Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 137 Risau


**Terimakasih yang sudah mau mampir, membaca cerita halu 🤭


Happy reading ❤️**


***


Acara nujuh bulanan Aisha terlaksana dengan lancar, acara itu dilakukan secara sederhana. Tidak ada adat yang dilakukan, hanya dilakukan Doa bersama. Agar kehamilan Aisha, kedepan sehat selalu.


Aisha tidak bisa ikut nimbrung begitu lama diluar, kandungannya yang sudah begitu besar. Membuat dirinya, cepat letih dalam membawa badannya untuk bergerak.


Aisha berada dalam kamar, dengan ditemani oleh kedua sahabatnya dalam duka maupun suka. Yaitu Alana dan Mayang.


"Aish, bagaimana rasanya?" tanya Mayang.


"Rasa apa ?" tanya Aisha yang tidak mengerti apa yang mau ditanyakan oleh Mayang.


Alana juga memandang wajah Mayang, dia tahu apa yang ingin tanyakan oleh Mayang. Karena Mayang sempat curhat kepada dirinya, sebelumnya.


"Hamil ?" tanya Mayang.


"Oh.. itu, rasanya bagaimana ya? Tidak bisa diungkapkan, bahagia. Takut juga, apa aku bisa menjadi ibu yang baik untuk anak-anak ku ," kata Aisha.


"Kenapa ?" Aisha memandang wajah Mayang dengan insten, Aisha merasa ada yang mengganjal dihati Mayang.


"Ceritakan saja, biar hatimu tenang ," kata Alana.


"Aku sudah hampir lima bulan menikah, kenapa belum hamil juga ." curhat Mayang.


"Apa David dan kedua orangtuanya mendesakmu untuk segera mempunyai anak ?" tanya Alana.


"Tidak ! tapi aku yang merasa tidak enak saja, mereka pasti menginginkan seorang cucu dari anaknya. Apalagi David adalah cucu laki-laki satu-satunya, aku semakin khawatir. Jika aku tidak bisa memberikan cucu kepada mereka." cerita Mayang.


"Kau terlalu khawatir May, bawa santai saja ," kata Aisha.


"Kau itu, belum juga dua bulan menikah. Sudah diberi kepercayaan langsung dengan tiga baby. Aku satu saja belum ." Mayang mengeluarkan unek-uneknya.


"Kau Al, apa kau juga seperti Mayang ?" tanya Aisha kepada Alana.


"Aku ! nggak tuh..! bagaimana bisa hamil, bibitnya saja masih dibawa jalan-jalan yang empunya," kata Alana.


"Kau ini !" seru Aisha kepada Alana.


"Dony itu lagi-lagi sibuk dengan pekerjaannya, besok sudah di Sabang. Dan Minggu depan sudah di Merauke, seperti lagu. Dari Sabang sampai Merauke, dan landasannya menunggu dirumah. Kapan hamil aku, sampai dirumah bibitnya sudah layu sebelum berkembang ," kata Alana.


"Kenapa nama lagu semua yang kau katakan !" ucap Aisha.


"Oh ya.. hehehe..! sudah May. Bawa santai saja, ada orang yang bertahun-tahun sudah menikah. Tapi belum diberi kepercayaan, jangan kau suruh David untuk menikah lagi. Atau kau sewa orang untuk melahirkan anak David, Itu haram. Dilarang agama, tidak ada sewa-menyewa rahim ," ujar Alana.


Aisha dan Mayang menatap Alana dengan heran.


Alana yang merasa dilihatin Aisha dan Mayang, balas menatap keduanya.


"Ada apa ? kenapa kalian melihat ku seperti tidak pernah melihatku saja ?" tanya Alana.


"kau sehatkan Al ?" Aisha meraba kening Alana.


"Tidak panas ," kata Aisha.


"Kami heran, tumben kau bicara bijak. Biasanya otakmu sedikit bermasalah ," kata Mayang.


"Iya juga ya! kenapa sekarang otak ku beres. Mungkin karena Dony besok kembali dari luar kota, sehingga otak ini mulai lancar koneksinya." ngekeh Alana.


"Baru di puji, sudah mulai bergeser !" kata Mayang.


"May, apa yang dikatakan Alana itu benar. Jangan putus asa dulu, berserah kepada sang pencipta. Mungkin Minggu depan, Minggu depannya lagi ada kabar gembira ," mau Aisha.


"Aku elus perutmu ya Aisha, biar nular kepadaku hamilnya !" Mayang mengelus-elus perutnya Aisha.


