
Jumpa lagi dengan author recehan rempeyek udang goreng tepung 😀 tetap semangat ya kakak-kakak reader, semoga pandemi ini cepat berlalu.
Happy reading guys ❤️.
***
Lambaian tangan David sedikit demi sedikit hilang dari pandangan mata, dengan tertutupnya pintu menuju ruang operasi.
Semua duduk menunggu, kabar gembira dari dalam ruang operasi.
Dua pria setengah dewasa datang dengan setengah berlari, Ya mereka adalah Kenway dan Rodrick. Keduanya tidak bisa mengikuti acara ijab qobul kakak kembarnya dan adiknya Vely.
Kenway sedang terbang, sedangkan Rodrick berada diluar kota. Mengikuti kegiatan seminar mengenai pemanasan global yang akan mempengaruhi kehidupan binatang di muka bumi.
Keduanya datang dengan setengah berlari, begitu tiba didepan ruangan operasi. Napas keduanya engos-engosan, karena mereka berlari dari luar rumah sakit. Entah kenapa, hari ini. Parkir rumah sakit cukup padat, sehingga mobil Rodrick dan Kenway tidak mendapatkan parkir didalam.
"Apa Om David sudah masuk ?" tanya Rodrick seraya mengipas-ipas tangan ke wajahnya, peluh mengalir dikeningnya.
"Baru saja, kalian terlambat" kata Alana.
"Sial..! kami tidak mendapatkan parkir didalam rumah sakit," kata Kenway.
"Selamat kak Keane." Rodrick menghampiri Keane dan memberikan pelukan.
"Terima kasih ," sahut Keane.
Kenway juga memberikan pelukan kepada kakak kembarnya.
"Kakak tidak berencana menikah, kak Keane yang duluan menikah" kata Kenway.
"Sudah jalannya," sahut Keane.
"Mana Vely dan Mada?" pandangan mata Rodrick mencari keberadaan dua wanita kesayangan mereka .
"Mereka pergi bersama mommy, untuk berganti pakaian." beritahu Dama.
"Hei.. saudara ipar, selamat. Jaga adikku ya, dia itu anak manja" ujar Rodrick.
"Aku tahu Bro, aku ikut menjaganya sedari dia masih orok " sahut Dama.
"Selamat ya Dama, seharusnya dihari yang sama kita menikah. Sekarang kau menikah duluan" kata Kenway.
"Tidak apa-apa, resepsi pernikahan kita bersama. Lebih bahagia lagi, jika Rodrick juga menikah hari itu juga " kata Kenway sembari menatap wajah saudara kembarnya.
"Berat Bro, cewek yang ku kejar terlalu jual mahal" sahut Rodrick.
"kalau dia jual mahal, cari yang jual murah saja," ujar Dama.
"Yang jual murah juga tidak ada, aku tidak seperti kak Keane. Di gandrungi para klien yang punya anak gadis," ujar Rodrick.
"Sekarang para klien yang punya anak gadis sudah mundur." gurau Kenway.
Yang menjadi bahan ghibah hanya duduk menatap lantai, entah apa yang ada dalam pikiran seorang Keane saat ini.
Aisha dan kedua pengantin baru sudah kembali dengan memakai baju biasa, makeup wajahnya juga sudah hilang. Sekarang terlihat wajah Mada yang kusut, seperti pakaian yang belum kena strikaan.
Keane beranjak dari tempatnya duduk, kini dia duduk didekat Mada. Tangannya memegang jemari Mada, untuk memberikan kekuatan. Agar Mada kembali bersemangat.
"Jangan hamburkan lagi air matanya , Papa David pasti akan kembali sehat " kata Keane.
"Mada anak yang nakal ya, Mada tidak mendengarkan apa kata orang tua. Mada lupa apa yang menimpa Vely," ujar Mada.
"Mada bukan anak nakal, tapi Mada terlalu percaya dengan seorang teman. Mada, teman bisa baik. Tapi disekitar teman itu, kemungkinan ada yang jahat. Contohnya Leo, dia anak yang baik. Abangnya..!" Keane tidak meneruskan ucapannya mengenai Abang Leo.
"Oh ya kak, apa kakak tahu kondisi Leo?" tanya Mada.
"Kakak tahu dari Jack, Leo koma. Sedangkan keparat itu, hanya beberapa tulang rusuknya patah. Itu ringan, dibandingkan perbuatannya dengan Mada dan Leo. Menurut polisi, waktu itu dia dalam pengaruh zat terlarang." cerita Keane.
Mada menoleh wajah Keane, Mada teringat saat Keane menghajar Abang Leo. Seakan-akan Keane ingin melenyapkan pria itu dari muka bumi, jika tidak dihalangi. Kemungkinan besar, Abang Leo sudah tinggal nyawa.
