
Kita lanjut dengan cerita recehan rempeyek ini.
Jangan lupa untuk selalu menekan like ya 🙏
Happy reading guys ❤️
**
Rodrick celingukan didepan kamarnya, dia bingung. Kemana hilangnya Jessie.
Saat masuk kedalam kamar tadi, Rodrick melihat Jessie ikut masuk kedalam kamar.
"Kemana dia? masa hilang lagi? apa dia masih marah dengan masalah jatuh ke sawah tadi?" pertanyaan berseliweran didalam kepalanya.
Cklek..
Pintu kamar Kenway terbuka, Kenway keluar dari dalam kamarnya.
"Ada apa? kenapa kau muram?" tanya Kenway, tangannya bersedekap didada. Karena udara dingin dikampung sangat terasa.
"Istriku hilang!" seru Rodrick.
"Hih! kau kehilangan istri saja, tuh..istrimu lagi beli baso didepan" Kenway menunjukan kearah depan Yayasan, sedangkan mereka tinggal dibangunan belakang Yayasan. Kamar-kamar yang dibangun untuk tempat tinggal para pegawai yayasan.
"Beli baso?"
"Iya, perutku terasa lapar. Udara dingin membuat lapar " kata Kenway.
"Kenapa dia tidak bilang" ujar Rodrick seraya berjalan kedepan, mencari Jessie dan Vania.
"Drick! mau kemana?" panggil Kway.
"Menjemput istriku" jawab Rodrick.
"Tunggu disini saja, nanti mereka kembali," ucap Kway.
"Nggak! bagaimana jika abang tukang baso ganteng, ganggu istri kita" balas Rodrick dan tetap melanjutkan langkahnya menuju depan.
"Betul juga kata Rodrick, bagaimana jika Abang tukang baso itu ganteng. Tidak bisa dibiarkan" Kway bergegas mengikuti Rodrick kedepan, mencari Jessie dan Vania.
Rodrick melihat gerobak tukang baso mangkal didepan, ada beberapa orang yang menunggu pesanannya. diantara orang-orang tersebut ada Vania dan Jessie yang asik menggoda tukang baso yang tergolong masih muda.
"Ini bukan tukang baso yang menggoda istri kita Drick, ini sebaliknya. Lihatlah, istrimu sangat nyaman membantu Abang tukang baso melayani pembeli" ujar Kenway kepada Rodrick.
Rodrick melotot menatap wajah Kenway.
"Peace brother" ngekeh Kenway, dan mengacungkan dua jarinya.
Melihat kedatangan Rodrick dan Kenway, Vania menggeser posisi duduknya. Agar Kenway bisa duduk disampingnya.
"Kakak mau makan disini baso nya?" tanya Vania.
"Boleh, dikamar tidak ada peralatan makan" jawab Kway.
Rodrick berdiri didekat Jessie yang sibuk membantu membungkus baso, yang ingin dimakan dirumah oleh pembeli.
"Kenapa keluar dari dalam kamar tidak permisi?" tanya Rodrick.
"Hei Pak dokter !" Jessie menolehkan kepalanya ke arah belakangnya.
"Jessie kira Pak dokter sudah tidur, Jessie biasa bantu Ahmad. Kalau Jessie ngunjungin Mama dan Papa kesini " kata Jessie, masih berkutat dengan pekerjaan membungkus baso.
"Alasan " gerutu Rodrick.
"Pak Dokter mau baso juga?" tanya Jessie, seraya mengambilkan kursi untuk tempat Rodrick duduk.
"Nggak, aku mau melahapmu saja" bisik Rodrick.
"Hih.. Pak dokter, lebih enak baso. Dari pada badan Jessie"
"Ini kak" Jessie meletakkan baso pesanan Vania kepada Kenway.
"Koq.. untuk kak Kenway? aku mana ?" tanya Rodrick, karena Kenway yang mendapatkan terlebih dahulu.
"Sabar Pak dokter, ada baso untuk Pak dokter nanti yang istimewa" ujar Jessie.
"Jessie, kenapa kau terus memanggil Rodrick Pak dokter?" tanya Kenway penasaran.
"Mulut Jessie sudah biasa manggil dengan sebutan Pak dokter, sepertinya aneh jika manggil dengan sebutan yang lain" jawab Jessie.
"Panggilan Pak dokter, hemhh.. sepertinya akan menjadi panggilan sayang kepada Pak dokter " gurau Jessie sembari cengengesan.
"Ini Jess" tukang baso yang bernama Ahmad memberikan semangkok baso kepada Jessie.
"Nah..ini baru untuk Pak dokter, baso vegetarian. Pak Dokter tidak suka dengan daging kan, ini baso terbuat dari jamur. Ini produk baru dagangan Ahmad" Jessie mempromosikan baso khusus orang yang tidak mengkonsumsi daging.
"Baso vegetarian? apakah sudah ada yang mencobanya? jangan-jangan aku menjadi kelinci percobaan?" Rodrick meneliti isi mangkok baso yang diberikan oleh Jessie.
