Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 106 Aku ingin ibu bahagia


**Jumpa lagi dengan author receh, happy reading guys ❤️❤️


***


Larasati, Aisha dan Richard berjalan menuju Yayasan yang menampung orang-orang yang mengalami kekerasan.


Wisnu membangun Yayasan ini, karena banyak masyarakat desanya dan desa sekitar yang mengalami gangguan mental. Akibat mengalami kekerasan. ( sayang mas Wisnu masih jomblo, ada kok jodoh mas Wisnu. masih disimpan, yang pasti mereka sama-sama pejuang kemanusiaan. Ada yang bisa nebak!🤗)


"Masih tahan jalan ?" tanya Richard kepada Aisha.


"Masih mas say !" jawab Aisha, tangannya bergelayut manja dilengan ibunya.


"Manja sekali, jalan begini saja sudah letih. Itu panggilannya mas say itu apa ?" tanya ibunya, yang mendengar Aisha memanggil Richard mas say.


"Itu menantu ibu, nggak mau dipanggil mas saja. Aish tambah kan say. Dibilang mirip tukang baso kalau mas saja!" ujar Aisha.


Richard hanya cengengesan saja, dan malu.


"Kenapa aku seperti remaja saja, malu-malu begini" monolog dalam benaknya Richard.


"Oh begitu ! nggak apa-apa sih, setiap pasangan ingin mempunyai panggilan yang unik ," kata Larasati.


Begitu mereka tiba di Yayasan, Dokter Sony baru keluar dari dalam ingin pulang.


"Om " sapa Richard.


"Jadi datang Rich, Om kira nggak jadi datang ," ujar Sony .


"Jadilah Om, kalau nggak jadi. Bisa-bisa Nyonya ini ngambek !" gurau Richard.


"Hih..mana ada," Aisha mencebikkan bibirnya.


"Sesekali ngambek Aisha, biar tahu Richard. Nggak boleh macam-macam diluaran sana," kata Sony.


"Laras tadi ada datang, orang tua pasien yang baru masuk semalam. Mereka nunggu ," kata Sony.


"Mereka sudah datang Dokter, Laras tadi kepasar dulu. Makanya lama kesini, sudah ibu masuk dulu ya ." ibu Aisha bergegas masuk.


"Aish ikut Bu, mas say. Aisha kedalam ya ," ucap Aisha kepada Richard.


"Iya, mas mau ngobrol dengan Om Sony dulu ."


Aisha masuk kedalam, sedangkan Richard dan Sony menuju gazebo yang ada di dekat pos satpam.


"Rich, bagaimana ? Apa kau sudah bicara dengan Aisha. Apa tanggapannya ?" pertanyaan beruntun keluar dari mulut Sony.


"Sabar Om, jangan keburu napsu begitu !" goda Richard.


"Ah..kau ini, masa depan Om ini. Wanita sudah didepan mata, jangan sampai diambil orang lagi !" seru Sony.


"Bagaimana, apa kata Aisha ?" tanya Sony kembali.


"Katanya... Om, bagaimana kalau Om beri Richard minum dulu. Tenggorokan Richard kering ini," ujar Richard, sembari mengelus lehernya.


"Hih..! Pak Adi, tolong belikan air mineral !" seru Sony kepada satpam dan memberikan selembar uang biru.


"Siap Dok !" Pak Adi mengambil uang dan kemudian menuju kantin.


"Ceritakan !" titah Sony.


"Tunggu minum Om," ujar Richard.


"Ahh.. untung kau keponakanku, kalau tidak sudah kukurung kau didalam. Bersama pasien yang lain !" jengkel Sony.


"Sabar-sabar, orang sabar. Rezekinya lancar !" ucap Richard.


"Ini Dok ." Pak Adi meletakkan air yang dibelinya, dan uang kembalian.


"Ini ambil saja pak." Sony memberikan uang kembalian kepada pak Adi.


"Terimakasih pak Dokter," ucap Pak Adi dengan gembira.


"Lumayan.." guman pak Adi.


"Minum, cepat ceritakan !" titah Sony pada Richard.


"Ok Om ." Richard meminumnya, dan meletakkannya ke meja setelah hampir menghabiskan setengah botol.


"Berapa lama kau tidak minum ?" tanya Sony.


"Dari rumah kesini Om, mau dengar apa kata Aisha nggak Om ?"


"Itu yang kutunggu dari tadi !" semprot Sony.


"Sabar-sabar, jangan sampai belum menikah. Om masuk kedalam rumah sakit !"


"Maksudnya ?" netra hitam Sony menunggu penuh harap, apa yang akan dikatakan Richard.


