Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Menutup Mata dan Menunggu


Su Hua telah ditangkap oleh salah satu dari mereka.


"Mereka berempat hanya orang biasa. Jika kau melepaskan mereka, maka aku akan ikut bersama kalian dengan patuh," ucap Su Hua. Meskipun ia tidak terlalu menyukai mereka, tapi dia tahu jika Zhuo Xia tak akan melepaskan sukunya jika sesuatu terjadi pada mereka berempat. Jadi dia segera mengambil keputusan itu.


Ketika melihat Ling dan yang lainnya masih diam, dia berkata dengan tidak sabar, "Cepat naik gunung! Apa kalian ingin mati? Mereka dapat menghancurkan mobil dengan satu telapak tangan!"


"Aku bisa menghancurkan pesawat dengan satu telapak tangan," jawab Ling santai.


"Ini bukan waktunya bercanda. Kakak, aku mohon padamu untuk segera pergi dari sini," ucap Su Hao yang sudah tidak dapat digambarkan lagi kepanikannya. Ia sampai memanggil Ling dengan sebutan "Kakak" agar Ling mau mendengarkannya kali ini. Padahal jika dilihat, mereka seumuran.


Saat ini, Yuan sedikit memiringkan kepalanya dari tumpukan makanan. Ia melihat ke arah Su Hua dan berkata, "Apa itu benar-benar manusia? Apa mereka sejenis zombie? Kita bisa menangkap mereka agar Lingxi menelitinya."


Dia tidak ingin melarikan diri. Dia malah ingin menangkapnya. Su Hua tidak habis pikir. Ia benar-benar melihat orang bodoh di depannya.


Sebelumnya mereka sudah mengingatkan Ling dan yang lainnya untuk melarikan diri. Namun kelihatannya mereka sama sekali tidak ingin lari. Kalaupun mereka lari, mereka akan tetap tertangkap. Selain karena gunung ini terjal, mereka tidak berpengalaman. Terutama karena ia dan Su Hao belum tentu bisa melarikan diri. Bagaimana mungkin orang biasa seperti mereka bisa lari?


"Bos, orang-orang yang tadi datang akan segera kembali," lapor salah satu orang.


"Cepat bunuh mereka dan bawa mayat mereka kembali," jawab orang yang dipanggil bos itu.


Mereka tahu jika Ling dan yang lainnya hanya orang biasa. Jadi, mereka hanya fokus pada Su Hua dan Su Hao. Jari-jari mereka yang setajam pisau siap menggorok leher Su Hua.


"Merepotkan sekali," ucap Ling. Ia baru saja selesai mengupas apel dan melemparnya ke arah Yuan. Ia menyeka pisaunya dan berdiri beberapa meter dari orang-orang itu.


"Su Hao! Lari!" ucap Su Hua yang berhasil melarikan diri dari orang yang menangkapnya. Namun meskipun begitu, akan sulit bagi Su Hao untuk kabur.


Hanya dalam beberapa detik setelah melarikan diri, mereka kembali tertangkap. Kuku-kuku tajam itu sudah siap menerkam mereka. Saat ini Su Hua sudah sangat pasrah. Ia hanya bisa menutup mata dan menunggu.


Namun setelah menunggu beberapa detik, rasa sakit yang sudah dia bayangkan tidak ia rasakan. Sebaliknya ia malah mendengar suara yang tidak asing lagi, "Jika kau ingin membunuh seseorang, bunuhlah tepat di depanku. Kau harus sedikit sopan."


Saat mendengar suara ini, Su Hua dan Su Hao membuka mata. Mereka terlihat terkejut saat melihat wajah yang begitu dekat dengan mereka.


"Seharusnya tidak ada makhluk seperti kalian di Kota Urban. Katakan padaku darimana kalian berasal?" tanya Ling sambil tersenyum malas.


Orang yang terlihat seperti mayat hidup itu tercengang. Mereka segera menyadarkan diri dan menjawab, "Aku meremehkanmu. Jika kau bertemu denganku lain kali, kau juga akan mati."


Makhluk itu mengulurkan tangan ke arah Ling menyebabkan angin bertiup kencang. Su Hua dan Su Hao terbanting karena angin ini. Ketika mereka mencoba bangkit, mereka melihat makhluk itu akan menyerang Ling. Dengan cepat mereka berseru, "Cepat menghindar!"


Ling hanya tersenyum dingin. Ia berkata, "Aku sudah memberi kalian kesempatan."


Ling kemudian mengulurkan tangan dan meninjunya. Kakinya menendang makhluk yang menyerangnya. Bawahan dari bos makhluk itu terpelanting jauh beberapa meter.


Kebetulan, pisau itu juga mendarat. Dengan tangan kanannya, ia mengambil pisau itu, sedangkan tangan kirinya meninju makhluk yang menyergapnya dari belakang.


Hanya ada suara ledakan yang terdengar.


Su Hua dan Su Hao bahkan tidak sempat menyeka darah di bibir mereka. Mereka membeku saat melihat ini. Su Hao menatap kosong ke depan dan berkata, "Su Hua ... apakah ... makhluk-makhluk ini baru saja dihancurkan oleh orang biasa?"


Su Hua lebih dulu sadar daripada Su Hao. Namun ia tetap masih bingung dan menjawab, "Sepertinya begitu."


