Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Terlalu Murah


"Nona Zhuo, Tuan Muda Chen ingin bekerjasama untuk menangkap Tuan Han," ucap Yu Bin melapor.


"Siapa Tuan Han?" tanya Zhuo Xia.


"Dia adalah orang yang dipanggil 'guru' oleh Wuzhou. Dia yang selama ini berada di belakang keluarga Lu. Tuan Han berasal dari Kota Bayangan. Maka dari itu mereka sangat sombong," jawab Zhuo Xia.


"Dari Kota Bayangan?" Zhuo Xia masih belum tahu. Ia memilih mencari informasi di situs web khusus Kota Bayangan.


"Ekonom paling hebat? Mengapa aku tidak pernah mendengar namanya?" tanya Zhuo Xia lagi.


"Tuan Muda Chen bilang dia sudah puluhan tahun berada di penjara. Walau begitu, Kota Bayangan menutupi kesalahannya karena dia hebat. Sepertinya dia kabur dari penjara saat ini. Dia pandai meretas dan juga lawan sepadan bagi A Shui," jelas Zhuo Xia.


"Lalu bagaimana rencananya?" tanya Zhuo Xia.


"Dia hanya butuh peretas handal dari kita. Sisanya dia yang akan menangani," jawab Yu Bin.


Dia merasa Ling cukup berani memerintah Zhuo Xia. Zhou Xia juga kelihatannya sangat percaya pada Ling. Padahal sudah disebutkan bahwa Kota Bayangan melindunginya, tapi Zhuo Xia tetap tak takut dengan resiko ini.


"Baik. Lakukan saja apa yang dia perintahkan," ucap Zhuo Xia. Setelah itu, pembahasan mereka berakhir di sini.


*


Hari pelelangan tiba. Itu dilakukan di tempat tersembunyi di bawah tanah. Hanya ada tiga keluarga besar yang bersaing. Sedangkan keluarga lain, berada di bawah genggaman tiga keluarga sebagai pendukung.


Keluarga Chen membawa tiga orang di sana. Ada Yuan Ming, Chen Lin, dan Chen Wu. Sedangkan petinggi dan staff lain menonton melalui layar monitor.


"Apakah Ibu gugup?" tanya Ling saat mengantar kepergian Chen Lin.


"Tentu saja. Ini persaingan besar! Aku belum pernah berada di posisi seperti ini sebelumnya," jawab Chen Lin. Ia tak melepaskan genggamannya pada putranya.


"Ibu tenang saja. Aku akan selalu melindungimu," jawab Ling. Ia memeluk Chen Lin sebelum ia benar-benar pergi ke pelelangan.


"Ingat! Tujuan utama kita adalah menangkap Tuan Han dan menjatuhkan Keluarga Lu. Masalah peringkat aku bisa mengaturnya di akhir," ucap Ling kembali mengingatkan.


"Lawan saja apa yang dibeli Keluarga Lu. Jika sudah sampai di harga tertinggi, kalian bisa menyerah. Saat dana mereka habis, orang di belakang mereka pasti tak akan diam saja," ucap Ling melanjutkan.


"Baik," jawab Yuan Ming, Chen Lin, dan Chen Wu bersamaan. Mereka pergi ke pelelangan dengan mobil Keluarga Chen.


Ling memasuki rumah. Yu Bin sudah mengirim beberapa pasukan untuk menangkap Tuan Han nanti. Ia libur sekolah hanya untuk hari ini.


Ling akan memantau Tuan Han dari pasar saham. Jika Keluarga Lu kehabisan dana, dia pasti akan bermain saham untuk menutupi kerugian. Di sini Ling akan mengambil celah.


Ia pernah dengar jika Han sangat licik. Dia juga peretas yang handal. Saat ini Ling belum bisa melacaknya. Namun saat mereka kewalahan nanti, pasti Han akan lengah.


*


"Pergilah ke pelelangan dengan Ayahmu. Kita harus menempati posisi pertama. Semakin banyak sesuatu yang kita beli, semakin tinggi peringkat kita. Satu lagi! Jangan biarkan Chen Company membeli satu pun," ucap Tuan Han menjelaskan. Saat ini ia sudah berada di Kediaman Lu.


"Apa kita tidak membebaskan Wuzhou terlebih dahulu? Saat aku mengunjunginya kemarin, ia terlihat sangat tersiksa," ucap Lu Yan khawatir.


"Setelah kita masuk ke Kota Bayangan, siapa lagi yang berani dengan kita? Dia hanya perlu menunggu beberapa jam lagi," jawab Tuan Han.


Tangannya mengetik lancar di atas keyboard. Setelah itu layar menunjukkan warna merah hijau.


