Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Selalu Punya Penggemar Berat


Karena Ling memilih batu yang tepat, tetua tak bisa mengatakan apa pun. Ia menatap Ling dalam sebelum keluar dari sana.


Tiga orang lainnya menatap Ling kaget. Mereka tak menyangka Ling memilih dengan tepat. Padahal dari kelihatannya, Ling memilih secara asal.


"Kalian bertiga juga istirahat. Kita masih ada misi besok," ucap Zhuo Xia lembut.


Mereka bertiga pun patuh dan pergi.


Setelah mereka bertiga pergi, Ling duduk di kursi. Ia menyelipkan rambut Zhuo Xia ke belakang telinga. Setelah itu ia berkata, "Xia, Mei Mengyi tadi meneleponku."


"Keluarga Chen?" tebak Zhuo Xia.


"Bahkan aku tak bisa menyembunyikannya darimu," ucap Ling.


Ia bisa merasakan aura dingin dari wanita di depannya, seolah ia sudah lama menjadi pemimpin. Padahal Ling telah menjalani dua kehidupan dengan tenang, tapi apa yang salah dengan Zhuo Xia?


"Aku telah menugaskan Zhuo Nan untuk mengurus masalah ini. Ketua Dai dan yang lainnya tak bisa melakukannya. Biarkan dia bertemu dengan A Shui. Lagipula Keluarga Chen telah mengalami hal ini sejak lama," ucap Zhuo Xia lembut.


"Kau tak peduli walaupun sudah tahu?" tanya Ling bingung.


Zhuo Xia memberikan dokumen di tangannya, "Jika kau tak memberi rasa sakit pada mereka, mereka akan selalu bergantung pada orang lain."


Ling tak menyadari kilatan iblis di mata Zhuo Xia. Ini adalah emosi yang selama ini tak pernah ia ungkit.


Saat Ling membolak-balikkan dokumen itu, isinya sama seperti apa yang dikatakan Mei Mengyi. Ling meletakkannya kemudian menatap Zhuo Xia, "Xia, aku baru-baru ini bermimpi. Itu tentang api. Aku berdiri di dalam api dengan seseorang di sampingku. Ia ingin bergegas menyelamatkanku, tapi aku tetap terbakar sampai mati."


Ling tak tahu apakah itu mimpi atau kenyataan. Sejak ia pergi dari Kota Urban, semakin banyak adegan aneh yang terlintas di benaknya.


"Ling," panggil Zhuo Xia lembut.


"Ya?" Ling dapat melihat wajah Zhuo Xia di depannya.


Ia menempelkan bibirnya ke bibirnya dan memberi rasa hangat. Saat ini Ling seperti kekurangan oksigen. Ia juga merasakan ada cahaya sangat terang. Namun, itu seperti cahaya buram pada akhirnya.


Tatapan dari mata Zhuo Xia yang hitam pekat, membayangi dirinya. Ruang belajar itu sangat sunyi. Sesekali hembusan angin menerbangkan rambut Zhuo Xia.


Zhuo Xia menarik kepalanya dan menghamburkan diri ke pelukan Ling. Ia berkata dengan lembut, "Itu tak akan terjadi. Kau tak akan mati."


Nada suaranya sangat serius.


*


Keesokan harinya.


Han Shuangfu datang untuk bertemu dengan Zhuo Xia. Saat ia tiba, ia melihat Zhuo Nan dan yang lainnya sedang sarapan.


"Di mana Kakak Xia?" tanya Han Shuangfu. Ia duduk dan mengambil roti untuk dimakan. Di bahunya ada seekor kucing oranye.


"Kami bertiga yang akan menjalankan misi bersamamu. Nona Muda tidak ikut," jawab Zhuo Nan sambil memakan rotinya.


Ia menatap kucing di bahu Han Shuangfu dengan takut.


Chester juga melirik Zhuo Nan. Matanya dingin dan tajam.


Namun, tiba-tiba ia mengangkat kepala dan melompat dari bahu Han Shuangfu.


"Hei! Chester!" seru Han Shuangfu. Namun, Chester tak juga berhenti. Ia pun mengabaikan Chester. Ia agak kesal dengan Zhuo Xia yang lebih mementingkan Chester daripada saudaranya sendiri.


