Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 135 Tetangga rese


**Selamat membaca guys..


Cerita hanyalah untuk hiburan n happy reading guys ❤️**.


***


Aisha terbangun ketika mendengar suara Richard berbicara dengan seseorang melalui sambungan telepon.


Aisha beranjak turun dari ranjang, Aisha menghampiri Richard yang berada di balkon kamarnya.


Melihat kedatangan Aisha, Richard memutuskan sambungan teleponnya.


"Sudah bangun ." Richard meraih pinggang Aisha dan membawanya untuk duduk di atas pahanya.


"Jam berapa mas balik, kenapa tidak bangunkan Aish ?" tanya Aisha seraya memainkan kancing baju kemeja yang dikenakan Richard.


"Baru saja, mas tadi baru saja berenang ," kata Richard dengan menatap wajah tersangka, yang membuat Richard tidak melanjutkan berenangnya.


"Hups...!" Aisha menutup mulutnya yang nganga, karena terkejut mendengar Richard berenang.


"Maaf mas ," ujar Aisha kepada Richard.


"Maaf ? untuk apa? apa Aish ada salah ?" tanya Richard dengan wajah yang pura-pura serius.


"Ada! Aish tadi nitip ikan lele kedalam kolam renang mas ," kata Aisha dengan suara hampir berbisik.


"Tahu nggak, gara-gara si lele. Mas hampir kena serangan jantung didasar kolam, begitu mas terjun. Mas langsung melihat didasar kolam ada binatang, mas kira itu ular ." cerita Richard.


"Maaf ya mas !"


Cup..


Cup..


Cup..


Aisha memberikan kecupan, dikedua pipi Richard dan kecupan terakhir dilakukan Aisha dibibir Richard.


"Hanya begini kecupannya ?" tanya Richard.


"Mas mau yang bagaimana ?"


Richard menarik tengkuk Aisha, dan langsung mendekatkan bibirnya. Tautan bibir keduanya saling mengecup dan mengecap, Karena sudah terbiasa dengan permainan bibir Richard. Aisha sudah dapat mengimbangi gerakan bibir dan lidah Richard yang sudah mengexplore rongga mulut Aisha. Lidah keduanya saling melilit didalam rongga mulut Aisha dan dibalas Aisha dengan menjelajahi rongga mulut Richard.


Sampai kegiatan mereka terhenti ketika ada teriakan dari rumah depan mereka.


"Wow.. jangan napsu ! ingat ada calon mantuku didalam perut !" teriak David dari balkon kamarnya.


"Bushett...!" balas Richard dan menunjukkan kepalan tangannya kearah David .


"Kalian merusak otakku saja, apa kalian tidak tahu. Istriku belum pulang !" seru David.


"Kami tidak perduli !" balas Richard.


"Mas ini !"


"Dia yang memulai Aish, Dia menganggu kita saja ," kata Richard.


"Mas juga, kenapa ngajak beginian di balkon. Untung hanya David yang melihat ," kata Aisha.


"Kita berciuman dirumah kita ," kata Richard.


"Rumah, tapi jangan diluar ," jawab Aisha.


"Tetangga rese !" teriak Richard.


"Lanjutkan dikamar, tapi jaga calon mantu ku !" balas David.


"Ayo masuk ." Richard menurunkan Aisha dari pangkuannya, mereka masuk.


David tertawa senang di balkon rumahnya, karena berhasil menganggu Richard.


"Hih..Mayang lama sekali pulang, nggak tahu dia suaminya ini sudah kebelet ." gerutu David sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.


***


Hari Minggu sore, Richard berencana untuk membawa Aisha untuk pergi keluar. Walaupun Aisha berusaha untuk menolaknya, tetapi Richard terus membujuknya.


"Mas say, Aish malas untuk keluar. Please..! biarkan Aish untuk tidur dirumah saja ya ." Aisha menunjukkan wajah yang memelas.


"Kita sebentar saja keluar, nanti saat perut ini sudah besar. Aisha tidak mungkin bisa jalan-jalan ke Mall," kata Richard.


"Aish nggak suka ke Mall ," kata Aisha.


Sedari dulu Aisha sangat tidak suka cuci mata ke Mall, kalau tidak malas mendengarkan rengekan Alana dulu setiap mengajaknya. Aisha tidak mungkin mau ikut Alana mengelilingi Mall.


"Bagaimana kalau kita pergi kekebun bunga?" bujuk Richard.


"Kebun bunga ? hemh..!" Aisha berpikir.


"Ayolah Aish, kita refreshing melihat bunga-bunga ," kata Richard.


"Baiklah ." Aisha mengiyakan bujukan Richard.


"Tapi, Aisha malas mandi ," kata Aisha.


"No ! mandi sana ." Richard bangkit dari sofa dan membawa Aisha masuk kedalam kamar mandi.


"Aish mandi sendiri !" ketika Richard ingin memandikannya.


