Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 237 Manja


Happy reading guys ❤️


Kita tawa-tiwi saja baca ya kakak-kakak, biar hati tetap senang menyambut kepulangan paksu pulang dari kerja. Jika baca novel yang berbau-bau pelakor, nanti kakak-kakak reader jadi bawaannya curiga dengan Paksu yang bekerja diluar mencari uang. Padahal Paksu serius bekerja 😂✌️..


***


Keane dan Aisha masih duduk diruang keluarga, membahas resepsi yang tinggal dua hari lagi.


"Mulai hari ini jangan ada yang keluar rumah" ucap Aisha pada Keane.


"Kenway dan Vely keluar mom" kata Keane.


"Vely, hari ini pulang. Kenway, tadi kerumah Vania" kata Aisha.


"Keane, apa tadi malam kau nginap dengan Mada di apartemen?" tanya Aisha, matanya menatap wajah Keane dalam.


"Iya Mom, tapi jangan khawatir. Kami tidur terpisah" kata Keane kepada Aisha.


"Kalian sudah sah, mommy tidak melarang kalian tidur bersama" kata Aisha.


"Daddy?"


"Daddy mu memikirkan Mada dan Vely masih sangat muda, dan Daddy takut. Nanti mereka berdua punya anak, tidak bisa mengurusnya"


"Ada mommy dan Mama Mayang" ujar Keane.


"Hei..memang kami babysister!" seru Aisha kepada Keane.


"Biasanya nenek itu sangat sayang cucu mom" Keane melekatkan dagunya di bahu Aisha.


"Nah ! kenapa keluar manjanya ini?" Aisha melirik putra tertuanya.


"Apa nggak boleh Keane manja lagi dengan mommy?"


"Nggaklah, seharusnya tugas Keane memanjakan istri Keane Mada" kata Aisha.


"Keane manjakan istri, mommy manjakan Keane" kata Keane.


"Kway juga ingin manja juga ah..!" seru Kenway baru pulang, Kenway langsung mengambil posisi duduk disamping Aisha.


Kini keduanya menjepit Aisha ditengah-tengah.


"Ada apa dengan kalian berdua hari ini?"


"Rindu mommy." sahut keduanya secara bersamaan.


"Setiap hari kita bertemu," jawab Aisha.


"Mom, kalau ada Daddy dirumah. Daddy itu selalu menguasai mommy dua puluh empat jam, ini tidak ada Daddy. Kesempatan kami untuk menguasai mommy" kata Kenway.


"Hemm! anak mommy " Aisha mengelus pipi keduanya.


"Ternyata kalian masih manja juga, walaupun kalian sebentar lagi. Akan punya keluarga sendiri" kata Aisha, suara Aisha terdengar sedih .


"Mommy sedih?" Keane mengangkat wajahnya dari bahu Aisha.


"Sedihlah! kalian sebentar lagi punya keluarga sendiri, kalian pasti akan melupakan mommy"


"Mom, kami akan tinggal disini. Jika mommy dan Daddy mengusir kami, baru kami pergi " kata Keane.


"Ya mom, kami akan tinggal disini. Kita harus tetap bersama, rumah ini terlalu besar untuk ditempati olah mommy dan Daddy berdua saja" kata Kenway.


"Apa Vania mau tinggal disini?" tanya Aisha.


"Mau mommy, jangan khawatirkan Vania. Dia mau disini, tapi sedikit masalah " kata Kenway.


"Ada apa ?" tanya Keane.


"Ada apa? apa orang tuanya tidak mengizinkan Vania tinggal disini?" tanya Aisha.


"Bukan itu, tetapi karena Julio. Mereka sudah bisa menerima kehadirannya sebagai cucu, dan mereka tidak ingin dipisahkan dengan Julio. Sedangkan sejak kecil Vania yang mengurusnya" cerita Kenway.


"Berat juga, tapi jika Vania membawa Julio. Tetap bisa ketemu, tinggal masih di Indonesia. Satu kota lagi" kata Keane.


"Bincangkan secara baik-baik, pasti ada solusi" kata Aisha.


"Apa kau mau tinggal disana Kway?" tanya Keane.


"Sudah aku pikirkan, tapi melihat rumah yang kecil. Tidak mungkin rasanya aku akan tinggal disana" kata Kway.


"Betul juga, lagi pula. Ketempat kerja mu dari sana sangat jauh" kata Keane.


***


Rodrick dari mengantarkan Jessie, langsung menuju satu tempat.


Setelah menempuh perjalanan hampir setengah jam, akhirnya mobil Rodrick memasuki satu bangunan yang cukup luas.


Rodrick menghentikan mobilnya, dan kemudian turun.


"Drick, sudah lama tidak datang?" sapa seorang pria yang mau masuk kedalam mobilnya.


