Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 131 Kasihan


**Semoga cerita ini dapat menghibur kakak reader semua, maaf jika masih banyak typo. Maklum matanya minta di ganti.


Happy reading guys ❤️**


***


Melihat Richard jongkok di sisi kursi Aisha, ibu dan Wisnu datang menghampiri meja mereka.


"Ada apa mas Rich ?" tanya Wisnu.


"Aish nangis nggak tega melihat tuh..." Richard menunjuk kearah ayam goreng dan ikan goreng yang ada dihadapannya.


"Lahh . kenapa Aish? biasanya suka dengan makanan itu, biasanya maniak ayam goreng. Seperti di botak kembar." ledek Wisnu.


"Mas Wisnu jahat !" tangis Aisha makin menjadi, sehingga banyak mata yang memandang kearah Aisha.


Pugh...


Tangan ibu Aisha mendarat dilengan Wisnu.


"Hih..adikmu sudah menangis begitu, malah kamu ganggu Wisnu !" seru ibu Aisha.


"Sudah-sudah jangan nangis, nanti kita tuntut orang yang telah mengolah ayam dan ikan itu menjadi makanan ya ," ujar Richard sembari memeluk Aisha, terlihat senyum dibibirnya.


"Maaf ibu-ibu bukan masalah besar, ini hanya masalah mood ibu hamil !" Jeslyn berdiri dan mengatakan apa yang dialami Aisha .


"Oh.. saya kira, mantan pengantin pria ," ujar seorang ibu, akhirnya setelah mengetahui bahwa itu hanyalah mood ibu hamil. Orang yang melihat Aisha, satu persatu pergi.


"Mas say, bawa ikan dan ayamnya ya." titah Aisha.


"Untuk apa, tadi katanya kasihan?" Mayang tanya.


"Mau dikubur di tempat yang layak, biar mereka bisa masuk surga para hewan ," jawab Aisha.


"Apa ? Aisha, ini makanan ku !" David mengambil ikan goreng tepung yang ingin dimakannya, dan ingin membawa kabur dari hadapan Aisha.


"Mas say..! David jahat ." adu Aisha.


"Aish, biarkan saja David yang makan. Lagipula itu sudah di masak, mubajir jika tidak di makan ," kata ibu Aisha.


"Jangan dimakan ! huaaa...!" Aisha kembali mengeluarkan air mata yang sempat berhenti tadi.


"David ! letakkan ." titah Richard, dan tangan Richard memanggil Tony yang baru saja datang.


"Ya Pak ?" tanya Tony .


"Bawa ikan dan ayam pulang kerumah," kata Richard.


"Ini !" tunjuk Tony keatas meja.


Richard menganggukkan kepalanya.


Tony mengambil piring berisi ayam dan ingin pergi.


"Itu juga ," ujar Richard, menunjuk kearah David yang memegang piring berisi ikan goreng tepung.


"Mas besan!" memelas wajah David.


"Dav, berikan ," kata Mayang.


"David, apa kau mau nanti calon menantu mu kenapa-kenapa didalam kandungan istriku ?" ancam Richard.


"Ini !" dengan cepat David menyerahkan piring yang dipegangnya.


"Apa semua daging kita hilangkan dari daftar menu di pesta ini ?" tanya David dengan bersungguh-sungguh.


"Apa kau sudah tidak waras, apa semua tamu disuruh makan dedaunan," ucap Wisnu.


"Tidak usah, jangan bawa makanan yang berhubungan dengan daging dihadapan Aisha saja ," kata ibu Aisha.


"Sudah ya, nggak ada lagi mereka didepan Asay ." bujuk Richard dan mengelus pundak Aisha.


Jeslyn memberikan tisu untuk menghapus sisa-sisa air mata di pipi Aisha.


Richard menarik kursi dan duduk disisinya.


"Asay ingin makan apa ?" bujuk Richard dengan suara yang sabar.


"Ingin makan buah saja," jawab Aisha.


"Tunggu sebentar, mas ambilkan ." Richard bangkit untuk mengambil buah yang diinginkan Aisha.


Ibu kembali menemani nenek yang duduk bersama dengan kedua orangtuanya Richard.


"Ada apa dengan Aisha?" tanya nenek setelah Laras duduk.


"Aisha sakit ?" panik mama Richard.


"Nggak, hanya ada insiden sedikit. Aisha nangis melihat ayam goreng dan ikan goreng," ujar ibu Aisha.


"Begitulah ibu hamil, ada-ada saja yang diinginkannya. Dan ada juga yang tidak ingin dilihatnya," kata mama Richard.


"Apalagi Aisha hamil kembar tiga, pasti cukup menyulitkan. Usianya masih sangat muda ," kata nenek.


