Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Lekas Sembuh


Saat video ini tersebar, semua orang menatap kasihan pada Keluarga Luo. Mereka juga menganggap Keluarga Chen sangat sadis.


Chen Lin mencoba tenang di tempatnya. Ia tetap menunjukkan keanggunan dan kewibawaannya.


"Jadi kau telah mempublikasikan selingkuhanmu ini?" tanya Chen Lin memberanikan diri. Saat memikirkan ini, ia teringat Ling yang selalu melindunginya. Ia tak ingin mengecewakan Ling.


"Kalian sudah cerai! Aku bukan selingkuhan!" teriak Liang Qing. Ekspresi sedihnya telah berubah menjadi marah.


Para reporter segera menyorot Liang Qing. Awalnya ia hanya mengaku sebagai Bibi Wuzhou. Namun saat ini ia seperti mengakuinya sendiri sebagai selingkuhan.


"Begitukah? Kau melahirkan Wuzhou 17 tahun lalu dan aku baru bercerai beberapa minggu lalu. Jika bukan selingkuhan apa namanya? ****** simpanan rendahan?" Chen Lin tertawa meremehkan.


"Kau jangan berlagak suci! Kau menikahiku saat kau sudah hamil! Kau yang ****** rendahan! Tidak akan ada lagi pria yang mau denganmu!" Luo Feng membalas ucapan Chen Lin. Kini publik semakin heboh dengan fakta-fakta yang baru saja keluar.


Ketika keadaan semakin menegangkan, seorang pria muda datang. Ia berjalan santai ke arah Chen Lin.


"Jadi ini simpanan yang selama ini kau sembunyikan?" ucap Ling yang ditujukan pada Luo Feng.


"Kau anak durhaka! Bagaimanapun aku telah membesarkanmu selama 17 tahun. Kau tidak tahu berterimakasih, malah mengurung putra kandungku ke ruangan dingin," ucap Luo Feng emosi. Ia meluapkan semua amarahnya.


Liang Qing melihat ini kesempatan bagus. Dengan kedatangan Ling, mereka bisa semakin memojokkan Ling.


"Aku tahu kau selalu iri dengan bakat Wuzhou. Meskipun begitu kalian sudah tinggal bersama selama 17 tahun. Kau tidak seharusnya terlalu kejam," ucap Liang Qing memperkeruh suasana.


Para reporter semakin bingung. Kejutan-kejutan hari ini cukup besar.


Ling menyeringai tipis. Ia merangkul Chen Lin erat.


"Aku tidak pernah berharap kau menjadi Ayahku," ucap Ling ke arah Luo Feng.


"Kau membesarkanku? Selama ini Keluarga Chen selalu memenuhi kebutuhanmu. Kau menggunakan uang Keluarga Chen untuk membangun perusahaan sendiri. Namun setelah itu kau malah memberontak dan bekerjasama dengan keluarga lain untuk menghancurkan keluargaku. Jadi siapa yang lebih tidak tahu berterimakasih?" tanya Ling tertawa meremehkan.


"Dan kau wanita simpanan, tak punya hak untuk mengomentari hidup kami. Kau juga tak pantas bicara tentang Ibuku," lanjut Ling dingin.


Ling mengalihkan pandangannya ke satu kamera. Ia mengambil mikrofon salah satu reporter. Ia tersenyum sinis dan berkata, "Jika ada pemberitaan buruk tentang keluargaku, percayalah, hidup kalian tidak akan tenang."


Dengan begitu, Ling membawa Chen Lin dan Chen Qi masuk ke rumah. Ia menyuruh paman Qian mengamankan para wartawan dan juga dua orang itu.


Para reporter segera menyorot Liang Qing. Mereka belum pernah melihat keluarga yang begitu tidak tahu malu seperti Keluarga Luo. Dia memakai seluruh uang dari Keluarga Chen dan saat perusahaannya sudah berkembang, ia malah menjadi penghianat.


Luo Feng menutupi wajah Liang Qing yang sekarang disorot kamera. Ia tak menyangka Ling mampu membuat mereka terdiam. Ia juga tak menyangka Ling tatap bersikap tenang. Padahal ia berharap Ling mengamuk, jadi publik bisa melihat keasliannya. Namun yang terjadi malah sebaliknya.


*


Beberapa hari kemudian, di pagi hari.


Ling baru selesai berendam. Ia sudah berada di tingkat delapan menengah karena ramuan yang ia buat di guci langka. Walau ia naik level karena ramuan, tapi pondasinya sudah kokoh. Jadi kekuatannya bukan sekedar level belaka.


Ia mengambil ramuan memori di rak paling tersembunyi. Itu adalah ramuan tingkat tinggi. Ia tidak tahu siapa yang bisa membuat itu. Dia juga tidak tahu siapa yang melelang ramuan itu di kota kecil seperti Kota Urban.


