Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 185 Akhir petualangan Sarah


AIDA menceritakan semua penderitaan yang dialaminya, membuat orang yang mendengar cerita Aida menjadi iba.


"Apa kau mengatakan yang sebenarnya Nona?" tanya polisi lagi.


"Saya tidak berbohong pak, kalau bapak tidak percaya. Bapak bisa menemukan, Mama Sarah berada didepan," kata Aida kepada polisi.


"Wanita itu ada didepan?" kaget Dony, mendengar perkataan Aida.


"Ya, Mama Sarah ingin menyaksikan. Aldo dibawa ke kantor polisi," kata Aida.


Aida memberitahukan nomor plat kendaraan mobil Sarah, begitu mendapatkan plat nomor kendaraan Sarah. Polisi bergegas keluar menuju dimana Sarah berada. Richard, Dony begitu juga dengan Keane dan Rodrick mengikuti polisi turun kebawah.


"Aldo, kau mau kemana ?" tanya Alana, melihat Aldo ingin keluar.


"Aldo ingin melihat wanita itu Ma," sahut Aldo.


"Tidak usah lihat, biar Papa saja yang mengurusnya." Alana mencegah Aldo untuk ikut keluar.


Aldo membatalkan niatnya untuk ikut keluar, dan kembali duduk didekat mamanya.


"Sudah! tidak ada yang perlu dilihat disini lagi, silahkan lanjutkan pekerjaan kalian." titah Aryo kepada karyawan yang masih berada ditempat.


Satu demi satu meninggalkan ruang meeting, hanya tinggal Alana. Dan juga Aisha, sedangkan Aldo dan Aryo keluar menuju ruang kerjanya.


Tiba diluar gedung perusahaan, polisi mencari-cari mobil seperti yang dikatakan oleh Aida tadi.


Sarah yang tidak jauh dari tempat polisi berada, bergegas masuk kedalam mobilnya.


"Pasti anak itu tidak berhasil, sial! gagal sudah rencana ku !" terlihat kesal Sarah.


"Pak! itu mobilnya!" seru petugas keamanan, yang sudah diberikan perintah oleh Dony.


Polisi berlari menuju mobil Sarah, tetapi Sarah dengan cepat melajukan mobilnya dengan kencang.


"Shit..!" umpat Rodrick.


Polisi masuk kedalam mobilnya dan mengejar mobil Sarah, Rodrick juga mengikuti dengan menaiki motornya. Sedangkan Keane, Richard dan Dony naik mobil.


Kejar-kejaran terjadi dijalan raya, jalanan yang masih lengang. Membuat Sarah bisa melakukan kendaraannya dengan kencang.


"Sial..sial!" umpatan terus keluar dari mulut Sarah seraya mengebut, untuk menghindari kejaran mobil polisi.


Gas mobilnya semakin keras ditekan Sarah, sampai satu persimpangan. Sarah tidak bisa menghindari satu truck yang datang dari sebelah kirinya, yang seharusnya Sarah menghentikan kendaraannya. Untuk memberikan jalan dari lajur kiri, Sarah terus berjalan. Sehingga tabrakan tidak bisa dihindarkan.


Brakk....


Mobil Sarah terhantam truck, dan terseret sampai jauh. Sehingga mobil yang dikemudikan Sarah menjadi ringsek.


"OMG..!" Rodrick yang mengikuti dibelakangnya, menjadi kaget dan menghentikan sepeda motornya.


Setelah truck berhenti, sopir truck turun dan berlari melihat mobil Sarah yang nemplok didepan truck.


Polisi berlari menuju depan truck, dan melihat keadaan Sarah yang terjepit didalam mobilnya.


"Pak, saya tidak bersalah. Seharusnya mobil nyonya ini berhenti, tapi nyonya ini menerobos lampu merah," ucap sopir truck kepada polisi yang mengejar Sarah tadi.


Richard, Dony dan Keane tiba. Mereka berlari menuju tempat kejadian.


"Bagaimana Pak ?" tanya Dony.


"Tidak tertolong lagi, Nyonya Sarah terjepit," kata polisi yang telah memeriksa kondisi Sarah.


Tidak ada wajah sedih diantara orang-orang yang berada ditempat kejadian, begitulah akhir orang yang telah menganiaya orang lain.


*


*


Aisha sudah berada ditempat tempat tidur, sedangkan Richard sedang membersihkan dirinya.


Selesai membersihkan dirinya, Richard langsung naik keatas ranjang.


"Bagaimana keadaan Aida Mas ?" tanya Aisha.


"Nenek dan kakeknya bisa dihubungi," jawab Richard.


"Dia masih punya nenek ? kenapa waktu Papanya meninggal, dia tidak tinggal dengan neneknya?" tanya Aisha.


