Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 153 Pulang kampung


Tetap semangat bersama dengan keluarga yang selalu happy, keluarga Ria.( Richard Aisha)


Happy reading guys ❤️


❤️❤️❤️


Rodrick berlari begitu turun dari mobil, dan langsung menuju Kekamar Daddy dan mommynya.


Suara Rodrick yang nyaring terdengar, walaupun terdengar suara Rodrick masih berada dilantai bawah.


"Mommy.. mommy !" muncul wajah Rodrick, dan kemudian wajah Keane dan Kenway dibelakang.


Rodrick langsung mendekati Aisha dan duduk , Papanya dilewatinya saja.


"Daddy !" sapa Keane dan Kenway, sedangkan Rodrick duduk langsung disamping mommynya.


"Drick ! kenapa tidak sapa Daddy ?" tanya Richard kepada putranya yang terlalu lincah.


"Oh.. Daddy!" Rodrick menunjukkan wajah puppy eyes, sehingga Richard gemas dan mengangkatnya. Dan memeluknya dengan erat.


"Lepas Daddy !" teriak Rodrick.


"Tidak! kenapa Daddy dilupakan tadi, Keane dan Kenway menyapa Daddy tadi ?"


"Karena Drick mau lapol ." ucapan Rodrick terkadang masih ada yang cadel.


"Lapor ." betulkan Richard.


"Iya lapor..!" ulang Rodrick dengan senyum kecil dibibirnya.


"Mau laporan apa komandan ?" tanya Richard.


"Kak Kean berantem !" Rodrick menyebutkan kalimat berantem dengan pelan dan hati-hati, takut dikoreksi oleh Daddy-nya.


"Kakak ?" kaget Aisha dan Richard.


Karena Keane termasuk anak yang sabar dan pendiam, berbeda dengan Kenway dan Rodrick.


Kenway, sedikit menyerupai Rodrick yang suka dengan hewan. Sedangkan Keane tidak suka sama sekali, dirinya menganggap hewan yang di sukai oleh saudaranya. Sangatlah menjijikkan.


"Kenapa marah dengan teman ?" tanya Regan, dan melepaskan Rodrick dari pelukan dan mengambil Keane untuk duduk diatas pangkuannya.


"Mereka mengejek Rodrick, karena Rodrick membawa binatangnya ke sekolah. Teman mengatakan Rodrick anak yang aneh ." cerita Keane.


Richard dan Aisha menatap tersangka utama yang membuat Keane berkelahi.


"Apa yang Keane bawa ke sekolah? bukan ular kan ?" tanya Aisha.


"Bukan ! besok rencananya mau bawa ular ," jawab Rodrick.


"Rodrick..!" keras suara Aisha.


"Aish..!" Richard memberikan tatapan mata, agar Aisha jangan marah kepada Rodrick.


"Hanya bawa kadal kecil, karena teman-teman tidak percaya bahwa Drick banyak hewan di rumah ," kata Rodrick.


"Drick, sekali lagi. Jangan bawa hewan ke sekolah ya, sangat berbahaya. Bagaimana jika lepas, walaupun hewannya tidak berbahaya. Tapi ada orang-orang yang takut dengan hewan ," kata Richard kepada Rodrick dengan sabar .


"Baik Daddy ," jawab Rodrick.


"Keane, Kenway. Tolong awasi Rodrick pergi kesekolah, periksa tas sekolah nya ," kata Aisha kepada keduanya.


Karena ketiga sudah mandiri untuk mengurus tas sekolahnya, makanya. Richard dan Aisha kecolongan, tidak tahu apa yang dibawa oleh Rodrick didalam tasnya.


Sepeninggal ketiganya, Aisha dan Richard membahas ketiga putranya.


"Mas, setiap pagi. kita harus periksa tas mereka, jangan sampai seperti hari ini . Kata Aisha kepada Richard.


"Iya ," sahut Richard.


***


Setelah mendapatkan persetujuan dari dokter, Richard dan Aisha membawa ketiga jagoan mereka pulang kampung.


Ketiga jagoan sangat senang, karena selama satu tahun lebih. Richard tidak pernah pulang ke kampung Aisha. Lebih sering ibu dan nenek yang datang kekota menemui cucu dan cicitnya.


Dalam perjalanan mereka bertiga ribut, saat melihat burung-burung disawah. Rodrick dan Kenway berulang kali minta berhenti untuk menangkap burung, Tetapi di larang oleh Aisha. Sehingga bibir Rodrick manyun sepanjang perjalanan, situasi aman. Saat ketiganya tidur.


Begitu sampai di tempat, ketiga langsung berhamburan keluar. Seperti hewan yang keluar dari dalam kandang 🤭, mungkin mereka senang. Karena rumah nenek mereka luas dan sangat sejuk.


