Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
173 Curhat para Papa


Happy reading guys ❤️


Sejak melihat pada pria di sekeliling Vely, tidak ada yang berani menganggu Vely dan Mada.


Berita tersebar seantero sekolah, Vely mempunyai kakak kandung yang galak. Sehingga tidak ada yang berani menganggu gadis yang bernama Lovely putri Hutama.


Roni dan teman-temannya, duduk diatas motor masing-masing.


"Sial !" gerutu Roni yang kesal, karena kalah taruhan.


"Makanya Roni, lihat-lihat dulu. Baru ngajak taruhan ," kata temanya.


"Apa kau tahu tentang keluarga Vely ?" tanya Roni kepada temannya itu.


"Hehehe..! tahulah, Mama ku kerja di perusahaan orangtuanya Vely ," kata Ravi.


"Bushett..!" umpat Roni.


"Kau menjebakku !" tuduh Roni.


"Yang mengajak taruhan siapa yang duluan ?" tanya Ravi.


" Roni, sudah kalah ! ngaku saja, jangan menghindar ," kata temannya yang lain.


Dengan perasaan yang kesal, Roni mengeluarkan dompetnya. Dan mengambil uang merah lima lembar dan memberikannya kepada Ravi.


Dengan perasaan jengkel, Roni pergi meninggalkan teman-temannya.


***


Tidak seperti biasanya, malam ini. David datang menemui Richard yang sedang menunggu kedatangan Aisha yang pergi mengantarkan makanan untuk Mama Richard yang sedang menunggu Papa Richard yang sedang sakit.


"Mas besan " sapa David dan menarik kursi untuk tempatnya duduk.


"Kenapa sendiri ? mana yang lain ?" tanya David.


"Keane mengantarkan Aish kerumah Mama ," jawab Richard.


"Kenapa mas besan tidak ikut ?"


"Aku telat, dan Aish ngambek," kata Richard.


David menertawai Richard.


"Sudah puas tertawa ?" jengkel Richard menatap David.


"Sorry mas besan ." David mengatupkan kedua tangannya didadanya.


"Kenapa kesini ? apa istrimu seperti Aish, ngambek juga ?" tanya Richard.


"Mayang tidak pernah ngambek mas besan, Mayang dan Mada pergi ke Mall. Shopping ." beritahu David.


"Vid, aku sudah lama ingin bertanya. Kenapa kau semangat sekali menjodohkan anak-anak kita ?" tanya Richard.


"Kenapa? apa mas besan curiga, aku belum melupakan gebetan ku yang mas besan tikung ?" ngekeh David.


"Apa kau masih ada perasaan untuk Aisha lagi ?" selidik Richard.


"Mas besan ! aku sudah lama tidak punya perasaan dengan Aisha, sejak mas besan sudah melakukan ijab qobul. Aku sudah merelakan Aisha untuk mas besan," kata David.


"Kenapa aku ingin kita berbesanan, itu ada sebabnya mas besan. Sebenarnya, awalnya. Aku hanya ingin menganggu mas besan saja, tetapi makin kesini. Apalagi aku punya anak cewek, aku khawatir nanti anak cewek ku mengalami nasib seperti yang dialami oleh sepupuku," kata David.


"Apa yang terjadi pada sepupumu ?" tanya Richard.


"Anak sepupuku, mendapatkan kekerasan dari suaminya. Sehingga mengalami trauma yang berat, dan saat ini berada di klinik ."


David menceritakan, apa yang dialami oleh anak sepupunya tersebut.


"Beberapa hari ini, aku dan Mayang. Pergi kekampung, untuk menemui Wisnu. Dan sekarang Vania sudah berada di tempat Wisnu ." cerita David.


"Karena itu, kau ingin menikahkan Mada dan Dama dengan keluarga yang kau kenal ?" tanya Richard.


"Iya, aku tidak ingin Mada seperti Vania ," kata David.


"Dan targetmu Keane ?" tanya Richard .


"Aku suka Rodrick, anaknya ceria. Sedangkan Keane orangnya pendiam, sama dengan Dama. Melihat Mada yang sedikit nakal, aku merasa hanya Keane yang bisa menanganinya ," kata David.


"Mas besan, apa tidak khawatir. Vely tidak mendapatkan pasangan yang tepat ?" tanya David.


