Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Orang Paling Berbakat


Ling kembali ke akademi. Masalah tersebut ia serahkan pada Mei Mengyi.


Saat ia tiba, Jun Ye Li dan Yang Yi menemuinya.


"Keluarga Bai mencariku?" tanya Ling. Seharusnya tak ada yang tahu ia akrab dengan Mei Mengyi. Bai Xiaoqi juga tak tahu. Lalu mengapa mereka mencarinya?


"Sepertinya ada hubungannya dengan ramuan," ucap Yang Yi.


Jika karena ramuan, mungkin saja mereka mencarinya. Ling hanya tersenyum, "Tidak apa. Abaikan saja mereka."


Ling tak punya waktu untuk berurusan dengan Keluarga Bai. Ia harus melakukan hal lain. Selain itu, Mei Mengyi juga memiliki misi lain. Ditambah lagi dengan tindakan Chen Kai.


Ling masih terlalu sibuk untuk memikirkan Keluarga Bai.


*


Kediaman Keluarga Bai.


"Maaf, Tuan Bai, saya masih harus menemui Tuan Zhuo Chun. Kita bicarakan hal ini nanti," jawab Chen Kai yang sedang ditelepon Tuan Bai.


Setelah itu, panggilan terputus.


Tuan Bai meletakkan ponselnya.


"Chen Kai agak aneh. Ia pernah pergi ke luar negeri. Sepertinya di sanalah ia mengenal Nona Mei," ucap Tuan Bai.


"Maksud Ayah?" tanya Bai Xiaoqi.


Tuan Bai menghela napas, "Chen Kai sepertinya tahu konflik kita dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Jika ia mengatakan hal buruk pada Nona Mei, bisa saja ia membatalkan senjata yang telah disepakati."


Setelah itu, ia terus mencoba menelepon Chen Kai.


Tapi, panggilannya selalu ditolak.


Tuan Bai menghela napas berat, "Jika kita kehilangan ramuan, kita masih memiliki ahli ramuan, tapi jika kita kehilangan Nona Mei ... kita akan menjadi yang terbelakang."


Tuan Bai berdiri, "Aku akan mencari Tuan Chen."


Bai Xiaoqi tidak bicara. Ia berpikir keras.


Ia tak mencemaskan ramuan karena ia memiliki sebotol besar ramuan dari Ling. Ia takut ayahnya terkena serangan jantung jika mengetahui hal ini. Jadi ia tak memberitahu apa pun.


"Tunggu. Kalian membicarakan Chen Kai? Bukankah Nona Mei mau menemui Ayah karena Chen Ling?" Bai Chengsi tersadar dan menghentikan ayahnya.


Tuan Bai berbalik dan menatap tajam Bai Chengsi, "Apa maksudmu?"


"Chengsi, jangan bicara omong kosong," ucap Bai Xiaoqi.


"Bagaimana mungkin itu karena Chen Kai? Saat itu aku juga melihat Chen Kai khawatir tidak bisa bertemu Nona Mei. Jika dia memang mengenal Nona Mei, mengapa ia harus ikut menunggu pada hari itu?" jawab Bai Chengsi.


"Kak, aku yakin. Itu pasti karena kau mengenal Ling jadi Nona Mei mau menemui ayah," ucap Bai Chengsi menatap Bai Xiaoqi.


Namun, ia melanjutkan, "Tapi aku tidak yakin. Aku hanya yakin itu bukan Chen Kai."


Tuan Bai melirik Bai Xiaoqi, "Xiaoqi, temanmu ini tak sesederhana. Berapa keberuntungan yang kau pakai hingga bisa mengenalnya?"


Bai Xiaoqi tersenyum, "Tidak masalah. Ia memang berbakat."


"Bakat? Ia bisa membuat ramuan dengan kemurnian di atas 90% bukan hanya sekedar bakat. Kau jangan merendah," ucap Tuan Bai.


"Ra ... ramuan? Maksudnya?" Bai Xiaoqi tak mengerti.


Bai Chengsi menatapnya heran karena melihat Bai Xiaoqi terkejut, "Kak, kau belum tahu? Pembuat ramuan misterius di akademi itu adalah dia!"


Prang!


Cangkir di tangan Bai Xiaoqi jatuh.


"Kenapa kau sangat terkejut?" orang-orang di sana memandangnya heran.


Jika orang itu memang Ling ... lalu sebotol besar ramuan yang diberikan padanya juga dibuat olehnya sendiri?


Bai Xiaoqi tertawa getir. Jika saja keluarganya tahu ada sebotol besar ramuan tingkat tinggi di rumah mereka, mereka pasti akan lebih terkejut dari dia.


*


Tiba saatnya Mei Mengyi bertemu dengan Chen Kai.


Jenderal Qiu, Keluarga Bai, Keluarga Han, Keluarga Zhuo, Keluarga Song, orang-orang itu sudah ada di sini.