Tiba-tiba datang dua pria dan dua wanita dewasa bersama dengan Jack dan Tony.
Satu pria dan wanita tiba-tiba menundukkan kepalanya didepan Mayang, membuat Mayang kaget dan langsung berdiri.
"Ada apa?" tanya Mayang dengan ekspresi wajah kaget.
"Mereka kedua orang tua Leo ." beritahu Tony.
"Oh.." ucap Mayang.
"Suami saya didalam, anak saya itu tidak berhenti menangis," ucap Mayang.
"Saya sangat malu Bu, anak saya sudah sangat mengecewakan kami sebagai orang tua," ucap Mama Leo.
"Kami akan maafkan, tapi kami tidak akan mencabut tuntutan." kata Dama.
"Pak Dama !?" melihat sosok Dama, Armando. Papa Leo kaget.
Karena dia sering berjumpa dengan Dama di asosiasi para pengusaha kuliner, dan Dama anak muda yang cukup disegani di bidang kuliner.
"Pak Dama? apa hubungannya dengan..?" tanya Armando dengan menunjukkan arah ruang operasi.
"Papa saya, David Alamsyah. Dan itu gadis yang hampir menjadi korban keberingasan Nando putra bapak adalah adik saya ." beritahu Dama.
Perasaan Armando dan Lila sang istri semakin terpukul, karena perbuatan anaknya membuat wajah mereka tercoreng didalam asosiasi dunia kuliner.
"Saya tidak akan meminta Pak Dama untuk mencabut tuntutan, karena kelakuan anak itu juga telah membuat anak bungsu kami menderita. Anak kami Leo sekarang ini koma," ucap Armando.
"Koma?" semua kaget mendengar Leo koma.
Hanya Keane dan Mada yang tidak kaget, karena Keane sudah mendapatkan kabar dari Jack. Mengenai keadaan Leo.
"Anak itu tidak bisa diberikan pengampunan lagi, kami sudah terlalu sering melindungi perbuatannya. Sekarang ini, sudah saatnya kami menyerahkan dia ke pihak hukum," ucap Armando mengenai Nando.
"Bagaimana kondisi putra bapak ?" tanya Richard.
"Menurut perkataan dokter, ada pembekuan darah di batang otaknya. Kami menunggu kesadarannya kembali." beritahu orang yang datang bersama dengan kedua orang tua Nando.
"Bapak siapanya ?" tanya Dony.
"Saya paman Nando dan Leo." pria tersebut mengenalkan dirinya.
"Dan ini istri saya ." Paman Nando mengenalkan wanita yang berdiri disebelahnya.
"Kami Doakan, agar Leo segera pulih," ujar Dony.
"Maaf Om, saya telah membuat putra Om Nando masuk kedalam rumah sakit. Tapi perbuatan saya itu tergolong kecil, dibanding apa yang dilakukannya kepada keluarga saya. Dan Leo selaku adiknya sendiri," ucap Keane dari tempatnya duduk.
"Tidak apa-apa Pak, kalau tidak dilakukan seperti yang bapak lakukan itu. Saya tidak tahu apa yang akan dialami oleh Leo dan temannya."
"Istri saya ini, yang hampir menjadi korban pelecehan putra bapak ," ujar Keane yang mengakui bahwa istrinya yang menjadi korban Nando.
Kedua orang tua Leo beranjak mendekati Mada dan Keane. keduanya kaget, mengetahui bahwa teman putranya itu. Istri seseorang.
Mereka juga tahu, bahwa Leo menaruh hati pada Mada. Karena Leo sering menceritakan tentang Mada kepada kedua orang tuanya.
"Maafkan kami, yang tidak bisa mendidik putra kami itu." kedua tangan Papa dan Mama Leo mengatup didepan dada.
"Bagaimana Leo Om?" tanya Mada, bagaimana pun. Leo sahabatnya, Mada tidak menyalah Leo. Leo juga menjadi korban saudara kandungnya sendiri.
"Masih belum sadar, kami harapkan dia akan sadar secepatnya," sahut Mama Leo.
"Sekali lagi, kami minta maaf ." ulang Papa Leo dan Nando.
Serentak pandangan mata teralihkan kearah pintu ruangan operasi, dokter dan perawat keluar dari dalam.
Mayang bergegas mendekat.
"Bagaimana keadaan suami saya Dok?" wajah Mayang cemas.
"Operasi sukses, besok pagi sudah bisa di jenguk." beritahu dokter.
Semua mengucapkan syukur, dengan keberhasilan operasi David.
"Bapak David harus melaksanakan pola hidup sehat, dan jangan banyak pikiran," ucap dokter sebelum meninggalkan depan ruangan operasi.
*
*
*
Bersambung guys
Selesai baca, jangan lupa tekan tombol like ya kakak-kakak terima kasih ❤️