Namun ia berpikir belum saatnya meminum itu. Ia akan meminumnya saat sudah di tingkat sembilan.


Setelah berpakaian dan sarapan, ia pergi ke sekolah dengan mobil Keluarga Chen.


[Bagaimana perkembangan kasusnya?]


Kemudian ia mematikan ponsel. Ia turun dari mobil saat sudah sampai di sekolah. Saat di gerbang, ia sudah disambut oleh ketiga temannya. Namun sepertinya jumlah mereka bertambah satu.


"Ling, Adikku, Su Qiang akan bersekolah di sini. Saat Chen Company menempati peringkat pertama, banyak perusahaan yang bekerjasama dengan Su Company. Karena itu Ayah memiliki uang lebih dan bisa menyekolahkan Su Qiang di sini," jelas Su Wen Ai panjang lebar tanpa harus ditanya.


Ling hanya mengangguk singkat. Ia tersenyum tipis pada Su Qiang. Kemudian Su Wen Ai dan Su Qiang pamit, karena gedung sekolah kelas 11 dipisah dengan gedung kelas tiga dan Su Wen Ai harus mengantar Su Qiang.


Mereka berjalan bertiga. Saat ini Ling menjadi pusat perhatian. Bahkan beberapa hari ini ia selalu dikirimi cokelat, bunga, surat, dan hal lainnya. Ia memiliki banyak penggemar sekarang.


Sedangkan Wuzhou dan Lu Yan belum masuk sekolah karena mereka masih di kantor polisi. Tentu saja semua siswa sudah tahu tentang ini. Keluarga Luo menjadi topik hangat teratas setiap hari. Di bawah itu, ada Lu Company yang juga menjadi topik hangat.


Mereka berpisah dengan Liam di lantai dua. Ling dan Yuan lanjut naik ke lantai tiga. Saat di lantai tiga, kebanyakan murid di sana adalah teman sekelas Ling. Mereka menyapa Ling hangat saat ia lewat. Satu sekolah hanya tahu Ling adalah pria yang dingin. Namun nyatanya dia lumayan hangat saat kalian menjadi temannya.


Pemandangan yang sama beberapa hari ini. Banyak bunga dan cokelat yang sudah tersusun rapi. Biasanya Ling akan membagikan ke teman sekelasnya. Ia tak pernah memakan satu pun cokelat.


Namun pagi ini, ia melihat cokelat yang menarik perhatiannya. Cokelat itu berbungkus plastik emas cerah. Kilaunya mengalahkan matahari pagi. Ling mengambil itu dan melihat note yang tertulis.


"Bagikan kepada mereka," ucap Ling menyuruh Yuan.


Cokelat dibagikan kepada semua orang. Sedangkan bunga hanya untuk beberapa orang yang mau. Jika ada sisa, mereka memilih meletakkan bunga di vas di meja guru.


Ling membaca note itu.


[Lekas sembuh. Aku akan mentraktirmu besok malam.]


Tidak ada nama pengirim dan alamat. Tidak ada juga pesan pujian yang biasa dia terima. Namun ia tahu ini dari Zhuo Xia.


Setelah itu, Ling segera memakan cokelatnya dengan lahap. Saat itu, ia melihat Su Wen Ai mengangkat kedua jempolnya. Ling mengangguk singkat, ia mengerti jika keadaan Su Qiang aman.


Waktu terasa sangat lama berjalan. Rasanya mereka sudah melewati ribuan jam, tapi baru saja bel untuk istirahat pertama. Mereka segera pergi ke cafe. Namun Su Wen Ai tak ikut karena ia ingin menjaga Su Qiang.


Ponsel Ling berdering. Ia melihat pesan yang masuk.


[Nona Zhuo tidak tidur sampai sekarang sejak mencari informasi itu. Ia langsung turun tangan sendiri saat Tuan Muda Chen memintanya.]


Itu adalah pesan Yu Bin. Ling tak berpikir sikap Zhuo Xia akan seperti ini. Ia memang butuh secepatnya bukti itu untuk menangkap Han. Ia tak mengira Zhuo Xia melakukannya dengan sangat serius. Bahkan malah dia yang berkata akan mentraktir makan.


Saat sampai di cafe sekolah, Liam terlihat sangat lesu. Ia menidurkan kepalanya di atas meja.


"Ada apa Liam?" tanya Yuan penasaran dan khawatir.


Liam menghela napas. Saat membuka mulut, ia kembali menghela napas. Ia berkali-kali melakukan ini.


"Minum," ucap Ling melempar botol ramuannya. Setelah meminum itu, Liam menenang.


"Katakan," ucap Ling.


"Kondisi Kakek semakin parah," ucap Liam menghela napas panjang.