Semua orang menjauhi Tuan Bai karena tahu konfliknya dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Sedangkan Chen Kai dikelilingi banyak orang. Hanya Tetua Keluarga Han yang menghampiri Tuan Bai, "Tuan Bai, mengapa Anda terlihat begitu khawatir?"


Tuan Bai menghela napas panjang, "Tetua, Anda masih bisa tersenyum?"


"Eh, mengapa saya tidak bisa tersenyum? Tuan Bai, Anda tak bisa menghilangkan hak saya untuk tersenyum," ucap tetua.


Tuan Bai lagi-lagi menghela napas, "Tidakkah Anda lihat? Mereka semua menatap Anda dengan rasa kasihan. Ah, ngomong-ngomong, mengapa kalian bisa berselisih dengan Asosiasi Dewa Ramuan?"


"Sebenarnya merekalah yang membuat ulah. Tapi tetap saja kerjasama kami dengan mereka tak berlanjut," jawab tetua.


"Anda kehilangan kesempatan mendapatkan ramuan tapi Anda masih bisa terus tersenyum. Aku kagum padamu," ucap Tuan Bai.


Tetua Han tersentak, "Tuan Bai, Anda seperti ini karena tak memiliki ramuan?"


Tuan Bai menghela napas, "Ya ... kurang lebih seperti itu."


"Nona Bai tidak memberitahumu?" tanya tetua. Saat ini ia benar-benar ingin tertawa.


"Beritahu apa?" Tuan Bai tercengang.


Tetua Han memandang Tuan Bai kasihan. Sepertinya Bai Xiaoqi belum memberitahunya tentang sebotol besar ramuan itu. Jika tidak, Tuan Bai pasti sudah sombong sejak lama. Namun, tetua Han hanya mengingatkan, "Saat pulang, tanyakanlah pada Nona Bai."


Tuan Bai menatapnya bingung.


*


Saat semua orang sibuk berdiskusi, sekelompok orang masuk dengan dipimpin Mei Mengyi dan Jenderal Qiu.


"Tuan Chen, Nona Mei sudah datang. Cepat temui dia," ucap Zhuo Chun.


Chen Kai menarik napas dalam dan menghampiri Mei Mengyi.


Mei Mengyi menggulung rambutnya dengan jari. Saat Chen Kai menghampirinya, ia menatapnya. Meski ia hanya orang biasa, tapi tatapannya bisa membuat orang berkeringat dingin.


Jenderal Qiu angkat bicara, "Orang yang ingin ditemui Nona Mei adalah kau?"


"Tentu saja. Saat itu Nona Mei mengatakan ingin menemui orang paling berbakat di Keluarga Chen dan ingin bekerjasama," jawab Chen Kai tersenyum.


"Apa kau adalah orang paling berbakat di Keluarga Chen?" Mei Mengyi merasa bingung. Bukankah Ling memiliki warna darah ungu? Apakah masih ada yang lebih kuat darinya?


Chen Kai menjawab dengan percaya diri, "Saat aku berumur tiga tahun dan mengikuti tes darah, warna darahku adalah hijau. Saat aku berumur delapan tahun, aku sudah mencapai tingkat pertama."


Mei Mengyi diam. Warna darah biru dan hijau juga termasuk langka di luar negeri. Jika tidak, Bo Shin tak akan bertahan di sini. Jika bukan karena Ling, Chen Kai memang akan menjadi yang paling berbakat di Keluarga Chen. Sayangnya ada Ling sekarang. Dengan warna darahnya yang ungu, orang luar negeri pasti akan gila jika mengetahui ini.


"Aku tak mencarimu. Kau memang lumayan, tapi apa kau tahu jika ada seseorang yang naik dari tingkat pertama ke tingkat ke enam dalam dua tahun?" ucap Mei Mengyi. Ia juga tidak tahu sebenarnya Ling berada di tingkat berapa.


"Bagaimana mungkin?" Chen Kai menggeleng.


"Hanya karena kau tak bisa melakukannya, bukan berarti orang lain tak bisa juga. Aku bersumpah demi senjata-senjata ini, ada orang yang bisa melakukan itu," ucap Mei Mengyi.


Semua orang menatap Mei Mengyi. Tuan Bai dan Tetua Han yang awalnya tak memperhatikan, kini mereka mulai mencerna.


Zhuo Chun mencoba bertanya, "Nona Mei, jika ada orang seperti itu, di mana dia? Mengapa kami belum pernah mendengar tentangnya?"


"Dia? Kalian mengenalnya, kok. Bukankah dia murid baru yang jenius di Akademi Bintang? Chen Ling. Dia berasal dari Keluarga Chen juga. Oh, mungkin kalian tidak tahu cerita ini. Tapi, dua tahun lalu dia adalah orang biasa sebelum menjadi kuat seperti ini," ucap Mei Mengyi.


Semua orang memandang Mei Mengyi dengan tatapan berbeda-beda.