Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 127 Mandi ala bumil


Hampir mendekati ending guys ❤️


Happy reading ❤️


****


Richard bangun dari tidurnya, dan melihat Aisha masih dalam posisi tidur dengan boneka hello Kitty berada dalam pelukannya.


"Bukan suami yang dipeluknya, boneka juga yang dipeluk." Richard memberikan kecupan sekilas dikening Aisha, sebelum beranjak turun dari ranjang untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi, Richard melihat Aisha masih seperti tadi masih tidur bersama hello Kitty.


Richard keluar dari dalam kamar, ditengah tangga Richard Bertemu dengan Wisnu yang sudah terlihat rapi.


"Mau pergi Wis..?" tanya Richard.


"Ya mas, ada teman kuliah dulu. Ngajak ketemuan ," kata Wisnu.


"Richard ada dirumah, katanya nginap dirumah Chintya ?" tanya nenek.


"Jam tiga pulang nek, Aisha tidak bisa tidur. Minta pulang ," jawab Richard.


"Mana Aisha ?" tanya ibu yang baru datang dari dapur dan meletakkan sarapan pagi yang baru saja dibuatnya.


"Masih tidur Bu, mungkin masih ngantuk ." Richard mengambil sepotong roti dan kopi.


"Hanya makan itu, apa cukup ?" tanya nenek, ketika melihat Richard hanya makan roti bakar dan minum kopi.


"Sudah biasa nek," jawab Richard.


"Badanmu besar begitu, kok cukup hanya makan roti. Kalau dikampung tadi orang punya badan seperti mu itu, sudah makan dua piring nasi ," ujar nenek dengan tertawa.


Mendengar ucapan nenek, semua pada tertawa geli.


"Walaupun hanya roti, ini sudah hampir mencukupi kebutuhan kalori yang dibutuhkan badan nek ," kata Richard.


"Dalam sini ada keju, ada telur," kata Richard.


"Nggak ngerti nenek dengan kalori-kalori, nenek orang kampung. Nggak nemu nasi untuk masuk kedalam lambung, nggak sah rasanya ," ucap nenek, dan meneruskan makan nasi goreng dan telur ceplok.


"Mas say! kenapa Aisha nggak dibangunkan ?" Aisha bangun dan turun kebawah dengan masih berwajah bantal.


"Mas lihat Aish masih enak tidur ," jawab Richard.


"Aisha ! kenapa turun tidak mandi dulu ?" tanya Laras, saat melihat Aisha turun dengan masih memakai baju tidur dengan rambut yang awut-awutan.


"Malas mandi Bu, dingin ." tangannya langsung mengambil roti dari piring Wisnu dan memasukkan kedalam mulutnya.


"Jorok !" ngedumel Laras melihat Aisha.


"Aish! itu punya mas Wisnu !" seru Wisnu, tapi terlambat roti tersebut sudah berada dalam rongga mulut Aisha.


"Hehe...maaf mas, Sepertinya roti mas Wisnu sangat enak ." Aisha mengunyah secara perlahan-lahan roti tersebut, setelah ditelannya. Matanya melirik kearah piring Richard.


Richard yang melihat gelagat Aisha yang selera dengan rotinya, menggeserkan piringnya kedepan Aisha.


"Makan, setelah ini mandi ," kata Richard kepada Aisha.


"Boleh nggak mandi mas ?" tanya Aisha dengan menunjukkan mata puppy eyes kepada Richard.


"Hih..ibu hamil ini, kenapa pemalas !" ledek Wisnu.


"Mas say ! mas Wisnu jahat !" seru Aisha, dengan mata yang berkaca-kaca.


"Wisnu !" tegur nenek kepada Wisnu.


"Lah..hanya dibilang pemalas, sudah mewek ?" heran Wisnu.


"Mas Wisnu jahat ! Ais benci !" Aisha bangkit dari duduknya dan langsung menuju kelantai atas, menuju kamarnya.


"Asay..!" panggil Richard dan mengikutinya.


"Kamu Wisnu! ngambek kan " kata nenek.


"Kenapa tuh bumil ?" tanya Wisnu.


"Itu pasti bawaan orok, biasa begitu. Ada yang malas mandi, ada nanti yang suka bersih. kerjanya mau mandi terus," kata nenek.


"Gawat! dekat-dekat ibu hamil ," kata Wisnu.


"Kamu jangan pulang lama ya Wisnu, nanti antarkan nenek kerumah teman nenek ," kata nenek kepada Wisnu.


"Nenek juga ada teman?" tanya Wisnu.


"Kamu kira nenek tinggal di hutan ? tidak punya teman ." dumel Nenek.


