
"Darimana kau tahu aku ada di sini?" tanya Zhuo Xia. Sama sekali tak terdengar nada bersahabat dari suaranya.
Wang Yuqin menatap wajah Zhuo Xia yang sedingin es. Di bawah rindangnya pohon, hanya sedikit cahaya matahari yang bisa masuk. Di saat seperti inilah Zhuo Xia menjadi sangat menakutkan.
Wajah sombongnya sudah hilang. Ia tahu kekuatan Zhuo Xia lebih hebat darinya.
"Ah ..., ini ..., aku ...," jawab Wang Yuqin terbata.
Zhuo Xia hanya tersenyum. Bila ia tak bertanyapun ia sudah tahu jawabannya. Zhuo Xia tetap tenang di tempatnya.
Namun berbeda dengan Wang Yuqin, ia malah semakin takut saat Zhuo Xia hanya tersenyum begini. Ia melanjutkan berbicara untuk mengalihkan kesalahannya, "Nona, kau harus kembali. Janganlah lagi melawan takdir. Jika tidak, keadaan tubuh Anda akan semakin parah."
"Tidak perlu ikut campur dalam urusanku. Kau tahu kan mengapa tidak kuhancurkan saja Kota Bayangan?" ucap Zhuo Xia menatap dingin.
Wang Yuqin tentu sangat tahu alasannya. Ia juga tahu bagaimana Zhuo Xia jika sudah mengamuk. Ia bisa menghancurkan satu negara jika dia mau.
"Bawa dia ke Kota Bayangan," ucap Zhuo Xia tanpa melirik bawahannya.
Ia mengalihkan pandangannya dari Wang Yuqin. Ia kembali ke tempat penginapan yang sudah mereka siapkan.
Setelah sampai di tempat penginapan, ia memberi satu perintah pada Yu Bin.
"Katakan pada mereka, bersenang-senangnya sudah cukup. Aku ingin mereka segera kembali ke Kota Bayangan," ucap Zhuo Xia yang dimaksudkan untuk beberapa orang penting yang datang ke Kota Urban.
Yu Bin mengangguk. Dulu dia sempat bingung, mengapa orang seperti Zhuo Xia yang dulu sibuk menutup diri, tapi sekarang malah menonjolkan diri.
Sebenarnya, karena sudah terlanjur terkenal dan berada di atas, maka Zhuo Xia harus melewatinya.
"Xia, Tuan Muda Chen dan teman-temannya akan pergi ke mana?" tanya Yu Bin penasaran.
"Mereka tidak akan keluar dari hutan selama dua hari," ucap Zhuo Xia. Ia duduk di sofa dan memejamkan mata sebentar. Wajahnya yang sekarang pucat, menjadi seputih porselen.
*
Dua hari kemudian.
Ling dan teman-temannya sudah keluar dari hutan. Dengan bantuan ramuan dan hutan yang damai, Ling berhasil menembus level 9. Teman-temannya juga mengalami perkembangan pesat. Entah apa yang mereka kejar hingga mereka bekerja keras seperti itu.
Saat keluar dari hutan, Zhuo Xia dan pasukannya sudah menunggu mereka. Padahal Ling tak pamit pada Zhuo Xia jika dia akan di hutan selama dua hari. Namun Zhuo Xia sama sekali tak ada mengganggunya. Mungkin Zhuo Xia mengerti dirinya.
"Selamat datang kembali," ucap Zhuo Xia tersenyum. Pandangannya hanya tertuju pada Ling.
"Terimakasih, Xia," jawab Ling membalas senyumannya.
Zhuo Xia sedikit tertegun saat ini. Perasaan gelisahnya dan rasa sakitnya beberapa hari ini, terasa sudah menghilang saat melihat wajah Ling.
Kemudian, Zhuo Xia maju dan mengikatkan sebuah benang hitam ke tangan kiri Ling. Sudah banyak kenangan yang selama ini dia pendam sendiri. Mulai sekarang, mungkin dia akan mengeluarkannya satu persatu.
Saat menatap kembali wajah Ling, senyumnya hilang. Wajahnya kembali dingin.
Ling hanya diam. Ia juga melihat Zhuo Xia memakai benang hitam itu. Saat melihat benang hitam itu, Ling merasa ada ingatan samar yang terlintas di pikirannya. Kemudian ia mengerutkan keningnya untuk mengingat.
Namun nihil. Ia tak ingat apapun.