"Iya Bang, sibuk" sahut Rodrick.


"Abang lihat Samsul ?" tanya Rodrick.


"Ada, dibelakang. Entah darimana dia dengan anak-anak yang lain, hanya memakai sarung" kata Abbas.


"Cepat bang, jangan nanti anak Abang lahir tidak nunggu Abang" kata Rodrick.


"Ok" Abbas melajukan mobilnya meninggalkan Rodrick.


Rodrick pergi mencari orang yang bernama Samsul.


Setelah melihat keberadaan orang yang dicarinya, Rodrick langsung menuju ketempat orang tersebut.


Puk...


"Aduh.." pukulan tangan Rodrick dipundaknya, membuat Samsul kaget. Dan keluar kalimat umpatan dari dalam mulutnya.


""Kau Drick, apa kau ingin aku segera menyusul bapakku kesana" ujar Samsul, setelah melihat siapa yang membuat dia terkejut.


"Kembalikan uangku tadi." Rodrick menengadahkan tangannya kepada Samsul.


"Wah..! kau ini mau gratisan ya, kami tadi sudah seperti orang aneh kau suruh. Untuk menakut-nakuti pacarmu, uang segitu di minta balik. Habis Bro, sudah aku bagi-bagikan kepada anak-anak yang ikut tadi." kata Samsul.


"Satu juta kau bagi-bagikan semua?" mendelik sempurna mata Rodrick menatap Samsul.


"Drick, satu juta bagimu kecil lah! jangan pelit " kata Samsul.


"Satu kali pasien datang lebih dari itu kau terima." sambung Samsul lagi.


"Sudah..sudah! tidak usah ngoceh lagi, aku relakan satu juta tadi" Rodrick duduk didepan Samsul.


"Bagaimana? apa kau berhasil menahlukkan hati pujaan mu itu?" tanya Samsul.


"Sebentar lagi" sahut Rodrick.


"Kau juga, gadis yang sulit ditaklukkan kau kejar. Disini banyak yang mau menyerahkan diri kepada mu, kau tolak" kata Samsul.


"Apa yang kau lakukan? kenapa kau menggaruk-garuk dagu terus-menerus?" heran Rodrick melihat Samsul terus menggaruk dagunya.


"Gatal, sepertinya aku alergi janggut yang kupakai" beritahu Samsul.


"Untuk apa kau pakai janggut tadi, kau cari penyakit" omel Rodrick.


"Supaya total aku berperan dalam misi menahlukkan hati gadismu " kata Samsul sembari mengusap dagunya yang terlihat merah .


"Mandi, bersihkan dengan sabun" ujar Rodrick.


"Kau mau kemana?" tanya Samsul melihat Rodrick berdiri.


"Pulang" ucap Rodrick seraya melangkah menuju mobilnya terparkir.


"Hih...gatel " ujar Samsul.


***


"Vely, ikut mobil Daddy kembali" kata Richard kepada Vely.


"Kalau Vely ikut Daddy, kak Dama sendiri?" kata Vely.


"Biar David bersama dengan Dama" kata Richard.


Dama yang mendengar perbincangan tersebut, memberikan tatapan ketidaksetujuan kepada Vely.


"Mas besan, saya ikut mobil mas besan saja. Enak ada kawan ngobrol" kata David dan langsung masuk kedalam mobil dan duduk didekat Edward di belakang.


"Baiklah, Dama. Ingat, jangan ngebut-ngebut. Lusa resepsi pernikahan kalian, Daddy tidak mau kalian kenapa-kenapa" kata Richard.


"Baik Daddy" sahut Dama.


Vely masuk kedalam mobil, begitu juga dengan Dama. Kemudian kedua mobil meninggalkan area vila.


***


Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba, dimana akad nikah dan resepsi diadakan hari ini.


Vely dan Mada hari ini didandani dengan sangat cantik, walaupun sebenarnya. Keduanya tidak di dandani juga sudah terlihat sangat cantik.


"Mbak, jangan terlalu cerah makeup nya ya. Natural saja, dan pipinya jangan seperti bokong monyet ya mbak" kata Mada kepada wanita yang mendandaninya.


"Hahaha..!" semua tertawa mendengar ucapan Mada.


"Bokong monyet seperti apa ?" tanya Vely.


"Merah mencolok" sahut Mada.


Vely tertawa lepas, membayangkan bokong monyet yang dikatakan oleh Mada.


*


*


*


Bersambung 😘


Terimakasih atas like, vote dan komentar sehingga Cerita ini tetap bertahan di Level 10.😘


Pencapaian ini semua atas partisipasi para reader yang masih mau membaca cerita recehan.


Terimakasih ❤️❤️