Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Melakukan Negosiasi


Di sel Shi Xiaofei sangat damai. Keluarga Shi memiliki kekuatan penuh untuk memukul mundur orang-orang dari luar negeri. Meski begitu, mereka hanya bisa melindungi diri sendiri.


Bo Hongyun masih berguru dengan Shi Xiaofei. Sejak ia kembali dari rumah Keluarga Bo untuk mencari tanaman milik Ling, ia tidak pernah pulang lagi. Ia juga tidak tahu apa yang terjadi dengan mereka. Ia hanya tahu jika Chen Lin dan Bo Minghao menghilang dan Ling belum kembali. Karena keadaan penjara aman dan damai, dia tidak berpikir hal aneh-aneh.


"Guru, selanjutnya apa yang harus aku lakukan?" tanya Bo Hongyun dengan hormat. Ia baru saja selesai berendam di dalam ramuan.


Selama tinggal dengan Shi Xiaofei, kekuatan Bo Hongyun meningkat pesat dan luka-lukanya sudah sembuh karena ia sering berendam ramuan. Ia juga selalu minum ramuan setiap hari. Mendadak ia menjadi vegetarian.


"Buatlah 100 ramuan tingkat rendah dan 20 ramuan tingkat menengah," ucap Shi Xiaofei. Saat ini ia sedang fokus dengan proyek ramuan biru langitnya. Hampir sebulan ia menyelidiki ini dan kini ia sudah menemukan titik terang.


"Baik, Guru," jawab Bo Hongyun. Ia memakai bajunya dan mulai ke rak bahan obat. Kini ia benar-benar sudah menjadi ahli ramuan. Sejak Ling menghancurkan kultivasinya, ia tak bisa lagi menjadi kultivator. Menurut diagnosa Shi Xiaofei, jika Bo Hongyun memaksa ingin menjadi kultivator kembali, maka tubuhnya sendiri yang akan hancur.


Saat, mereka berdua sibuk dengan ramuan mereka, seorang penjaga dari Keluarga Shi datang.


"Nona, Keluarga Lu ingin bertemu dengan Anda," ucap penjaga itu.


"Ada apa?" tanya Shi Xiaofei.


Penjaga ini tahu jika Shi Xiaofei tak suka berbasa-basi, jadi dia sudah menanyakan hal itu pada tamu. Ia pun menjawab, "Mereka ingin meminta bantuan dalam hal ramuan, Nona."


"Temui aku di ruangan biasa," ucap Shi Xiaofei lagi. Ia membereskan ramuan biru langit yang baru saja selesai dibuat. Ia tersenyum puas melihat sebotol ramuan di tangannya.


Tuan Besar Lu sedang bersama ahli ramuan dari Asosiasi Dewa Ramuan. Saat ini, Tuan Besar Lu benar-benar ingin meminta maaf dengan tulus pada Ling. Jadi, dia berencana akan memberikan ramuan terbaik untuk Ling. Karena dari yang dia dengar, Ling adalah pemilik akademi ramuan.


Dia sampai memanggil seorang murid dari Asosiasi Dewa Ramuan. Dia yakin, jika dia hanya sendiri, orang yang ditemuinya tak akan mau mengeluarkan ramuan yang hebat. Ia juga tahu watak wanita yang akan ditemuinya. Ia kejam dan angkuh. Meski begitu, ia tetap menemuinya karena keadaan sangat genting.


"Tuan Besar Lu, Kakek sudah memberiku cara agar Nona Racun memberikan ramuan hebat pada kita," ucap wanita di sebelahnya. Dia adalah cucu dari pemilik Akademi Dewa Ramuan, Lu Ning.


Pemilik Akademi Dewa Ramuan adalah sahabat Tuan Besar Lu. Dengan relasi itu, dia dengan mudah meminjam seseorang untuk bersamanya. Kali ini, cucunya langsung yang diberikan.


"Baik, Ning. Aku mohon bantuanmu," ucap Tuan Besar Lu. Ia menekan kegembiraan di hatinya.


Ketika pembicaraan mereka selesai, seorang wanita cantik masuk. Wangi herbal langsung menusuk hidung mereka. Wanita tadi duduk di kursi paling besar.


"Apa tujuan kalian?" tanya Shi Xiaofei secara langsung. Ia tak ingin basa-basi lebih lama lagi.


"Salam, Nona. Aku adalah Lu Ning dari Akademi Dewa Ramuan. Aku di sini ingin melakukan negoisasi dengan Anda," ucap Lu Ning dengan hormat. Ia menangkupkan tangan dan membungkuk.


"Negoisasi apa?" tanya Shi Xiaofei. Ia menopang dagunya di atas meja. Tidak tahu apa yang terjadi, Tuan Besar Lu malah gugup dalam keadaan ini.


"Kami ingin memberi plakat pengakuan dari akademi kami. Anda tahu dengan plakat itu, Anda bisa memiliki semua bahan herbal secara gratis," jelas Lu Ning secara langsung. Ia sudah diberitahu jika Shi Xiaofei tidak suka basa-basi, jadi ia langsung mengatakan intinya.


