
**Jumpa lagi dengan Aisha dan Richard yang sedang honeymoon 🥰
****
Richard dan Aisha masih berada di balkon, mata Aisha masih menatap pemandangan sungai Thames diwaktu malam, tetapi pikirannya tidak fokus lagi kepada apa yang dilihatnya. Karena perbuatan tangan dan bibir Richard, Sedangkan Richard masih fokus dengan permainan baru, yaitu memberikan kecupan ditempat yang bisa dijangkau oleh bibirnya.
"Mas !" ucapan lirih dan bergetar keluar dari bibir Aisha.
"Hemhm..!" tangan Richard masih berada dipinggang Aisha, seperti tentakel gurita yang mencekram tubuh mangsanya.
Richard membalikkan badannya Aisha, dan melekatkan bibirnya ke bibir Aisha.
Richard berlama-lama dibibir Aisha, tetapi tiba-tiba Richard melerai tautan bibirnya. Dan matanya memandangi Aisha yang terpejam dengan insten.
"Asay ." panggil Richard.
"Ya ," jawab Aisha sembari membuka matanya, dan memandang Richard dengan wajah yang malu-malu. Aisha menundukkan kepalanya.
Richard memegang dagu Aisha, mengangkat wajahnya. Dan pandangan matanya mereka saling menatap.
"Bibir ini baru mas say yang menyentuhnya ?" tanya Richard, karena saat Dia melekatkan bibirnya ke bibir Aisha. Aisha tidak membalasnya, dan terlihat bibir Aisha masih kaku. Terasa seperti menyentuh bibir patung.
Deg..
Wajah Aisha terlihat malu, terlihat sekali ia masih mentah dalam hal berhubungan intim dengan pasangan.
"Nggak !" ketus Aisha.
"Siapa ?" tanya Richard dengan suara yang jahil, menggoda Aisha.
"Lipstik..!"
"Hahaha..!" tawa Richard pecah mendengar perkataan Aisha.
"Sorry..! mas senang, bibir ini masih fresh !" seru Richard dan menghentikan tawanya.
"Tapi..Aisha.."
"Mas sudah tahu, Aisha tidak pernah dilecehkan. Walaupun itu terjadi, mas say tetap akan menerima Aisha ," ucap Richard dan memeluk Aisha dengan erat.
"Mas say tahu ?" Aisha heran Richard tahu bahwa dirinya tidak mengalami pelecehan.
"Nenek yang mengatakan, sebelum akad berlangsung ," ucap Richard.
"I love you my lovely ." bisik Richard dengan lembut, ketelinga Aisha.
Mendengar ucapan cinta Richard, Aisha sedikit terkejut.
Richard mengurai pelukannya, dan menatap Aisha.
"Aku mencintaimu Aisha Nathania Hutama ," ucap Richard, dan melekatkan bibirnya kembali. Kali ini Aisha menerima bibir Richard, walaupun masih terasa kaku. Tetapi Aisha sudah berusaha untuk menyambut kecupan Richard dibibirnya. ( nulisnya hati-hati, takut nggak lolos sensor😀✌️)
Setelah merasa pasokan oksigen keparu-paru mereka menipis, Richard melepaskan tautan bibirnya. Dan terlihat bibir Aisha yang sedikit bengkak akibat permainan bibir Richard.
"Mas say ." suara Aisha terdengar malu-malu.
"Hemhh..mau lagi ?"
"Hih..Ais lapar ," ucap Aisha.
"Hahaha...mas say terlalu semangat, sampai lupa memberi makan kepada istri mas ini ," ucap Richard.
"Kita bersihkan badan dulu, setelah itu kita keluar untuk mencari makan," ujar Richard.
***
Sepulang kuliah, Aisha tidak pulang kerumahnya. Tetapi langsung menuju kerumah Om Richard nya, untuk mengunjungi Aisha.
