
Di bawah.
"Tuan Muda," sapa sekelompok penjaga dengan hormat. Sejak penjaga rahasia itu diberi pelajaran keras oleh Ling, sekarang mereka tidak hanya patuh di depan Keluarga Bo, tapi juga lebih patuh di depan Ling.
"Bagaimana kalian bisa menemukan tempat ini?" tanya Ling.
"Tuan berkata di sini tidak aman dan menyuruh kami melindungi Anda. Ia akan membawa Anda ke Keluarga Bo setelah urusannya selesai dua hari lagi," jawab penjaga rahasia itu.
Meski Ling merasa jika ia baik-baik saja, ia tahu Bo Minghao selalu menganggapnya dalam bahaya. Ia menghela napas dan tak memberi tanggapan dalam hal ini.
"Terimakasih atas kerja keras kalian," ucap Ling.
Para penjaga rahasia itu merasa tersanjung, "Tentu saja, Tuan Muda."
Ling mengangguk dan kembali ke atas.
*
Di pintu masuk hotel, rombongan Keluarga Bai turun. Kebetulan Kepala Keluarga Bai melihat penjaga rahasia itu bicara dengan Ling.
"Bukankah mereka dari Keluarga Bo? Mengapa kelihatannya mereka sangat menghormati Chen Ling?" tanya Tuan Bai bingung.
Bai Xiaoqi juga berhenti dan melihat para penjaga itu. Ia menaikkan alisnya dan menjawab, "Aku tidak tahu."
Bai Xiaoqi tak pernah menyelidiki Ling, jadi ia tak tahu tentang hubungannya dengan Bo Minghao.
"Ini aneh. Orang-orang dari Keluarga Bo itu sangat kejam. Mereka selalu merasa menjadi yang tertinggi dan sombong. Bahkan mereka tak memiliki sekutu. Hanya karena ...," sebelum Tuan Bai menyelesaikan ucapannya, matanya membelalak.
Dia melihat para penjaga rahasia membungkuk hormat saat Ling pergi.
"Apa? Terakhir kali aku bertemu mereka, bahkan mereka tak begitu hormat. Dan sekarang, mereka sangat menghormati Chen Ling?" Tuan Bai merasa ini kejutan yang sangat tak masuk akal.
Bai Xiaoqi diam sejenak, kemudian hendak melangkah pergi.
"Tunggu. Tadi tetua Han memberitahuku. Apa kau menyembunyikan sesuatu dariku?" tanya Tuan Bai.
"Tetua Han? Spesifiknya, apa yang dia katakan?" tanya Bai Xiaoqi kaget.
"Apa kau benar-benar menyembunyikan sesuatu dariku?" Tuan Bai melotot.
Bai Xiaoqi tiba-tiba teringat jika botol ramuan itu masih ia letakkan di samping tempat tidurnya. Ia menjawab, "Memang ada sedikit masalah kecil. Aku akan memberitahu ayah nanti. Ayah harus bersiap."
"Aku telah melewati berbagai macam badai. Tidak mungkin aku tidak siap. Kau meremehkanku," ucap Tuan Bai.
Kali ini, Bai Xiaoqi tak menjawab.
*
Ling tidak peduli dengan penjaga rahasia Bo Minghao. Akhir-akhir ini, ia juga tidak datang ke ruang latihan.
Ini membuat Guru Sheng tak bisa menahannya lagi. Selama dua hari terakhir, guru ramuan selalu mendatanginya dua atau tiga kali sehari. Jika hanya dia, tidak apa-apa. Namun, kepala akademi juga meneleponnya setiap hari untuk menanyakan di mana Ling berada. Selain itu, Kepala Keluarga Bai juga sering mengirim orang untuk menanyainya.
Meski Guru Sheng tidak penasaran, ia tetap bertanya pada guru ramuan, "Mengapa kalian semua mencari Chen Ling? Tidak hanya kau, tapi kepala akademi dan Kepala Keluarga Bai juga mencarinya. Oh, benar, Tuan Zhuo juga. Apa kalian semua gila secara bersamaan?"
"Kau yang gila! Ah, lupakan, lebih baik aku memberitahumu. Kau tahu saat aku terluka parah, kan?" ucap guru ramuan.
"Kau menyebutnya terluka parah? Kau bahkan bisa berlari," jawab Guru Sheng.
Guru ramuan menahan keinginannya untuk memukul Guru Sheng. Ia dengan sabar menjawab, "Saat itu keadaanku memang kritis. Bahkan dokter dari Asosiasi Dewa Ramuan tak bisa menanganiku. Namun, kau tahu siapa yang menyembuhkanku? Itu adalah Chen Ling, muridmu. Dia membuat ramuan dengan kemurnian di atas 90%. Ini juga alasanku memintamu untuk melepaskannya. Pikirkan baik-baik."
"Kau ...," Guru Sheng tertawa getir. Ia tak menyangka Ling akan memberinya kejutan sebesar ini. Muridnya sangat luar biasa sehingga banyak yang ingin merebutnya.
"Aku akan memikirkannya," ucap Guru Sheng.
"Baik, aku harap kau bisa memikirkannya dengan baik," jawab guru ramuan.
Sedangkan Guru Sheng kembali ke ruang latihan dengan langkah berat.
Melihat gurunya seperti ini, Yuan bertanya, "Guru, apa ada masalah?"
Guru Sheng menghela napas, "Yuan, kau berteman baik dengan Chen Ling. Menurutmu, apa ia punya potensi di bidang ramuan?"
"Dia? Guru, jangan pikirkan ini lagi. Dia sedang sibuk berurusan dengan Chen Kai. Dia tak akan peduli dengan hal ini sekarang," jawab Yuan.