"Keluarga Shi-ku cukup kaya untuk membeli bahan herbal. Aku tidak tertarik," jawab Shi Xiaofei.


Lu Ning sedikit tersentak. Kemudian, ia mencoba menetralkan kembali ekspresinya. Ia melanjutkan, "Nona, lencana kami sangat berharga. Anda tentu tahu sangat susah memiliki plakat itu. Plakat itu hampir setara dengan plakat Dewa Tabib. Dengan plakat dari akademi kami, Anda akan mendapat perlindungan dari seluruh pasukan di luar negeri. Ahli ramuan luar negeri sangat diapresiasi."


"Tapi aku tinggal di Kota Bayangan, bukan di luar negeri," jawab Shi Xiaofei telak. Ia menguap merasa bosan.


Setelah diam cukup lama, ia kembali bicara, "Nona, ini adalah penawaran terakhirku."


"Apa itu?" tanya Shi Xiaofei. Ia merasa sedikit tertarik sekarang.


"Anda akan menerima lencana dari akademi kami. Selain itu, Anda bisa mengakses resep yang ada di akademi kami," ucap Lu Ning dalam satu tarikan napas.


Shi Xiaofei berpikir sejenak. Sebenarnya Keluarga Shi tidak sebaik itu akan memberikan semua bahan herbal yang dia inginkan. Keluarga Shi juga tidak sekuat itu untuk memberinya perlindungan. Apalagi untuk resep ramuan. Meski ia tahu jika resep ramuannya tidak hebat, tapi ia bisa menaikkan kualitasnya.


"Baik, aku setuju. Apa yang harus kuberikan pada kalian?" tanya Shi Xiaofei.


Wajah Lu Ning dan Tuan Besar Lu berbinar. Mereka hampir saja berteriak jika tak menahan diri.


"Nona, aku mohon bantu kami untuk membuat ramuan yang langka. Kami ingin memberi ramuan itu pada seseorang yang sangat penting," ucap Lu Ning setelah ia berhasil mengontrol dirinya.


"Siapa orang itu?" tanya Shi Xiaofei heran. Jika mereka sampai memberi keuntungan sebanyak itu padanya, pasti orang itu sangat penting. Namun, siapa orang penting di Kota Bayangan ini?


"Dia adalah Tuan Muda Chen. Dia berasal dari Keluarga Bo di Kota Bayangan. Dia menahan anakku, jadi sebagai imbalan aku berinisiatif untuk memberinya ramuan langka," jawab Tuan Besar Lu.


"Tuan Muda Chen?" gumam Shi Xiaofei heran. Ia ingat jika itu adalah sepupu Bo Hongyun.


"Mengapa kalian harus sepatuh itu padanya?" tanya Shi Xiaofei sambil mengangkat alis.


"Nona, dia pemilik dua akademi ramuan. Akademinya berkembang sangat pesat. Stok ramuan tingkat rendah dan menengah sangat melimpah. Selain itu, ia juga memiliki banyak ramuan tingkat tinggi. Tidak hanya di satu akademi, akademinya yang kedua juga sama kayanya. Jadi aku harus memberi balasan yang setimpal untuk bisa mengembalikan anakku," jelas Tuan Besar Lu panjang lebar. Sebelumnya ia sudah mencari tahu tentang informasi ini.


Shi Xiaofei cukup terkejut. Ia pikir Ling selemah dalam cerita Bo Hongyun. Ternyata, ia lebih kuat jauh dalam perkiraannya.


"Nona, apa Anda memiliki ramuan yang langka?" tanya Lu Ning berhati-hati.


Shi Xiaofei berpikir sejenak. Ia tidak bisa memikirkan ramuan lain selain ramuan biru langit. Sepertinya hanya itu senjata yang ia punya.


"Aku punya satu ramuan biru langit yang sudah kusempurnakan. Kemurniannya mencapai 92%. Selain itu, ramuan ini sudah mendapat trobosan. Sepertinya ini bisa membuatnya tertarik," jawab Shi Xiaofei. Meski ia masih keberatan berpisah dengan ramuan barunya.


*


Di Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya, Ling berada di ruang rawat Chen Lin. Saat ini, Lingxi sudah merawat Chen Lin untuk beberapa hari. Virus yang ada di dalam tubuh Chen Lin juga mulai teratasi.


"Bibi mulai membaik. Meski saat ini tidak ada tanda-tanda akan sadar, aku yakin dia bisa melewati masa kritis ini. Menurutmu bagaimana, Raja?" tanya Lingxi meminta pendapat pada Ling.


"Virus ini cepat menyebar. Aku akan mengirim datanya padamu. Aku harap kau bisa menemukan penawarnya. Aku tahu kau hebat," jawab Ling. Ia tersenyum hangat sambil mengelus lembut rambut Chen Lin.


"Raja, sebenarnya virus apa ini?" tanya Lingxi penasaran.


"Ini adalah virus yang terakhir kali kuteliti," jawab Ling sambil mengingat ledakan di laboratoriumnya.