Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 208 Senjata makan tuan


Terima kasih sebelumnya, sudah Sudi mampir membaca cerita recehan ini. Cerita hanyalah hasil imajinasi author, untuk hiburan semata.


Happy reading guys ❤️.


***


Aisha masih dalam keadaan tidak sadar, Richard mengangkatnya dan merebahkannya ke sofa. Saat mengangkat Aisha, Richard melihat Aisha membuka matanya dan menunjukkan senyum dibibirnya. Kemudian mengedipkan sebelah matanya.


"Asay !" pelan suara Richard.


Aisha memberikan tanda kepada Richard agar tidak mengatakan bahwa dia sadar.


"Asay pura-pura, jantung ku sudah mau terbang ****dari tempatnya****." batin Richard.


Richard mengikuti apa yang diinginkan oleh Aisha, dia berpura-pura juga mengikuti alur cerita yang dibuat oleh Aisha.


"Mom.. mommy..!" panggil Kenway ketakutan.


Rodrick dan Keane juga cukup, keduanya berdiri di samping sofa tempat mommynya terbaring.


"Ini Daddy!" Vely memberikan minyak untuk dihirupkan kehidung Aisha, agar Aisha sadar.


Richard menerima minyak yang diberikan Vely dan mendekatkan kehidung Aisha.


Aisha dikit demi sedikit membuka matanya, dan memandang kesemua orang yang melihat kearahnya dengan perasaan yang cemas.


"Asay, apa yang sakit? kita kerumah sakit ya ?" tanya Richard.


"Aish kaget mas, dada Aish berdebar terus ini," kata Aisha sembari memegang kearea sekitar dadanya.


"Mom..!" Kenway berlutut didekat kaki Aisha, sedangkan kedua saudara kembarnya berdiri didekat kepala Aisha.


Aisha melihat kearah Kenway, tatapan matanya terlihat sedih.


"Mas say, apa salah kita kenapa anak kita bisa sampai punya anak diluar nikah ," ujar Aisha.


"Sudahlah Asay, jangan sedih lagi. Ini semua sudah terjadi, kita nikahkan Kenway bersama-sama dengan Vely dan Dama ," kata Richard.


"Nikah !" sontak kaget Vania, mendengar akan dinikahkan dengan Kenway.


"Mom ! ini hanya lelucon mommy!" seru Kenway dengan cepat.


"Iya mom ," ucap Rodrick juga.


"Mom, ini hanya Prank yang ingin dilakukan Kenway. Dan maaf, kami juga sudah tahu mom " ucap Keane.


"Tidak! ini bukan Prank. Kenway, mommy tidak mau tahu. Kau harus bertanggung jawab dengan gadis itu dan bayimu !" tegaskan Aisha, tanpa mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh ketiga putranya.


"Tante, saya tidak bisa menikah dengan kak Kenway," kata Vania seraya beranjak mendekati Aisha.


"Kenapa? kalian sudah punya anak, apa kalian ingin anak kalian dibilang orang dengan anak haram." kali ini Richard angkat bicara.


"Tapi Dad.." Kenway tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena Richard tidak memberikan kesempatan dia untuk melanjutkan ucapannya.


"Tidak ada tapi-tapian lagi, hari ini juga kita harus bertemu dengan orang tua gadis tersebut." perkataan Richard tidak bisa dibantahkan lagi.


"Om, anak ini bukan anak kak Kenway." beritahu Vania.


"kenapa kau bilang bukan anak Kenway, lihatlah. wajah mereka saja mirip," kata Alana.


"Iya, wajah Kenway dan bayi itu mirip sekali. Baby mirip Kenway sewaktu masih kecil," ujar Mayang, setelah memperhatikan dengan seksama. Kemiripan antara Kenway dan baby Julio.


"Iya, kenapa bayinya mirip kita saat masih kecil " kata Rodrick, kemudian dia melirik Kenway dengan tatapan mata yang penuh dengan pertanyaan.


"Betul." Keane juga mengiyakan ucapan Rodrick.


Semua mata memandang kearah Kenway, membuat Kenway merasa menjadi tersangka. Ingin mengeprak mommy dan Daddy, kenapa dia yang tersudutkan.


"Wow..! tunggu, baby Julio bukan benihku ya " ujar Kenway sambil memberikan tanda silang dengan kedua tangannya.


"Ngaku saja Kway, tidak usah takut," kata David.


"Kway, kau ternyata nakal juga." goda Dama.


"Hih..! aku sudah bilang bukan anakku, tadi hanya ingin buat lelucon saja. Ken dan Rodrick juga tahu," kata Kenway.


