Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Mengurung Diri Selama Puluhan Tahun


Wilayah kultivasi.


Sebulan yang lalu, tempat ini dipenuhi oleh orang dari berbagai negara yang menunggu Ling dan Zhuo Xia kembali.


Namun saat ini hanya kosong.


Rektor Xiang kembali datang ke sini. Ia bertanya pada penjaga yang menjaga pintu wilayah kultivasi, "Bagaimana? Apa ada pergerakan dari dalam?"


"Tidak ada, Rektor," jawab penjaga itu. Ia menghela napas pelan.


"Menurut orang-orang yang masuk, Tuan Muda memasuki jalan paling ujung. Namun saat aku mengecek, tidak ada pergerakan dari sana," jelas penjaga itu melanjutkan.


"Baiklah, tutup kembali tempat ini. Aku akan menemui pimpinan tetua Keluarga Bo," ucap Rektor Xiang. Ia memijat pelipisnya.


Ia sudah memberikan waktu sebulan pada mereka berdua. Sebenarnya ini adalah tindakan ilegal jika dia terlalu sering membuka pintu itu.


Namun bagaimanapun ia sudah tahu jika yang di dalam adalah muridnya.


Rektor Xiang berjalan keluar. Ia menatap nanar ke arah pintu gerbang. Saat ia membalikkan badan, ia melihat tiga orang yang duduk termenung sambil melihat ke arah pintu gerbang.


"Kalian kembalilah. Dia tidak akan keluar," ucap Rektor Xiang yang sebenarnya tidak bisa menerima kenyataan ini.


Ia tahu tiga orang ini. Mereka adalah teman Ling. Di saat yang lain datang dan pergi untuk melihat Ling dan Zhuo Xia keluar, mereka adalah yang selalu menetap di sini setiap hari.


"Aku tidak percaya sebelum aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri," ucap Liam sambil mengepalkan tangannya. Suaranya sedikit serak seperti menahan tangis.


"Aku juga tidak akan percaya," ucap Yuan menambahkan. Ia menatap datar ke arah pintu gerbang.


Su Wen Ai tidak mengatakan apa pun. Ekspresinya juga datar. Namun matanya tak pernah berbohong. Tatapan matanya kosong. Ia jelas juga tidak percaya dengan hal ini.


Ia tidak mungkin percaya jika orang hebat seperti Ling akan mati begitu saja. Namun sekarang ia menghilang di wilayah kultivasi? Itu sangat konyol.


Semua orang sudah keluar. Mengapa Ling dan Zhuo Xia tidak keluar?


"Kalian menunggu Chen Ling?" tanya Rektor Xiang yang sebenarnya sudah tahu jawaban mereka.


"Benar," jawab Liam dengan tegas.


"Apa kalian tidak tahu jika akademi ramuannya diserang? Apa kalian tidak tahu jika Ayah dan Ibunya menghilang? Apa kalian tidak tahu apa yang dia pertahankan akan hancur? Apa kalian akan diam saja tanpa menolong apa pun?" tanya Rektor Xiang berusaha membuat mereka bertiga sadar.


"Mereka bukan orang biasa. Jika kami menolong, kami masih terlalu lemah. Yang ada hanya kekalahan dan kami akan merepotkan mereka," jawab Yuan dengan senyum pahit.


"Namun, jika dia benar-benar tidak keluar, aku berjanji aku akan tetap menunggunya dan mengurung diri selama puluhan tahun. Setelah itu, aku akan membalas semua orang yang akan menjatuhkannya," ucap Yuan dengan penuh tekad. Terlihat cahaya harapan di matanya.


Sedangkan Liam dan Su Wen Ai tidak mengatakan apa pun. Namun dapat dilihat jika mereka setuju.


Jika orang lain mendengar perkataan Yuan, mungkin mereka akan menganggapnya sombong dan terlalu percaya diri. Namun kau tahu siapa yang bicara?


Dia adalah orang di bawah bimbingan Ling.


Rektor Xiang tertegun sejenak.


Kemudian ia menyuruh penjaga untuk memberikan kunci pada mereka bertiga.


*


Saat ini pimpinan tetua sudah kembali ke kediaman Keluarga Bo.


Ia berbicara dengan kepala pelayan Keluarga Bo, "Aku sudah menemukan Nyonya. Ia terluka parah. Suruh pelayan membawanya ke kamar untuk diobati."