"Bercanda nek, Wisnu pergi nek !"


"Hati-hati Wisnu ," kata Laras.


"Iya Bu ." Wisnu Salim ibu dan nenek, kemudian baru pergi.


Dalam kamar Aisha masih dalam mode ngambek, Aisha kembali berbaring dan menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya.


"Malas !" jawab Aisha dari balik selimut.


"Ya sudah kalau tidak mau mandi, mas mau ke Mall. Aish di rumah saja ya bersama nenek ," kata Richard.


"Ke Mall !" Aisha menurunkan selimut yang menutupi wajahnya.


"Iya, mas hari ini cuti dari kantor. Mau cari buku, karena Aish ngambek nggak mau mandi. Mas sendiri saja yang ke Mall jalan-jalan ," kata Richard.


"Aish ikut mas say !" rengek Aisha.


"Mandi dulu ," kata Richard.


"Bisa nggak usah mandi mas say, basuh wajah saja ya !" Aisha berusaha negosiasi dengan Richard.


"No! mandi kalau mau ikut !" tegas Richard.


"Baik !" Aisha beranjak turun dari tempat tidur, dengan menunduk masuk kedalam kamar mandi.


"Kenapa malas sekali mandi, apa anak-anak ku nanti takut dengan air ." Richard berbicara sendiri, dan tertawa melihat tingkah laku Aisha.


Dalam kamar mandi, Aisha masih memandangi bathub yang baru diisinya dengan air panas dan dingin.


Aisha memasukkan sedikit ujung jarinya, dan menariknya kembali.


Kemudian memasukkan tangannya, begitu basah. Tangannya disapukannya kewajahnya, begitu seterusnya sampai bagian ketiaknya. Tangan basah untuk mengelap bagian ketiaknya.


Sepasang mata yang berada dibalik pintu terbuka sedikit, melihat kelakuan Aisha didalam kamar mandi tidak bisa menahan tawanya.


"Istriku sangat licik." gumam Richard.


Dikit demi sedikit langkah kaki mendekati Aisha, sedangkan Aisha masih sibuk dengan mandi ala ibu hamil.


Sepasang tangan melingkar di pinggang Aisha, membuat Aisha kaget.


"Mas say ." Aisha malu, karena terciduk mandi ala kadarnya.


"Lagi apa Asay ?" tanya Richard dengan bertanya didekat telinga Aisha.


"Mandi ?"


"Mandi ala baru ya, baju masih melekat di badan ."


"Ini mandi gaya Aisha mas say ."


Tangan Richard satu demi satu membuka kancing baju tidur yang dikenakan Aisha, Aisha hanya bisa pasrah. Karena tangan Richard bermain dikancing baju, sedangkan bibjr Richard memberikan kecupan kecil dileher Aisha.


"Ayo mas mandikan dengan gaya mas ya ." Richard meloloskan baju Aisha, dan sekarang Aisha hanya memakai segitiga untuk menutupi area sensitifnya.


"Mas ! biar Aisha mandi sendiri."


"Tidak ! kalau mandi dengan bergaya begitu, nanti satu Mall bau asam." gurau Richard.


Aisha akhirnya pasrah, Richard membawa Aisha kebawah shower. Dengan telaten Richard memberikan sabun keseluruh badan Aisha.


Walaupun kepala Richard sudah nyut-nyutan, melihat badan Aisha. Tapi dia masih bisa menahan hawa nafsunya.


"Tahan Rich..tahan Rich..istrimu lagi hamil kembar tiga ." Richard terus mengatakan kalimat itu didalam benaknya, sampai ia selesai memandikan Aisha.


Setelah membungkus tubuh Aisha dengan handuk.


"Finish..! Richard mengangkat Aisha.


"Mas ! Aisha nggak malas jalan !" seru Aisha.


"Anggap saja, Aish malas jalan ." Richard terus mengangkat Aisha dan menurunkannya didalam walk in closet.


Richard mengambil baju dan pakaian dalam Aisha.


"Aish pakai sendiri ." Aisha mengambil baju yang dipegang Richard.


"Mas keluar !" Aisha mendorong Richard keluar dari dalam walk in closet.


"Ok ! mas tunggu diluar ."


"Seperti anak kecil aja Aish, pakai baju harus dipakaikan ." gerutu Aisha sembari memakai baju.


*


*


*


*


Bersambung 😘🥰


**Maaf ya jika, ada bilang ngidam Aisha lebay. Wajar ngidam Aisha hanya ingin makan buah-buahan.


Ada cerita novel lain ingin makan langsung beli dari tempat yang jauh**.