Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 146 Kejutan


Jumpa lagi dengan author receh, cerita hanyalah rekaan untuk hiburan semata.


Happy reading guys ❤️


****


Hari ini untuk pertama sekali, Keane. Kenway dan Rodrick dibawa berjalan jauh. Yaitu menuju kampung halaman Aisha, untuk mengunjungi kelahiran adik Aisha.


Perlengkapan bayi yang dibawa hampir memenuhi satu mobil, untung Richard membawa mobil model SUV. Sehingga ketiganya merasa nyaman. Dan Aisha juga membawa Neneng untuk membantunya.


Sesekali Richard mengendong putranya, jika mereka merasa bosan berada didalam travel bed masing-masing.


"Kean, bosan ya bobok terus ?" tanya Richard, saat Kean terbangun dan minta diangkat.


"Adik-adik masih tidur tuh..!" Aisha melihat Kenway dan Rodrick masih tidur dengan pulas.


"Kakak bangun untuk jaga adik ya ?" tanya Richard, sedangkan Kean menatap wajah Richard dengan tatapan mata polosnya. Seakan-akan Kean ngerti apa yang dikatakan oleh Richard.


Richard menyerahkan Kean kepada Aisha, setelah merasa Kean mau minum susu.


Tak lama kemudian Kenway dan Rodrick juga bangun, masing-masing satu orang satu anak memberikan susu. Karena ketiganya sangat aus, setelah susu habis. Ketiganya kembali tidur.


skip


Begitu mereka tiba, mereka sudah ditunggu oleh Nenek dan anggota yang lain. Sedangkan Larasati sedang berada dalam kamar.


Semua menyambut kedatangan Kean, Kenway dan Rodrick. Aisha masuk kedalam rumah. Karena tidak sabar untuk bertemu dengan adiknya.


"Ibu !" Aisha membuka pintu kamar, dan melihat Ibunya sedang menyusui adiknya.


"Sudah datang ," ujar ibu Aisha.


"Baru saja Bu ." Aisha mencuci tangan sebelum mengendong adiknya.


"Sini Bu, Aisha ingin gendong adik ," kata Aisha.


Larasati memberikan Baby Adam kepada Aisha, kemudian ibunya keluar dari dalam kamar.


"Aduh.. imutnya !" seru Aisha.


Aisha mengikuti ibunya keluar dari dalam kamar.


Diruang tamu, masing-masing mengendong ketiga baby kembar. Yang sudah bangun dari tidurnya.


"Sudah besar cucu nenek ." Larasati mengambil alih dari gendongan Wisnu.


"Ibu ! kenapa yang Wisnu gendong yang diambil !" protes Wisnu kepada Larasati.


"Kamu buat saja !" kata ibu Aisha.


"Haha..ya Mas, kapan lagi halal nih. Jangan bawa-bawa anak orang, tapi tidak dihalalin ." ledek Aisha.


"Tanya orangnya, aku standby saja ," kata Wisnu sambil melirik Jeslyn yang sedang mengendong Rodrick.


"Tuh..kak Jeslyn ! Mas Wisnu sudah mau halalin kak Jeslyn. Nunggu apa lagi ? apa kak Jeslyn masih ragu, apa nunggu Dokter Rafa menduda ." goda Aisha.


Setelah tidak mendapatkan kejelasan dari Jeslyn, akhirnya Rafa menikah dengan dokter Yuni.


"Hihh.. mulut Aisha !" semprot Nenek.


"Maaf Nek, keceplosan," kata Aisha.


"Wisnu ! kalau Jeslyn masih ragu, kau cari saja yang lain ," kata Richard.


Jeslyn melotot melihat Richard.


"Suka kan !" goda Richard.


"Makanya jangan sok jual mahal ." sambung Richard.


***


Sebulan setelah Aisha dan Richard pulang kampung, Akhirnya Wisnu melamar Jeslyn. Orang tua Jeslyn menyambut gembira kedatangan Nenek dan keluarga, karena mereka sudah tenang. Jika Jeslyn menikah, Jeslyn tidak mungkin lagi pergi keluar negeri untuk mengikuti kegiatan sosial.


Pesta pernikahan Wisnu dan Jeslyn diadakan secara sederhana, karena keduanya tidak ingin bermewah-mewah.


Skip...


Empat tahun kemudian...


Seorang anak kecil berlari pulang kerumah dengan badan penuh dengan lumpur, wajah dan rambutnya sudah berwarna coklat.


"Mom... mommy...!" teriakkannya bergema memanggil mommynya.


"OMG ! Rodrick !" Aisha kacak pinggang melihat Rodrick pulang dengan badan penuh lumpur.


Mata Rodrick menatap Aisha dengan perasaan tidak bersalah.


