Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 166 Anggota baru


Tetap semangat dan selalu dalam keadaan sehat selalu, tetap jaga jarak aman. Dan lindungi keluarga kita.


Happy reading guys ❤️


****


Kesibukan mama muda setiap hari sama, sibuk mengurus keluarga masing-masing. Walaupun ada pembantu yang membantu, Aisha juga selalu turun tangan untuk mempersiapkan bekal untuk dibawa kesekolah.


"Mommy, Drick nggak mau bawa bekal ," ujar Rodrick.


"Kenapa ?" tanya Richard yang sedang menikmati sarapan paginya, sebelum berangkat kekantor dan sekaligus mengantar ketiga jagoannya.


"Bawa bekal seperti anak taman kanak-kanak, Drick sudah besar ," kata Drick, ucapan Rodrick di ikuti oleh Keane dan Kenway.


"Kalau tidak bawa bekal, kalian mau makan apa ?" tanya Aisha.


"Makan dikantin, teman-teman jajan dikantin. Kami tidak pernah ," ujar Kway.


"Oh.. kalian mau ikut dengan teman-teman ya ?" tanya Richard.


Ketiganya menganggukkan kepalanya.


"Hari ini kalian tidak bawa bekal, tapi besok harus. Karena makanan diluar itu belum pasti bagus ," kata Aisha.


"Hore..!" ketiganya gembira, karena hari ini mereka bisa seperti teman-teman yang lain.


***


David mengikuti Mayang sejak sang istri keluar dari dalam kamar mandi.


"Yang, betul tidak hamil ?" tanya David .


"Betul Mas, Cukup ya anak kita dua saja. Ikut program pemerintah cukup anak dua ," kata Mayang.


"Dama, batal adik ," kata David kepada sang putra,Dama.


"Ini adik Dama ," sahut Dama dengan menunjuk kearah Mada.


"Baru satu, tambah satu lagi biar ramai ," kata David.


"Ada Vely, Aldo ," kata Dama lagi.


Perkataan Dama membuat David tidak bisa berkata apapun lagi, semenjak Dama masuk sekolah dasar. Dama semakin kritis, membuat David tidak bisa berkata apapun juga.


"Tuh kan Mas, anak kecil saja tahu. Cukup dua anak saja ," kata Mayang.


"Yang, sepertinya. Dama ini tertukar dirumah sakit, kenapa tidak ada mirip-miripnya dengan kita, sifatnya !" ucap David dengan setengah berbisik, takut didengar oleh sang anak yang sedang menikmati sarapan paginya.


"Mas itu yang tertukar, wajah Dama itu fotocopy mas Dav ," kata Mayang.


"Sifatnya Yang ! kita berdua termasuk humoris, Dama. Senyum saja jarang, Mungkin kelamaan bergaul dengan Keane. Kalau tadi bergaul dengan Rodrick pasti anak kita murah senyum," kata David.


Dama yang mengetahui menjadi bahan cerita kedua orangtuanya, hanya diam saja.


Selesai sarapan, Dama mengambil tasnya dan memberi Salim kepada Papa dan Mama, kemudian menuju ke depan. Untuk menunggu Richard, karena Dama satu sekolah dengan ketiga jagoan Richard. Dama masih kelas satu dan ketiga jagoan Richard sudah kelas dua.


***


Begitu keluar dari dalam ruangan praktek dokter, Alana melampiaskan rasa gembira dengan memeluk Dony. Di sudut kedua matanya, ada air bening yang ingin keluar, bukan karena sedih tetapi karena gembira.


"Akhirnya, Al hamil lagi ," ucap Alana.


"Terima kasih ya Allah..!" Alana terus berucap syukur, karena ini yang dinantikannya sejak lama. Akhirnya didengar oleh Sang pencipta.


"Ayo kita ketempat Papa dan Mama," kata Dony.


"Yang mana Mas, keduanya kan lagi pergi liburan ," kata Alana.


"Oh..iya! kenapa jadi lupa !" Dony menepuk jidatnya, karena melupakan bahwa kedua orangtua mereka sedang pergi liburan bersama-sama.


"Kita ketempat Om Richard dan Tante kecil saja" kata Alana.


"Iya, sekaligus jemput Aldo." karena setiap mereka pergi, Aldo selalu mereka titipkan di tempat Richard dan Aisha. Walaupun ada pekerja dirumah, Dony dan Alana tidak mau meninggalkan putranya dengan pekerja dirumah.


Skip


Mendengar kabar gembira yang dari Alana dan Dony, Richard dan Aisha turut merasakan gembira. Karena ini yang sangat diinginkan oleh Alana dan Dony.


