
Kurangi keluar rumah, jika tidak dalam keadaan mendesak. Dan selalu menjaga kesehatan keluarga kita.
Happy reading guys ❤️.
***
Semua tertawa, mendengar Rodrick ingin menikah dengan gadis desa.
"Betul ya, Om akan mencarikan gadis desa yang cantik," kata Wisnu kepada Rodrick.
Rodrick tertawa malu-malu, tangannya mengelus tengkuknya.
Tertawa mereka terhenti, dengan kedatangan David sekeluarga.
"Nah ini dia calon cucu Papa dan Mama" Richard menunjuk Dama yang berada dibelakang David dan Mayang.
"Papa kenal ini Rich, kau ini. Seperti papa tidak kenal saja ," ujar Papa Richard, karena Richard mengenalkan Dama.
"Mama juga kenal, cuma sudah lama tidak ketemu. Ketemu lagi, sudah tambah tinggi dan ganteng lagi " puji mama Richard.
"Aku juga sudah lama tidak ketemu," kata Wisnu, begitu melihat Dama sudah semakin dewasa.
"Terakhir bertemu, sepertinya. Waktu ikut kekampung ya ," kata Wisnu.
"Ya Om, ikut Papa ngantarkan Tante Amelia," sahut Dama.
"Oh ya, bagaimana dengan Amelia?" tanya Wisnu, yang sempat merawat Amelia yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.
"Alhamdulillah, sudah sehat seperti semula" David yang menjawab pertanyaan Wisnu.
"Baguslah."
"Nenek dan ibu tidak ikut ?" tanya David.
"Nenek lagi tidak sehat, ibu tidak nggak bisa meninggalkan nenek dirumah. Walaupun ada Jeslyn, tapi ibu tetap berat meninggalkan nenek." beritahu Wisnu.
"Dama, apa kau serius ingin menikah dengan Vely. Kalian masih muda, Vely baru 17 tahun?" tanya Opa kepada Dama, begitu Dama meletakkan bokongnya di sofa.
"Serius Opa, saya tidak main-main dengan namanya pernikahan." Dama menjawab dengan tegas pertanyaan Opa Vely.
"Vely itu anak manja, apa kau sanggup mengatasi tingkah lakunya. Jangan sampai, sebulan menikah. Kami sudah berkumpul untuk mendamaikan kalian berdua" gurau Oma Vely.
Vely yang dikatakan anak manja oleh Omanya hanya mengerucutkan bibirnya.
"Saya janji Oma, saya akan menjaga tutur kata dan tingkah laku saya sendiri. Sehingga tidak akan ada pertemuan untuk mendamaikan kami berdua." perkataan Dama membuat David bangga dengan putranya, yang sedari remaja sudah diikutkannya dalam mengelola bisnis kulinernya.
"Bagus! anak muda harus begitu, dan kau bertanggung jawab dengan apa yang kau katakan didepan kami Dama" kata Opa.
"Siap Opa !" jawab lantang Dama.
"Vely, bagaimana dengan mu. Dama sudah siap mental?" tanya Wisnu kepada keponakannya itu.
Vely melihat kearah Om nya, Wisnu. kemudian menundukkan kepalanya.
"Apa tidak bisa Vely tidak menikah dulu?" tanya Vely dengan suara yang pelan.
"Mommy tidak izinkan kuliah disana lagi, jika tidak ada yang mengawasi Vely!" tegaskan Aisha.
"Daddy juga Vely, Roy sudah berjanji tidak menganggu mu lagi. Tapi bagaimana jika ada orang seperti Roy lagi ," kata Richard.
"Tunangan saja, tidak usah menikah " kata Vely.
"Vely pindah kesini saja kuliahnya, atau berhenti saja. Jika menolak untuk menikah," kata Aisha, sebelum berlalu meninggalkan ruang keluarga.
"Mommy !" panggil Vely, begitu Aisha bangkit dari duduknya dan beranjak pergi. Vely tahu, mommynya masih shock dengan apa yang dialaminya.
"Aisha!" panggil Mayang, Aisha tidak menggubris panggilan Mayang. Dia melanjutkan langkahnya menuju lantai atas.
Vely, Keane dan Rodrick juga ingin mengejar mommynya, tetapi dicegah oleh Richard.
"Sudah, biar Daddy yang urus. Kalian tenang saja ," ujar Richard kepada kepada ketiga anaknya.
"Aish..!" Richard mengejar Aisha yang naik kelantai atas, masuk kedalam kamarnya.
"Maa" Papa Richard memberikan tanda kepada istrinya, untuk berbincang dengan Vely.