"Betul juga, apa yang kau katakan, bagaimana jika nanti Vely jatuh ketangan laki-laki playboy. Seperti anak yang mengantarkannya pulang kemarin ," kata Richard, yang mulai terpengaruh apa yang dikatakan oleh David.


"Apa Vely mau kalau ku jodohkan dengan Dama, kalau tidak dengan Dama? dengan siapa ya. Wiratara tidak mungkin, Adam? lebih tidak mungkin lagi ." Richard berpikir keras.


"Harus mau mas besan," kata David.


"Kalau anak laki-laki kita, tidak perlu kita khawatirkan. Anak cewek yang paling kutakutkan, kejadian yang menimpa anak sepupuku. Membuatku tidak bisa tidur nyenyak mas besan," kata David.


"Anak gadis kita masih jauh untuk menikah ," kata Richard.


"Menikah masih jauh, tapi untuk mengenal cinta sudah bisa mas besan. Jangan nanti kita terlambat, mereka sudah jatuh cinta dengan pria yang salah ," kata David.


Tambah pusing kepala Richard, mendengar ucapan David.


Richard dan David duduk diam, sampai-sampai mereka tidak menyadari kedatangan Dony menghampiri tempat mereka berada.


"Kenapa Om Richard dan David termenung ?" batin Dony.


"Kenapa Om ? apa kalian berdua sedang ribut ?" tanya Dony.


"Sejak kapan kau berada disini ?" tanya Richard yang tersadar dengan kedatangan Dony diantara mereka.


"Sejak kalian saling diam," sahut Dony.


Richard dan David menceritakan apa yang ada dalam pikiran mereka, kepada Dony.


Setelah mendengarkan cerita Richard dan David, Dony tertawa.


Richard dan David mendelik menatap Dony yang menertawai mereka.


"Sorry ," ujar Dony dan menghentikan tertawaannya.


"Sepertinya, aku beruntung. Karena kedua anakku, laki-laki ," kata Dony.


"Untuk apa Om dan David memikirkannya? kejadian itu belum tentu dialami Vely dan Mada," kata Dony.


"Sebelum terlambat, kita harus memikirkannya. Apa setelah terlambat, baru kita cari jalan keluar ?" kata David.


"Tidak mungkin, kejadian yang menimpa anak sepupumu itu. Terjadi kepada Mada dan Vely," kata Dony


"Tidak ada yang tidak mungkin !" seru Richard.


"Iya juga !" kata Dony.


"Apa yang akan Om dan David mau lakukan. Vely dan Mada masih anak sekolah, mereka belum bisa di nikahkan. Kalau mereka sudah kuliah, bisa kita nikahkan. Ini, mereka masih sekolah menengah atas ?" kata Dony.


"Mada, dua bulan lagi akan lulus ," kata David.


"Vely masih lama ," kata Richard.


Tiga pria sekarang merenung, apa yang harus mereka lakukan. Kalau menceritakan apa yang mereka takutkan kepada para istri, mereka pasti akan ditertawakan. Karena memikirkan yang mungkin saja tidak akan dialami oleh putri mereka.


Lamunan mereka sirna, ketika mobil yang dikendarai oleh Rodrick masuk.


Rodrick keluar dari dalam mobilnya, berjalan menuju ketempat tiga pria yang sedang pusing memikirkan putri mereka.


Rodrick berdiri didepan tiga pria yang menatapnya dengan tatapan mata yang aneh menurut Rodrick.


Rodrick melihat kearah dirinya sendiri, apa dirinya terlihat aneh.


"Apa ada yang aneh ?" tanya Rodrick kepada Daddy-nya.


"Tidak ada ," jawab Richard.


"Terus! kenapa Daddy dan Om menatap Rodrick, sepertinya ada sesuatu yang aneh ditubuh ini?" tanya Rodrick dan meletakkan bokongnya kekursi.


Richard menceritakan apa yang mereka pusingkan kepada Rodrick, mendengar cerita Daddy-nya. Seperti Dony saat mendengar tadi juga tertawa, Rodrick juga tertawa.


"Hahaha..!" tawa Rodrick.


"Hei! kenapa tertawa ? apa kami tidak boleh khawatir ," kata David.


"Sorry Om, tapi menurut Drick ini ya. Kekhawatiran Om dan Daddy terlalu berlebihan, ada kami. Tidak ada yang akan mempermainkan Vely dan Mada ," kata Rodrick sambil tersenyum lebar.


*


*


*


🌟 Bersambung 🌟