"Astaga! Dia mengatakan jika dia bisa menghancurkan pesawat. Sepertinya itu adalah kebenaran. Aku malah menyuruhnya untuk tidak bercanda. Bahkan ketua tidak bisa menjatuhkan sebanyak ini dengan cepat, kan? Bagaimana dia bisa melakukan itu?" ucap Su Hao saat sadar sesuatu.


Mereka berdua sangat terkejut.


Ling mengambil pisau yang diberikan oleh Han Shuangfu. Dengan pisau itu, ia melihat wajah di balik jubah hitam itu. Wajah itu sangat menjijikkan karena sudah sepenuhnya busuk.


"Ada apa?" tanya Su Wen Ai.


"Tidak apa-apa," jawab Ling. Ia menjetikkan tangan dan api merah membakar mayat-mayat itu.


Lemah? Mereka mengatakan makhluk-makhluk itu sangat lemah? Su Hao merasa ia memang gila kali ini.


Padahal, Yuan tidak berharap jika perkataannya akan begitu berdampak pada Su Hua dan Su Hao.


Sedangkan Su Hua segera memahami situasi. Ia berkata, "Itu benar. Awalnya saat makhluk-makhluk ini muncul, aku masih menasehati mereka karena memilih memakan ikan kering. Bahkan saat itu aku mengatakan jika mereka mencari kematian. Namun apanya yang mencari kematian? Ternyata mereka tidak peduli dengan hal ini."


Jika Su Hua bisa memikirkan hal ini, maka Su Hao juga punya pikiran sendiri.


"Su Hua, dia pasti orang yang sangat kuat. Benar-benar kuat! Jika tidak, bagaimana mungkin dia bisa bersama Nona Zhuo?" ucap Su Hao sambil mencengkram tangan Su Hua yang terluka.


Saat ini, mereka berdua tidak lagi menatap jijik ke arah Ling.. Sebaliknya, tatapan mereka penuh pujaan dan kekaguman. Mereka seperti melihat idola mereka.


"Apa kalian baik-baik saja?" tanya Liam dan Yuan yang menghampiri mereka berdua.


Meskipun mereka tidak menyukai dua orang ini, meskipun awalnya mereka bermusuhan, tapi tetap saja kedua orang ini tidak meninggalkan mereka saat makhluk itu menyerang.


Liam telah merasakan sendiri. Jika seseorang dalam keadaan paling berbahaya dan mengancam nyawanya sendiri, ego dan ambisi mereka akan terlihat. Namun ketika melihat sifat Su Hua dan Su Hao, ia sedikit memperbaiki pandangannya tentang mereka.


Su Hua mengalihkan pandangannya. Ia terbatuk dan menjawab, "Kami baik-baik saja."


"Nama keluargaku adalah Zhuo," ucap Liam. Ia mengeluarkan sebuah permen susu dari kantungnya.


"Ah, maaf. Aku salah ambil," ucap Liam memasukkan kembali permennya.


Liam mengeluarkan botol minumnya. Ia meletakkannya di cangkir kecil dan memberikannya pada Su Hua dan Su Hao.


"Minumlah," ucap Liam sambil memberikan dua cangkir itu.


Awalnya mereka berdua bingung. Namun melihat ketulusan Liam, mereka pun meminumnya sampai habis. Kemudian mereka berdua berterimakasih.


Awalnya mereka tidak merasakan apa pun. Namun lima menit kemudian, ia merasakan lonjakan energi di tubuhnya. Ia merasa organ vitalnya yang rusak telah pulih. Luka-luka mereka juga perlahan sembuh.


Su Hua dan Su Hao saling pandang dan tak percaya.


"Su ... Su Hua, bahkan ramuan tingkat menengah dari Tuan Muda Bo Hongyun tidak memiliki efek seperti ini, kan?" tanya Su Hao sambil menatap terkejut ke cangkir yang ada di tangannya.


Bo Hongyun dan Zhuo Shiaonian telah datang ke suku mereka selama beberapa hari lalu. Setiap kali mereka membuat ramuan, ramuan yang sudah dimurnikan akan dimasukkan ke botol kecil. Satu botol kecil itu sangat berharga.


Sangat berbeda dengan Liam dan yang lainnya. Bahkan mereka hanya meletakkan ramuan itu di dalam sebuah botol minum. Dalam perjalanan mereka, sejak tadi Liam dan yang lainnya juga minum dari botol itu saat haus. Jadi wajar jika mereka berpikir itu adalah air biasa.


Namun sekarang mereka tahu jika ramuan ini sudah beda level. Ini sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan ramuan tingkat menengah dari Bo Hongyun.


Tidak peduli lagi, Su Hua dan Su Hao akan melakukan mereka seperti dewa.


"Apa kalian sudah lebih baik? Jika sudah, ayo kita lanjutkan perjalanan," ucap Ling. Ia memadamkan api unggun kecil di depannya


Saat ini dua orang itu tidak menjawab. Su Hua dengan hormat berjalan di depan sebagai pemimpin jalan. Sedangkan Su Hao berjalan di belakang empat orang itu. Meski ia tahu mereka tidak butuh perlindungan, tapi ia tidak bisa menjadi orang yang tidak tahu berterimakasih.


***


Gimana? Eneg ya? Bosan ya author up sebanyak itu?🤣🤣


Biasa, author lagi ngejar target akhir bulan wkwk


Stay safe stay healthy kalianā¤ļø