"Aku harus kembali lebih dulu. Kau jagalah dirimu baik-baik," ucap Zhuo Xia yang hanya mendapat anggukan dari Ling. Kemudian dia dan pasukannya pergi ke tempat dimana helikopter mendarat.
Ketika mereka pergi, Su Wen Ai mendekat ke arah Ling.
"Bukankah Nona Zhuo terlihat pucat?" tanyanya pada Ling.
"Dia akan baik-baik saja," ucap Ling. Kemudian mereka lanjut berjalan menuju tempat penginapan.
Ling memikirkan Zhuo Xia. Ia sadar Zhuo Xia lebih pucat dari sebelumnya. Bahkan jika diamati lebih jauh, tatapan yang biasanya tajam sekarang lebih sayu.
Ketika ia memikirkan ini, ia merasa ada yang aneh.
"Sembunyi!" bisik Ling pada teman-temannya.
"Ada apa? Kami akan tetap bersamamu," ucap Liam. Sejak keluar dari hutan, kepekaan mereka bertiga juga bertambah.
"Sembunyi!" sekarang Ling menekan perkataannya.
"Jika sesuatu terjadi padaku, kalian jangan bertindak gegabah," ucap Ling lagi.
Liam, Yuan, dan Su Wen Ai menurut. Mereka percaya pada Ling. Namun mereka masih tidak mengerti apa yang Ling ucapkan. Sekarang mereka hanya bisa melihat Ling dari persembunyian.
Ling berdiri di pinggir jalan sambil melihat ponsel. Di tasnya sudah siap beberapa bahan peledak mini. Ia menggenggam erat ponselnya.
Saat Ling ingin menyebrang jalan, sebuah mobil van berhenti di depannya. Sosok pria kekar keluar dari mobil dan menarik paksa Ling. Sebelum itu, mereka mencocokkan dengan foto di ponsel mereka.
Ling dihempaskan dengan kasar ke dalam mobil. Saat ini tangannya sudah diikat dan mulutnya sudah disumpal. Ia berpura-pura takut dan meronta kecil. Mobil itu pun melesat pergi.
Setelah itu, Liam, Yuan, dan Su Wen Ai keluar dari persembunyian. Mereka bingung harus heran atau khawatir.
"Mengapa Ling malah menyerahkan diri begitu saja?" tanya Yuan masih menatap jalan.
"Dia tahu apa yang akan dia lakukan," ucap Su Wen Ai. Dia yang paling tenang diantara mereka. Sebenarnya ia juga sedikit khawatir.
"Ayo laporkan hal ini pada Nona Zhuo. Aku takut dia sudah pergi dengan helikopter," ucap Liam panik.
"Kau bisa menelepon dia!" teriak Su Wen Ai untuk menyadarkan Liam.
"Baik," ucap Liam. Ia memegang ponsel dengan gemetar dan mencari nama Zhuo Xia.
Saat Liam berhasil menelponnya, helikopter Zhuo Xia sudah berada di udara.
"Mendarat!" teriak Zhuo Xia.
"Nona kau tidak bisa kembali," ucap Yu Bin di sebelahnya.
"Aku tidak akan mengulang perkataanku," ucap Zhuo Xia.
"Nona kami mohon," ucap Ketua Dai yang mengemudikan helikopter.
"Baik," jawab Zhuo Xia. Tanpa ada yang mengerti pikirannya, Zhuo Xia melompat dari helikopter tanpa membawa parasut.
Belum sempat Yu Bin dan Ketua Dai mencerna ucapannya, dia sudah melompat. Gerakannya sangat cepat hingga Yu Bin tidak berhasil menahannya.
"Ketua Dai, Nona Zhuo melompat dari helikopter!" teriak Yu Bin panik.
"Mendarat!" teriak Yu Bin lagi.
Ketika sampai di daratan, Yu Bin langsung mengeluarkan jam mininya. Ia berbicara, "Siapkan anggota medis. Bawa dokter yang biasa menangani Nona Zhuo. Jika kalian tidak melakukannya dalam waktu cepat, kalian akan mati."
Petugas yang menerima telepon dari Yu Bin tersebut bergetar. Mereka sudah biasa menangani Zhuo Xia. Bahkan tanpa Yu Bin berkata begitu, mereka akan tetap bergerak cepat.
Yu Bin hanya dapat melacak keberadaan Zhuo Xia lewat peta yang terhubung.