Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 172 Penjaga


Happy reading guys ❤️


Seperti biasa, Mada dan Vely berangkat sekolah bersama-sama. Karena mereka satu sekolah, tetapi mereka kelas.


Vely masih berada dikelas sebelas, dan Mada kelas dua belas. Tetapi mereka selalu akrab, tidak dirumah. Atau pun diluar rumah.


Setelah mobil sampai di depan sekolah, Vely dan Mada keluar. Hari ini keduanya diantar sopir, yang khusus untuk mengantarkan Aisha pergi kemana saja.


Saat berjalan menuju masuk kedalam kelas masing-masing, segerombolan murid laki-laki yang duduk diatas motor masing-masing menggoda Vely dan Mada. Dengan memanggil nama Mada dan Vely.


"Hai.. Vely !" panggil Rino, yang terkenal dengan julukan play boy disekolah.


"Hai Rino ." balas Vely dengan menampilkan senyum lebar dibibirnya.


Mendapatkan senyuman dari Vely, membuat Rino semangat. Karena sudah sejak Vely baru masuk, Rino sudah naksir dengan Vely. Vely yang mirip Aisha, dengan postur tubuh yang sedikit tinggi dan sedikit terlihat ke orang asing. Membuat Rino semakin ingin membuat Vely menjadi pacarnya.


"Vely, boleh pulang nanti. Rino antar ya ," kata Rino.


"Bagaimana ya ! Vely mau diantar pulang, tapi Vely nanti ada les ," kata Vely.


"Bagaimana kalau besok ?" tanya Rino.


"Hemhh..!" Vely berpikir.


"Ya, besok. Please Vely !" Rino mengatupkan kedua tangannya didadanya.


"Baiklah" sahut Vely.


"Kami masuk dulu ya." Vely dan Mada berlalu dari hadapan Rino dan teman-temannya.


"Vel ! apa kau serius mau diantar Rino? laki-laki ini terkenal playboy," kata Mada, yang sekelas dengan Rino.


"Tenang saja, kita buat tobat playboy kelas ikan terbang ini ." balas Vely dengan berbisik.


"Pelajaran?" tanya Mada.


"Iya, Rino dan teman-temannya itu pasti taruhan," kata Vely kepada Mada.


"Kau tahu Vely, mereka suka taruhan menahlukkan para gadis ?" tanya Mada.


"Apa yang tidak Vely ketahui ," jawab Vely dengan sedikit sombong.


Sepeninggal Vely dan Mada, Roni dan temannya tertawa.


"Lihatlah, besok aku akan mengantarkan pulang Vely. Dan aku akan masuk kedalam rumahnya, dan kalian semua ! sediakan uang untuk membayar taruhan, karena aku akan duduk didalam rumah Vely. Dan mungkin juga aku akan makan malam dirumahnya juga ." Roni kemudian pergi meninggalkan teman-temannya.


"Semoga beruntung !" seru teman-temannya.


***


Dalam ruangan kerjanya, David. Sedang menunggu kedatangan Dama, setiap pulang kuliah Dama selalu pergi ke restoran. Dama diberikan tugas oleh David untuk mengurus manajemen restoran.


Pintu terbuka, dengan masuknya Dama kedalam ruangan kerjanya.


"Papa kira tidak datang ," kata David.


"Sudah beres semua Pa, bulan depan sudah bisa wisuda ," kata Dama.


"Selesai kuliah, Papa harapkan Dama sudah fokus mengurus usaha kita ini," kata David kepada Dama.


Dama langsung duduk di kursinya, dan membuka komputer. Langsung fokus dengan pekerjaannya.


"Dam, bagaimana Vely ?" tanya David.


"Ada apa dengan anak itu ?" Dama mengangkat pandangan matanya, dari depan komputer. Menjadi menatap wajah Papanya.


"Jangan pura-pura lupa ," kata David.


"Paa, Vely masih 16 tahun. Masih jauh Paa !" Dama melanjutkan pekerjaannya kembali.


"Kan tidak selamanya Vely 16 tahun, Papa mengharapkan Vely bisa menjadi menantu dirumah kita," kata David.


"Vely masuk kerumah kita, Mada masuk kerumah mas besan. Kita tidak akan kehilangan Mada, dan Mas besan tidak akan kehilangan Vely. Papa tidak bisa jauh-jauh dengan adik mu itu ," kata David.


"Apa papa juga akan buat jembatan dari rumah kita, kerumah Om Rich ," kata Dama.


"Hemhm..! usul yang bagus ," jawab David.


"Semoga Papa tidak membuat jembatan ." batin Dama.


"Kita lihat nanti ya Paa, sekarang Dama mau menyelesaikan kerjaan ini dulu " Dama kembali menatap layar komputernya.


