Menikah Dengan Om Sahabatku.

Menikah Dengan Om Sahabatku.
Bab 163 Sarung Papa


Semangat selalu dan selalu jaga kesehatan.


Happy reading guys ❤️


***


Para mama menunggu kedatangan para Papa yang membawa para jagoan kerumah sakit.


"Kenapa mereka lama sekali ?" tidak sabar Alana.


Terdengar suara gerbang terbuka dan mobil memasuki pekarangan.


"Itu mereka !" seru Aisha.


Ketiga Mama muda langsung berhamburan keluar rumah, untuk menyambut kedatangan para jagoan.


Aisha, Alana dan Mayang berdiri didepan pintu keluar.


Mobil Richard berhenti, dan turun Rodrick dengan wajah cemberut. Begitu seterusnya Keane dan Kenway juga.


Dalam mobil David, Dama juga turun dengan cemberut. Hanya Aldo yang tidak cemberut, karena tidur dalam gendongan Dony.


Aisha, Alana dan Mayang. kaget, setelah anak-anak turun. Richard juga turun, Tetapi dengan memakai pakaian yang aneh. Begitu juga dengan David dan Dony.


Mulut Aisha, Alana dan Mayang terbuka lebar. Melihat pemandangan para suami juga memakai sarung diluar celana panjangnya.


"Mas say !" Aisha menutup mulutnya, ingin tertawa tapi takut dosa. Karena menertawai suami, tapi kalau tidak tertawa. ada perasaan tidak nyaman di mulut.


Akhirnya, ketiganya tertawa lepas.


"Mas say, apakah itu..? di potong juga ?" goda Aisha.


Richard mendelikkan matanya menatap wajah Aisha.


"Mas Dav...apa ?" Mayang mengerakkan tangannya menggunting.


Seperti Richard, David mendelikkan matanya menatap wajah Mayang.


Alana tertawa lebar sembari memegangi perutnya.


"Al..!" seru Dony.


"Sorry.. sorry..!" Alana mengatupkan kedua tangannya kedadanya.


"Mas say..!" Aisha iseng mengangkat kain sarung Richard, sehingga Richard gemas dan menarik Aisha kedalam pelukannya.


"Ini semua gara-gara anak nakal itu!" tunjuk Richard kepada Rodrick yang duduk manyun diteras depan rumah.


"Apa mas say dipotong juga, apakah menjadi pendek ?" ngekeh Aisha, jemarinya menutup mulutnya.


" Nyonya Richard Hutama ! ini bukan seperti yang ada dalam pikiran mu !" Richard menunjuk kearah kepala Aisha.


Mereka masuk kedalam rumah, dan duduk diruang keluarga. Sembari menikmati makan siang yang sudah di masak oleh para wanita yang menunggu di rumah.


Para Oma dan Opa juga datang, dengan membawa masakan keahlian masing-masing. Hanya Nenek dan ibu Aisha yang tidak datang, karena nenek Aisha tidak enak badan. Dan diwakilkan oleh Wisnu dan Jeslyn.


"Kenapa kalian juga memakai sarung ?" tanya Opa kepada Richard.


Semua mata memandang Richard, menunggu cerita apa. Sehingga Ketiganya memakai sarung.


🌟flashback🌟


Dari rumah, anak-anak fun saja saat ini dikhitan. Tapi begitu sampai di rumah sakit, dan menunggu nama mereka di panggil. Anak-anak melihat, ada anak-anak yang keluar dari dalam. Dalam keadaan menangis, membuat nyali Keane dan saudara-saudaranya ciut. Dan menolak untuk dikhitan.


"Tidak mau! Drick nggak mau !" tolak Rodrick dengan tegas dan berontak, dan ingin pulang.


Keane, Kenway. Dan Dama juga Aldo ikut-ikutan menolak.


"Ayolah jagoan Daddy, tidak sakit. Rasanya seperti di cubit sedikit ." bujuk rayu Richard.


"Dama, mau ya. Kita sudah sampai sini, malu kan kita pulang!" David juga membujuk Dama.


"Daddy saja, kami tidak !" kekeuh Rodrick.


"Daddy sana masuk, kalau tidak sakit. Daddy keluar seperti anak itu ! dengan tidak menangis, kami mau !" seru Rodrick.


Richard menatap wajah David dan Dony.


"Bagaimana ? apa kita batalkan khitan hari ini, tidak mungkin kita potong lagi ?" kata Dony.