Begitu tiba di depan rumah om nya, Alana menekan klakson mobil. Dan pintu gerbang terbuka.
Begitu sampai didalam, Alana turun.
"Non Alana ?" sapa Satpam.
"Pak, kenapa sepi ?" tanya Alana kepada Satpam.
"Den Richard dan istri pergi Non ," kata satpam tersebut.
"Pergi,kemana pak ?" tanya Alana .
"Apa perginya baru pak?" tanya Alana.
"Pagi-pagi Non, subuh ," kata satpam.
"Subuh..!"
"Iya Non, bawa koper juga. Tapi saya tidak tahu mereka pergi kemana ," kata petugas keamanan rumah Richard.
"Kemana mereka, sudahlah pak saya pulang saja ."
Alana masuk kedalam mobilnya.
"Pasti Om Richard membawa Aisha pergi honeymoon, huaa..a...a.. Om Richard jahat. Kenapa pergi honeymoon nggak bilang-bilang, Om Richard pasti takut nanti Al minta ikut. Hih...Al kan tahu, pergi honeymoon nggak mungkin bawa rombongan!" Alana bicara sendiri dalam mobilnya, dalam perjalanan menuju rumahnya.
"Awas ya, pulang nanti Alana akan culik istri Om itu. Biar tahu rasa!" gerutu Alana.
"Kemana Om Richard membawa Aisha ya ?" Alana berpikir dengan keras, tapi Dia tidak bisa menebak, kemana Om Richard membawa Aisha honeymoon.
***
Eline dan Lily terus menemani Gaby, Gaby hanya bangun saat ia ingin pergi kekamar mandi. Selebihnya Gaby hanya berada dibalik selimut.
"Sampai kapan Dia begitu ?" tanya Eline.
"Mana kutahu ," jawab Lily.
"Li, Gaby sudah tidak pe....?"
"Sorry !" Eline menutup mulutnya, dengan jemarinya.
"Jam berapa ?" tanya Gaby.
" Sudah sore, apa kau tidak mau pulang ?" tanya Lily.
"Apa kau mengusir ku !"
"Bukan mengusir, pasti orang tua mu heran. Kau tidak pulang-pulang!"
"Sebentar lagi aku pulang ."
"Baiklah, makan ini. Kau tidak makan dari tadi ." Eline memberikan roti kepada Gaby.
****
Selesai makan malam, Richard membawa Aisha menyusuri sungai Thames diwaktu malam. Dalam perjalanan, banyak pasangan muda-mudi yang melakukan hal-hal yang dirasa Aisha sangat memalukan.
"Disini, hal yang dilakukan mereka itu sudah biasa ," kata Richard, saat melihat Aisha yang jengah melihat orang-orang saling berkecup-cupan.
"Mas say, lihat. cantik sekali ya. Big Ben di waktu malam ," ujar Aisha.
"Sebenarnya, negara kita diwaktu malam juga sangat indah," kata Richard.
"Waktu siang ?" tanya Aisha.
"Lumayanlah ."
Setelah melihat Aisha yang sudah mengantuk, dan terlihat letih. Richard memutuskan untuk kembali ke hotel.
"Ayo kita kembali, besok masih ada waktu kita untuk jalan-jalan ," kata Richard.
"Ayo," jawab Aisha.
Begitu tiba di hotel, Richard menyuruh Aisha untuk membersihkan diri terlebih dahulu. Sedangkan Richard membuka laptopnya untuk memeriksa email yang masuk.
Begitu keluar dari dalam kamar mandi, Aisha langsung naik ke atas ranjang. Dia tidak melihat lagi Richard yang masih sibuk dengan laptopnya, diruang tamu. Matanya seperti tidak bisa dibawa bekerja sama, Begitu diletakkannya kepalanya keatas bantal. Mata Aisha langsung terpejam.
Setelah membalas pesan email, Richard menutup laptopnya. Dan masuk kedalam kamar.