Alana juga ikut-ikutan Mayang mengusap-usap perut Aisha.


"Biar aku hamil kembar dua ," kata Alana.


"Aku satu saja dulu ," kata Mayang.


Seperti Mayang yang curhat dengan Aisha dan Alana.


David juga mengeluarkan unek-uneknya kepada Richard.


David juga membahas, kenapa dirinya tidak bisa membuat Mayang hamil juga.


"Mas besan, apa aku ini mandul ?" tanya David kepada Richard.


"Kau ini !" tegur Sony kepada David.


"Kau menikah belum juga setahun, sudah takut tidak bisa punya anak ," kata Richard.


"Kenapa kau tidak periksa, bawa istri mu juga ," kata Sony .


"Aku takut, bagaimana jika yang kutakutkan itu ternyata benar. Aku ini tidak bisa punya anak ?" David memandang Richard dan Sony .


"Tunggu saja, jangan menjadi beban pikiran mu ," kata Richard.


"Kalau aku tidak punya anak, kita tidak bisa menjadi besan ," ujar David.


"Tinggal angkat anak saja ," kata Richard.


"Mas besan nanti mau besanan dengan ku, walaupun nanti anak itu bukan anak kandungku ?" tanya David dengan mimik wajah yang serius.


"Sudahlah, jangan pikirkan yang aneh-aneh. Doa saja yang banyak, mungkin besok istrimu sudah hamil," kata Sony.


"Iya Om, hanya itu yang harus aku lakukan. Banyak berdoa dan berserah kepada sang pencipta."


***


Alana tidur dengan tidak tenang, jam sudah menunjukkan pukul delapan malam. Dony belum juga tiba dirumah.


"Bagaimana bisa hamil, yang punya bibit saja terbang terus. Tua-tua di atas pesawat, kalau bisa hamil. Jangan-jangan pesawat yang hamil duluan, Aku tidak hamil-hamil. Mas Dony naiki pesawat terus, Aku di naiki seminggu sekali juga tidak. Bagaimana mau hamil ." ngedumel Alana.


Lama-kelamaan mata Alana menjadi sayu, dan akhirnya mata Alana benar-benar terpejam. Saat pintu kamar terbuka, Alana tidak mengetahuinya. Dia makin terlelap dalam tidurnya.


"Sudah tidur ." gumam Dony.


Dony meletakkan kopernya, dan langsung masuk kedalam kamar mandi. Dony merasakan badannya yang kaku dan melekat, karena perjalanannya kali ini sangat jauh.


Selesai mandi Dony merebahkan tubuhnya, diraihnya tubuh Alana kedalam pelukannya.


"Terima kasih sayang, kau tidak protes. Aku sibuk dengan pekerjaan, tapi ini semua untuk mu dan anak-anak kita kelak ," kata Dony.


Sebelum memejamkan matanya, Dony melabuhkan kecupan bibirnya kekening dan kebibir Alana.


"Selamat tidur sayang ." pelukan Dony erat memeluk Alana.


****


Dikamar, Mayang duduk menunggu kedatangan David yang sibuk memeriksa perkembangan restoran yang baru saja buka cabang disalah satu Mall terbesar di Indonesia.


"Lama sekali David ," ujar Mayang.


Mayang melihat kearah pintu, ketika mendengar suara pintu dibuka dari luar.


Dengan terbukanya pintu, terlihat wajah David yang letih.


"Belum tidur ?" tanya David, saat melihat Mayang masih duduk di sofa.


"Belum Mas ," jawab Mayang.


"Mas !" baru hari ini Mayang memanggilnya dengan sebutan Mas, sehingga David senang.


"Bukannya Mas menyuruh Mayang untuk memanggil dengan sebutan Mas ! kalau tidak suka, ya sudah. Biar Mayang panggil dengan nama saja ." ngambek Mayang.


"Jangan-jangan ! panggil dengan sebutan Mas saja !" seru David, dan meletakkan bokongnya disamping Mayang.


"Yang, Mas mau bicara ," kata David.


"Apa Mas ?" ada rasa khawatir dalam benaknya Mayang, ia takut David ingin membicarakan tentang anak.


*Akhirnya Mas David pasti minta izin ingin cari istri lagi ." dalam benaknya Mayang.


Mayang merasakan dadanya terasa sesak.


"Yang !" David memutar badan Mayang, agar menghadap kearahnya.


"Ya ?" jawab Mayang lirih..


*


*


*


*


Bersambung dulu Yang...