Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 142 Memeluk


**Jumpa lagi dengan author, Sehat semua ya.


Happy reading ❤️**


***


Alana masih mengeluarkan air matanya, Alana tidak ingin menunjukkan kesedihannya. Alana ingin orang mengetahui bahwa Alana kuat, menerima cobaan ini.


"Bohong ! jika dikatakan, Alana tidak sedih. Alana sedih..Alana sedih !" ratap Alana dalam kamar mandi.


Tok.. tok..


Ketukan dipintu kamar mandi, menghentikan tangisnya. Alana bangkit dan buru-buru membasuh wajahnya.


"Al..Alana !" suara Mama Alana.


"Ya Maa !" sahut Alana.


"Dony sudah datang bawa kursi roda." beritahu Mamanya.


"Ya, sebentar. Al kebelet ini ." alasan Alana.


"Bagaimana Don, sudah tahu keadaan Aisha ?" tanya Mama Alana.


"Tadi saat ngambil kursi roda, Dony ketemu David. David kasih nomor kamar Aisha, ketiga baby masuk dalam NICU," jawab David.


"Aisha tidak apa-apakan ?" tanya Chintya.


"Sudah sadar, tapi menangis terus. Menanyakan ketiga bayinya."


"Bayinya laki-laki semua ," kata Dony, dengan perasaan yang sedih.


"Maa, setelah mengantar Alana ketempat Aisha. Dony mau pergi sebentar, Asisten Om Richard menyuruh Dony kekantor polisi ," kata Dony kepada Mama Alana.


"Apa yang nabrak Aisha dan Alana, sudah tertangkap ?" tanya Mama Alana.


"Sekretaris Om Richard tidak mengatakan apapun juga," jawab Dony.


Percakapan mereka berhenti, Alana keluar dari dalam kamar mandi.


"Sayang, kau menangis ?" Dony menghampiri Alana dan memegang kedua bahu Alana, Dony menatap wajah Alana dengan insten.


"Tidak ! aku cuci wajah pakai sabun didalam kamar mandi, pedih !" Alana mengusap matanya.


"Betul Al ?" tanya Mamanya.


"Betul Ma, Alana ikhlas. Belum rezeki Alana untuk mengandungnya," kata Alana dengan berpura-pura ceria.


Skip


"Tante kecil !" Alana turun dari kursi roda dan langsung memeluk Aisha.


"Alana! kau tidak apa-apa ?" tanya Aisha, karena melihat Alana naik kursi roda.


"Aku tidak apa-apa, Alana kuat. Om apa sepupuku ?" Alana menatap wajah Richard.


"Baby boy ," jawab Richard.


"Ketiganya boy ?" tidak percaya Alana.


"Iya Al, tapi mereka belum bisa kita lihat ." beritahu Aisha.


Aisha menatap wajah Alana yang terasa berbeda.


"Al, apa kau baik-baik saja?" tanya Aisha.


"Aku..aku..!" Alana meletakkan kepalanya ke dada Aisha, dan mengeluarkan air mata yang sedari tadi tidak dikeluarkannya didepan orang.


"Ada apa ? Mas say ?" tanya Aisha kepada Richard.


"Sayang !" Dony menarik Alana kedalam pelukannya.


"Maaf..maaf..! aku cengeng ya !" Alana mengusap air matanya.


"Menangis lah Alana, jangan ditahan-tahan !" kata Richard.


"Mas say, ada apa ?"


"Alana keguguran ." beritahu Richard kepada Aisha.


Mendengar perkataan Richard, Aisha berusaha untuk duduk.


"Aish, jangan duduk dulu. Ingat jahitan perutmu !" ingatkan Mayang yang berdiri didekat ranjang Aisha.


"Tante kecil !" Alana melihat Aisha.


"Aku tidak apa-apa, sesaat tadi aku tiba-tiba ingin menangis," kata Alana.


Aisha merentangkan tangannya, ingin memeluk Alana.


"Aish..!" keduanya saling berpelukan, dan menangis.


"Hei.. kenapa kalian melupakan aku," ujar Mayang.


"Berpelukan .' akhirnya mereka bertiga berpelukan.


****


Di kantor polisi, pihak yang menabrak Alana dan Aisha sudah tertangkap. Berkat tukang potong rumput, saat kejadian tukang potong rumput sedang bekerja didekat kejadian. Secepat mungkin bapak tukang potong rumput tersebut, mengeluarkan ponselnya dan langsung merekam sepeda motor yang melintas di dekatnya. Dan kemudian bapak tersebut melaporkan kepada pihak keamanan perumahan.


Dari hasil rekaman tersebut, pihak keamanan mengejar dan berhasil menangkapnya.


"Pak Tony bagaimana ?" tanya Dony yang tiba bersama dengan David.


Dony melihat dengan seksama, wajah orang yang menabrak Alana dan Aisha.


