
Tetap semangat dan selalu jaga kesehatan.
Happy reading guys ❤️.
***
Richard yang pingsan, diangkat keatas brankar. Dan didorong dibawa keluar.
Pintu terbuka, keluarga yang menunggu Aisha. Menuju kedepan pintu, untuk menunggu Richard.
Mereka terbelalak memandang Richard yang keluar dengan memakai brankar.
"Richard !" Mama memandang kearah suster.
"Bapak sepertinya fobia darah ya Bu ?" tanya Suster.
"Iya, suster. Anak saya ini, badan saja gede. Tapi takut dengan darah ," kata Mama Richard.
"Ihh.. Richard! buat malu saja ." Papa memukul lengan putranya yang terbaring.
"Mau dibawa ke mana Suster ?" tanya Papa.
"Ke UGD Pak ." Richard dibawa ke UGD.
"Papa ikut sana, Mama mau nunggu cucu disini ." Mama Richard mendorong Papa untuk mengikuti Richard yang dibawa ke UGD.
"Papa mau nunggu cucu juga Maa !" kata Papa Richard.
"Urus dulu anak Papa itu ," ujar Mama Richard.
"Mama ! anak pingsan, baru dibilang anak Papa. Kalau anak bagus tadi, dibilang anak Mama ," gerutu Papa dengan mengikuti Suster yang membawa Richard.
***
Tiga jagoan pulang sekolah seperti biasa, Rodrick selalu berlari mencari mommynya.
"Mommy..! mommy !" suara nyaring bergema didalam ruangan.
"Den..! mommy nggak ada dirumah ," kata Bu Yanti.
"Kemana mommy ?" tanya Keane, karena mommy selalu berada dirumah menunggu kedatangan mereka pulang sekolah.
"Neng, belum kamu bilang pada anak-anak ?" tanya Bu Yanti pada Neneng yang menjemput ketiganya pulang sekolah.
"Belum Bu ," jawab Neneng.
"Sini semua, tadi pagi. Mommy dibawa kerumah sakit, karena adik baby. Sudah ingin melihat kakak-kakak ganteng ." Bu Yanti mengatakan kepada si kembar.
"Rumah sakit !" Rodrick tiba-tiba menangis.
"Mommy mati..!" Rodrick menangis dengan keras.
"Mommy mati ?" Keane menatap Bu Yanti.
"Bukan ! mommy tidak mati ." Bu Yanti menenangkan Rodrick.
"Hewan Drick dibawa ke rumah sakit mati ?" Rodrick ingat kelincinya yang dibawa kerumah sakit, dan tidak pulang lagi karena mati.
"Mommy bukan sakit, mommy hanya kerumah sakit untuk mengeluarkan adik baby ," kata Neneng.
"Kami mau kerumah sakit ," kata Kenway.
"Bersihkan badan kalian, nanti kita lihat mommy ," kata Bu Yanti.
Bu Yanti menelpon Mayang, tapi tidak terhubung. Kemudian Bu Yanti menghubungi Alana, dan mengatakan bahwa anak-anak ingin ke rumah sakit. Alana memerintahkan sopir Richard untuk menjemput anak-anak.
Di UGD, Richard masih berada dalam keadaan tidak sadar. Membuat Papa nya ngedumel terus.
"Anak ini, badan saja besar. Melihat darah saja langsung ambruk..!" dumel Papa Richard.
"Yang dialami bapak ini, sudah sering terjadi pak ," kata suster yang memberikan minyak ke hidung Richard.
"Hemh..!" Richard mulai membuka matanya.
"Hei..bangun ! buat malu para pria saja, baru lihat darah sudah pingsan !" seru Papa Richard.
Richard mengusap wajahnya, dan melihat kearah Papanya.
"Papa, cukup mengerikan. Kalau Papa lihat, pasti Papa akan pingsan," kata Richard, dan berusaha untuk duduk.
"Papa sudah lihat, waktu kau lahir Rich. Papa juga yang memotong tali pusar mu ," ujar Papa Richard dengan bangga.
"Serius, untuk apa Papa bohong. Kau itu bukan keturunan Hutama !" ledek Papa Richard.
"Apa jenis kelamin cucu Papa ?" tanya Papa Richard.
Richard menggelengkan kepalanya.
"Belum tahu Pa, begitu baby keluar. Rich lihat baby berlumuran darah, Rich merasa pusing dan disini Richard berada ." kata Richard.
Dertt..dertt.
Ponsel Papa Richard berbunyi.
"Halo Maa, oh..iya..Papa dan Richard akan kesana ."
"Ada apa Paa ?"