Ketiga Papa menatap wajah anak-anak mereka.


"Mas besan ! kalau punya ku dipotong lagi, apa tidak habis ?" melotot David, mendengar perkataan Richard.


"Kenapa kalian ini, makin tua makin bodo ! kita pura-pura saja masuk kedalam ," kata Richard.


"Oh iya ," ujar Dony.


"Apa mereka percaya ?" tanya David.


"Kita pakai sarung juga, agar mereka percaya ," kata Richard.


Richard mendekati tempat anak-anak duduk.


"Oke anak-anak, kami sebagai Daddy terkuat. Akan dikhitan bersama dengan para jagoan ," kata Richard.


"Betul ! apa Daddy berani ?" tanya Keane.


"Anak laki-laki harus berani !" seru David sembari menepuk-nepuk dadanya.


"Sarung Daddy mana ?" tanya Rodrick.


"Sebentar lagi, Om Tony antarkan ," kata Richard.


Begitu nama Dama dipanggil, Dama tidak mau masuk .


"Ayo Dama ," kata David .


"Papa dulu ," kata Dama.


"Nama Dama yang dipanggil," kata David.


"Papa dulu, kalau Papa tidak nangis. Nanti Dama ." Dama keukeh menyuruh Papanya dulu.


Akhirnya David duluan masuk, setelah berada didalam. David bercerita kepada Dokter, mengenai anak-anak mereka yang menolak. Dan menyuruh Papanya dulu baru mereka mau.


Tok..tok


Seorang perawat masuk kedalam, dan memberikan sarung kepada David. Yang dibelikan oleh Tony.


Begitu seterusnya, David masuk dan kemudian Dama masuk kedalam. Dan dilihatnya Papanya memakai sarung, sehingga Dama percaya. Papanya sudah dikhitan dan tidak menangis.


Akhirnya Dama mau dikhitan juga.


Giliran Richard begitu juga, Richard masuk dan kemudian Rodrick dan Keane dan Kenway masuk secara bersamaan. Melihat Daddy mereka memakai sarung Ketiga berani.


Dan Dony begitu juga, akhirnya setelah selesai dikhitan. Para Papa dan anak-anak keluar dari dalam rumah sakit dengan memakai sarung, mereka menjadi menarik perhatian orang. Ada yang tertawa secara terang-terangan, dan ada yang tertawa secara diam-diam. Takut memandang wajah Ketiganya yang dingin dan datar, sedangkan jagoan mengikuti Papa mereka dengan wajah manyun. Karena mereka mendengar, bahwa Daddy mereka tidak dikhitan seperti mereka. Setelah mendengar David berbicara dengan seorang laki-laki yang anaknya tidak mau dikhitan. Dan David menyarankan mengikuti cara mereka untuk menipu anak-anak mereka.


Anak-anak yang mendengar menjadi manyun, karena sudah tertipu oleh Papa mereka.


Saat Papa mereka ingin membuka sarungnya, anak-anak mengancam akan menangis. Sehingga Richard, David dan Dony tetap memakai sarung. Sampai dirumah.


🌟Flashback end 🌟


Setelah selesai Richard bercerita, semua tertawa.


"Kalian bayangkan, kami keluar dari dalam rumah sakit dengan memakai sarung," kata David.


"Ini semua gara-gara Rodrick ," kata Richard.


Mendengar namanya disebut, Rodrick melihat Daddy-nya.


"Kenapa gara-gara Drick, Daddy yang berbohong !" ujar Rodrick.


"Bagaimana kalau ada yang merekam Om Rich, wajah kalian akan menjadi viral. Sudah tua baru dipotong !" kata Alana.


"Apa ada yang merekam kita tadi ?" tanya Dony, dengan menatap David dan Richard.


"Siap-siap saja, besok kalian akan viral ." ledek Mayang.


Wajah Richard, David dan Dony terlihat panik. Membayangkan apa yang akan terjadi besok, semoga wajah mereka tidak akan menghiasi dunia Maya.


"Aku akan menuntut orang yang telah merekam diriku." ancam Richard.


"Benar Mas besan, kita harus menuntut. Jika ada yang meviralkan kita!" seru David juga.


"Warga + 62, aneh-aneh saja. Pakai sarung saja diviralkan ," kata Dony.


Drama khitan berakhir, dan apa yang ditakutkan oleh Richard tidak terjadi. Wajah mereka bertiga tidak menjadi viral.


Bersambung 😘