Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Hanya di Kaki Gunung yang Memiliki Sinyal


Ling telah mencapai tujuannya. Sekarang, sudah waktunya untuk menemui Tuan Shangxuan.


Ling berjalan ke dermaga. Tuan Shangxuan pergi dua hari lalu. Sebelum pergi, ia hanya meninggalkan jet pribadi.


Ketika Ling sampai, walkie-talkienya berdering.


Itu adalah panggilan dari Bo Xue Ning.


Ling menatap kedepan. Saat itu memang belum jam sepuluh. Jadi, ia menjawab panggilan Bo Xue Ning.


Bo Xue Ning berkata, "Aku melihat Kakek Chen menemui orang-orang dari Asosiasi Dewa Ramuan. Setelah itu, ia pergi bersama mereka."


Ling tertegun sejenak. Ia tak merespon apapun.


Bo Xue Ning masih membaca informasi-informasi di komputernya. Ia lanjut berkata, "Kakek Chen memiliki hubungan dengan Asosiasi Dewa Ramuan. Sekarang ia menjadi murid di Asosiasi Dewa Ramuan. Aku ingin bertanya apakah kau ingin membawanya kembali?"


Ling juga memikirkan apa hubungan antara kakeknya dan Asosiasi Dewa Ramuan. Saat itu, Zhuo Shiaonian memang mengatakan jika Ling memiliki hubungan dengan Asosiasi Dewa Ramuan.


Namun, ia harus pergi sekarang. Jika ia membawa Chen Qi pulang saat ia tidak ada, takutnya orang-orang dari Asosiasi Dewa Ramuan akan mengganggu mereka dan kota itu akan semakin lama didirikan. Ling menarik napas dalam-dalam, "Jangan pikirkan kakek dulu. Kirim beberapa orang untuk melindunginya secara diam-diam. Tunggu aku kembali."


Bo Xue Ning tak pernah meragukan keputusan Ling. Ia mengakhiri panggilan setelah mengatakan beberapa hal lagi padanya.


Tak jauh dari Ling, Wu Shao turun dari jet tempur. Penjaga di sampingnya melihat Ling, "Tuan Muda Wu, itu adalah Tuan Muda Chen."


Wu Shao hanya melirik Ling, tapi tak terlalu memperhatikannya. Ia hanya bertanya dengan cemas, "Kau bilang kau punya informasi tentang Raja Legendaris itu. Di mana dia sekarang?"


Mereka berdua berjalan saling melewati.


Wu Shao tak tahu jika orang yang sangat tidak ingin dia pedulikan adalah orang yang sangat ingin dia temui.


Ling pun tidak mempedulikannya. Ia hanya berdiri di depan pintu pintu jet sambil melihat pusat luar negeri yang semakin kecil melalui jendela dengan tatapan yang dalam.


Ia pergi terlalu tiba-tiba. Ia hanya berbicara dengan Yuan dan yang lainnya. Ia memerintahkan kepada mereka beberapa hal yang harus dilakukan di wilayah utara. Ia juga hanya bertegur sapa dengan Han Shuangfu dan yang lainnya. Mereka bahkan tak mengobrol.


Itulah yang membuat Han Shuangfu dan Bai Xiaoqi lengah.


*


Setelah terbang selama dua jam, mereka akhirnya mendarat di sebuah pulau. Pulau ini sangat besar dan sebanding dengan pulau Keluarga Bo. Ada sekitar 100.000 orang di pulau ini.


Jet berhenti di dermaga.


"Kita sudah sampai. Tuan Muda Chen, di sinilah tujuan kita. Tuan Shangxuan berada di Gunung Yuelu. Saya masih harus menjemput orang lain. Tuan Muda Chen, maaf Anda harus menemui orang lain untuk bertanya arah," ucap pilot yang mengemudikan jet itu. Ia mengenal Ling.


"Oke, terima kasih," jawab Ling tersenyum.


Ia berjalan di satu-satunya jalan yang ada di sana.


"Halo. Tuan Muda, ke manakah Anda akan pergi?" tanya staf di pintu masuk pulau. Ia membungkuk hormat saat melihat pendatang baru. Ia harus mengidentifikasi identitas pendatang baru sebelum memasuki pulau.


Diam-diam, ia melirik Ling dan terkejut. Siapapun yang bisa memiliki jet pribadi, pasti latar belakangnya kuat. Staf itu tak berani menyinggung orang seperti itu.


