Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 196 Ngamuk


Semangat selalu dan selalu menjaga jarak aman, agar keluarga kita dirumah tetap dalam keadaan sehat semua.


Happy reading guys ❤️.


**


Mobil besar jenis jep datang mendekat tanpa diketahui oleh Roy yang sibuk berusaha untuk membawa Vely masuk kedalam mobilnya.


Keduanya tersadar, saat mendengar benturan yang keras. Sontak Roy dan Vely kaget, pegangan Roy kepada Vely terlepas.


"Mobil ku !" teriak Roy, kedua tangannya berada disamping kepalanya. Badannya lemas, mobil kesayangannya sudah remuk bemper depan dan lampu berserakan diatas aspal.


Vely mundur menjauh dari Roy, kedua tangannya menutup mulutnya yang kaget saat melihat mobil Jeep yang menabrak mobil Roy.


Pintu mobil jep terbuka, turun Dama dengan memakai kaca mata hitam. Di tangannya tergenggam pukulan bisbol.


"Kak Dama!" Vely berlari memeluk Dama.


Dama membawa Vely dan mendorong Vely untuk masuk kedalam mobil.


"Kak Dam!" lirih suara Vely, masih terlihat dari raut wajahnya yang ketakutan.


"Tunggu disini !" titah Dama, lalu menutup mobilnya.


Dama mendekati mobil Roy, sedangkan Roy masih menatap mobilnya yang ringsek.


Brakkk....


Kaca mobil bagian penumpang pecah, tongkat bisbol Dama beraksi. Dengan sekali pukulan kaca mobil pecah. Tidak hanya itu, kaca belakang juga menjadi sasaran kemarahan Dama.


"Kau..! apa yang kau lakukan? kau sudah tidak waras?" Roy menarik baju Dama, untuk menjauh dari mobilnya.


Roy tidak bisa menjauhkan Dama dari mobilnya, tongkat bisbol Dama bermain-main di seluruh body mobil Roy. Sehingga terlihat body mobil Roy seperti barang rongsokan.


Tangan Roy mendaratkan pukulan ke punggung Dama, sehingga Dama menghentikan pukulan ke mobil Roy.


Bugh..


Sekali pukulan mendarat di perut Roy, membuat Roy langsung meringkuk. Roy memegangi perutnya.


Vely melihat keganasan Dama, hanya bisa berteriak-teriak dari dalam mobil. Tetapi suaranya tidak terdengar oleh Dama, yang sedang kalap. Mau keluar juga dia tidak bisa, karena Dama mengunci mobil. Begitu Vely masuk kedalam mobil, Dama langsung mengunci mobilnya. Agar Vely tidak bisa keluar.


Melihat perkelahian yang tidak seimbang, suasana yang tadi sepi tidak ada orang melintas. Kini mulai ramai, satu persatu orang berdatangan.


Jalanan yang dilalui Vely untuk kembali kerumah kostnya, memang cukup sepi. Dan jarang dilalui oleh mobil, tetapi jalan ini membuat jarak menuju kampus dari rumah kost semakin dekat. Sehingga Vely lebih suka lalui jalan ini.


Dama ingin menghajar Roy kembali, tetapi orang yang berada didekatnya memegangi Dama.


Roy bangkit dari meringkuk, sambil memegangi perutnya. Roy berucap.


"Kenapa kau datang-datang mengamuk seperti orang gila, kau sudah menabrak mobilku dan kini menghancurkannya. Kau harus ganti rugi, akan aku adukan kau. Aku tidak terima !" seru Roy dengan suara yang keras.


"Ada apa in ?" seorang bapak-bapak menghampiri tempat kejadian.


"Mereka berkelahi Pak ," sahut orang yang memegang tangan Dama.


Bapak tersebut melihat mobil Roy yang hancur.


"Siapa yang melakukannya?" tanya bapak tersebut.


"Orang gila ini Pak! datang-datang menabrak mobil saya, kemudian menghancurkan mobil saya dengan tongkatnya itu !" tunjuk Roy kepada Dama.


"Kenapa kau menghancurkannya?" tanya bapak tersebut kepada Dama, yang tidak mengeluarkan suara sepatah pun sedari tadi. Hanya tangannya yang bekerja menghancurkan mobil Roy.


"Baru mobil mu yang ku hancurkan! selesai dengan mobilmu tadi, aku ingin mematahkan tangan yang sudah memegang tangan Vely. Dan membuat gadis itu ketakutan !" ujar Dama dengan tatapan mata yang tajam dan suara dingin.


