
Tuan Zhuo gugup. Ia tercengang saat melihat Zhuo Xia patuh dengan Ling.
"Tuan Zhuo, bisakah Anda memberitahuku apa yang terjadi dengannya? Apa ada cara untuk menyembuhkannya?" tanya Ling dengan ekspresi serius. Walau ia juga seorang ahli ramuan, tapi pengalamannya tak sebanyak Tuan Zhuo.
"Tuan Muda, aku tidak akan menyembunyikan ini dari Anda. Aku hanya bisa mengulur waktu dan membantu Nona menahan penyakitnya. Sejak aku mengenalnya, ia sudah mengalami itu. Jika dia benar-benar ingin disembuhkan, sepertinya kita harus mencari master ramuan. Namun, ia tidak pernah muncul sejak 10 tahun belakangan. Ia sangat menyukai orang-orang yang berbakat dalam ramuan. Saat itu, Tabib Agung ingin mengakuinya sebagai tuannya, tapi dia menolak. Sebenarnya aku juga ingin membawa Nona kepadanya, tapi sangat sulit," jelas Tuan Zhuo.
Ling belum pernah mendengar tentang ini sebelumnya. Ia mengerutkan kening, "Mengapa sangat sulit?"
"Nona ...," saat Tuan Zhuo ingin menjawab, ia tercekat dengan tatapan tajam Zhuo Xia.
Ling menghela napas, "Istirahatlah di kamar."
Zhuo Xia terdiam sejenak. Ia menatap Ling selama tiga detik sebelum akhirnya naik ke lantai dua.
Setelah dia pergi, Ling menyuruh Tuan Zhuo melanjutkan.
"Nona selalu berselisih dengan Nona Zhuo Shiaonian dari Asosiasi Dewa Ramuan. Master ramuan itu suka orang-orang berbakat. Ia juga berniat menerima murid saat dia muncul lagi nanti," ucap Tuan Zhuo tak menjelaskan lebih jauh.
Ling meliriknya, "Apa yang baru saja Anda katakan?"
Tuan Zhuo berpikir Ling tak mendengarkan, jadi dia ingin menjelaskan ulang, "Tuan Muda ...."
"Marganya adalah Chen. Tuan, Anda bisa memanggilnya Tuan Muda Chen untuk selanjutnya," ucap Zhuo Nan.
"Tuan Muda Chen, master yang kumaksud adalah Tuan Shangxuan. Hanya sedikit orang yang tahu keberadaannya. Tuan Muda Chen, mungkin Anda belum pernah mendengar tentangnya. Ia ingin menerima seorang murid,," jawab Tuan Zhuo.
"Bukan, kalimat terakhir," ucap Ling.
"Dia menyukai orang yang berbakat dalam ramuan," ucap Tuan Zhuo. Ia tak mengerti maksud Ling.
"Bagus. Apakah ada kemungkinan dia bisa disembuhkan?" tanya Ling. Sekarang ia tersenyum dan terlihat lebih santai.
"Tuan Muda Chen, jika penyakitnya tak bisa disembuhkan oleh master, aku tidak tahu lagi siapa yang bisa menyembuhkannya," jawab Tuan Zhuo.
Ling mengangguk.
"Karena Anda menyebut Tuan Shangxuan, apa Anda tahu sesuatu tentangnya?" tanya Ling menatap Tuan Zhuo.
Jantung Tuan Zhuo berdegup kencang. Ia tak menyangka Ling menebaknya dengan cepat. Ia menjawab, "Sebenarnya kebetulan saja aku mengetahui ini. Aku dan ahli ramuan Yao telah berteman baik selama bertahun-tahun. Dia mengatakan akan datang ke luar negeri beberapa hari lagi."
Ling tak mengatakan apa pun lagi. Ia sudah memiliki pemikiran sendiri. Setelah Tuan Zhuo mengatakan hal-hal yang perlu diperhatikan untuk Zhuo Xia, Ling menyuruh Zhuo Kira mengantarnya kembali.
Ling melihat banyak dokumen di atas meja. Ia mengambilnya dan menyuruh Zhuo Ai membawanya ke ruang kerja.