"Chen Kai? Mengapa dia menyinggung Chen Kai? Bukankah aku sudah mengingatkan kalian jika ada tiga orang yang tidak bisa kalian singgung?" ekspresi Guru Sheng berubah serius.
"Percaya? Kalian tidak tahu seberapa kuatnya keluarga itu di luar negeri. Aku percaya padanya, tapi tidak pada karakter Chen Kai. Jika Chen Kai menggunakan trik licik dan menugaskan banyak kultivator untuk menyakiti Ling, siapa yang bisa menghentikannya?" jawab Guru Sheng.
Selalu banyak jenius yang mati di tengah jalan. Ia tak ingin Ling mengalami ini, jadi dia begitu mengkhawatirkannya. Namun, melihat Yuan tak menganggap ini serius, Guru Sheng menghela napas.
Ia memilih berbicara sendiri dengan Ling.
*
Sementara itu, Ling bertemu dengan Chen Zhi.
Ini adalah pertemuan kedua mereka. Chen Zhi akhirnya mengerti maksud Gao Feng. Ling memang memiliki aura luar biasa. Setiap gerakannya yang tegas, pasti akan membuat orang-orang terpana.
"Tuan Chen, saya tak akan basa-basi. Saya ingin bertanya, apakah Anda ingin mengembalikan kejayaan Keluarga Chen?" tanya Ling sambil menuangkan teh untuknya sendiri.
Mendengar ini, mata Chen Zhi berbinar, "Kau bersedia menjadi kepala keluarga?"
"Tidak, tapi saya punya rekomendasi. Itu adalah Chen Wan Yi," ucap Ling.
"Aku tahu maksudmu, tapi Chen Wan Yi ...," Chen Zhi ragu-ragu. Awalnya ia berpikir Chen Kai adalah kandidat paling cocok. Namun, melihat caranya mengambil keputusan, Chen Zhi tahu jika Chen Kai tak cocok menjadi pemimpin keluarga.
"Bagaimana jika saya akan membantu Chen Wan Yi untuk membawa Keluarga Chen ke kejayaan?" tanya Ling tersenyum.
Chen Zhi tercengang dan tidak percaya.
"Tuan Chen, saya memberi Anda waktu satu malam untuk mempertimbangkan ini," ucap Ling. Ia tahu Chen Zhi sangat baik hati padanya. Ia berharap Chen Zhi mau berdiri di sisi Chen Wan Yi. Meski Ling tak ingin mengatakannya, ia merasa watak Chen Kai sangat jauh berbeda dengan Chen Zhi.
Ling berjalan keluar. Ia memasukkan tangannya ke saku.
Baru saja beberapa langkah, seseorang menyapa, "Tuan Muda Chen!"
Ling berhenti dan melihat Cheng Rui tak jauh dari sana.
"Ayo keluar bersama. Benar-benar kebetulan," Cheng Rui tersenyum santai.
"Baru saja aku bertemu mitra bisnis untuk membuat kesepakatan. Dia berkata akan memberikan komisi untuk ramuan dari Asosiasi Dewa Ramuan. Apa Tuan Muda tertarik?" tanya Cheng Rui.
"Asosiasi Dewa Ramuan? Aku tidak menyukai mereka. Nona Cheng, karena kita adalah mitra, aku menyarankanmu untuk tidak ikut campur dalam masalah ini," jawab Ling.
"Sepertinya Tuan Muda benar-benar tidak tertarik. Kalau begitu, apa pendapatmu tentang wilayah di selatan?" tanya Cheng Rui lagi.
Ling tertawa kecil, "Tak ada pendapat. Siapapun yang menginginkannya akan mendapatkannya."
Melihat Ling akan pergi, Cheng Rui menahannya, "Tuan Muda, dengan kekuatanmu, menempati wilayah itu sangat mudah. Mengapa kau tidak mengambilnya dan meningkatkan kekuatanmu?"
"Tak perlu melibatkanku lagi dalam hal-hal seperti itu. Aku sedikit malas," jawab Ling.
Ia melambai pada Cheng Rui dan kebetulan melihat mobil Zhuo Xia. Ia bahkan tak perlu bertanya dan langsung masuk ke mobil.
"Sopirnya ganti?" tanya Ling.
Zhuo Kira menjelaskan, "Dia adalah pendatang baru dari pulau."
Ling mengangguk.
Zhuo Xia duduk di kursi belakang sedang membaca dokumen. Ling baru menyadari itu juga tentang wilayah di selatan. Ia langsung kehilangan mood dan melihat keluar jendela.
Namun, Zhuo Kira menganggapnya tak mengerti. Ia berkata, "Tuan Muda, ini adalah wilayah di selatan. Itu tempat baru yang kami temukan. Walau tidak besar, ada banyak energi kultivasi di sana. Sekarang semua keluarga berebut untuk menempatinya."
"Hanya sepetak lapangan basket yang kalian rebutkan. Jika khawatir tak bisa mendapatkannya, lepaskan saja beberapa jet tempur. Siapa pun yang berani masuk ke wilayah itu, ledakkan saja sampai mati," jawab Ling malas.
Zhuo Kira dan Zhuo Nan saling pandang.
"Tuan Muda, jet tempur sulit dikendalikan. Hanya ada sedikit jet tempur di luar negeri. Biasanya itu digunakan untuk alat transportasi dan senjata. Jika hanya digunakan untuk sebuah wilayah, akan terlalu boros," jawab Zhuo Kira.
Tiba-tiba sopir mengerem.
"Apa yang terjadi?" tanya Zhuo Xia dingin.
Sopir itu menjawab dengan gemetar, "Itu ... itu Tuan Muda Chen!"
Ling mengangkat kepalanya. Ia menatap dingin orang yang berdiri di depan mobil menggunakan setelan semi-formal. Itu adalah Chen Kai.