"Vely? Lovely !? untuk apa kau ikut campur, itu urusan ku dengan kekasihku ." kata Roy.


"Kekasih ? hahaha..!" tawa Dama.


"Mana Lovely ?" baru sadar Roy, bahwa Vely sudah tidak ada ditempat.


"Enak saja mulut kotor mu itu menyebutkan Vely sebagai kekasihmu !" seru Dama, dan tongkat bisbolnya menekan dada Roy.


"Jangan ikut campur dengan urusan orang !" serang Roy.


Dama ingin memukul Roy, tetapi orang yang menonton melerai.


"Awas kau, aku akan melaporkan perbuatan mu ini. Tunggu saja !" ancam Dama.


"Laporkan! kau juga akan dilaporkan, karena ingin menculik anak gadis. Apa yang kau lakukan pada Vely tadi terekam cctv mobil ku, laporkan cepat! kau akan aku laporkan. Telah memaksa gadis untuk naik ke dalam mobil mu ." balik ancam Dama.


"Mana Vely ?" tanya Roy .


"Vely, calon istriku. Awas kau menganggunya lagi, bukan hanya mobilmu yang hancur. Wajahmu akan ku hancurkan juga, tidak perduli aku. Walaupun kau itu mengaku sebagai anak pejabat, anak sultan lah.. !" seru Dama.


Dama berlalu dari hadapan Roy, beranjak menuju mobilnya. Saat ingin masuk kedalam mobilnya, Dama berhenti. Dama mengambil dompetnya dan mengambil kartu namanya, kembali mendekati Roy.


"Ini kartu namaku, disitu ada namaku dan nomor telepon. Kau bisa melaporkan aku ." Dama melemparkan kartu namanya ke muka Roy.


Dama kembali menuju mobilnya dan masuk kedalam mobilnya, kemudian mobil Dama meninggalkan tempat kejadian.


"Sial.! sial..!" umpatan terus keluar dari dalam mulut Roy.


Roy masuk kedalam mobil, umpatan masih terdengar keluar dari bibirnya.


Mobil Roy yang sudah ringsek, berjalan dengan pelan.


***


Tidak ada jadwal terbang, Kenway berada di rumah Marco.


Seperti biasa, awalnya berbincang-bincang dengan Marco. Seterusnya Kenway selalu berakhir bersama Vania dan baby Julio.


" Van." panggil Kenway.


Tetapi Vania tidak menyahut, karena asik bermain dengan baby Julio.


"Van " ulang Kenway lagi .


Vania mendongak, melihat kearah Kenway.


"Kakak manggil Vani ?" tanya Vania.


"Iyalah! sini tidak ada sesiapa lagi selain kita. baby Julio masih kecil ," ujar Kenway.


"Ada apa kak? apa kak Ken cari kak Marco? kak Marco kalau mandi itu ngalahin anak gadis ," kata Vania.


"Nggak, kakak tahu. Bagaimana lama Marco mandi, kami dulu satu asrama " kata Kenway.


"Kakak suka dengan Vania !" Kenway to the point langsung.


Dia tidak ingin berlama-lama memendam perasaan suka kepada Vania, apalagi saat Marco mengatakan. Ada pria yang menyukai Vania, membuat Kenway khawatir. Vania dimiliki oleh orang lain.


"Apa ?" bengong Vania.


"Suka ! aku suka Vania." ulang Kenway lagi.


Vania beranjak dari tempat duduknya, dan membawa baby Julio dalam gendongannya. Masuk kedalam rumah, dipintu Vania hampir bertabrakan dengan Marco yang mau keluar dari dalam rumah.


"Hei Van, lihat-lihat kalau jalan !" seru Marco seraya minggir, untuk memberikan ruang Vania jalan.


"Lah..koq kabur ?" Kenway menggaruk tengkuknya.


"Kenapa tuh anak? jalan main nabrak saja ?" tanya Marco pada Kenway.


"Aku baru nembak, Vania malah kabur ," ujar Kenway.


"Hahaha..! ketampanan mu tidak berhasil menahlukkan hati Vania ." ledek Marco.


"Kau ngeledek aku, bantu aku," ujar Kenway.


"Aku akan bantu, jangan terburu-buru. Kau tahu, yang terburu-buru itu tidak akan bagus hasilnya," kata Marco.


*


*


*


Bersambung 😘...