"Kita harus memantaunya ," kata mama Richard.


"Itu semua saya serahkan kepada Mbak ya, kami tidak bisa setiap Minggu datang ," kata ibu Aisha.


"Tenang saja, setiap hari saya akan kerumah mereka. Saya juga nggak ada kerjaan, nunggu cucu lahir saja ," ujar mama Richard sembari tertawa.


Meja Aisha.


"Hih..mas Wisnu, nyebelin!" cemberut Aisha.


"Mas cuma tanya Aish ?"


"Sudah sana mas Wisnu, keliling sana cari cewek. Biar nggak jomblo terus !" balas Aisha kepada Wisnu.


"Iya Wisnu, anak kami sudah gede-gede. Kau baru jebol gawang !" ngekeh David.


"Ngeledek, memang istrimu sudah hamil ?" balas Wisnu.


"Lagi usaha Bro, iya kan Yang ? kita setiap malam enjut-enjutan ?" seloroh David.


"Usaha apa ?" Richard kembali dengan membawa banyak buah-buahan.


"Usaha buat menantu untuk mas besan ," jawab David.


"Mas Wisnu, Aish suruh keliling untuk mencari belahan jiwa nya mas. Dari pada mas Wisnu godain Aish terus ," ujar Aisha sambil memakan buah-buahan yang dibawa Richard.


"Belahan jiwa, untuk apa cari jauh-jauh. Tuh Jeslyn masih mencari belahan jiwa !" spontan Richard.


Mata Aisha berbinar menatap wajah Jeslyn dan Wisnu.


"No ! jangan main jodoh-jodohan!" seru Jeslyn.


"Kalian cocok ," kata Richard.


"Iya mas Wisnu, kalau mas Wisnu bersama dengan kak Jeslyn. Akan dapat istri dan juga tenaga sukarela mengurus Yayasan," kata Aisha.


"Ini anak mau untung saja ," ujar Wisnu .


"Benar kata Aisha Wisnu ," kata Richard.


"Kalian ngaco ." Wisnu bangkit beranjak pergi.


"Lahh kabur !" kata David.


"Kamu ganggu orang saja ,"ucap Mayang kepada David.


"Sengaja Yang, kalau nggak ganggu orang. Hidup itu monoton ," jawab David .


"Yayasan apa yang kau katakan Aish ?" tanya Jeslyn setelah mendengar ucapan Aisha tadi .


Richard yang menjawab pertanyaan Jeslyn, karena mulut Aisha penuh dengan buah-buahan.


"Wisnu dan beberapa teman-temannya ada mendirikan yayasan yang bergerak untuk menampung wanita-wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga," kata Richard.


"Wow..bagus itu, aku ingin lihat. Dimana tempatnya ?" tanya Jeslyn dengan bersemangat.


"Ehemm..! ingin lihat Yayasan atau yang punya Yayasan ." goda Aisha.


"Untuk permulaan Yayasan dulu, baru pemiliknya. Hahaha..." tawa Jeslyn.


"Dimana tempatnya, aku lagi boring dirumah terus. Mama ku ngedumel terus karena aku kabur, waktu laki-laki yang mereka jodohkan datang ," kata Jeslyn.


"Jauh kak, tempatnya diluar kota. Kampung Aisha ," kata Aisha.


"Makin bagus !" Jeslyn semakin bersemangat.


"Aish tidak bisa ngantar ," kata Aisha.


"Sebenarnya, hari Minggu kami akan pulang kampung. Tapi karena kondisi Aish, kami tidak bisa pulang ," kata Richard.


"Acara lamaran Tante Laras, kau tidak balik Aish ?" tanya Mayang.


"Nenek nggak beri izin ," terdengar sedih dari suara Aisha.


"Tante menyuruhku datang, begini saja. Jika kak Jeslyn ingin kesana, bisa bersama dengan kami ," kata Mayang kepada Jeslyn.


"Betul ! kalian mau mengajakku ?"


"Boleh kan Dav ?" tanya Mayang.


"Kalau untuk mu semua juga boleh Yang !" kata David.


"Terima kasih !" gembira Jeslyn.


"Asay, sebentar lagi ada dua pesta di keluarga kita ," kata Richard.


"Siapa ?" tanya Aisha.


"Ibu dan Wisnu ." bisik Richard.


"Semoga mas say ."


*


*


*


*


**Bersambung 😘


Terima kasih atas like dan komentar, bunga..


Cerita ini berhasil atas kerja sama kita semua...lope.. lope untuk semua**


Maaf jika ngidam Aisha lebay, ini semua cerita ngidam yang berhasil author dengar. Dari teman-teman author sendiri.