"Mommy nggak mau tahu, hari ini kita harus bertemu dengan orang tua gadis itu. Untuk membahas pernikahan kalian." Aisha dengan tegas ingin bertemu dengan orang tua Vania.


"Tante, apa yang dikatakan kak Kenway itu yang sebenarnya. Julio anak kakakku." Vania berusaha untuk menggagalkan rencana keluarga Kenway untuk bertemu dengan kedua orangtuanya.


"Sakit !" Aisha memegang dadanya, sembari meringis.


"Lihatlah! mommy kalian sakit lagi, turuti apa yang mommy kalian inginkan!" seru Richard.


Akhirnya Kenway dan Vania tidak membantah lagi, apa yang ingin dilakukan Aisha.


***


"Sudah selesai acting nya ," ujar Richard.


Aisha membuka matanya, senyum kecil terhias dibibirnya.


"Maaf mas say, Aish kira. Mereka tidak jadi melakukan Prank ," kata Aisha sembari mengatupkan kedua tangannya didadanya, meminta maaf kepada Richard.


"Kapan Asay tahu ?" tanya Richard.


"Tahu apa?" balik tanya Aisha.


"Anak-anak mau buat Prank ?" tanya Richard.


"Oh.. itu."


Aisha mulai bercerita.


🌟Flash back 🌟


Aisha mengambil air minum turun kedapur, saat dia kembali kekamar. Dia melihat kamar Kenway masih terang, dan terdengar suara ketiganya berbincang-bincang. Dan saat itulah, Aisha mendengar Kenway ingin mengeprak saat pertemuan keluarga besok hari.


"Dasar anak nakal, mau mengerjain orang tua. Siap-siaplah, mommy yang akan mengerjain kalian balik ." gumam Aisha, kemudian kembali kedalam kamarnya.


🌟Flashback end 🌟


"Begitu mas say, Aish kira mereka batal. Karena Kenway dapat jadwal terbang hari ini, makanya. Aisha tidak cerita kepada mas say ." cerita Aisha.


"Aish pingsan tadi, mas sangat kaget. Jantung mas juga tidak tenang, tapi begitu melihat mata Aisha tadi terbuka dan berkedip. Mas baru curiga, pasti ada yang Asay sembunyikan," kata Richard.


"Maaf mas say !" Aisha bangkit dari ranjang dan memeluk Richard.


"Maaf ." bisik Aisha.


"Sekali lagi jangan begitu ya, mas tidak sanggup kehilangan Aisha. Bagaimana jika tadi jantung mas benar-benar bermasalah, karena tidak sanggup melihat Aisha tidak sadarkan diri " kata Richard.


"Maaf..maaf! Aisha tidak berpikir panjang" Aisha memeluk Richard dengan erat, dia tidak memikirkan apa yang dilakukannya tadi bisa berakibat fatal.


"Sudah, sekarang kita bersiap-siap untuk bertemu dengan keluarga calon besan " kata Richard.


"Anak itu, Aish rasa anak yang baik mas. Dia mau merawat anak saudaranya, dan mengakuinya sebagai anaknya sendiri," kata Aisha.


"Mas juga merasa begitu " sahut Richard.


"Sepertinya, Kenway menyukai gadis itu," kata Aisha.


"Mas lihat, gadis itu mirip dengan Aisha. Gadis yang sederhana, dan menutupi kecantikannya," kata Richard.


"Selama kita menikah, baru kali ini mas say bilang Aish cantik," ucap Aisha.


"Asay saja tidak tahu, setiap sebelum tidur malam, Mas selalu mengucapkannya."


"Aish tidak dengar ,"


"Mas ucapkan dalam hati ," sahut Richard seraya menampilkan senyum dibibirnya.


Aisha mencebikkan bibirnya, menatap Richard.


***


Rombongan keluarga Richard, akhirnya tiba dikediaman keluarga Vania.


Sebelumnya, Kenway sudah menghubungi Marco. Dan menceritakan kekacauan yang dibuatnya, saat ingin mengeprank Daddy dan Mommynya.


Begitu tiba dirumah keluarga Vania, mereka disambut oleh Marco dan kedua orangtuanya.


Begitu melihat siapa yang turun dari mobil, papa Vania kaget dan sontak bergegas mendekati Richard dan Aisha.


"Pak Richard !" seru papa Vania seraya membungkukkan kepalanya sedikit, tanda hormat kepada Richard.


"Pak Widji !" Richard juga kaget melihatnya.


*


*


*


Bersambung 😘...


Yang belum masuk ke list undangan pertama, akan masuk ke list undangan kedua.


Maaf typo masih banyak, nanti akan ada tahap Revisi 🙏