****


Keesokan harinya, Roni sudah duduk diatas sepeda motornya.


Vely keluar dari dalam kelasnya bersama dengan Ayumi, sahabatnya selain Mada.


"Vely, apa kau sungguh-sungguh mau diantarkan pulang oleh Roni ?" tanya Ayumi.


"Benar," sahut Vely.


"Vely !" panggil Mada.


Vely dan Ayumi menghentikan langkah kakinya, menunggu Mada yang berada dibelakang mereka.


"Tidak sabar menunggu ," kata Vely dengan menunjukkan senyum dibibirnya.


"Apa bodyguard kita tidak bekerja hari ini ?" tanya Mada.


"Hari ini ada jadwal kegiatan bersih-bersih perumahan, Daddy kerja setengah hari ," kata Vely.


"Sial ! aku tidak bisa menonton pertunjukan gratis ," kata Mada, yang hari ini ada jadwal les.


Ketiganya menuju tempat Roni menunggu.


Roni langsung menghidupkan motornya, begitu melihat kedatangan Vely.


"Bye..!" Vely langsung naik keatas sepeda motor Roni, kemudian sepeda motor melaju.


"Loh..! Non Vely kenapa naik motor ?" tanya Pak Adil kepada Mada.


"Katanya ingin merasakan naik motor Pak ," jawab Mada.


"Sudah Pak, antarkan Mada ke tempat les ya. Yumi mau nebeng ?" tanya Mada pada Ayumi.


"Tuh.. jemputan sudah datang ," Ayumi menunjuk ojol yang mendekatinya.


***


Motor yang membawa Vely memasuki lokasi perumahan, Vely mengarahkan Roni menuju sekelompok laki-laki yang sedang kerja bakti.


"Stop Roni " kata Vely.


Sepeda motor Roni berhenti didekat laki-laki yang sedang berdiri, melihat kearah Vely.


"Rumah mu ini ?" tanya Roni.


"Iya," sahut.


"Vely !" Richard mendekati Vely yang baru turun dari bonceng motor Roni, dibelakang Richard berdiri tiga pria yang menatap Roni. Seperti ingin memangsa Roni hidup-hidup.


" Siapa laki-laki ini? tetangga Vely?" batin Roni.


"Daddy !" Vely langsung memeluk lengan Daddy-nya.


"Daddy !" batin Roni.


Keane, Kenway dan Rodrick berdiri dengan berkacak pinggang. Dan kemudian David dan Dama datang bergabung.


"Wow! siapa pria ini semua ?" pertanyaan yang ada didalam benaknya Roni.


"Kenapa pulang naik motor ?" tanya Richard sembari menatap tajam kearah Roni.


"Roni terus mengajak Vely Dad, terpaksa Vely ikut ," kata Vely.


"Halo Om ." sapa Roni.


"Hemhh.." sahut Richard.


"Kenapa kau ingin mengantarkan adik kami ?" Keane maju kedepan, diikuti oleh Kenway dan Rodrick.


"Ini kakak-kakak Vely, kenalkan. Ini kak Keane, Kenway dan ini kak Rodrick. Oh itu kak Dama, kak Dama itu kakaknya Mada ," kata Vely.


"Dan ini Daddy, dan itu Om David. Papa Mada " sambung Vely.


Roni kecut, mendapatkan tatapan mata yang mengamati Roni. Seakan-akan Roni mahluk yang harus diawasi.


Nggak tahan mendapatkan sorot mata dari kakak-kakak Vely, Roni langsung cabut. Tidak perduli lagi Roni, bakalan kalah taruhan.


"Ah..sial! kalah taruhan!" gerutu Roni.


Roni melajukan motornya dengan kencang.


"Siapa itu tadi ?" tanya Richard.


"Roni ," jawab Vely.


"Siapa Roni ?" tanya Keane.


"Teman sekelas Mada, dia terus maksa untuk ngantarkan Vely pulang. Roni itu playboy ," kata Vely.


"Jangan Daddy lihat lagi, Vely naik motor bocah tengil itu !" seru Richard.


"Daddy, Vely juga tidak mau. Tapi anak itu terus maksa, Roni itu dengan teman-teman taruhan. Roni akan menang, jika tadi dia akan masuk kedalam rumah. Sekarang dia kalah, jangan kan dalam rumah. pekarangan rumah saja dia tidak masuk ," kata Vely.


"Dasar anak nakal !" Rodrick mengacak-acak rambut Vely.


"Kakak! kusut rambut Vely ." gerutu Vely .


"Besok-besok jika playboy tengil itu ganggu lagi, bilang. Biar kami datang kesekolah " kata Kenway.


*


*


🌟 Bersambung🌟