Ling naik ke atas membawa daftar ramuan yang ditulis Tuan Zhuo. Saat ia ingin melihat daftar itu, A Shui mengirim pesan.
Saat orang-orang dari pulau tiba, Ling tak sempat menyambut mereka. Ia merasa sedikit bersalah. Jadi saat A Shui mengirim pesan, ia tak bisa mengabaikannya begitu saja.
Zhuo Xia juga tidak beristirahat. Ia duduk di dekat jendela sambil membaca. Di depannya, ada sebuah buku kuno kusam dengan sampul kulit. Di buku itu banyak simbol-simbol aneh. Ling meliriknya, tapi karena ia tak mengerti, ia tak memikirkannya.
Zhuo Xia membalikkan halaman. Matanya terlihat lebih dalam saat ia berhenti di halaman dengan gambar pentagram. Sudut-sudut buku yang ia baca sudah berwarna kekuningan.
Ling menghampirinya, "Kau mengenal Tuan Shangxuan?"
Zhuo Xia meliriknya, "Tidak."
"Kau benar-benar tak mengenalnya?" Ling terkejut. Selama ini ia berpikir jika Zhuo Xia tahu segalanya. Jadi ia berharap ada informasi dari Zhuo Xia. Ternyata, Zhuo Xia tak mengenalnya.
"Apa menurutmu aku akan berbohong padamu?" Zhuo Xia menunduk dan tersenyum.
"Baiklah. Aku akan kembali dulu. Selamat beristirahat. Aku kembali lagi besok," ucap Ling berdiri di depannya.
Zhuo Xia hanya meliriknya. Wajahnya yang dingin terlihat sedih.
Ling meliriknya dan mengeluarkan ponsel. Ia mengetik serangkaian angka dan menelepon.
Zhuo Xia tak terlalu mendengar pembicaraannya. Saat ini, panca inderanya sangat lemah. Jika tidak, sejak awal tadi ia akan menyadari kehadiran Ling.
"Kau tidak tidur nyenyak beberapa hari ini?" tanya Ling. Ia mengirim pesan pada Bo Xue Ning. Kemudian ia menghampiri Zhuo Xia dan memeriksa denyut nadinya.
Denyut nadinya masih tak beraturan seperti terakhir kali dia memeriksa. Ling bingung. Ia bertanya-tanya mengapa orang yang masih hidup memiliki denyut nadi seperti itu.
"Tidak tahu. Tidurlah denganku sebentar," jawab Zhuo Xia.
Sebenarnya Ling juga agak lelah beberapa hari ini. Ia baru saja keluar dari Pulau Bo dan harus menyelesaikan masalah wilayah utara. Ia juga tak tahu mengapa ia sangat ingin wilayah utara itu, tapi akhirnya itu menjadi miliknya. Membangun di wilayah yang tak memiliki sumberdaya juga tidak mudah. Selain itu, ia langsung ke sini setelah kembali dari Keluarga Yu. Terkadang ia merasa hidupnya terlalu sibuk.
Saat ini, Ling langsung tertidur lelap.
Zhuo Xia merangkul tubuhnya. Ia menatap Ling sendu. Ling tidak tahu jika Zhuo Xia hanya menatapnya sepanjang malam. Zhuo Xia menghela napas pelan. Tatapan Zhuo Xia semakin dalam dan tak berujung. Ia bergumam, "Kapan kau bisa ingat?"
"Ling?" Zhuo Xia menepuknya pelan. Tangannya sedikit bergetar.
Ling langsung sadar. Potongan-potongan kejadian yang selama ini membuatnya bingung, menjadi lebih jelas. Ling memijat pelipisnya dan bangun, "Selamat pagi."
"Kau mimpi buruk?" tanya Zhuo Xia sambil memeriksa jam di ponselnya.
Ling berhenti. Ia terlihat bingung, "Wang Chenyu ... Xia, apa kau pernah mendengar tentang orang ini? Aku bermimpi tentangnya."
Mendengar pertanyaan Ling, ponsel Zhuo Xia jatuh.
