dilengan Mada.
"Kak Keane, lihatlah. Calon istrimu minta dinikahi cepat!" seru Vely kepada Keane yang baru masuk kedalam rumah sembari membawa tentengan plastik dikedua tangannya.
"Kita samain dengan Dama saja nikah," kata Keane santai saja, berbeda dengan Mada yang mendelikkan mata kepada Vely.
"Bagus kak, mommy setuju. Hemat, kalau bisa Kenway dan Rodrick juga menikah juga hari itu juga, kalian bertiga lahir bersama. Menikah juga bersama-sama saja ," kata Aisha.
"Ayo.. ayo..nikah..nikah..!" seru Alana sambil bertepuk tangan, bersorak gembira.
"Kak Al ini, suka tu !" ujar Rodrick.
"Kenapa Drick, kau tidak ada calon. Tetapi ada kakak dengar, kau dekat dengan anak dokter Rafa ?" tanya Alana, terlihat senyum lebar dibibirnya.
"Siapa penyebar gosip ini ?" Rodrick menatap wajah mommynya.
"Bukan mommy ya ," ujar Aisha dengan cepat, karena mata Rodrick menatap wajah Aisha dengan insten.
"Pasti Tante Jeslyn ?" tebak Rodrick, karena baru dua hari yang lalu Jeslyn singgah di rumah, setelah dia mengunjungi kediaman orang tuanya.
"Berita bahagia Drick, kenapa tidak boleh kami tahu?" tanya Mayang.
"Karena kami tidak ada hubungan apa-apa Tante May," ujar Rodrick.
"Tidak ada? atau belum ada?" goda Aisha .
"Tidak ada, tapi tidak tidak ditutup kemungkinan akan ada !" tawa kecil keluar dari mulut Rodrick.
"Tuh..kan! tadi sok tidak mengaku." ledek Alana.
Kalau kalian sudah pasangan, kita lakukan nikah massal. Hemat biaya !" sambung Alana.
Rodrick dan Keane saling lirik, sembari mengelus tengkuknya.
Kedatangan Richard, David dan Dony. Membuat Keane dan Rodrick terbebas dari bahan godaan Alana.
"Mana Dama ?" tanya Richard, karena semua sudah datang. Sedangkan Dama belum terlihat batang hidungnya.
"Dama ada urusan tadi mas besan, ada sedikit masalah di restoran." beritahu David.
"Kau itu terlalu banyak membuka cabang kuliner, jangan sampai calon mantuku sakit saat hari H nya ," kata Richard.
"Tenang mas besan, anakku itu stamina nya prima. Jangan takut ," ujar David.
"Yang dibicarakan sudah datang," kata Dony, melihat kedatangan Dama.
"Ada apa Om?" tanya Dama seraya meletakkan bokongnya didekat Keane dan Rodrick.
"Calon mertuamu cari tadi, semua sudah ada. Hanya kau yang belum ada ," kata Dony.
"Maaf semua, ada yang perlu diurus di restoran," ujar Dama.
"Undangan sudah ditulis semua ?* tanya David kepada Richard dan Aisha, yang mengurus bagian undangan.
"Sudah beres, ini semua daftar undangan." Richard memberikan selembar kertas yang berisi nama-nama tamu yang akan diundang
🌟Tantri Muneey, Mak Sudung, Elis, Saftanierni Erni, Tyas, Anita, Agnia Rianita, Ovie Fahik, Margaret Claudia, Aluhana, Ceremonyy,Nurmawan Napitupulu, Sri Wulandari, Diyah Fadly, Huang jiahong, Yudhinita, Miu Ae, Rieyra, Sri Hidayatullah, Ekkhenny Indrawinata Enchiem. Mae Via Faisal, Villot Anne Sian. Yannie, Rina Kusuma Dewi. Mhy_Na, Arina, Lulu Nia. Hera Ningsih. Puspa Dewi Kusumaningrum. Serlin Kris Harefa. Wiedayanti. Idha Dharma LA.
Nur Faadhilaah az-zahraa. Bundaku Arafa, broken angel. Siyah Fadly. Idhaahk sweett. Nica, Nadia Laili.
"Ini semua undangannya?" setelah selesai membaca daftar undangan yang diberikan Richard kepadanya.
"Iya, itu nama pembaca yang beri komentar di bab 205 dan 206 ." beritahu Richard kepada David.
"Apa ada tambahan daftar lagi Aish ?" tanya Mayang.
"Mungkin bisa ada tambahan lagi, Keane. Apa ada teman yang mau kau beri undangan?" tanya Aisha.
"Tidak ada mom ," sahut Keane.
"Drick, anak dokter Rafa tidak ingin kau beri undangan ?" goda Alana.
"Untuk apa, mommy sudah beri undangan kepada Om Rafa. Anaknya pasti ikut ," jawab Rodrick.
"Apa ada yang tidak Daddy ketahui?" tanya Richard, ketika mendengar nama dokter Rafa disebut-sebut.
"Tidak ada Dad, kak Alana lagi kumat usilnya ," ujar Rodrick.
"Oh.. Daddy kira, Rodrick sudah ada pasangan. Biar kita resmikan secepatnya," kata Richard.
"Kenapa semua ingin cepat-cepat menikahkan anaknya ?" tanya Rodrick.
"Biar kami tidak pusing memikirkan apa yang kalian lakukan diluaran sana, kami takutkan nanti. Ada anak gadis datang dengan membawa bayi dan mengatakan bahwa bayi itu cucu kami ," kata David.
Tidak ada yang menanggapi perkataan David, semua mata memandang kearah belakang David dan Mayang yang duduk membelakangi pintu masuk keruang keluarga.
"Ada apa ?" tanya David heran, melihat orang-orang terdiam memandang kearahnya.
Mayang menoleh kebelakang dan melihat, sosok yang membuat semua terdiam dan terpelongo.
"Hai..!" Kenway melambaikan tangannya, menyapa seluruh keluarga besar yang berkumpul.
"Anak siapa Kway ?" tanya Richard.
"Anakku " sahut Kway dengan ekspresi wajah yang biasa saja, sedangkan orang yang mendengar perkataannya menjadi kaget. Terlebih lagi Aisha yang kaget dan dan langsung luluh lunglai dikursi yang didudukinya.
Sedangkan Vania juga kaget, mendengar pengakuan Kenway mengenai baby Julio.
"Kak Ken !" tangan Vania memegang lengan Ken.
"Tenang, kita main-main sebentar" bisik Kenway.
"Aish !" seru Mayang sembari beranjak mendekati tempat Aisha duduk.
Mendengar teriakkan Mayang, semua mata memandang kearah Aisha. Dan melihat Aisha sudah dalam keadaan kondisi pingsan.
"Aisha!" Richard beranjak dari tempatnya duduk, untuk menghampiri Aisha.
Kenway yang membuat Aisha pingsan juga cukup terkejut, niatnya ingin membuat prank. Dia yang kaget melihat Aisha pingsan, begitu dia mengakui baby Julio sebagai anaknya.
Kenway menyerahkan baby Julio kepada Vania, dan dia mendekati mommynya.
"Mommy! anak baby Ken gendong, bukan anak Kenway mom. Ayolah mommy, cepat sadar ." Kenway berusaha untuk membangunkan Aisha.
Mada dan Vely menghampiri Vania, dan membawanya untuk duduk.
"Maaf, kehadiran ku sudah membuat kekacauan," kata Vania.
"Baby ini bukan anak Kakak Kenway." beritahu Vania.
"Bukan !?" tanya Vely.
"Iya, baby ini. Anak kakakku ." beritahu Vania.
*
*
*
Bersambung 😘