"Selamat ya Al ," kata Aisha sembari memeluk sahabat dan sekarang sudah menjadi keponakannya.


"Terima kasih Tante kecil ." Alana membalas pelukan sahabat, sekaligus Tante nya.


"Selamat ya ." Richard memeluk keponakan satu-satunya tersebut.


"Makasih Om," jawab Alana.


***


Seperti Alana dan Dony, sang putra juga sangat senang. Karena akan mempunyai adik sekaligus teman, selama ini kalau ingin bermain Aldo bersama dengan sikembar dan Dama.


"Aldo ingin adik cewek seperti Vely atau cowok seperti Aldo ?" tanya Alana.


"Hemhh..!" Aldo memegang dagunya sembari berpikir.


"Cowok! Aldo ingin adik cowok !" seru Aldo.


"Bagaimana jika adiknya cewek ?" tanya Dony.


"Nggak apa-apa, yang penting Aldo ada teman.


Alana dan Dony tertawa melihat betapa gembiranya Aldo.


Skip


Sembilan bulan kemudian, baby Alana lahir. Dan keinginan Aldo terpenuhi, karena anak kedua Alana seorang putra juga. Alana dan Dony sangat bahagia, mereka tidak perduli. Walaupun baby mereka yang baru lahir seorang baby boy.


"Selamat ya Al, akhirnya anggota barunya lahir dengan sehat," kata Mayang.


"Terima kasih teman !" sambut Alana dengan gembira.


"Al, kau yang paling cantik dirumah. Nggak ada saingannya," kata Aisha.


"Kenapa nggak ada saingannya ?" tanya Alana yang belum mengerti.


"Lah semua anakmu laki-laki, yang perempuan hanya kau sendiri Al ." Mayang yang menjawab.


"Hehehe..iya juga ya !" tertawa Alana, menyadari dirinya satu-satunya perempuan dikeluarga kecilnya.


"Nggak apa-apa cowok semua Al, nanti menantumu perempuan," ucap Mayang.


"Anakku yang banyak ya, empat ," kata Aisha.


"Empat di waktu mereka kecil sangat ramai. Tetapi begitu mereka besar, pasti sangat sepi. Karena mereka sudah sibuk dengan kegiatan mereka sendiri-sendiri ," kata Mayang.


"Benar sekali ," kata Aisha.


"Siapa namanya Al ?" tanya Aisha.


"Ivander ," jawab Dony yang baru datang.


"Selamat ya Dony ," kata Aisha.


"Terima kasih Tante kecil ," jawab Dony.


"Om Rich mana ?" tanya Dony.


"Biasa, bawa anak-anak ke Mall. Ada yang mau dibeli sikembar untuk sekolah besok ," kata Aisha.


"Mereka sudah mau masuk SMP ya, sepertinya baru saja mereka dilahirkan," kata Dony.


Skip


Beberapa tahun kemudian, seorang pemuda gagah keluar dari dalam Bandara dengan memakai seragam pilot.


Pemuda tersebut bernama Kenway putra Hutama, yang menjadi pilot. Hari ini Kenway baru pulang dari penerbangan dari London.


Mata Kenway celingukan mencari seseorang yang selalu menjemputnya jika dirinya sampai.


"Kemana bocah itu, pasti lagi ganggu gadis-gadis !" mata Kway berhenti keberapa pramugari yang sedang berkerumun. Kway beranjak mendekati dan melihat Rodrick sedang memberikan kartu nama keberapa pramugari.


"Call me baby !" ucap Rodrick kepada pramugari yang diberikannya kartu nama.


"Cukup Rodrick !" suara Kway membuat pramugari yang mengerumuni Rodrick menoleh kearah suara dan melihat Kenway, seorang pilot pesawat yang terkenal dengan julukan mulut pedas dan dingin.


Para pramugari, kabur begitu melihat Kenway ada dibelakang mereka.


"Ah..kak, menganggu saja ." gerutu Rodrick.


"Ayo pulang ." Kway menarik kopernya dan diikuti oleh Rodrick yang terus menggerutu mengikuti Kway dari belakang.


Sampai didalam mobil, mata Kway melotot melihat Rodrick ngedumel.


"Untuk apa kau sebar kartu namamu ?" tanya Kway.


"Itu kartu nama klinik hewan ku kak ," kata Rodrick, yang sekarang menjadi dokter hewan dan membuka klinik hewan.


*


*


*


**Bersambung 😘.


Sekarang menceritakan tentang anak-anak mereka saat dewasa ya**..