Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 217 Menunggu


Tetap semangat dan selalu menjaga jarak, karena virus itu nyata. Jaga kesehatan keluarga kita, dan tetap melaksanakan protokol. Agar kita tetap sehat.


Happy reading guys ❤️.


***


Perasaan gembira menyelimuti setiap wajah orang yang menunggu diluar ruangan operasi.


Puji syukur terus dipanjatkan, mendengar berita yang disampaikan oleh dokter.


"Tuh..kan May, David itu orang yang kuat. Mana mau dia pergi duluan, dia masih ada misi untuk menganggu Om Richard!" seru Alana dengan perasaan yang gembira.


"Misi apa ?" tanya Aisha.


"Nggak tahu misi apa, dalam otak David itu tidak ada yang bisa menebaknya. Kita tunggu saja," ujar Alana.


"Keane, bawa Vely dan Mada pulang." titah Richard kepada Keane.


Kondisi Mada yang terlihat tidak fit, membuat Richard mengusulkan agar Mada dan Vely untuk beristirahat di rumah.


"Mada mau nunggu Papa." Mada menolak untuk disuruh pulang, untuk beristirahat.


"Biar kakak disini, Mama dan Mada pulang saja ya," ucap Dama.


"Daddy dan mommy juga pulang saja, Drick yang akan menemani Dama ."


"Apa besok tidak kerja Drick?" tanya Richard.


"Tidak Dad, klinik besok tutup. Drick mau renovasi klinik hewan besok ." beritahu Rodrick.


"Mada tetap disini ." keukeh Mada tidak ingin pulang kerumah.


"Mada ." suara Keane menegur Mada.


Mada menoleh kearah Keane, wajahnya menunduk.


"Mada, disini juga kita belum diperbolehkan untuk menjenguk Papa. Pulang ya ." dengan suara yang lembut, Mayang membujuk Mada untuk pulang ke rumah. Untuk beristirahat.


Setelah semua membujuk, dan pandangan mata Keane yang tidak ingin menerima bantahan dari Mada lagi. Akhirnya Mada dan Vely pulang ke rumah.


Tinggal di rumah sakit hanya Dama dan Rodrick, Mayang juga dipaksa oleh Aisha dan Alana untuk pulang juga. Karena kondisi Mayang juga tidak begitu baik.


Ditakutkan, David sehat. Mayang yang akan menggantikan David terbaring di ranjang rumah sakit.


Begitu semua pulang, Kenway yang tadinya sudah pulang. Kini kembali lagi ke rumah sakit. Dengan membawa makanan dan baju ganti untuk Dama, karena Dama belum ganti baju. Dama masih memakai baju yang dipakainya saat ijab qobul.


"Ini baju dan makanan." Kway meletakkan paper bag yang dibawanya, ke kursi kosong di samping Rodrick duduk. Dan tas yang berisi pakaian untuk Dama, diserahkannya kepada Dama.


Dama mengambil tas yang berisi pakaian gantinya dan membawanya kedalam toilet yang ada didekat ruang khusus untuk orang yang baru menjalani operasi.


***


Setibanya di rumah, Mayang turun dari dalam mobil Richard. Sedangkan Mada dari dalam mobil Keane.


"May, istirahat ya. Besok pagi kita menjenguk David, Mada juga. Jangan sedih lagi. Papa akan pulih seperti sedia kala, dia pasti akan seperti biasanya. Sedikit nyeleneh." Aisha tertawa.


Mayang dan Mada juga tertawa kecil.


Aisha merasa lega, karena sudah terlihat senyum dibibir ibu dan anak tersebut. Walaupun samar senyum itu, tapi sudah membuat lega orang yang melihat.


"Keane ." panggil Richard.


"Ya Dad" Keane mendekati Daddy-nya.


"Antarkan Mada kedepan, tapi ingat. Kau jangan macam-macam." ingatkan Richard kepada Keane.


"Hih.. Daddy, dikiranya aku tidak bisa menahan hawa nafsu. Aku juga punya pikiran, tidak mungkin aku berbuat yang tidak-tidak. Sedangkan Papa David masih berada di rumah sakit ." dalam benaknya Keane.


"Kami balik ya Aish, mas Rich." pamit Mayang sebelum.


"Iya, istirahat ya. Jangan pikirkan apapun juga ," kata Aisha.


Mayang dan Mada berjalan menuju rumahnya, dibelakang Keane mengikutinya.


Mayang masuk kedalam rumah, disambut oleh Bi Ana.


"Pak David tidak apa-apa kan Bu Mayang?" tanya Bi Ana.


"Sudah selesai operasi Bi, tapi tidak boleh di jenguk," kata Mayang.


