Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 228 Akhirnya


Happy reading guys ❤️


**


Semua bergembira, hanya satu wajah yang tidak tenang. Tapi tidak ada yang tahu, hanya Aisha yang tahu. Bagaimana gelisah nya Richard dengan putri satu-satunya yang hari ini ikut sang suami mengunjungi salah satu bisnis Dama.


"Mas besan ada apa? kenapa diam saja? apa mas besan sedang sakit gigi ?" tanya David .


"Om Rich mana bisa sakit gigi, semua giginya palsu ." ujar Alana mengejek Om Richard nya.


Richard memberikan tatapan tajam kearah Alana, tapi Alana tidak akan pernah takut menerima tatapan mata Richard. Alana memberikan tanda peace dengan mengacungkan dua jarinya.


"Hahaha..!" tawa David.


"Daddy tidak mengira, kalian bersahabat. Akhirnya jadi besanan." Kata Josh .


"Bagus Om, biar anak-anak kita tidak pergi jauh. Mereka tinggal masih dilingkungan sini juga" kata David.


Josh juga tertawa.


"Drick, kenapa kau tidak menikah bersamaan dengan saudara kembar mu?" tanya Edward.


"Drick ini selalu belakangan uncle, sudah lahir terakhir. Kak Keane dan Kenway pulang dari rumah sakit duluan, Drick masih terbaring didalam NICU. Mendapatkan jodoh juga begitu." Rodrick bicara dengan menunjukkan wajah memelas.


Melihat wajah Rodrick yang memelas, terlihat sedih. Mereka bukan sedih tetapi tertawa lebar melihat wajah Rodrick.


"Kenapa tidak ada yang kasihan dengan Rodrick? mommy? kenapa Rodrick seperti anak yang teraniaya." Rodrick bangkit dari tempat duduknya, pindah kesamping Aisha.


"Tidak apa-apa Drick, kasih sayang mommy untuk Rodrick lebih besar nanti. Karena Rodrick akan tinggal dengan mommy lebih lama" hibur Aisha.


"Kau cocok menjadi pemain sandiwara Drick, diantara kedua saudara mu. Bukannya kau yang banyak mempunyai mantan terindah," kata Alana.


"Kak Alana jangan buka aib Rodrick, nanti Rodrick tidak laku" ujar Rodrick.


**


Ditempat yang berbeda, tetapi di jam yang sama. Keane menemani Mada menemui psikiater.


Setelah hampir satu jam menunggu Mada, akhirnya Mada keluar.


"Sudah?" tanya Keane .


"Sudah kak" sahut Mada.


"Disuruh apa didalam?" tanya Keane.


"Tidak ada kak, hanya bincang-bincang saja."


"Bagaimana perasaannya sekarang?" tanya Keane .


"Sudah mulai berkurang kak, saat mau tidur. Bayangan orang itu tidak muncul lagi, tapi Mada tidak bisa jika tidur dengan keadaan gelap" kata Mada.


Mada memandang keluar jendela kaca mobil, tangannya saling meremas. Ada yang ingin dikatakannya kepada Keane, tetapi mulutnya berat untuk mengeluarkannya.


Keane bukan tidak tahu, ada yang ingin dikatakan oleh Mada.


Keane memutar balik mobilnya, tadi ingin pulang. Sekarang dia membawa mobilnya menuju apartemennya, yang sudah lama tidak disinggahinya. Dulu, jika banyak kerjaan dan tidak bisa pulang. Keane selalu nginap di apartemennya, karena lokasi apartemennya bersebelahan dengan kantornya.


Mobil memasuki area parkir basement apartemen.


"Kenapa kita kesini?" Mada melihat Keane.


"Disini tempat yang bagus untuk bercerita" kata Keane.


"Cerita? siapa yang mau cerita?"


"Mada " sahut Keane.


"Mada? aku ?" bingung Mada .


"Iya, Mada. Istri Keane, ayo turun." Keane membuka pintu mobil, dan turun.


"Kapan aku mau cerita? cerita apa?"


Pintu bagian Mada duduk terbuka, Keane berada disampingnya dan mengulurkan tangannya.


"Ayo" Keane meraih jemari tangan Mada, dan membawanya naik kelantai paling atas.


"Ini apartemen kakak?" tanya Mada, dia tahu Keane ada apartemen. Tapi tidak tahu lokasi apartemennya.


Keane membuka pintu apartemennya dan mempersilakan Mada untuk masuk.


"Iya, ayo masuk"


Mada ragu untuk masuk, karena selama ini dia tidak pernah berdua-duaan dengan laki-laki dalam satu kamar. Kecuali bersama dengan Dama dan Papanya.


Sebenarnya Mada pernah berduaan dengan Keane, tapi saat itu. Mada dalam keadaan sedang tidur, dia tidak menyadarinya.


Mada melangkahkan kakinya, matanya memandang keseluruhan area apartemen.


"Bagus ." batin Mada.


"Duduklah, mau duduk di mana saja boleh. Mau diatas pangkuan kakak juga boleh " kata Keane.


"Mengundang bahaya, duduk dipangkuan kak Keane." dalam benaknya Mada.


Keane berjalan ke lemari pendingin, mengambil minuman dingin dan memberikannya kepada Mada. Kemudian Keane duduk di sofa.


"Duduk " Keane menepuk-nepuk sofa disisinya.


Mada meletakkan bokongnya sedikit jauh dari Keane, tetapi Keane dengan sekali angkat. Badan Mada menjadi duduk didekatnya.


Keane meletakkan botol minum yang sudah berkurang isinya setengah, sedangkan Mada masih penuh.