"Ada apa? Jika kau masih lemas, jangan terlalu banyak bergerak," ucap Ling sambil mengambil ponsel Zhuo Xia.
Zhuo Xia hanya diam dan tersenyum.
"Baiklah. Tetua Zhuo menunggumu di luar. Jangan terlalu banyak bekerja dan biarkan yang lain yang mengurusnya. Aku harus kembali sekarang," ucap Ling. Ia pergi tanpa menunggu jawaban Zhuo Xia.
Zhuo Ai mengantar Ling keluar.
Ling masih memikirkan reaksi aneh Zhuo Xia. Jadi, ia bertanya tentang Wang Chenyu pada Zhuo Ai.
Tanpa diduga, Zhuo Ai melotot, "Tuan Muda Chen, Anda tidak tahu? Nona tak pernah mengizinkan seorangpun menyebutkan nama itu."
Ling membeku, "Apa?"
Zhuo Ai tersenyum canggung, "Sebenarnya aku tak bermaksud menguping. Saat itu, aku mendengar percakapan Nona dan Nyonya Tua. Tuan Muda Chen, tolong jangan beritahu Nona."
Ling menarik napas dalam-dalam. Ia benar-benar harus kembali ke wilayah utara sekarang. Saat ia kembali lagi ke sini, ia harus mencaritahu masalah ini.
*
Saat Ling kembali, Bo Jie dan yang lainnya sedang berada di aula pertemuan. Ling duduk dan mengambil peta dari A Shui, "Ini simulasi bangunan untuk kota ini?"
"Benar. Kita juga memiliki cukup tenaga kerja. Jika kita ingin membangun rumah-rumah dan tembok perbatasan, setidaknya butuh waktu 3 bulan. Sekarang kita hanya kekurangan nama," jawab A Shui mengangguk.
Semua orang menatap Ling, termasuk Bo Jie. Ia bertahun-tahun menghabiskan waktu di sini. Ia tak menyangka wilayah tandus ini akan menjadi kota lagi. Ia merasa merinding.
"Nama?" Ling berpikir sejenak.
"Bagaimana dengan Kota Seribu Dharma?" ucap Ling.
*
Saat kota masih dalam proses pembangunan, Bo Xue Ning membawa berita untuk Ling.
"Kau tahu keberadaan Tuan Shangxuan?" tanya Ling saat ia membolak-balik dokumen itu.
Bo Xue Ning mengangguk.
"Seharusnya Tuan Shangxuan berada di kediaman Jenderal Qiu sekarang. Mereka menyambutnya di sana," ucap Bo Xue Ning.
"Aku mengerti," jawab Ling.
*
Ling kembali ke kediaman Keluarga Zhuo. Zhuo Nan dan yang lainnya ada di sana. Melihat Ling kembali, Zhuo Ai segera menyambutnya, "Tuan Muda Chen, apa Anda sudah tahu? Tuan Shangxuan itu sedang berada di kediaman Jenderal Qiu sekarang."
"Aku tahu. Aku akan pergi ke sana," ucap Ling. Ia menyerahkan dokumen pada Zhuo Ai dan menyuruhnya meletakkan di ruang kerja.
"Anda akan pergi kesana?" Zhuo Kira yang sedang merapikan dokumen itu terkejut.
"Mengapa? Aku tidak boleh ke sana?" tanya Ling.
"Bukan begitu ... tetua dan yang lainnya sudah ke sana," jawab Zhuo Kira.
"Jangan khawatir. Aku kenal dengan Jenderal Qiu," jawab Ling memasukkan satu tangannya ke saku.
"Bukan itu maksudku. Mengapa Anda tidak pergi besok saja Tuan Muda?" tanya Zhuo Kira lembut.
"Memangnya apa yang terjadi? Katakan," tanya Ling.
Zhuo Nan melirik Zhuo Kira.. Kemudian ia menjawab, "Nona Zhuo Shiaonian juga akan datang hari ini."
***
Untuk hari ini satu dulu🥺. Nih kepala gak bisa diajak kompromi, sakit banget, karena mikir terlalu keras pas ngerjain matematika🥺
Stay healthy yaa❤️