
**Semangat selalu dan jaga kesehatan kakak reader 😘
Happy reading guys ❤️**
****
Aisha merebahkan badannya yang terasa kaku, pinggangnya juga terasa ngilu.
"Masih sakit ?" tanya Richard, karena melihat bibir Aisha meringis saat mengerakkan pinggangnya.
"Bukan sakit mas, apa ya dibilang. Aish nggak bisa bilang, nggak enak saja untuk bergerak. Mau bangkit dan berbaring serba salah ," kata Aisha.
Richard naik keatas ranjang, dan mengusap punggung dan pinggang Aisha.
"Mas, jangan kebablasan ngusapnya ya !" ingatkan Aisha, karena tangan Richard sesekali bergerak makin kebawah pinggang.
"Tangan mas ini nggak bisa dikontrol, lihat ! asik mau bergerak kebawah pusar ." senyum lebar dibibirnya Richard, membuat Aisha mencubit lengan Richard.
"Sudah! tangan mas Richard harus disekolahkan ." Aisha menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya, yang tertinggal hanya kepalanya.
"Ya sudah tidur, mas keruangan kerja dulu ya. Ada yang mau mas bicara dengan Tony ." Richard mendaratkan ciuman sekilas dibibir Aisha dan kemudian keningnya.
Richard turun dari ranjang dan beranjak keluar dari dalam kamar, menuju ruang kerjanya.
Richard menghubungi Tony dan menanyakan masalah mantan karyawan Dony.
"Bagaimana urusan dengan orang itu ?" tanya Richard.
"Sudah dibereskan boss, orang itu pasti tidak akan berani menganggu," kata Tony.
"Tetap awasi, aku merasa dia pasti akan tetap menganggu Alana dan Dony. Gadis itu terobsesi kepada Dony."
"Baik boss ." kemudian Richard mematikan sambungan teleponnya.
"Heran, ada apa dengan gadis-gadis sekarang. Begitu banyak pria diluaran sana, kenapa yang sudah ada pemiliknya yang di minati ," kata Richard.
Richard bangkit dan berjalan menuju jendela, dan memandang keluar jendela. Dan terlihat langit malam dihiasi taburan bintang yang berkedip-kedip.
Richard menutup tirai dan mematikan lampu meja kerjanya, dan kemudian keluar dari dalam ruangan kerjanya.
Richard ingin masuk kedalam kamarnya, tetapi Bu Yanti memanggil Richard.
"Den...." panggil Bu Yanti.
"Ada apa Bu ." Richard menghentikan langkahnya untuk masuk kedalam kamar.
"Itu Den, ayam dan ikan yang dibawa oleh pak Tony diapakan ?"
"Kalau masih bagus, ya makan saja."
"Apa nanti tidak ditanyai Non Aisha ?"
"Tidak Bu ! Aisha itu tidak bisa melihat hewan dibunuh untuk di masak, menu untuk Aisha nanti tolong ikan atau ayam di olah. jangan terlihat paha ayam atau ikan seekor ," kata Richard.
"Oh..gitu ya Den, besok biar diolah jadi baso atau nugget ayam dan sayur ," kata Bu Yanti.
"Iya Bu, atur untuk dikonsumsi Aisha."
"Permisi Den ." Bu Yanti kembali kebelakang dan Richard masuk kedalam kamar.
****
Begitu meninggalkan hotel, Mayang dan David langsung kembali kerumahnya.
Sampai dirumah, Mayang langsung masuk kedalam kamar mandi. Dia berendam, karena badannya juga terasa remuk. Menggunakan kain dan sepatu high heels, membuat betisnya terasa tertarik. Karena ia tak terbiasa memakai high heels.
Tok..tok..
"Hih.. ganggu saja !" gerutu Mayang.
Mayang cepat mengelap badannya dan mengambil baju tidur yang selalu tersedia didalam kamar mandi.
Cklek..
Begitu pintu terbuka, mata Mayang langsung disuguhi pemandangan yang hampir tiap hari dilihatnya. Tuyul besar berdiri di depan pintu kamar mandi.
David hanya memakai boxer dibawahnya, menunggu Mayang keluar dari dalam kamar mandi.
"Yang kenapa dikunci ?" tanya David.
"Kalau tidak dikunci, ada penyusup akan masuk," kata Mayang.
"Suami dibilang penyusup, dosa Lo Yang. Apa mau tidak cium surga ," kata David.
"Ahhh..capek bahas surga, sekarang ini aku mau cium bau bantal saja ," kata Mayang.
"Yang Jangan tidur dulu, target kita belum jadi. Jangan kalah dari Dony dan Alana, masa mereka terakhir nikah. Mereka duluan punya baby," kata David.
"Sudah sana cepat mandi, biar bisa ngejar target."
David langsung bergegas masuk kedalam kamar mandi.