Melihat Rodrick curiga dengan baso vegetarian tersebut, Ahmad selaku pedagangnya menghampiri Rodrick.
"Apa !" teriak Rodrick, Kenway dan Rodrick secara bersamaan.
Kenway, Vania dan Rodrick kaget. Hanya Jessie yang tidak, dia hanya menampilkan senyum lebar dibibirnya.
"Masuk rumah sakit? Jessie, apa kau ingin membunuhku. Kau ingin menjadi janda kembang ?" ujar Rodrick.
"Pak Dokter!"
"Mereka masuk rumah sakit bukan gara-gara makan baso, tapi karena kecelakaan saat pulang beli baso" beritahu Ahmad.
"Kau !" kesal Rodrick kepada Ahmad dan Jessie.
Kenway dan Vania tertawa melihat Rodrick yang kesal.
"Sudah Drick makan, sepertinya enak itu" kata Kenway.
"Awas kau Jessie" ancam Rodrick.
Skip...
Kenway merebahkan tubuhnya di ranjang, sedangkan Vania masih duduk dikursi sembari membalas pesan diponselnya.
"Van, kenapa tidak tidur?" tanya Kenway.
"Ini lagi membalas pesan mbak yang menjaga Julio kak" jawab Vania.
"Bagaimana keadaan Julio?" Kenway turun dari ranjang dan menghampiri Vania, kemudian duduk dikursi samping Vania.
"Julio cari-cari Vania kak, nggak mau tidur dengan Mama" terdengar sedih dari suara Vania saat menceritakan tentang Julio, keponakannya yang sudah dianggapnya seperti anak sendiri.
Kenway juga sangat menyayangi Julio, berat rasa Kenway saat meninggalkan Julio di rumah mertuanya. Tapi tidak ada yang bisa dilakukan oleh Kenway, karena kedua mertuanya sudah bisa menerima kehadiran Julio sebagai cucunya.
"Kalau begitu, besok kita pagi-pagi sekali balik." usul Kenway.
"Tidak usah kak, tidak enak dengan mommy dan Daddy. Vania baru sekali ini kesini, baru satu hari sudah pulang" kata Vania.
"Bagaimana dengan Julio, kasihan dia"
"Karena belum terbiasa, nanti juga terbiasa. Dia tidak akan mencari-cari Vania lagi, besok kak Marco tidak terbang. Julio pasti tidak akan rewel lagi" kata Vania.
"Baiklah"
"Kak !" Vania kaget, ketika tiba-tiba Kenway mengangkatnya. Dan membawanya ketempat tidur.
"Hus..! jangan berisik, kamar ini tidak kedap suara" ujar Kenway seraya membaringkan Vania.
Kenway kemudian mengkungkung badan Vania dibawah tubuhnya.
"kak Kway" raut wajah Vania bersemburat merah, dia tidak sanggup menatap wajah Kenway yang menatapnya intens.
"Aku mencintaimu Vania, sangat.. sangat mencintaimu" ucap Kenway dengan lembut, tangannya menelusuri pipi Vania dan berakhir dibibir tipis yang berwarna pink.
Dikit demi sedikit wajah Kenway mendekati wajah Vania, Vania memejamkan matanya. Dia merasakan bibir Kenway mendarat sempurna dibibirnya.
Bibir dan lidah Kenway melakukan penjelajahan di rongga mulut Vania yang terbuka, akibat gigitan Kenway.
Elusan dan belaian lembut tangan Kenway membuat Vania yang tidak mengerti apa yang harus dilakukan, hanya mengikuti arus. Sedikit demi sedikit dia merespon apa yang Kenway lakukan.
Tangan lembut Kenway melakukan tugasnya dengan lembut, sehingga Vania tidak sadar. Tubuhnya sudah polos, tanpa selembar benang menutupi tubuhnya, hanya ada tubuh polos Kenway yang berada diatas tubuhnya.
Kenway dengan hati-hati melakukan tugasnya, sebagai seorang suami. Sehingga Vania merasa nyaman dan tidak berteriak, ketika Kenway membobol pertahanan Vania.
Akhirnya, apa yang harus terjadi antara pasangan pengantin baru terjadi.
Apa yang terjadi dikamar Kenway, tidak terjadi dikamar Rodrick.
Rodrick sudah berada diatas kasur, dengan tatapan mata penuh harap dia menunggu Jessie berada dalam kamar mandi.
"Kenapa lama sekali dia? sudah hampir setengah jam, apa dia tidur didalam kamar mandi?"
Cklek...
Rodrick senang begitu pintu kamar mandi terbuka, Jessie keluar.
"Apa yang kau lakukan ?" Rodrick sontak kaget melihat Jessie.
"Tidak semudah itu kau mendapatkan tubuhku ini Pak dokter' dalam benaknya Jessie yang gembira.
*
*
*
Bersambung guys ❤️