Staf itu semakin membungkuk hormat pada Ling. Mereka semua yang tinggal di pulau itu tahu siapa yang berada di Gunung Yuelu. Staf itupun segera memberi izin sementara untuk Ling.


Ling berhenti, "Apa kau punya peta?"


"Ya, Tuan Muda," jawab staf itu dan mengeluarkan sebuah peta.


Ling mengambil peta itu dan berterima kasih padanya sebelum pergi.


Gunung Yuelu adalah gunung tertinggi di pulau ini. Sebelum Ling bisa menemui Tuan Shangxuan, ia dihentikan oleh seseorang. Ia memegang buku kuno di tangannya dan berdiri di depan Ling. Ia mengangkat wajahnya dan berkata dengan dingin, "Tuan Muda, gunung ini adalah area terlarang."


Ling mengangkat kepalanya perlahan dan mengerutkan kening. Ia menatap orang di depannya, "Aku mencari Tuan Shangxuan."


Suaranya lembut dan juga sangat sopan.


Pemuda di depannya memiliki wajah yang sepertinya telah diukir dengan sangat teliti. Wajahnya terlihat tampan jika dilihat dari sudut manapun.


Wanita itu menggelengkan kepalanya, "Tuan Shangxuan telah menghilang 20 tahun yang lalu."


Ling sedikit mengangguk, tapi tidak pergi. Ia menunduk dan mengirim pesan ke Tuan Shangxuan.


Melihat Ling masih belum pergi, wanita itu mengerutkan kening. Namun, belum sempat ia melakukan apapun, ia menerima pesan.


Setelah membaca pesan itu, ekspresinya langsung berubah. Ia menatap Ling dengan tatapan menyelidik, "Tuan Muda Chen, mari ikuti aku."


Jalan di gunung sangat terjal dan panjang, tapi ini tidak ada apa-apanya bagi Ling.


Melihat Ling tak terlihat lelah, wanita di depannya akhirnya bisa sedikit santai.


Rumah Tuan Shangxuan yang berada di gunung merupakan rumah kuno. Halamannya dipenuhi tumbuh-tumbuhan. Begitu mereka sampai di pintu gerbang, aroma tumbuhan obat dan ramuan langsung tercium.


"Akhirnya kau sampai. Yang di sebelahmu adalah muridku satu-satunya, Tuan Muda Chen," ucap Tuan Shangxuan yang sedang mengutak-atik tanaman obat di sebuah rak. Ia menatap Ling.


Kemudian, Tuan Shangxuan kembali berkata, "Tuan Muda Chen adalah tamu kita di gunung. Ia akan tinggal di gunung ini selama setahun."


Murid Tuan Shangxuan tak mengatakan apa yang dia pikirkan. Ia hanya membungkuk hormat, "Aku mengerti, Guru."


"Baiklah. Kembalilah dulu. Tak perlu datang jika tidak ada apa-apa," ucap Tuan Shangxuan.


Setelah mendengar ucapan Tuan Shangxuan, wanita itu tak mengatakan apa-apa. Ia hanya melirik Ling. Walau ia tidak tahu mengapa Tuan Shangxuan setuju untuk membiarkan Ling tinggal di sini, tapi ia tak pernah meragukan keputusan gurunya. Ia pun turun dari gunung.


Ling menyadari jika gunung ini memang tempat yang cocok. Ia telah memutuskan semua kontak dengan dunia luar. Sebenarnya, itu juga tidak berguna, bahkan jika dia tak bisa melakukannya. Hal ini karena hanya di kaki gunung yang memiliki sinyal. Puncak gunung ini bahkan tak memiliki jaringan internet, apalagi internet nirkabel.


Tugas harian Ling adalah membaca semua buku yang di diperintahkan oleh Tuan Shangxuan untuk dibaca. Selain itu, ia juga harus menangkap binatang-binatang kecil di gunung untuk melakukan eksperimen.


Semakin Tuan Shangxuan melihat kemajuan Ling, semakin ia merasa menyesal karena Ling tak ingin menjadi muridnya. Ini bukan pertama kalinya ia bertanya pada Ling apakah ia benar-benar tidak mau menjadi muridnya. Namun, jawaban Ling selalu sama. Selama ia tak mengganggunya, mungkin ia tak akan keberatan.


Tuan Shangxuan hanya bisa terdiam.