"Mama bilang, Aisha sudah masuk ruangan ." Papa menyebutkan ruang inap tempat Aisha.
"Ayo Pa, Richard tidak sabar melihat anak Richard ," Richard dan Papa langsung menuju ketempat rawat inap Aisha.
"Akhirnya, Mas Richard bangun juga ," kata Aisha.
"Om Richard, bagaimana perasaannya sekarang ?" goda Alana.
Richard melotot memandang Alana, tetapi Alana menampilkan senyum lebar dibibirnya.
"Aish, apa anak kita ?" tanya Richard dan duduk disisi ranjang.
"Mas ini, putrinya lahir. Malah pingsan ." manyun bibir Aisha.
"Mas tidak kira, baby-nya berlumuran darah. Hih..!" bergidik Richard membayangkan apa yang dilihatnya tadi.
"Putri.! anak kita putri Aish !" gembira Richard, karena Richard sangat mengharapkan anak cewek.
"Iya Richard, anakmu cewek. Kau malah pingsan, tadi perawat menyuruh kau untuk ketempat perawatan baby," kata Mama Richard.
"Untuk apa Maa ?" tanya Richard.
"Suster nggak bilang," kata Mama.
"Pergi sana cepat ." titah Papa Richard.
"Awas Om, pingsan lagi ." ledek Alana.
"Apa ada darah lagi disana ?" tanya Richard dengan khawatir.
"Nggak ada ! Al, jangan ganggu Om mu !" kata Aisha.
"Awas kau Al ." ancam Om Richard.
Richard ingin keluar, tetapi pintu terbuka dari luar. Dengan kedatangan Ketiga jagoannya.
"Mommy !" teriak Ketiganya, begitu melihat mommynya tidur diatas ranjang.
"Anak-anak mommy !" Aisha merentangkan kedua tangannya dan memeluk ketiganya, secara bergantian.
"Mommy, kenapa perut mommy ?" tanya Kenway, karena melihat perut mommynya kecil.
"Hei..boy, adik kalian sudah lahir ," kata Richard dan kembali lagi menuju ke sisi Aisha, karena kedatangan Ketiga putranya.
"Adik, mana? apa seperti Adik Dama ?" tanya Keane.
"Iya seperti adik Dama, kalian harus sayang dengan adik ya," kata Richard kepada ketiganya.
"Drick akan sayang adik, Drick mau kasih adik ular kecil untuk adik ," kata Rodrick.
"Jangan Drick, adik belum bisa main dengan hewan peliharaan Rodrick ," kata Alana .
"Kelinci boleh ?" Rodrick keukeh ingin memberikan hewannya untuk adik barunya.
"Tunggu adik besar ya " kata Richard.
"Kalian disini dulu ya, Daddy ingin melihat adik kecil dulu ," kata Richard.
"Ikut ," kata Rodrick.
"Tidak boleh, nanti. Kita tunggu adik disini ya ," kata Richard.
"Daddy jahat !" manyun bibir Rodrick.
"Sini, jangan ikut Daddy ya. Kakak ada cerita lebih seru daripada ikut Daddy." bujuk Alana.
Mendengar ucapan Alana, Richard yang sudah didepan pintu keluar. Memutar badannya dan melihat kearah Alana.
"Al, awas kalau kau ceritakan yang tidak-tidak !" ancam Richard.
"Tenang Om Richard, sudah pergi sana ." usir Alana.
Richard pergi dengan perasaan tidak tenang, Richard takut. Aisha menceritakan tentang fobia darahnya kepada ketiga jagoannya.
Apa yang ditakutkan Richard terjadi, Alana menceritakan. Bahwa Daddy sikembar yang pingsan.
"Daddy takut darah ?" Keane.
"Iya, Daddy kalian itu. Sewaktu umur sembilan tahun, pernah disiram dengan warna merah mirip dengan darah. Oleh temannya saat sekolah dasar, sampai Daddy kalian sakit. Dan akhirnya pindah sekolah ." cerita Mama Richard.
"Siapa anak itu Oma, biar kami hajar ," kata Rodrick.
"Mereka sekarang sudah besar, sebesar Daddy kalian ." kata Aisha.
"Oma bilang umur sembilan tahun," kata Kenway.
"Sembilan tahun, itu terjadi belasan tahun yang lalu ," kata Mayang.
"Kami tidak bisa hajar anak itu ?" tanya Rodrick.
"Tidak, lagipula itu tidak bagus itu. Kalian tidak boleh menganggu teman kalian ya ." kata Oma.
"Iya Oma !" jawab ketiga.
*
*
*
...Bersambung 😘...