Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Tak Terkalahkan


"Yang ... Yang Yi, jangan bercanda," ucap kepala akademi dengan suara serak. Ia menatap Ling.


Namun, Yang Yi tak menjawab. Ia menatap memohon pada Ling.


"Minggir. Aku akan melihat guru," ucap Ling melirik Yang Yi. Ia menghela napas.


Tuan Zhuo dan Bai Chengsi linglung. Apakah ini artinya Ling mengaku secara tidak langsung?


Bai Chengsi memikirkan banyak hal. Sejak awal, saat kepala akademi mengatakan ada ahli ramuan misterius, ia juga sangat penasaran. Apalagi ia ingat dengan ucapan Bai Na Ri kemarin.


Namun, mendengar ucapan Yang Yi dan pengakuan tak langsung Ling, apakah ia benar-benar ahli ramuan itu?


Tak heran tak ada siapa-siapa lagi selain Ling di rekaman CCTV. Karena dialah orangnya! Tak heran Jun Ye Li cepat sembuh. Ternyata Ling yang merawatnya. Bai Na Ri juga mengatakan jika Ling adalah Tuan Muda Wei yang mereka cari.


"Yang Yi, kau serius? Apa ahli ramuan misterius itu adalah Chen Ling?" tanya Tuan Zhuo. Ia menatap Ling yang berjalan ke arah guru ramuan. Dilihat dari umurnya, ia masih sangat muda.


"Benar. Aku melihatnya sendiri," jawab Yang Yi tegas.


Tuan Zhuo juga mengenal Yang Yi. Menurutnya Yang Yi tak mungkin berbohong. Namun, jika itu Ling ... dia sedikit ragu.


Sebelum Ling datang, Su Wen Ai mengatakan padanya jika mereka mengincar Ling, tapi mereka mengira Yang Yi adalah Ling. Memikirkan itu, ekspresi Ling muram. Ini artinya mereka terluka karena dirinya.


"Kakak Chen, bagaimana?" tanya Yang Yi.


Ling mengeluarkan jarum perak. Ia menoleh dan berkata, "Akan sedikit repot, tapi masih bisa diobati. Jangan khawatir."


"Keren! Terimakasih Kakak Chen!" ucap Yang Yi. Akhirnya ia bisa tersenyum setelah mendengar ucapan Ling. Kelihatannya ia sangat mempercayai Ling.


"Murid Chen, kau juga tahu tentang pengobatan? Teknik akupuntur apa itu? Tanganmu cepat sekali. Bagaimana kau melakukannya?" tanya Tuan Zhuo tercengang.


Ling mencabut jarumnya dan menjawab, "Hanya tahu sedikit."


"Murid Chen, jika kau butuh sesuatu katakan saja padaku. Kau dapat mengambil apa saja dari ruang penyimpanan bahan obat," ucap kepala akademi. Ia belum tahu harus mempercayai Ling atau tidak.


"Guru akan baik-baik saja sekarang. Aku akan mengunjunginya lagi besok," ucap Ling mengambil jarum perak terakhir. Jika ia ingin menyelamatkan guru ramuan, ia membutuhkan ramuan tingkat tinggi. Ia pun berdiri dan mengirim pesan pada A Shui untuk mencarikannya.


Saat ini, kepala akademi mengantar Ling.


Bai Chengsi juga mengikutinya.


"Ohya, Bai Chengsi. Murid Chen baru saja mengatakan agar Anda tak menyebarkan masalah ini," ucap kepala akademi.


Bai Chengsi tercengang. Bukankah jika berita ini tersebar, maka tak akan ada yang berani menyinggungnya? Namun, Bai Chengsi hanya mengangguk patuh.


Ia mempercepat langkahnya untuk mengejar Ling.


"Chen Ling, apa sebelumnya kau berbohong padaku?" tanya Bai Chengsi.


Bai Chengsi mengingat semua yang dia lakukan selama ini. Pertama kali ia membawa Ling ke kediaman Keluarga Chen, ia selalu berpikir jika Ling hanya mengincar warisan dan kekuasaan. Ia juga merasa Ling tak ingin dikalahkan sehingga ia menantang Chen Kai. Ia juga pernah berpikir Ling selalu bergantung pada Bai Xiaoqi.


Namun, beberapa fakta perlahan terungkap.


"Berbohong padamu? Tidak penting. Bukankah kau punya pandangan sendiri terhadapku? Saat itu kau melihat Bai Xiaoqi mengantarku ke akademi, kan? Sejak saat itu kau seharusnya sudah menilai diriku, kan? Lalu aku berbohong di bagian mana?" tanya Ling. Ia membaca pesan di ponselnya.


Bai Chengsi tak bisa membantah ucapan Ling. Tidak mungkin selera Bai Xiaoqi buruk. Ia pasti punya alasan mengapa ia berteman dengan Ling. Namun, Bai Chengsi tak berpikir seperti ini sebelumnya.


"Jika begitu, seharusnya kau jangan sengaja terlihat seperti itu," ucap Bai Chengsi lagi.