"Lah.. tidur ." Richard mendekati ranjang, dan melihat Aisha sudah tidur dengan pulasnya.
Richard masuk kedalam kamar mandi, setelah membersihkan dirinya. Richard naik keatas ranjang, menarik Aisha kedalam dekapannya.
"Hari ini selamat Asay, besok. Tidak ada tidur duluan, mas juga ngantuk hari ini ." Richard mengecup bibir Aisha, sebelum masuk kedalam tidurnya.
Akhirnya keduanya tidur, karena mengalami keletihan. Hari pertama Honeymoon mereka langsung terlelap dalam tidurnya.
Aisha terbangun, karena merasa ada tangan berada diatas perutnya.
Aisha membuka matanya lebar-lebar, Aisha bingung sesaat. Saat melihat dimana saat ini Dia berada.
"Ah.. kenapa lupa ." Aisha menepuk jidatnya.
"Sudah siang, berapa lama aku tidur." gumamnya.
"Good afternoon my wife." ucap Richard.
"Mas say !"
"Sudah siang mas say," ujar Aisha.
"Iya, sepertinya kita kena jetlag. Sehingga kita berdua Sulit untuk bangun ," kata Richard.
"Maaf mas say, semalam Aish ketiduran. Mata Aisha seperti kena lem, mau terpejam saja ," kata Aisha.
"Nggak apa-apa, mas juga semalam juga sangat mengantuk. Tapi sekarang stamina mas sudah pulih," ucap Richard sembari menarik turunkan alisnya.
Richard mengangkat tubuhnya, dan menindih badan Aisha dibawah Kungkungan badannya.
Richard sedikit demi sedikit mendekatkan bibirnya kekening Aisha, dan mendaratkan kecupan. Kemudian bibir Richard singgah dikedua mata Aisha, kemudian sasaran bibir Richard beralih ke bibir tipis Aisha yang sudah menjadi list favoritnya.
Gairah Richard meningkat, ketika mendengar lenguhan dan erangan keluar dari dalam mulut Aisha.
"Mas..!" desah kenikmatan terdengar dari suara Aisha memanggil nama Richard.
"Terus sayang! panggil nama mas !" ucap Richard, dibarengi dengan usapan dan hisapan dilakukan Richard ditubuh mulus Aisha tanpa terkecuali.
Setelah meloloskan tubuh Aisha dari helaian benang, Richard meloloskan semua tubuhnya dari helaian benang, Aisha menyadari bahwa tubuhnya tidak ditutupi lagi dengan helaian benang menjadi malu. Tangan Aisha berusaha untuk menutupi area sensitifnya.
"Jangan malu sayang, lihatlah. Ini semua milikmu," ujar Richard.
Rona wajah Aisha menjadi merah merona, matanya terpejam.
"Sayang ." lirih suara Richard, tubuh Richard sekarang sudah berada diantara dua paha Aisha.
"Mas ! takut ," ujar Aisha.
"Mas akan pelan-pelan," kata Richard.
Richard menuntun rudalnya untuk meluncur ke goa, begitu sudah memasuki goa. Richard berhenti sejenak, karena melihat. Aisha meringis.
Richard melekatkan bibirnya kembali kesasaran diatas untuk bermain-main, sedangkan rudal bawahnya langsung tancap.
"Aww...!" teriak Aisha.
Richard menghentikan hentakannya, begitu Aisha sudah mulai menerima keberadaan rudalnya didalam goa. Richard mulai melakukan naik turun, seperti sedang main enjut-enjutan.
"Ah..ah...!" racau Richard, begitu juga dengan Aisha. Lenguhan panjang mengiringi naik turun rudal Richard.
Setelah berhasil melepaskan benih yang dibawa oleh rudalnya, Richard menghentikan naik turun. Dan menarik rudalnya dari dalam goa.
"Terimakasih my wife ." Richard mengakhiri penyatuan mereka dengan memberikan kecupan dikening Aisha.
Bersambung guys