"Ayo Vely ." Oma meraih tangan Vely dan membawanya ke teras belakang.
Dalam kamar, Aisha duduk di sofa. Air matanya sudah mengalir.
Richard membuka pintu dan melihat Aisha duduk sembari menangis.
Richard duduk disamping Aisha dan merengkuh tubuh Aisha kedalam pelukannya.
"Mas, apa aku sangat keterlaluan ya? Aku memaksa anak kita untuk menikah, agar dia tidak ada yang mengganggu," kata Aisha.
"Kalau Aish menganggap Aish keterlaluan, apa nenek dan ibu juga dulu sangat keterlaluan juga. Mereka memaksa Aish menikah, kalau ingin melanjutkan kuliah ?" tanya Richard.
"Bukan hanya Aish takut, mas juga takut. Walaupun Roy sudah berjanji tidak menganggunya lagi, mas masih ada rasa khawatir."
Diteras belakang, Omanya menceritakan semua apa yang dialami oleh Aisha. Saat dia seumuran dengan Vely, terpaksa juga menikah muda dengan Daddy-nya.
Vely sangat terkejut mendengar kisah mommynya, dia tidak mengira. Mommynya mengalami nasib hampir mirip dengannya.
"Vely sungguh beruntung, belum sempat dibawa oleh orang itu. Aisha sudah dibawa oleh orang jahat, tapi nasib baik masih melindungi Aisha. Orang yang menculiknya tidak berbuat kepadanya." cerita Omanya.
"Vely jangan membenci mommy ya, jika Vely merasa mommy terlalu memaksakan kehendak. Hal itu dilakukan mommy karena takut Vely mengalami nasib sepertinya." sambung Omanya lagi.
"Tidak Oma, Vely tidak membenci mommy. Vely sedih, karena kejadian yang Vely alami. Membuat memori kejadian yang dialami mommy muncul kembali," kata Vely.
"Nikah muda tidak jelek, banyak yang nikah muda yang berakhir bahagia. Lagi pula, Vely sudah mengenal Dama dari kecil. Dia tidak mungkin menyakiti hati Vely" kata Oma.
Setelah bertukar pikiran dengan Omanya, akhirnya Vely menyetujui keinginan Daddy dan Mommynya. Untuk menikah dengan Dama.
Hari itu juga diambil kesepakatan antara kedua keluarga, pernikahan Vely dan Dama dilakukan secara meriah. Dan pernikahan itu dilakukan sebulan lagi.
Karena ini pernikahan pertama dari kedua keluarga.
***
Wisnu pulang dengan membawa berita baik kepada keluarga Aisha dikampung.
"Om, apa masih jauh?" tanya Rodrick yang ikut Wisnu pulang kekampung mommynya, karena rindu dengan suasana kampung.
"Drick, apa kau lupa? berapa lama waktu untuk sampai dikampung?" tanya Wisnu, karena sejak berangkat dari rumah. Rodrick selalu bertanya berapa lama lagi sampai.
"Drick lupa Om, karena setiap Drick kekampung. Pasti Drick selama dalam perjalanan selalu tidur," ujar Rodrick.
"Nggak lama lagi, paling lama setengah jam lagi." beritahu Wisnu.
"Kau ikut Om, siapa yang menjaga klinik hewan mu Drick?" tanya Wisnu.
"Sudah ada yang menangani Om " sahut Rodrick.
Begitu tiba dirumah Neneknya, Rodrick disambut oleh ibu Aisha.
"Oma " Rodrick langsung salim dengan Omanya.
"Nek uyut mana Oma?" tanya Rodrick.
"Istirahat, baru selesai minum obat " kata Larasati.
"Bagaimana kabar disana Drick ?" tanya Larasati.
"Baik semua Oma" sahut Rodrick.
"Oma kira Keane dan Kenway ikut juga" kata Larasati.
"Keane mana mau meninggalkan gedung-gedungnya Oma, sedangkan Kenway. Berada di angkasa terus Oma"
Seorang pemuda tanggung datang dengan mengendarai sepeda.
"Om kecil " sapa Rodrick.
"Ah..kalau kau datang, aku langsung tua " gerutu Adam, adik Aisha.
Rodrick tertawa senang, mendengar perkataan Adam.
"kalau tidak memanggil Om kecil, aku harus manggil apa? iya kan Oma " kata Rodrick kepada Larasati.
"Sudah jangan ribut, temui nenek uyut dulu Drick. Pasti nenek senang melihat Drick datang ," kata Aisha.
*
*
*
*
Bersambung 😘
Selesai baca, jangan lupa. Bantu kasih like ya kakak-kakak reader 🙏