Sebelum ia mendengar jawabannya, ia melihat sosok jangkung menuruni tangga. Saat ia melihat, orang itu juga sedang melihatnya.


Han Shuangfu sangat terkejut. Bahkan ia tak selera lagi dengan roti itu. Ia berseru, "Kakak Ipar! Ternyata kau di sini!"


"Ya," jawab Ling sambil membelai lembut Chester. Kemudian ia mengeluarkan batu oranye dari sakunya dan menggantungnya di leher kucing itu.


Chester melirik batu itu dengan jijik. Namun, ia tetap memakainya karena terpaksa.


"Kakak Xia bahkan tak memberitahuku kau di sini. Ck, aku baru saja akan menemuimu setelah selesai misi," ucap Han Shuangfu.


Sebenarnya ia ingin mengatakan hal lain tentang ramuan, tapi ia mengurungkan niatnya.


"Kau tak pergi misi?" tanya Zhuo Xia tiba-tiba muncul.


Han Shuangfu merasakan tatapannya itu berbahaya.


Han Shuangfu berdeham, "Kakak Ipar, aku akan menemuimu setelah selesai misi. Zhuo Kira, Zhuo Nan, Zhuo Ai, aku tunggu kalian di mobil di luar."


Setelah itu, ia pergi.


"Aku bertemu Chester saat aku pergi ke luar negeri. Aku membiarkannya ikut dengan Shuangfu," ucap Zhuo Xia.


Ling mengangguk sambil berpikir. Ia telah menyuruh Chester untuk mengikuti Bo Minghao, tapi ia belum mendapat kabar apa pun. Menurut Chen Lin, ia pergi membalas dendam.


Ling menyentuh dagunya. Ia memikirkan kapan dia harus mengunjungi Bo Minghao dan bertanya tentang luka-lukanya.


Jadi, ia tak menyadari jika Zhuo Kira dan dua lainnya menatapnya dengan mulut ternganga.


Sekarang, mereka bertiga keluar dan menyusul Han Shuangfu.


"Nona Han, Anda kenal Tuan Muda Chen?" tanya Zhuo Kira.


Mereka menatap Han Shuangfu dengan tajam. Mereka tahu ia berbakat dan biasanya ia sangat arogan. Namun, mereka melihat jelas jika tadi Han Shuangfu terlihat sangat hormat pada Ling.


"Kau tak tahu?" tanya Han Shuangfu sambil menaikkan alis.


"Tahu apa?" tanya Zhuo Kira.


"Apa yang kau pikirkan tentang Zhuo Shiaonian?" tanya Han Shuangfu.


"Aku dengar dia bisa membuat ramuan tingkat tinggi. Dia kuat, bahkan sangat kuat," jawab Zhuo Kira. Dua orang lainnya juga setuju. Mereka tahu Zhuo Shiaonian memiliki plakat Dewa Tabib. Sebelum Zhuo Xia muncul di luar negeri, Zhuo Shiaonian adalah nomor satu di sini.


"Bagaimana jika ada seseorang yang bisa membuat ramuan dengan level lebih tinggi dari Zhuo Shiaonian?" tanya Han Shuangfu sambil tersenyum.


"Jangan bilang itu Tuan Muda Chen?" tanya Zhuo Ai.


Han Shuangfu tak menjawab. Ia juga masih memikirkan darimana Ling mendapatkan ramuan itu. Melihat dari kemurniannya, ramuan itu levelnya lebih tinggi dari ramuan Zhuo Shiaonian.


Zhuo Ai kembali berkata, "Nona Han, jangan mengatakan ini di depan Tuan Muda Chen. Anda pasti tahu dia dari Kota Urban. Dari penjelasannya, itu hanya kota untuk orang biasa. Aku juga melihat ia tak memiliki energi kultivasi. Ia ahli ramuan? Ah, tidak semua orang bisa menjadi Zhuo Shiaonian. Jangan mengungkit hal ini di depan Tuan Muda Chen. Ia pasti akan merasa tidak nyaman. Nona, jika Anda berani menyebut Nona Zhuo Shiaonian di depan Tuan Muda Chen, maka aku yang pertama yang akan menghajarmu."


Han Shuangfu hanya diam. Ia merenung sejenak.


Ia berpikir, ke mana pun Ling, di mana pun dia berada, dia pasti selalu punya penggemar berat.