Mayang mengambil hair dryer untuk mengeringkan rambutnya, begitu rambutnya terasa kering. Mayang langsung naik keatas tempat tidur dan menarik selimut, kemudian memejamkan matanya.
David keluar dari dalam kamar mandi.
"Ah..kena tipu lagi, awas besok harus dobel ."
David merebahkan tubuhnya dan tidak lama kemudian, David sudah masuk kedalam mimpi.
****
Dalam hotel, Alana juga langsung tertidur begitu selesai mandi. Dia tidak sempat mengeringkan rambutnya, terpaksa Dony yang mengeringkan rambut Alana.
"Ah..Dony, orang malam pertama sibuk enak..enak. Ini aku sibuk mengeringkan rambut istriku ." Dony berbicara sendiri sembari memegang hair dryer untuk mengeringkan rambut Alana, sedangkan Alana tidak terganggu dengan suara hair dryer. Saking letih dan mengantuk.
Mungkin suara hair dryer dan suara Dony serasa music pengantar tidur.
Setelah selesai mengeringkan rambut Alana, Dony langsung merebahkan diri. Tanpa menunggu waktu lama mata Dony terpejam.
Akhirnya sepasang pengantin baru tidur, tanpa melakukan apapun juga.
"Ahh....." Alana membuka matanya, dan betapa kagetnya dirinya. Melihat ada seorang pria yang tidur disampingnya.
"Hiaatt...!" kaki Alana langsung beraksi, orang yang ditendangnya berakhir dilantai.
"Alana..!!" teriak Dony dengan suara yang keras.
"Mas Don...!" Alana merangkak dan melihat Dony terbaring dilantai, wajah Dony meringis menahan sakit karena tendangan bebas kaki Alana sedikit lagi menyerang aset berharganya.
"Kenapa mas Don, dikamar Alana ?"
"Apa kau lupa, kita sudah menikah. Baru satu hari, suamimu ini sudah mengalami kdrt ." Dony bangkit dari lantai dan memijat pahanya yang menjadi korban kaki Alana.
"Haha... maaf mas Don, Alana lupa. Terus apa yang mas Don lakukan disitu ?" tanya Alana yang lupa apa yang baru dilakukannya.
"Tadi ada uang jatuh ," jawab asal Dony.
"Uang ? mana mas Don !"
"Sudah hilang ." Dony kembali naik keatas ranjang.
"Kau harus membayar hasil tendangan mu tadi Al !" Dony langsung mengurung tubuh Alana dibawahnya.
"Bayar apa ?"
"Hampir saja aset ini hancur, sebelum bertempur. Kau harus bertanggung jawab Al !"
Dony ingin mendekatkan bibirnya ke bibir Alana, Alana langsung mendorong wajah Dony.
"No..! mulut Alana masih bau !" Alana menutupi mulutnya dengan kedua tangannya.
"Nggak apa-apa, anggap saja wangi parfum bunga Magnolia !" seru Dony.
Tangan Dony menarik tangan yang menutupi mulut Alana.
Ciuman yang bertubi-tubi mendarat dibibir Alana tanpa bisa Alana elakkan lagi.
Akhirnya Alana pasrah menerima semua apa yang terjadi hari ini.
"Mas..! pelan-pelan," ujar Alana dengan suara yang setengah mendesah.
"Iya..tenang saja," jawab Dony.
Tanpa disadari oleh Alana, tangan terampil Dony telah berhasil meloloskan seluruh kain yang melekat pada badan mulus Alana.
Kepala Dony berlama-lama di daerah segitiga Bermuda Alana, sehingga tubuh Alana bergelinjak dan mengeliat merasa geli akibat permainan tangan dan Dony.
"Ah..ah..mas !" teriak Alana begitu merasa ada sesuatu yang ingin keluar dari bawah tubuhnya.
Melihat Alana sudah benar-benar naik kebulan, Dony mulai melakukan aksi pencoblosan. Awalnya Dony pelan-pelan mencoblos, tetapi melihat Alana tenang. Dony langsung mencoblos dengan sepenuh tenaga, sehingga Alana menjerit.
"Aw..sakit !" kuku runcing Alana mencakar punggung Dony.
Hampir satu jam Dony dan Alana saling enjut-enjutan, sampai tenaga mereka tersisa sedikit baru mereka tepar jatuh kembali ke bumi.
"Ah..sakit !" ucap Alana sebelum dia jatuh tertidur.
"Tapi enakkan ," kata Dony.
Tidak ada sahutan dari Alana, Dony mengangkat kepalanya dan melihat kearah Alana.
"Tidur, tidurlah sayang. Nanti kita sambung lagi."
Dony juga ikutan tidur, karena tenaganya habis terkuras.
*
*
*
*
*
**Bersambung guys ❤️😘
Maaf ya jika banyak typo yang bertebaran 🙏**