
Kediaman Keluarga Chen.
Chen Zhi awalnya mencari tim penegak hukum untuk menyelidiki orang yang masuk ke ruang belajar malam itu. Namun, ia tak menyangka tim tersebut malah tidak sengaja melihat senjata yang diberikan Ling.
"Tunggu! Apa itu?" tanya kapten tim penegak hukum.
"Ini? Saya tidak sengaja mendapatkannya. Bagaimana menurut Anda, Kapten Cheng?" ucap Chen Zhi. Ia tak berani menyembunyikan apa pun.
Pandangan Kapten Cheng masih tertuju pada senjata di tangan Chen Zhi. Kemudian, ia menarik napas dalam-dalam, "Tuan Chen, saya telah melihat benda itu beberapa kali. Saya juga telah melihatnya di tangan Tuan Muda Lin dan Nona Muda Han. Karena Anda telah membantu saya sebelumnya, saya hanya bisa mengingatkan, lebih baik hal ini jangan sampai diketahui orang lain."
Kapten Cheng tahu banyak tentang hal ini.
Hanya setelah Kapten Cheng pergi, Chen Zhi duduk dengan linglung.
"Tuan?" tetua yang mengantar Kapten Cheng telah kembali.
"Tetua, apa kau telah menemukan informasi tentang Chen Ling?" tanya Chen Zhi.
Tetua menghela napas, "Tuan, ku pikir tak ada masalah dengan identitasnya."
"Tuan, Tuan Muda Chen baru saja memberitahuku jika dia tidak mau bergabung dengan Keluarga Chen," ucap tetua lagi.
Sebenarnya, tetua ingin menyelidiki Ling secara menyeluruh, tapi menurutnya tidak perlu. Namun, Ling ini sangat kuat. Belum lagi senjata yang dia berikan.
"Tidak mau? Bukankah dia terlihat puas saat datang ke sini? Mengapa ia tak ingin bergabung dan kembali ke Keluarga Chen?" tanya Chen Zhi tercengang.
Semua orang juga melihat ekspresi terkejut Ling. Namun, tidak diduga jika ia ternyata menolak Keluarga Chen.
"Baiklah jika itu yang dia inginkan. Menurut Kapten Cheng, dia mendapatkan senjata ini secara tidak sengaja. Lebih baik selidiki dia lagi," ucap Chen Zhi. Tetua hanya mengangguk.
*
Keesokan harinya, Chen Kai berada di akademi dan dikelilingi banyak orang seperti biasanya. Ia tetap saja mengabaikan mereka. Namun, saat mendengar ucapan Song Yi, ia terkejut, "Tunggu! Apa yang kau katakan barusan? Murid baru itu mengenal Zhuo Shiaonian?"
Song Yi tak menyangka ada yang mendengar ucapannya. Untungnya hanya Chen Kai yang mendengar. Sebelum menjawab, ia terdiam beberapa saat, "Sepertinya begitu. Aku melihat mereka mengobrol tadi malam."
"Bagaimana mereka bisa kenal?" tanya Chen Kai dingin.
Song Yi agak terkejut dengan ekspresi Chen Kai yang terlihat gelisah.
Chen Kai yang menyadari hal ini segera mengubah ekspresinya. Ia kembali berkata, "Aku kenal Chen Ling. Dia baru saja masuk akademi. Aku hanya takut ia menyinggung seseorang yang seharusnya tak ia singgung."
"Sepertinya mereka tidak akrab. Murid baru itu mengatakan jika mereka bertemu beberapa kali di Kota Bayangan," jawab Song Yi ragu-ragu.
Chen Kai tertegun sejenak mendengar kata Kota Bayangan. Ia menjawab, "Baiklah aku mengerti."
Saat ia masih memikirkan hal ini, ponselnya berdering. Itu adalah panggilan dari Bai Chengsi.
"Ada acara judi batu. Apa kau akan datang untuk mencari barang bagus?" tanya Bai Chengsi.
Mata Chen Kai berbinar, "Di mana lokasinya?"
"Aku tahu kau pasti datang. Tch, Keluarga Cheng pasti akan bangkrut lagi," jawab Bai Chengsi sambil memberitahu lokasinya.
Setelah mendapatkan alamatnya, Chen Kai mengucapkan selamat tinggal pada Song Yi. Kemudian, ia pergi ke acara judi batu.
Setelah Chen Kai pergi, Song Yi langsung menelepon Gao Yu Xi, "Gao Yu Xi, katakan padaku, siapa sebenarnya Chen Ling?"
Gao Yu Xi menduga jika Song Yi teleh menyelidiki Ling. Jadi mengapa ia masih bertanya?
Gao Yu Xi pun memutuskan panggilan. Ia menatap Su Wen Ai dan yang lainnya, "Apa Junior Chen akan datang?"