Rodrick langsung lari kebelakang, begitu selesai memberikan salam kepada nenek buyutnya.


"Rodrick !" panggil Aisha, yang langsung duduk selonjoran di gazebo yang ada di depan rumah neneknya.


"Biar saja Aish, biarkan mereka bebas ," kata Nenek.


"Ibu mana nek ?" tanya Aisha.


"Ibu pergi tadi dengan ayahmu, ke peternakan ," kata Nenek.


"Aish, kalau letih. Rebahkan tubuh mu ." titah nenek kepada Aisha.


"Aish baring saja, biar Mas jaga mereka ," kata Richard Setelah selesai membawa barang bawaan mereka kedalam rumah.


" Kak Jeslyn mana Nek ?" tanya Aisha, karena dirinya ingin melihat keponakannya.


"Tadi katanya mau bawa si kecil ke posyandu, sudah sana baring dulu ," kata Nenek.


Richard berjalan kebelakang rumah Nenek, begitu tiba di belakang. Mata Richard terbelalak, ketiga putranya sudah berada didalam kolam ikan.


Keane yang biasanya tidak mau main ditempat yang jorok, kini sudah berada didalam bersama dengan kedua saudara.


"Boys...!" seru Richard, kedua tangannya berada dibelakang rambutnya.


"Daddy..!" teriak Ketiganya dengan gembira.


"Siapa yang menyuruh kalian masuk kedalam kolam, untung air kolam tidak dalam. Bagaimana jika tadi air kolam dalam ?" kacak pinggang Richard menatap ketiganya.


"Ikannya yang menyuruh kami masuk ," jawab Rodrick dengan jawaban yang asal.


"Tidak mungkin ikan bicara dengan kalian ," kata Richard.


Semenjak usia ketiganya mau memasuki usia lima tahun, Ketiga putranya sudah mulai pintar berkilah jika ketahuan berbuat salah.


"Iya, mereka semua berenang didepan kami ." kali ini Kenway yang bicara.


Sepertinya Keane dan Kenway, sudah terkontaminasi Rodrick.


"Daddy ! kami mau ikan untuk dibawa pulang ," kata Rodrick, dan keinginan Rodrick juga di maui oleh Kedua saudaranya.


"Kalau mau dibawa pulang, minta Nenek buyut ," kata Richard.


"Apa kalian masuk kedalam dengan memakai sepatu ?" tanya Richard yang tidak melihat sepatu ketiganya dipinggir kolam.


"Itu sepatu kami !" tunjuk Keane kearah gazebo yang ada di dekat kolam.


"Ayo naik ! nanti Nenek marah, ikan Nenek pingsan semua," kata Richard kepada ketiganya.


"Nggak apa-apa, tangkap saja ikan. Nanti kita goreng ." terdengar suara Nenek dari belakang Richard.


"Hore...!" ketiganya semakin semangat mengobok-obok air kolam, sehingga air kolam menjadi keruh. Dan ikan tidak ada yang terlihat.


"Mana ikannya ?" ketiganya berhenti mengejar ikan, karena ikannya tidak terlihat.


Richard dan Nenek tertawa melihat, ketiga bingung. Karena ikan tidak terlihat lagi.


Nenek memanggil pekerja dan memintanya, agar mengambil ikan dengan memakai jala.


Setelah ikan berhasil di jala, ketiganya senang. karena berhasil mengambil ikan.


"Hei sikembar sudah datang ?" sapa Jeslyn yang baru kembali dari posyandu.


"Mana Aisha ?" tanya Jeslyn kepada Richard.


"Dalam, pegal pinggangnya." beritahu Richard.


"Kau Richard, getol sekali cetak anak!" ledek Jeslyn.


"Enak ," jawab Richard, sambil menggoda baby Jeslyn yang terbangun. Karena di ganggu Richard.


"Enak juga mikir, Aisha baru mau 25 tahun. Sudah punya buntut 4 ," ujar Jeslyn.


"Baguslah ," jawab santai Richard.


"Aku mau masuk dulu, ketemu Aisha." Jeslyn masuk kedalam rumah.


"Ikan !" Kenway memegang ikan dan menunjukkan kepada Om nya Wisnu.


"Wah.. besar, nanti kita goreng ," kata Wisnu.


"Jangan !" teriak Rodrick.


"Kenapa ?" tanya Wisnu.


"Mau dibawa pulang ," jawab Rodrick.


"Yang mau dibawa pulang, besok kita ambil lagi ," kata Wisnu.


"Tidak !" Rodrick menolak, ikan yang dipegangnya untuk di goreng.


❤️❤️❤️


Bersambung 😘


**Jangan lupa bantu l


Like


Like


Terima kasih 💕🤗**