"Apa yang terjadi ?" tanya Aisha, sambil membawa Rodrick menuju halaman samping. Untuk mencuci badannya yang penuh lumpur.


"Pelang lumpul ," jawab Rodrick.


"Sama siapa perang lumpur ?" tanya Aisha.


"Anak Olang ," jawab Rodrick.


"Orang, bukan Olang ." Aisha cukup sabar Aisha mengajari Rodrick.


"Jangan main dengan lumpur lagi ya, nanti ada cacing ! Rodrick nggak takut cacing ?" tanya Aisha kepada putranya, yang setiap keluar dari dalam rumah, pulang pasti sudah dalam keadaan kotor.


"Nggak " Rodrick memasukkan tangannya kedalam saku, dan mengeluarkan isinya.


"Ini ," Rodrick memberikannya kepada Aisha.


"Awww...!" Aisha berteriak dengan suara yang keras dan loncat-loncat kegelian.


Rodrick tertawa melihat mommynya .


"Rodrick..! buang !" teriak Aisha.


"Ada apa..ada apa..?" Bu Yanti dan Neneng berlari mendengar suara Aisha berteriak histris.


"Lihat! tangan Rodrick ." kata Aisha.


Bu Yanti dan Neneng melihat kearah tangan Rodrick, begitu melihat cacing tanah yang besar ada ditangan Rodrick. Bu Yanti dan Neneng juga bergidik kegelian.


Di tangan Rodrick ada beberapa cacing tanah yang cukup besar menggeliat.


"Buang !" kata mommynya.


"Jangan mommy, cacingnya sakit ," kata Rodrick, sambil meletakkan cacing yang dipegangnya kedalam piring yang tidak terpakai lagi.


"Aduhh Den Rodrick, cacing sakit biarkan saja. Kalau yang sakit manusia, baru kita obatin ," kata Neneng.


"Ada apa ? suara Tante kecil sampai kerumah ?" Alana datang dengan membawa putranya Aldo yang baru berusia sekitar dua tahunan.


"Lihat ! apa yang dibawa sepupumu ini pulang !" seru Aisha kepada Alana.


"Apa ? Rodrick ganteng, sekarang apa lagi yang dibawa pulang ?" tanya Alana.


"Ini !" Rodrick menunjukkan piring tempat cacingnya bergerak kesana-kemari.


"Hauuu....!" Alana langsung kabur menjauh.


"Apa itu ? ular !" teriak Alana.


"Cacing kakak ," jawab Rodrick.


"Aduh.. Rodrick ganteng, kenapa cacing dibawa pulang. Apa dirumah ini kekurangan cacing ?" Alana merasa geli melihat cacing tanah yang besar, menggeliat.


"Cacingnya sakit, maka Rodrick bawa pulang cacingnya ," kata Aisha.


"Gawat ! bagaimana besok dia ketemu ular dan dibawanya pulang, bisa-bisa rumah ini menjadi kebun binatang !" seru Alana sambil bergidik membayangkan apa yang dikatakannya tadi.


"Binatang melata berkeliaran." sambung Alana lagi.


Aldo putra Alana ingin turun, bermain dengan Rodrick.


"Jangan Al, nanti Al mamam itu cacing. Al kira itu mie ," kata Alana kepada putranya.


"Rodrick sayang, buang cacingnya ya ." Aisha membujuk putranya, yang suka sekali memelihara hewan.


Tidak seperti kakaknya Keane dan Kenway, yang lebih suka berada dalam ruangan dengan menggambar dan mewarnai.


"Mereka sakit mommy !" Rodrick tetap berkeras untuk mempertahankan cacingnya.


"Begini ya sayang, biar cacingnya sembuh. Tidak sakit lagi, cacingnya harus dikubur didalam tanah ," kata Aisha kepada putranya, yang sedikit berbeda dengan saudara kembarnya.


"Betul ?" Rodrick menatap cacingnya dan kemudian wajah mommynya.


"Iya, tanam cacingnya ya. Ayo mbak Neneng tanam cacingnya ." titah Aisha kepada Neneng.


"Ayo Dedek, kita tanam cacingnya ." Neneng membawa Rodrick ke taman untuk menanam cacingnya.


"Kenapa Rodrick suka sekali dengan hewan, dibelakang seperti kebun binatang ," kata Alana.


"Aku juga heran, Keane dan Kenway tidak seperti Rodrick. Mereka cukup diberikan buku untuk mewarnai, sudah betah mereka didalam kamar." Aisha menghela napas.


"Mereka kembar, tapi sifat mereka sangat berbeda. Lihatlah ! cara berpakaian saja mereka tidak mau sama ," kata Alana.


"Ahh.. pusing pala ini !" Aisha memijat keningnya.


*


*


*


Bersambung 😘