Jun Ye Li menjawab sambil tersenyum, "Dia akan segera datang."
"Baiklah," jawab Gao Yu Xi juga tersenyum.
Gao Yu Xi membawa mereka ke sini agar wawasan mereka bertambah luas. Kebetulan ada acara judi batu tahunan sedang diselenggarakan. Jun Ye Li, Su Wen Ai, Liam, dan Yuan sangat tertarik jadi mereka menerima ajakan Gao Yu Xi. Namun, mereka tidak tahu jika judi batu di sini sangat berbeda.
Saat Ling tiba, ia merasa agak aneh karena ini pertama kalinya ia melihat keramaian di luar negeri. Ia menatap Gao Yu Xi, "Seramai ini?"
Gao Yu Xi menjelaskan sambil tersenyum, "Acara ini hanya setahun sekali. Batu-batu yang dipertaruhkan semuanya berisi energi kultivasi. Kompetisi ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kekuatan. Jadi, setiap keluarga pasti mengirim utusan terbaik mereka. Namun, berhati-hatilah karena ini wilayah Keluarga Cheng. Jangan membuat masalah."
Ling mengangguk mengerti. Ternyata sistemnya tak jauh beda dengan judi batu yang dia tahu.
Tiba-tiba, pintu masuk terlihat ricuh. Hampir semua orang melihat ke arah itu dengan semangat. Liam dan yang lainnya juga melihat ke sana.
Ternyata Chen Kai dan Bai Chengsi yang datang.
Namun, tidak hanya mereka. Ternyata Zhuo Shiaonian juga datang, tapi situasinya berbanding terbalik dengan Chen Kai dan Bai Chengsi.
Yuan agak bingung, "Gao Yu Xi, mengapa aku merasa Chen Kai terlihat lebih populer daripada Zhuo Shiaonian? Bukankah Chen Kai tak sekuat Zhuo Shiaonian?"
Mendengar pertanyaan Yuan, ekspresi Gao Yu Xi menjadi serius. Ia menatap mereka, "Ini adalah acara judi batu. Orang-orang yang datang adalah ahli yang diutus dari berbagai keluarga. Walau Zhuo Shiaonian diakui kuat, tapi dalam dunia judi batu ia tak sehebat itu. Sedangkan Chen Kai, ia adalah raja judi batu selama dua tahun. Bahkan Bos Besar judi batu, yaitu Nona Muda Cheng juga mengaguminya."
Ling agak kaget mendengar penjelasan Gao Yu Xi. Ia tak menyangka jika Chen Kai memiliki kemampuan itu.
Chen Kai masih dikelilingi oleh banyak orang. Bai Chengsi di sebelahnya merasa bosan dan mengedarkan pandangannya ke sekeliling. Namun, tidak sengaja ia melihat sosok yang tidak asing.
Ia berhenti berjalan.
"Ada apa?" tanya Chen Kai.
"Mengapa dia ada di sini?" Bai Chengsi memandang Ling yang ada di kerumunan.
Chen Kai juga melihat ke arah Ling. Kemudian ia berkata, "Menurut berita yang beredar kemarin, sepertinya dia mengenal Zhuo Shiaonian. Pagi tadi juga ayahku menyuruhku untuk menjaganya. Aku tak tahu lagi siapa sebenarnya anak kandungnya. Sepertinya ia tak sesederhana itu hingga bisa mengenal orang seperti Zhuo Xia."
Chen Kai menghela napas.
"Dia benar-benar kenal dengan Zhuo Shiaonian? Cih," Bai Chengsi meremehkan.
Keluarga Bai dan Asosiasi Dewa Ramuan berselisih. Melihat relasi Ling dan Zhuo Shiaonian, ia akan melaporkan ini pada Bai Xiaoqi agar ia tahu sifat asli Ling.
"Kau masuklah dulu. Aku masih punya urusan," ucap Bai Chengsi pada Chen Kai.
Chen Kai mengangguk dan pergi.
Setelah Chen Kai pergi, Bai Chengsi berjalan ke arah Ling. Setelah sampai di depan Ling, ia berkata, "Aku tak tahu apa tujuanmu, tapi ingatlah ini. Berhati-hatilah karena kau memiliki hubungan dengan Zhuo Shiaonian."
Ling terlihat tak peduli. Ia bahkan membuang muka. Sedangkan Bai Chengsi mengikuti arah pandangnya. Melihat Chen Kai sedang berbicara dengan nona muda dari Keluarga Cheng, Bai Chengsi mengejek, "Apa kau melihat itu? Apa kau tahu kenapa dia begitu ramah kepada Chen Kai? Hal itu adalah sesuatu yang tak akan bisa kau dapatkan. Jangan bermimpi untuk menggantikan Chen Kai di Keluarga Chen."
Ling mengernyit. Sejak kapan dia ingin jadi bagian dari Keluarga Chen?