"Jika aku boleh tahu, di mana Anda menemukan Nyonya, Tuan?" tanya kepala pelayan yang penasaran.


"Aku mendatangi alamat yang ditulis di surat. Di sana hanya ada Nyonya. Dan juga baru hari ini Nyonya ada di sini," jawab pimpinan tetua apa adanya. Ia ditolong seseorang untuk mengawasi tempat itu. Jadi dia bisa tahu rekaman apa saja yang ada di tempat itu.


"Aku masih berusaha untuk menemukan Tuan Besar Bo," ucap pimpinan tetua melanjutkan. Ia menghela napas pasrah. Ia sangat sibuk akhir-akhir ini untuk menggantikan Bo Minghao mengurus Keluarga Bo, ditambah lagi harus mencari mereka.


*


Akademi ramuan tidak sekacau yang dipikirkan. Lu Zhong berubah pikiran dan tidak ingin menghancurkan akademi dan ingin menguasai semuanya.


Namun saat ini semua guru dan murid sudah disandera.


Termasuk Paman Qian yang bertanggungjawab dengan hal ini.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Paman Qian mencoba melawan. Walau ia tahu jika orang di depannya adalah kultivator tingkat tinggi, tapi ia tetap tak takut.


"Sederhana saja. Aku menginginkan akademi dan semua ramuan yang ada di sini. Semua ini tak pantas untuk kalian, jadi aku akan mengambilnya," ucap Lu Zhong dengan nada angkuh.


"Aku tahu kalian memiliki beberapa pasukan dan senjata di sini," ucap Lu Zhong melanjutkan.


Sedangkan Paman Qian sudah sangat gugup. Ia melihat Chen Tian dari ekor matanya. Dalam hati, ia mengatakan hati-hati pada Chen Tian.


Beberapa saat kemudian, pasukan Chen Tian yang sejak tadi bersembunyi, mereka keluar. Mereka mengarahkan senjata ke arah Lu Zhong dan beberapa orang yang menyandera semua orang.


Lu Zhong hanya diam. Ia tak bergerak dan hanya mengayunkan satu tangannya. Namun dengan itu, ia mampu mendorong Chen Tuan dan pasukannya jatuh.


Mereka sampai batuk darah.


Paman Qian sangat terkejut. Kini ia tahu mereka memang tidak sebanding dengan orang-orang ini.


Melihat ekspresi takut Paman Qian, Lu Zhong semakin tersenyum sombong.


"Bagaimana? Kau sudah tahu kemampuanmu, kan? Hanya dengan satu lambaian tangan aku mampu membunuh kalian semua," ucap Lu Zhong yang semakin angkuh.


"Tuan, ada tiga guci besar berisi ramuan tingkat rendah dan satu guci besar ramuan tingkat rendah. Semua ramuan ini mencapai kemurnian 90%," lapor salah satu bawahan Lu Zhong.


"Sangat bagus," jawab Lu Zhong yang langsung mengamankan ramuan itu.


"Sekarang kau sudah tahu jika Kota Bayangan tidak seperti dulu lagi. Yang kuat yang berkuasa. Jika kau mempunyai banyak harta tapi lemah, kau hanya akan diinjak-injak dan kekayaanmu akan direbut," jawab Lu Zhong sambil menatap sinis ke arah Paman Qian.


"Aku akan memberimu waktu tiga hari untuk mengosongkan orang-orang ini dari akademi. Jika tidak, tubuh kalian akan dikuburkan di bawah akademi ini," ucap Lu Zhong yang kini menatap semua murid. Ia tersenyum dengan puas melihat penderitaan mereka.


Setelah mengatakan itu, Lu Zhong pergi dari akademi.


Ketika mereka semua telah pergi, Paman Qian menghampiri Chen Tian.


"Tuan Chen, bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Paman Qian yang sudah sangat panik saat melihat Chen Tian penuh darah.


"Aku akan memberi beberapa ramuan pemulih," ucap Zhuo Yang yang sejak tadi hanya diam. Ia merasa sangat ketakutan tadi.


"Jangan sampai Tuan Muda tahu hal ini," ucap Paman Qian. Pandangannya sangat tajam.


"Mengapa?" tanya Zhuo Yang yang tidak mengerti hal ini.


"Tuan Muda sangat protektif dengan orang-orangnya. Jika Tuan Muda tahu hal ini, aku tidak bisa membayangkan konsekuensinya," jawab Paman Qian dengan sedikit cahaya harapan dari matanya.