"Mama tirinya menutup akses pihak keluarga dari mama kandung AIDA untuk bertemu, kasihan anak itu," kata Richard.


"Tidak semua mama tiri kejam, mas say! awas ya. Jika Aisha lebih dulu dipanggil, jangan cari mama tiri yang kejam," ujar Aisha tiba-tiba.


Richard yang baru merebahkan tubuhnya, melirik kearah Aisha.


"Kalau mas yang dipanggil duluan, jangan kasih anak-anak mas Papa tiri yang genit dan cabul." balas Richard.


"Mas! Aisha tidak akan mendua, mas itu pasti mendua. Tanah masih merah, mata mas pasti sudah jelalatan." Aisha mencebikkan bibirnya.


"Mas tidak akan mendua, jodoh kita akan terus sampai kita menutup mata. Dan kita akan bertemu dialam keabadian" Richard menarik Aisha kedalam pelukannya, dan mendaratkan kecupan di kening Aisha.


"Terima kasih mas, Aish mencintai mas say ." Aisha mengangkat kepalanya dan mendaratkan kecupan dibibir Richard.


****


Mada turun dengan tergesa-gesa, dan menuju ke meja makan.


"Pagi Pa, Ma ," ujar Mada.


Mada mengambil susu dan minum, tanpa meletakkan bokongnya kekursi.


"Sayang, kenapa terburu-buru sekali?" tanya Mayang.


"hari ini ada praktek Ma," sahut Mada.


David turun dan melihat Mada makan roti sambil berdiri, dan David langsung mendarat di jidat putrinya.


"Aduh..! Papa !" Mada memegang jidatnya yang telah menjadi korban jemari Papanya di pagi hari.


"Duduk!" titah David.


"Iya." Mada duduk.


"Kenapa makan sambil berdiri," kata Datang.


"Buru-buru Pa," kata Mada.


"Dama saja belum turun, apa tidak berangkat dengan Dama?" tanya David.


"Ada teman yang jemput, Mada pergi ya." Mada menyalim Papa dan Mamanya, kemudian buru-buru pergi .


"Siapa temannya? apa perempuan atau laki-laki?" David bergegas keluar untuk melihat siapa yang menjemput Mada.


Sampai didepan, Mada sudah tidak kelihatan lagi. David celingukan, membuat Rodrick yang mau berangkat kerja heran.


"Om, cari apa?" tanya Rodrick.


"Mada, lihat dengan siapa dia berangkat kuliah?" tanya David.


"Oh..Mada Om, Drick lihat tadi. Cewek naik sepeda motor yang menjemputnya," kata Rodrick.


"Aman." lega David mendengar perkataan Rodrick.


"Kenapa Om, apa Mada nakal lagi. Biar kak Keane jewer telinganya," kata Rodrick.


"Jangan hanya Keane, seharusnya kalian juga menjewer telinga Mada," kata David.


"Nggak tega Om, hehehehe." nyengir David.


"Nggak tega, harus tega. Biar nurut !"


"Iya Om, Drick kerja dulu ya Om. Jangan ngomel saja, nanti jantung Om kambuh lagi " goda Rodrick sebelum menjalankan motornya.


"Hih..sama dengan mas besan, untuk tidak Rodrick yang mau ku jadikan calon menantu ." gerutu David.


Rodrick sudah menjauh meninggalkan David yang masih berdiri didepan rumahnya.


Rodrick bersiul-siul sembari membawa motornya, tiba-tiba.


Ciitt....


Motor Rodrick berhenti tiba-tiba, karena seorang gadis naik sepeda melintas tanpa melihat kiri-kanan. Dan hampir menjadi korban motor Rodrick dipagi hari.


"Wow...!" teriak Rodrick.


"Gadis tersebut menghentikan sepedanya dan menatap Rodrick dengan setengah mendelik.


"Apa?" sahut gadis tersebut dengan jutek.


"Apa kau tidak punya mata? melintas tidak lihat kiri-kanan, apakah kau sudah bosan hidup ?" geram Rodrick.


Gadis tersebut turun dari sepedanya dan menyagakkan sepedanya, kemudian berkacak pinggang menatap Rodrick.


"Lihat! ini dua mata, apa situ yang buta. pakai nanya, aku nggak punya mata." kesal gadis tersebut.


"Hei..gadis tengil! kau yang salah, kenapa kau yang marah?" jengkel Rodrick.


"Kau yang salah, kenapa bawa motor ngebut. Ini area jangan ngebut !" gadis tersebut tidak takut melihat Rodrick.


"Sial! mimpi apa aku semalam, ketemu gadis gila !" Rodrick menjalankan motornya.


"Hei .kau yang gila! ku fitting remuk !" serunya, sambil menunjukkan kepalan tangannya kepada Rodrick.


"Sial! semoga hari ku tidak bertemu dengannya lagi !"


*


*


Bersambung..