
jumpa lagi dengan author recehan rempeyek, semoga kita tetap selalu dalam keadaan sehat semua.
Happy reading guys β€οΈ
***
Rodrick terus menggoda Jessie, Rodrick berhenti menggoda jika ada sahabat yang datang menghampiri mereka untuk memberikan ucapan selamat.
"Pak Dokter, kenapa bisa menikah hari ini juga?" Umar, karyawan kliniknya heran, ketika melihat ke pelaminan. Rodrick dan Jessie berdiri menyambut ucapan selamat dari para tamu undangan.
"Bagaimana lagi, ada gadis yang mengejar-ngejar saya terus. Dia mengancam, tidak akan menikah seumur hidup. Jika tidak menikah dengan dokter ganteng ini," ujar Rodrick sembari memberikan senyuman pada Jessie.
"Apa? Jessie ngejar-ngejar Pak dokter!" seru Jessie dengan suara keras tanpa disadarinya, sehingga orang yang berada didekatnya. Menatap ke pasangan baru tersebut.
"Hus..! jangan keras-keras suaranya, nanti orang kira kita lagi bahas malam pertama" gurau Rodrick.
"Hih.. Pak dokter ini, ngeselin tahu!" Jessie dengan gemas mencubit lengan dan perut Rodrick.
Keduanya saling kejar-kejaran diatas pelaminan, saking merasa sangat kesal. Jessie lupa, di mana dia saat ini berada.
"Sudah Pak dokter, Bu dokter!" seru Umar kepada keduanya.
Ucapan Umar tidak didengarkan keduanya, Jessie terus mendaratkan tangannya disekujur tubuh Rodrick.
"Aduh.. pusing" Umar meninggalkan keduanya.
"Drick!" suara Keane, menghentikan keduanya.
"Aduh..!" Jessie tersadar, dan tertunduk malu.
"Awas kau Pak dokter!" gumam Jessie.
"Sorry kak Keane, istriku..."
"Apa?" Jessie menyela perkataan Rodrick, sehingga Rodrick batal mengatakan apa yang ingin dikatakannya kepada Keane.
Jessie kembali ketempat duduknya, begitu juga dengan Rodrick.
"Peace ya!" Rodrick mengacungkan dua jarinya.
Jessie hanya memanyunkan bibirnya.
"Sekarang kita persembahkan hiburan yang dibawakan oleh group qasidah emak-emak halu, terdiri dari,
πBunda Arafa, Sri Wulandari, Villot Anne Sian, Early Robby, Rully Dwi Utami, G_ Mampas, Arinda_Na, Myy_Na, Pelangi, Rainy, Mak Sudung, Puspa Dewi Kusumaningrum, Revi Ani, Arina, Yudhinita, Lita Renoat, YeNni GustianNi, Mae Via Faisal, Joics Lilis Jendrawati, Yuli Fadilah, Rini Mukhtar, Jujur Pooh, Huang jiahong, Candra Rahma, Chubby 92, Rania kambari, Ekkhenny Indrawinata Enchiem, Yully Ar, Aminatus Salamah, Serlin Kris Harefa, Sri Hidayatullah, Idha Dharma LA, Agastya Utomo, Tyas, Siyah Fadly dan Liban Zayan, Ika Indah lestari."
MC menyebutkan satu persatu anggota kasidah mak-mak halu yang ingin menyumbangkan lagu.( nama group qasidah mak-mak halu diambil dari komentar bab 241)
Kasidah emak-emak halu membawakan lagu yang berjudul Pengantin baru.
πΆ Duhai senangnya pengantin baru
Duduk bersanding bersendang
gurau.
Duhai senangnya pengantin baru
Duduk bersanding bersendang
gurau.
πΆ Bagaikan raja dan permaisuri
Tersenyum simpul bagaikan
Bidadari.
Duhai senangnya menjadi
pengantin baru.
Semua para undangan ikut bernyanyi dengan group kasidah mak-mak halu, semua bergembira.
Tidak ada pesta yang tidak berakhir, begitu juga dengan pesta pernikahan anak-anak keluarga David dan Richard.
Semua tamu undangan sudah pulang, hanya tersisa keluarga inti saja.
"Laras" sapa Josh.
Sedari tadi Josh ingin menyapa Larasati, tapi tidak ada kesempatan. Karena Josh takut, Sony akan cemburu dengannya.
Laras mendongak, melihat Josh berdiri disampingnya kursi yang diduduki Laras.
"Hai Josh" sapa Laras.
Tidak ada lagi rasa benci dan kecewa dihatinya, mereka sudah sama-sama mempunyai keluarga baru.
"Apa kabar?" tanya Josh.
"Alhamdulillah, aku baik. Kamu bagaimana? kenapa Evelyn tidak ikut?" tanya Larasati.
"Ada yang tidak bisa ditinggalkan, ada urusan di sana " kata Josh.
"Oh" sahut Larasati.
"Bunda, Ayah sudah nunggu kita" Adam datang menghampiri Larasati.
"Dam, ambilkan tas bunda di meja itu" ucap Larasati kepada Adam putranya.