"Cih, memangnya apa yang bisa kulakukan? Bukankah kau sudah memiliki pemikiran sendiri tentangku? Jika aku mengatakan aku tak tertarik pada Keluarga Chen, apa kau percaya? Tentu tidak, karena kau sudah berpikir buruk. Baiklah tak ada lagi yang perlu dijelaskan," jawab Ling.


Ia melambai dan pergi.


Bai Chengsi memandang kepergian Ling yang terasa semakin misterius. Ia menunduk dan menertawakan dirinya sendiri.


Ia sudah mendapat pelajaran agar tidak menilai buku dari sampulnya.


*


Ling menemui teman-temannya.


Mereka sedang duduk di lapangan melihat orang bermain basket.


Ling hanya menghela napas, tapi ia sudah terbiasa.


"Ling, bagaimana kabar guru Yang Yi?" tanya Yuan.


Ling tersenyum pada mereka, "Tidak apa-apa. Jangan khawatir."


"Baguslah. Aku sudah ketakutan setengah mati," ucap Yuan.


Liam dan Su Wen Ai juga lega.


"Ah, aku lupa. Kita telah membuat tim dengan Chen Wan Yi. Apa dia masih menunggu?" ucap Liam.


"Chen Wan Yi?" Ling bingung.


"Kau tidak main game dengan kami lagi, kan? Jadi kami mencari partner game lain. Dalam hal keterampilan, dia nomor dua di bawahmu. Ngomong-ngomong dia juga ada di luar negeri. Kapan kita akan bertemu dengannya?" jawab Liam.


"Kalian lanjutkanlah. Aku akan keluar," ucap Ling tak terlalu mendengarkan Liam.


"Ya, aku pun akan membeli sesuatu," ucap Yuan berdiri.


*


Ling menuju kediaman Zhuo Xia.


Saat ia tiba, tetua Zhuo sedang berdiskusi bersama yang lainnya. Ketika melihat Ling, ekspresi tetua langsung berubah hormat. Ia menyapa Ling, "Tuan Muda Chen."


Penjaga yang tidak mengenal Ling, mereka terkejut melihat sikap tetua. Meski begitu, mereka tak mengatakan apa pun.


"Tuan Muda Chen, kau datang!" ucap Zhuo Nan dan yang lain menyambutnya.


"Ya, kalian lanjutkan saja. Aku juga masih memiliki urusan," jawab Ling tersenyum. Ia mengeluarkan laptopnya.


Mereka tak bicara lagi dengan Ling dan terus berdiskusi, "Menurut yang saya tahu, muncul jaringan intelejen yang sangat kuat. Ini sangat penting bagi kita, terutama Nona Zhuo."


Penjaga itu semakin terkejut. Mengapa mereka berani mendiskusikan masalah sebesar ini di depan pemuda itu? Siapa dia?


"Tetap saja kita tak bisa menemukannya. Dia memiliki kode merah. Ah, aku akan memperkenalkan orang ini. Dia adalah Ketua Dai dari Area Satu," ucap Han Shuangfu.


Mereka menyapa Ketua Dai dengan sopan.


"Oh, bukankah kode merah pernah muncul di Akademi Bintang? Apa kita perlu bertanya pada Nona Bai? Dia bersekolah di sana," ucap Zhuo Nan.


"Tanya saja. Nyonya Tua juga mencarinya," ucap tetua mengetuk meja.


"Mengapa kalian mencari pemilik kode merah itu? Apa yang istimewa darinya?" tanya Zhuo Ai tak mengerti.


Han Shuangfu menjawab, "Merah berasal dari badan intelijen misterius itu. Tak ada informasi di dunia ini yang tidak bisa mereka dapatkan. Aku juga telah bertanya pada departemen operator luar negeri. Apa kau tahu apa jawaban mereka?"


"Apa?" tanya Zhuo Ai.


Han Shuangfu menjawab dengan tenang, "Kata mereka, orang itu tak terkalahkan di bidang internet dan jaringan. Jika dia ingin mengawasi pergerakan kita, dia bisa melakukannya kapan saja. Oleh karena itu mustahil untuk menangkapnya. Namun, ia hanya dikenal di kalangan orang besar. Orang biasa tak tahu tentangnya."


"Selain itu, orang kuat itu memiliki bos. Jika dia saja sekuat itu, seberapa kuat lagi bosnya?" ucap Zhuo Nan.


Zhuo Ai dan yang lainnya tercengang.


Sedangkan Ling tak bisa menahan tawa.


Ia mengetik pesan.


[Seseorang mengatakan kau sangat kuat dan tak terkalahkan.]


Setelah itu, Ling segera mendapat balasan.


Mendengar tawa Ling, Ketua Dai bergidik. Tak peduli di manapun Ling dan yang lainnya berada, mereka akan selalu menakutkan. Ia menebak jika bos yang mereka takuti itu duduk di samping mereka.


Saat itu suasana sepi, jadi semua orang bisa mendengar tawa Ling. Melihat ekspresi Ketua Dai, Han Shuangfu mengerutkan kening. Ia bertanya, "Ketua Dai, apa Anda memiliki ide?"