"Tidak! nanti Aish mandi hanya dengan sebelas jari, kalau Aish mandi sendiri ," kata Richard.


"Sebelas jari ?" Aish melihat kearah jemari tangannya.


"Ini sepuluh ."


"Iya, kanan satu dan kiri satu ," kata Richard.


"Hehe...." Aisha tertawa.


"Kenapa malas sekali mandi, jangan-jangan anak-anak kita juga akan malas mandi juga nanti ," kata Richard.


"Jangan, nanti lama mandinya."


"Hih..!"


"Sana keluar, Aish mandi sendiri !"


Aisha mendorong Richard keluar dari dalam kamar mandi, dan menguncinya.


"Aish, buka !" Richard mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi.


"Aish mandi sendiri, jangan ketuk-ketuk ." jawab Aisha.


"Kenapa sangat keras kepala sekarang ini ?" Richard menjauh dari kamar mandi dan kembali duduk di sofa.


Richard mengambil ponsel dan menghubungi Tony.


"Sebentar lagi kami pergi, bawa semua yang diperlukan kerumah," kata Richard kepada Tony, melalui sambungan telepon.


****


Alana tiba di rumah mertuanya, untuk mengambil barang-barang dan kado dari teman-temannya dan teman Dony.


"Kenapa tidak tinggal disini saja kalian ?" tanya mama Dony.


"Maa, kami ingin mandiri ," kata Dony.


"Disini juga kalian bisa mandiri ," jawab mama Dony.


"Sudahlah maa, biarkan mereka tinggal terpisah dengan kita ," kata Papa Dony.


"Mama kan mau bersama-sama dengan mantu mama, ngerumpi bersama. Belanja bersama " kata Mama Dony.


"Maa, walaupun kami tidak tinggal disini. Alana akan sering kesini, Mama tinggal telepon. Alana langsung meluncur kesini, untuk menemani Mama ngerumpiin para tetangga ," kata Alana.


"Hahaha...mama suka dengan mantu mama ini ," ujar mama Dony dengan gembira.


Papa Dony dan Dony hanya menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan istri keduanya.


"Lihatlah, mamamu sepertinya akan menemukan teman untuk bercerita dan menghabiskan uang kita ," kata Papa Dony.


"Benar sekali Pa ! tapi kita mencari uang juga untuk membahagiakan orang yang kita sayangi kan Pa ?"


"Betul sekali Boy ," jawab Papa Dony.


"Pa, Dony mau keatas dulu. Mau membawa barang-barang yang mau dibawa kerumah sana ," kata Dony.


"Bagaimana dengan pekerja, apa sudah ada. Coba bawa saja satu dari sini, kasihan Alana jika tidak ada pembantu yang membantunya ," kata Papa Dony.


"Boleh Pa, siapa yang Papa izinkan untuk ikut dengan Dony ?" tanya Dony.


"Mana yang kau suka ?" tanya Papa.


"Terserah mama dan papa, Dony terima saja ," kata Dony.


"Biar nanti Papa bicarakan dengan mama ."


***


Richard membawa Aisha pergi untuk melihat-lihat kebun bunga, saat dirumah Aisha malas-malasan untuk bepergian. Begitu tiba ditempat yang dituju, Aisha begitu senang, karena melihat bunga-bunga yang beraneka macam warna dan bentuk.


Dan saat mereka datang, bertepatan dengan diadakannya pameran bunga-bunga.


Yang tadinya hanya ingin melihat-lihat, Aisha gatal mata. Banyak bunga yang dibelinya, untuk ditanami di kebun bunganya.


"Semua cantik ya mas, Aish bingung mau beli yang mana ," ujar Aisha, saat melihat bunga-bunga.


"Beli saja mana yang Aish sukai ," kata Richard.


"Semua suka ," jawab Aisha.


"Kalau begitu beli saja semua ," kata Richard.


"His... Aisha bukan mau jual bunga ," kata Aisha.


"Ini mau, itu juga mau !" seru Aisha.


"Beli saja, satu-satu macam setiap spesies nya ," kata Richard.


Aisha mengikuti saran Richard, sehingga mobil penuh dengan berbagai macam bunga.


"Sudah mas, kita pulang," kata Aisha.


Karena lupa waktu mereka pulang hari sudah menjelang malam.


"Sudah malam mas ," kata Aisha.


"Kita keluar dari rumah sudah sore ," kata Richard.


"Aish letih ?" tanya Richard.


"Nggak, kenapa letih. Aisha hanya melihat-lihat bunga saja ," jawab Aisha.


"Baby kita baik-baik didalam kan ?" usapan lembut dilakukan Richard diperut Aisha.


"Baik-baik saja Daddy," jawab Aisha dengan menirukan suara anak kecil.


*


*


*


*


**Bersambung guys ❤️


Terima kasih sudah mampir dan membaca cerita halu ini, maaf jika banyak typo 🙏**