"Kapan kembali Josh?" tanya Larasati sebelum berlalu dari hadapan Josh.
"Dua hari lagi" jawab Josh.
"Safe flight ya" kata Larasati.
"Terima kasih" jawab Josh.
Larasati berlalu dari hadapan Josh, tatapan mata Josh terus mengikuti Larasati sampai ibu dari anaknya itu benar-benar menghilang dari pandangan matanya.
"Aku belum bisa menghilangkan rasa cinta ku padamu Laras, semoga di kehidupan yang akan datang. Kita bisa dipersatukan dalam mahligai rumah tangga, dan tidak ada kejadian seperti yang kita alami sekarang ini" gumamnya.
"Dad, ayo kita istirahat dulu" Edward menghampiri Josh yang berdiri menatap kepergian Larasati.
"Ayo." sahut Josh.
***
Para istri sudah masuk kedalam kamar, semua berkumpul dikamar Aisha.
"Jessie, welcome di keluarga Hutama ya " kata Aisha kepada Jessie, yang baru bisa mengobrol dengan Jessie.
"Terima kasih Tante " sahut Jessie.
"Jangan Tante, mommy " kata Aisha.
"Mommy" ucap Jessie.
"Maafkan Rodrick ya, mommy lihat. Dia ganggu Jessie terus dari tadi," kata Aisha.
Jessie menganggukkan kepalanya.
"Iya Mom, dia ngeselin. Ditempat kerja Pak dokter juga sangat mengesalkan" ujar Jessie.
"Pak Dokter? Jessie manggil Rodrick Pak dokter?" tanya Alana yang baru keluar dari dalam kamar mandi.
"Iya" sahut Jessie.
"Lucu" ngekeh Alana.
Pintu kamar terbuka, dengan kemunculan Mada dan Vely. Dan disusul oleh Vania.
"Kenapa kumpul disini semua?" tanya Aisha.
"Daddy bilang suruh kumpul dikamar mommy" jawab Vely.
"Daddy?" heran Aisha.
"Iya, tadi Daddy bilang ke Vely agar kumpul di kamar mommy" kata Vely.
"Mungkin ada yang mau dikatakan Om Rich, Tante kecil" kata Alana.
"Mayang tidak nginap di hotel?" tanya Aisha.
"Tidak Mom, mama nginap ditempat Oma. Opa tidak enak badan tadi" kata Mada.
***
Para istri berada didalam kamar Aisha, para suami masih duduk di cafetaria.
"Dony, apa besok kau jadi berangkat?" tanya Richard kepada Dony.
"Jadi Om, Aldo harus kembali ke Indonesia. Karena Minggu depan dia wisuda" kata Dony.
"Wisuda Aldo kau tidak disini?" tanya Richard.
"Sini Om, ke sana besok mengantarkan karyawan yang akan mengurus usaha travel di sana "
"Oh.." Richard menyesap kopinya.
Sedangkan para pengantin baru, duduk tidak tenang. Karena Richard masih betah duduk berlama-lama di cafetaria, sedangkan para pengantin baru sudah ingin cepat-cepat masuk kedalam kamar.
"Kenapa Daddy betah disini." batin Kenway, yang sudah tidak sabar ingin bertemu dengan Vania.
Sedangkan Rodrick, sudah hampir tertidur di kursi. Karena tadi malam dia hanya tidur sekejap, disebabkan Jessie kabur.
Dama dan Keane santai saja, karena mereka merasa ini bukan malam pertamanya.
"Daddy, Drick sudah ngantuk. Bolehkah Drick tidur" ucap Rodrick dengan mata setengah tertutup.
Richard melihat kearah Rodrick.
"Baiklah, tidur sana" titah Richard kepada keempatnya.
Keempatnya bangkit serentak, dan berjalan meninggalkan cafetaria.
Begitu keluar dari dalam cafetaria, keempatnya langsung bergegas masuk kedalam lift. Lift membawa mereka menuju lantai 40.
"Akhirnya, kita terbebas dari Daddy!" seru Rodrick dengan wajah yang cerah, dan matanya terbuka sempurna.
"Di cafetaria tadi, kau seperti sudah tidak bernyawa lagi Drick" kata Kenway.
"Itu acting, kalau tidak begitu tadi. Daddy pasti akan menahan kita sampai besok pagi" ucap Rodrick sembari tertawa.
"Dasar tukang acting!" ledek Dama.
"Acting ku ini telah berhasil membuat Jessie akhirnya mau menikah dengan ku" ujar Rodrick bangga.
"Awas kau ketahuan" ucap Keane.
"Jangan keluar dari mulut kalian ya" kata Rodrick.
"Nggak janji" kata Dama.
Keempatnya sudah berdiri didepan pintu kamar masing-masing.
Secara bersamaan keempatnya membuka pintu, kemudian masuk kedalam kamar.
Pintu kamar tertutup kembali, tak lama kemudian pintu kamar terbuka kembali.
Keempatnya keluar.
"Istriku hilang!"
Ucap Keane, Dama. Kenway dan juga Rodrick secara bersama-sama.
*
*
*
*
Bersambung π..
Terima kasih atas dukungan kakak-kakak reader semua ππ