"Apa yang dikatakan dokter tadi?" tanya Keane langsung.


"Apa ?" gugup Mada.


"Ceritakan!" titah Keane.


"Dokter.. dokter..." berat Mada untuk menyampaikan apa yang dikatakan oleh dokter.


"Dokter apa?"


"Dokter tahu bahwa Mada sudah menikah," kata Mada.


"Terus, kenapa?"


"Dokter menyarankan agar..." Mada diam, bingung dia apa yang harus dikatakannya kepada Keane.


"Agar apa Mada..?" tidak sabar Keane.


"Untuk melakukan hubungan suami istri dengan suami, apakah trauma Mada muncul" suara Mada pelan, ingin rasanya saat ini dia sembunyikan wajahnya didasar tanah paling dalam.


Tanpa berkata apa-apa, Keane langsung mengangkat Mada.


"Kak...!" Mada kaget, tiba-tiba badannya diangkat Keane kedalam kamar.


Keane merebahkan Mada dan langsung mengungkung badan Mada dibawah tubuhnya.


"Kak ." wajah Mada memerah, dia gugup.


"Dokter suruh kita ngapain?" tanya Keane dengan memandang wajah Mada dengan intens.


Mada tidak menjawab pertanyaan Keane, matanya terpejam. Mada tidak sanggup membalas tatapan mata Keane.


"Suruh kita begini " Keane mendaratkan bibirnya ke bibir Mada.


Bibir Keane terus melakukan gerakan dibibir bawah Mada, isapan dan gigitan kecil dilakukan Keane.


Sedangkan Mada merasakan sekujur tubuhnya melemas.


Keane melerai bibirnya dari bibir Mada.


"Atau begini." Keane menjilat area leher dan telinga Mada, membuat Mada menggeliat kegelian.


Keane mengangkat wajahnya, dan mengamati wajah Mada yang terpejam dibawah tubuhnya.


"Sayang, buka matanya. Lihatlah, siapa yang melakukan ini ."


Sekali lagi, Keane memagut bibir bawah Mada. Dan memberikan sensasi yang berbeda, sehingga bibir Mada terbuka. Membuat Keane dapat mengeksplorasi rongga mulut Mada.


Keane melerai tautan bibirnya dan bibir Mada.


"Bagaimana, bayangan bajingan itu masih ada?"


Mada menggelengkan kepalanya, matanya masih tertutup.


"Kita lanjut ya, buka matanya. Lihatlah, siapa yang ada didekatmu. Hilangkan bayangan orang itu."


Mada membuka matanya, dan matanya terbelalak. Menatap Keane yang sedang membuka bajunya.


Keane meloloskan baju yang dikenakannya, sekarang tubuhnya hanya bagian bawah yang tertutup.


"Kakak mau apa ?" gugup Mada.


"Kakak ingin memberikan terapi, biar Mada cepat sembuh"


"Terap.."


Mada tidak dapat menyelesaikan ucapannya, karena bibir Keane sudah mulai melakukan terapi dibibirnya Mada .


Gerakan bibir dan tangan Keane membuat Mada terbuai, apalagi dia mendengar suara Keane yang terus memanggil namanya. Membuat Mada melupakan bayangan wajah Nando .


Mada terbuai dengan suara Keane, dan gerakan tangan Keane. Sehingga Mada tidak sadar, ketika tangan Keane meloloskan helai demi helai benang diseluruh badannya. Sehingga tubuh Mada hanya ada kain yang menutupi gunung sintalnya dan segitiga Bermuda.


Ketika Keane bermain diarea terlarangnya, Mada juga tidak sadar. Mada hanya mendengarkan suara Keane yang terus menerus terngiang di telinganya dengan menyebutkan nama Mada.


Sampai satu ketika ada benda asing yang ingin memasuki daerah rawannya.


"Aww...!" seru Mada, ketika merasa ada benda asing memasuki area sensitifnya.


Mata Mada terbuka, dan melihat tubuhnya dan Keane sudah polos.


"Tenang sayang, ini kak Keane. Hem..!" seru Keane ditelinga Mada, membuat Mada menjadi tenang dan rileks. Apa yang dilakukan oleh Keane kepadanya, Mada menerimanya.


Keane berhenti sejenak, dia menatap wajah Mada. Begitu wajah Mada tidak terlihat kesakitan lagi. Keane melakukan gerakan naik turun dengan perlahan-lahan, dia tidak ingin membuat Mada tidak bisa berjalan saat mereka kembali nanti. Sehingga orang rumah akan curiga apa yang mereka lakukan sebelum pulang kerumah.


"Rileks sayang, ini kak Keane" ucap Keane terus-menerus, untuk mengingatkan Mada. Bahwa Keane yang mengaulinya, sembari melakukan gerakan naik turun cantik. Keane terus memacu dengan lembut, dia tidak ingin membuat Mada tersakiti.


Mada dibawah Kungkungan badan Keane memejamkan matanya, Mada mengigit bibir bawahnya.


Sesekali terdengar suara desah dan erangan dari mulut Mada dan Keane.


Apa yang dilakukan oleh Keane, memupus semua bayangan pria yang melecehkannya.


Keane mengakhiri kegiatan panasnya, dengan memberikan kecupan dikening Mada.


Mada lemas dan memejamkan matanya, dia tidak sanggup lagi membuka matanya. Hanya ada rasa kantuk menyerangnya.


Begitu juga dengan Keane, matanya ikut terpejam.


*


*


*


Bersambung 😘


Bantu like ya kakak-kakak, biar author receh semangat ✍️.