"Aku tidak mengenalnya," kata Dony.


"Orang ini hanya sebagai orang bayaran ," kata polisi.


"Siapa yang membayarmu ?" tanya Dony.


Orang tersebut tidak berani menatap Dony.


"Jawab ! kau akan lama berkurung dalam sel, kau telah menyebabkan seorang wanita melahirkan. Sebelum waktunya.


"Dan istriku keguguran ," ucap Dony .


"Jawab!" bentak polisi.


"Saya tidak tahu Pak, saya hanya menerima orderan dari sambungan telepon saja ," jawab orang tersebut.


"Pembayarannya ?" selidik polisi.


"Melalui rekening bank ." orang tersebut terus menunjukkan wajahnya.


"Kau jangan bohong !" tangan polisi mencekram dagu pria tersebut, agar wajahnya keatas.


"Saya tidak berbohong Pak ," jawab pria tersebut.


"Baiklah, jika kau tidak ingin mengaku. Nikmati kurungan bersama dengan napi-napi yang mempunyai penyimpangan seksual, kau akan di gilir mereka. Badan putih mulus mu ini akan membuat mereka suka ." polisi mencoba menakuti-nakuti pria tersebut.


Terlihat wajah pria itu berubah, ada ketakutan dalam dirinya. Saat mendengar perkataan polisi.


"Ayo ! biar kami kirim kau kesana !" seorang polisi ingin menarik tangannya.


"Jangan Pak! saya ngaku, seorang wanita menyuruh saya Pak. Namanya Sarah Pak, saya mohon Pak. Saya jangan di campur dengan napi yang menyimpang Pak !" mohon pria tersebut dengan ketakutan.


"Sarah !" kaget Dony mendengar nama yang disebutkan pria itu.


"Bapak mengenali orang itu ?" tanya polisi.


"Dia mantan karyawan saya," jawab Dony.


"Apa bapak tahu alamatnya ?" tanya polisi.


"Biar saya lihat di data-data karyawan ," kata Dony.


Dony mengeluarkan ponselnya, dan menghubungi seseorang.


"Ini alamatnya Pak ." Dony menunjukkan alamat rumah Sarah yang dikirimkan oleh pihak HRD.


Setelah berkoordinasi dengan petugas yang lain, Akhirnya polisi bergerak menuju alamat yang diberikan oleh Dony.


Skip..


Sarah duduk dengan tangan terborgol, Rika yang mendapatkan telepon dari Sarah datang kekantor polisi.


"Kau..kau..!" Rika tidak bisa melanjutkan ucapannya, terlihat dari wajahnya. Dia sangat marah kepada Sarah.


"Kau ini seorang wanita atau apa, tega kau ingin menabrak perempuan yang sedang hamil ?" tatapan mata yang mengandung kemarahan terlihat dari mata Rika.


"Dia tidak hamil !" jawab Sarah.


"Dia hamil dan keguguran, akibat perbuatan mu !" sergang Rika.


"Dan Aisha, istri Richard. Apa salahnya kepada mu ? aku tidak pernah menyuruhmu untuk menganiayanya ya, anaknya lahir prematur ! kau ini tidak pantas untuk menjadi seorang wanita, karena telah menyakiti wanita yang sedang hamil !" Rika memukul meja tepat dihadapan Sarah, sehingga Sarah terlonjak keget. Tidak pernah melihat Rika marah segitunya.


"Kenapa kau membelanya, Adekmu ini telah disakiti oleh Alana dan Dony !" seru Sarah.


"Kau yang menyakiti mereka, Sarah ! jangan kejar lelaki yang tidak pernah melihatmu. Masih banyak laki-laki diluaran sana !" seru Rika dengan gemas.


"Kau bisa berkata seperti itu, karena kau tidak pernah mencintai laki-laki. Kau mencintai laki-laki karena uangnya !" seru Sarah.


Plak...


Tangan Rika mendarat dipipi Sarah, karena Sarah menuduh Rika seorang pencari pria kaya.


"Kakak menamparku ?" Sarah memegangi pipinya yang habis di gampar oleh Rika.


"Cukup! aku tidak mau lagi menolong mu, terserah..!" Rika mengambil tasnya dan keluar dari dalam ruangan.


"Kak..!" panggil Sarah, tetapi Rika meneruskan langkahnya. Dia sudah tidak mau lagi berurusan dengan Sarah.


***


Dalam ruangan NICU, Dokter Herman. Bersama dengan Mana Richard sedang membahas mengenai baby boys.


"Bagaimana Man, dengan ketiganya?" tanya Mama Richard.


"Semua bagus, nomor satu dan dua . Jika dalam dua hari ini timbangannya naik, bisa kita pindahkan dari ruangan ini ," kata dokter Herman.


*


*


*


*


**Bersambung 😘


Maaf jika banyak typo, ngetik bab ini nggak konsen..🙏**