"Aisha.. Aisha..!"


"Aisha apa ? cepat !" nggak sabar Sony.


"Aisha setuju Om, kalau Om ingin mendekati ibunya !"


"Om, serius. nggak ada prank !"


"Alhamdulillah ! sekarang Om minta izin nenek lagi ." terlihat wajah Dony yang gembira.


"Cepat bicarakan dengan nenek Om ," kata Richard.


"Om akan kerumah, untuk menemui nenek ," kata Sony.


"Jangan sekarang Om, nenek lagi pergi ," kata Richard.


"Nenek pergi ?" tanya Sony.


"Ada acara hajatan ," jawab Richard.


"Jauh ?"


"Dekat Om, mungkin sebentar lagi balik ," kata Richard.


***


Setelah berbincang-bincang dengan keluarga pasien, Aisha mengajak ibunya untuk berbincang mengenai Sony yang ingin mendekati ibunya.


"Bu, Aisha ingin berbicara ," ujar Aisha.


"Ada apa, apa Aisha ada masalah dengan Richard ? atau mertua Aish ?" tanya ibunya dengan sedikit panik.


"Tidak Bu, Aish baik-baik saja. Mereka semua sangat baik kepada Aish, Ibu tidak usah memikirkan Aisha lagi!" ujar Aisha.


"Kalau tidak ada masalah Aisha, mau bicara masalah apa ?" tanya ibunya, yang sudah bisa bernapas lega. Karena Aisha tidak mengalami apapun juga dalam rumah tangganya.


"Ini tentang Om Sony !" kata Aisha.


"Kenapa dengan Dokter Sony, apa Dia tidak betah menjadi relawan disini ?" tanya ibu Aisha.


"Nggak ada hubungannya dengan Om Sony menjadi relawan disini Bu," kata Aisha.


"Terus apaan ?" tanya ibu Aisha.


"Om Sony, menyukai ibu !" ucap Aisha.


"Hahaha..!" ibu Aisha tertawa.


"Ibu, kok tertawa sih !" seru Aisha.


"Aish, ibu sudah tua. Ibu sekarang hanya menunggu kabar baik dari kalian saja ," kata ibu Aisha.


"Siapa bilang ibu tua, ibu baru 42 tahun. Ada yang 50 tahun menikah Bu !" Kata Aisha.


"Aish, Dia Dokter. Apa mau dia dengan janda seperti ibu ini ?"


"Bu, sebenarnya. Om Sony sudah sejak lama menyukai ibu, tapi mata ibu tertutupi oleh orang masalalu ibu ." Aisha tidak menyebutkan nama Josh.


"Apa maksud Aish ?" tanya ibu Aisha.


"Apa ibu tidak tahu, waktu ibu kuliah dulu ada mahasiswa kedokteran yang menyukai ibu ?"


"Siapa ? ibu nggak tahu ?" kaget Larasati, mendengar perkataan Aisha.


"Om Sony ," kata Aisha.


" Mas Sony, jangan main-main Aish !" seru ibunya Aisha.


" Betul Bu, saking kecewanya Om Sony. Mendengar ibu menikah, Om Sony pindah kuliah keluar negeri." cerita Aisha.


"Ahh..masa ! bohong !" tidak percaya ibu Aisha.


"Ihh..ibu, nggak percaya dengan ucapan anaknya. Kalau ibu nggak percaya ucapan Aisha, tanya saja pada orangnya . Tuh... orangnya lagi bicara dengan mas say !" kata Aisha.


"Apaan nanya-nanya, dikiranya nanti ibu janda ganjen !"


"Bu, bagaimana. Jika Om Sony mengungkapkan perasaannya, ibu pikirkan ya ," kata Aisha.


"Ibu tidak ada perasaan dengannya Aish, dan ibu juga tidak ingin menikah lagi !" kata Larasati.


"Bu, Aish juga tidak ada perasaan dengan mas Richard. Tapi Aisha menerimanya Bu, awalnya agar Aisha bisa kembali kuliah. Tapi sekarang ini Bu, perasaan Aisha ini sudah ada rasa cinta kepada mas say Bu. Ibu juga nanti seperti Aisha, Om Sony itu sepupu mertua Aish. Dia tidak akan menyakiti ibu ," kata Aisha.


"Nenek juga sudah mengatakan kepada ibu, bahwa Dokter Sony. Ada perhatian kepada ibu ," kata Larasati.


"Ibu merasa sudah tua !"


"Ibu ! tua-tua terus. Ibu punya baby saja masih pantes !" goda Aisha.


"Huss. !" seru ibunya.


*


*


*


Bersambung guys ❤️❤️❤️