"Mama masuk kedalam kamar ya Mada, Keane ."


Mayang masuk kedalam kamarnya, diikuti oleh Bi Ana.


Mada masuk kedalam kamarnya, Keane mengikutinya.


Begitu tiba didepan pintu kamarnya, Mada ingin membuka pintu kamarnya. Tetapi membatalkannya, dia memutar badannya menghadap kearah Keane yang tepat berdiri dibelakangnya.


"Kak Keane, apa kakak ingin tidur disini?" tanya Mada.


"Mada tidak akan menangis kak, Mada janji ," ujar Mada.


Keane menatap wajah gadis yang baru saja menjadi istrinya hari ini.


"Baiklah, sudah masuk sana. Besok kita menjenguk Papa." Keane mendaratkan kecupan di kening Mada dan tangannya mengusap lembut pipi Mada.


"Selamat tidur," ucap Keane dengan lembut ditelinga Mada, kemudian memberikan kecupan dibibir Mada sekilas .


Keane memutar badannya, meninggalkan Mada yang masih bengong didepan pintu kamarnya.


Mada tersadar.


Mada buru-buru membuka pintu kamarnya, kemudian menutup pintu. Mada bersandar dipintu, tangannya memegang bibirnya yang diberi kecupan Keane .


"Aduh... jantung ku! apa aku punya penyakit jantung juga seperti Papa?" gumam Mada, dadanya memegang jantungnya yang berdetak kencang.


Wajahnya merona merah, dia tidak mengira Keane mengecup bibirnya. Walaupun sekilas, tapi sudah membuat jantung Mada berdetak tak beraturan.


Tok...tok..


Suara ketukan di pintu, menyadarkan Mada.


"Siapa?" tanya Mada.


"Aku " suara Vely menyahut dari luar.


"Vely ." Mada mengusap-usap dadanya, agar kembali normal. Dan menepuk pipinya agar tidak merona merah lagi.


"Semoga Vely tidak tahu, bibir ku baru di cium kak Keane." batin Mada.


Mada menarik napasnya, lalu tangannya memegang handle pintu.


Cklek...


Mada membuka pintu kamarnya, Vely berdiri didepan kamarnya. Didalam pelukannya ada boneka panda yang besar.


"Kenapa kau datang? apa kau rindu dengan suamimu?" tanya Mada.


"Suami..suami.! aku merasa tidak menikah, pernikahan tadi seperti pernikahan main-main saja ," kata Vely.


"Kak Keane menyuruh aku untuk menemanimu tidur, dia takut kau menangis satu malaman," kata Vely.


Vely naik keatas ranjang Mada, boneka panda masih berada dalam pelukannya.


Mada duduk di samping Vely.


"Maaf, karena aku. Pernikahanmu menjadi dipercepat." Mada menunduk malu.


"Sudahlah! tidak usah dipikirkan, aku tidak apa-apa. Aku kasihan saja dengan Papa David," kata Vely.


"Bagaimana jika kak Keane terlambat, aku tidak bisa bayangkan apa yang terjadi ." sambung Vely.


"Entah kenapa, aku mau ikut kerumah Leo. Seharusnya, aku ikut turun saja bersama dengan Paula. Saat Paula tidak bisa menemani kerumah Leo."


"Kita lupakan saja ya, cepat mandi. Besok kita cepat ke rumah sakit. Aku ngantuk sekali, malam Mada ," kata Vely, lalu memejamkan matanya.


Mada turun dari ranjang, masuk kedalam kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri, Mada bergabung dengan Vely diatas ranjang.


Mada tidak bisa memejamkan matanya, badannya bolak-balik. Sehingga Vely yang sudah berada didalam mimpinya, menjadi terganggu dan terbangun.


"Mada, kenapa kau bergerak terus. Aku sangat ngantuk ini," ujar Vely dengan mata yang masih terpejam.


"Maaf," ucap Mada.


"Apa kau lapar? aku tidak bisa tidur jika perutku minta diisi," kata Vely.


"Tidak, aku hanya memikirkan Papa saja."


"Papa pasti sehat, tidurlah. Papa David akan kembali sakit, jika melihat kantung mata di wajahmu itu."


"Tidur !" Vely kembali memejamkan matanya.


Mada berusaha memejamkan matanya, tetapi bayangan Nando yang berusaha untuk melecehkannya berseliweran didalam benaknya.


"Ah.. bayangan kejadian itu melintas lagi ." Mada menutup wajahnya dengan guling yang dipeluknya tadi.


*


*


*


Bersambung 😘.


Bantu like ya kakak-kakak terima kasih atas dukungan like**.