"Jika dana menipis, aku akan mentransfernya. Aku akan mengelola dana dari pasar saham. Jadi kalian tidak akan kekurangan sedikit pun," ucap Tuan Han.


Saat ini Han sangat percaya diri. Meski ia tahu Chen Company memiliki dukungan kuat, mereka pasti kalah dalam hal keuangan.


Namun ia tidak tahu, ketenangannya sedang terancam saat ini.


*


Pelelangan bawah tanah.


Walaupun di bawah tanah, tapi ruangan ini cukup luas. Setiap keluarga yang bersaing berada di satu kamar yang berbeda. Sedangkan setiap pendukung, duduk di depan kamar tiga keluarga besar. Kemeriahan di ruangan ini sudah diredam oleh dinding. Jadi orang luar tak bisa mendengarnya.


Perusahaan di Kota Urban yang bersaing saat ini adalah Lu Company, Wei Company, dan Chen Company.


Saat ini Lu Company memiliki dukungan terbanyak. Lu Yan terlihat berpidato di sana.


"Terimakasih rekan-rekan semua. Aku pasti akan membawa kalian ke Kota Bayangan," ucap Lu Yan percaya diri.


Gemuruh tepuk tangan dan sorakan dari pendukung Lu Company sangat memekakkan telinga. Selain pendukung yang banyak, mereka membawa banyak perwakilan dari setiap perusahaan.


Sedangkan Wei Company adalah perusahaan yang paling sedikit memiliki pendukung. Karena lebih banyak pendukung di Lu Company dan Chen Company.


"Para rekanku, kita akan membagi rata apa yang kita dapatkan dalam pelelangan. Jangan khawatir. Walaupun yang terendah di sini, pasti sudah paling mahal jika dibandingkan harga normal. Kita tak akan rugi meski tahu kita tak akan menang," ucap Tuan Wei santai. Ia tak terlalu berambisi memasuki Kota Bayangan. Ia hanya ingin memperluas wilayahnya.


"Ingat! Kita hanya akan melawan Lu Company. Patahkan semua yang mereka beli," ucap Yuan Ming tegas. Para pendukung mereka mengangguk setuju. Mereka berpikir akan melihat hal menyenangkan hari ini.


MC memasuki ruangan. Dia adalah seorang pemuda yang sangat tampan. Ia memakai jas formal dan bertubuh tegap. Setiap langkahnya membuat para wanita berteriak. Bahkan juga wanita tua. Ia memegang mikrofon di tangan kanannya dan bel di tangan kirinya.


"Baiklah para peserta sekalian. Lelang akan segera kita mulai," ucap MC tampan itu.


"Sebelum itu saya akan menjelaskan peraturan. Yang pertama, jika ingin menawar, angkat papan bulat yang sudah diberikan kepada setiap peserta. Yang kedua, penawaran paling sedikit naik 1 juta. Yang ketiga, tidak ada batasan akhir untuk penawaran. Kalian bebas menawar sampai harga berapapun," ucap MC yang membuat seluruh ruangan heboh.


Setelah itu lampu ruangan mati. Hanya ada tiga lampu sorot yang menerangi tiga kamar keluarga. Kemudian layar monitor yang sangat besar muncul. Kini penerangan terbaik hanya dari layar itu.


Di layar, terdapat hitungan mundur.


"Tiga," teriak MC.


"Dua," MC kembali berteriak. Penonton semakin deg-degan.


"Satu," teriakan terakhirnya membuat penonton bersorak. Ruangan itu hampir bergetar karena suara yang begitu kuat.


Layar monitor telah memunculkan peringkat seratus besar dari seluruh dunia. Di layar itu juga terdapat peringkat tiga keluarga di Kota Urban yang berada di peringkat 500-an.


Kini layar berubah menjadi sebuah gambar wilayah tandus. Hanya ada sedikit pepohonan yang terlihat. Selain itu, wilayah itu tidak terlalu luas.


"Lelang pertama. Wilayah bagian utara. Kami melelang dengan harga awal 10 juta," ucap MC. Layar monitor menunjukkan sebuah tanah yang sangat gersang dan sempit.


Jangankan para keluarga, para pendukung juga tahu akan rugi membeli wilayah ini. Lu Yan berkata, "Terlalu murah. Akan sulit untuk naik peringkat."


Pendukungnya tertawa. Mereka terlalu membanggakan dana mereka yang banyak. Padahal belum tentu cukup untuk bersaing di seluruh dunia.


"Wei Company, 11 juta!" Tuan Wei mengangkat papan bulat.


Gelak tawa terdengar dari pendukung Lu Company. Mereka menganggap bodoh Wei Company. Sedangkan Chen Company hanya diam. Mereka tak berniat melawan karena tujuan mereka adalah Lu Company.