Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Merasa Sangat Kesepian


Mereka langsung pergi setelah selesai. Tetua menaiki jet pribadi dengan langkah tenang. Sekarang sudah tidak ada lagi beban untuk meyakinkan Ling agar datang ke pertemuan tahunan Keluarga Bo.


Ketika sekelompok penjaga itu tidak terlihat lagi oleh mereka, orang di samping tetua Bo bertanya dengan rasa penasaran, "Tetua, penjaga Tuan Muda Chen benar-benar tidak mengizinkan kita masuk. Namun, mengapa Anda harus begitu sopan kepada penjaga itu?"


Yang lainnya yang mendengar ini juga merasa sangat aneh. Kelompok penjaga itu tidak mengundang mereka untuk masuk. Mungkin juga mereka tidak berani. Hanya saja, bersikap sangat sopan kepada seorang penjaga di hutan belantara utara, tidak tampak seperti gaya tetua yang biasanya.


"Tidak perlu dipikirkan," tetua tidak tersenyum santai, ia terlihat agak serius.


Melihat respon tetua seperti ini, mereka tidak bertanya lagi dan hanya tersenyum. Ia berkata, "Kali ini Tuan Muda Chen setuju. Aku pikir misi ini tidak akan selesai."


"Aku juga tidak pernah berekspektasi seperti ini. Namun, kali ini pasti akan seru. Pulau Tuan Muda Yushen sudah hampir berkembang menjadi pulau kelas dua. Ia pasti sangat bekerja keras. Sedangkan wilayah utara Tuan Muda Chen masih tetap seperti ini. Cih, jika itu aku, aku tidak akan kembali ke Keluarga Bo bahkan jika aku mati," ucap salah satu orang.


Semua orang setuju dengan ucapannya dan tersenyum, kecuali tetua. Ia mengerutkan kening dan merasa ada sesuatu yang salah.


Yang lain tidak bisa merasakannya, tapi dia bisa dengan mudah merasakan bahwa penjaga tadi ... jelas sudah berada di tingkat kelima.


Apa itu tingkat kelima? Di Keluarga Bo, tingkat kelima bisa dianggap sebagai seorang yang jenius. Bo Yushen adalah seorang jenius di tingkat keenam. Kecualikan dulu Ling yang memang mengerikan, benar-benar tidak mudah untuk mencapai tingkat kelima pada usia ini.


Namun, itu adalah penjaga yang dipekerjakan Ling di perbatasan. Apakah itu kebetulan atau Ling sengaja melakukannya? Atau apakah dia yang melewatkan sesuatu?


Namun, tetua ini tidak ingin percaya jika Ling sudah mengembangkan wilayah utara. Lagipula, baginya Ling tidak memiliki sumber daya apa pun. Ia hanya bisa percaya jika Ling telah mencapai tingkat ketujuh.


*


Saat ini, Ling yang sedang berbicara dengan Su Wen Ai dan yang lainnya, ia menerima kabar dari penjaga itu.


"Sepertinya mereka sudah mengambil keputusan," ucap Su Wen Ai. Ia menuangkan teh ke dalam gelasnya dengan tenang. Selama setahun terakhir, tidak banyak yang berubah darinya. Hanya saja, auranya sekarang lebih stabil.


"Bersiap. Kita akan pergi ke Keluarga Bo besok. Aku akan menemui kakek dan ibu dulu," ucap Ling. Ia berdiri dan menggulung lengan bajunya.


"Besok? Bukankah acaranya lusa?" tanya Liam terkejut.


Ling terlihat tidak terlalu peduli, "Karena mereka sudah sangat ingin bertemu denganku, seharusnya aku tidak mengecewakan mereka, kan?"


*


Chen Qi dan Chen Lin telah dibawa untuk berkeliling di sini. Ling tidak bisa menemukan mereka, tetapi ini juga memberinya kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya.


Ketika ia berjalan ke kantor di gedung pribadinya, orang yang menjaga di luar terlihat gelisah.


"Ada apa?" Ling berhenti berjalan. Ia menatap penjaga itu curiga.


"Tidak ... tidak ada ...," penjaga itu menjawab dengan ragu-ragu dan melirik pintu kantor. Setelah itu, ia tidak mengatakan apa-apa dan buru-buru pergi.


Ling melihat langkahnya agak gusar.


Ling menyentuh dagunya dan membuka pintu. Saat ia akan meminta seseorang untuk menghentikan penjaga itu, ia melihat sosok yang dikenalnya di dalam kantor.


"Mengapa kau di sini?" Ling terlihat sangat terkejut.


Ia tak bisa lagi menyuruh seseorang menghentikan penjaga itu. Di sana, sosok dingin duduk di kursi dan menghadapnya. Namun, orang itu menundukkan kepalanya seperti melihat sesuatu. Ling tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas, tapi ia sangat mengenal perawakannya.


Zhuo Xia mendongak ketika mendengar suara Ling. Ia hanya menatapnya dan tidak mengatakan apa-apa.


Namun, Ling melihat tatapannya lebih dalam dari sebelumnya. Zhuo Xia tidak terlihat senang. Ada kilatan dingin yang dipantulkan dari matanya.


Lalu, Ling juga mendengar suara dinginnya, "Apakah kau tahu itu Long Hua?"


Ling berpikir beberapa detik, menebak-nebak mengapa Zhuo Xia bisa ada di sini. Ketika Zhuo Xia bertanya, Ling tahu apa tujuannya. Ia segera menjawab, "Itu tidak masalah."


Tak ada emosi yang terlihat di wajahnya.


"Berapa banyak yang kau ingat?" tanya Zhuo Xia menghela napas berat.


Ling tersenyum, tapi tidak terlihat tersenyum, "Tidak lebih, tidak kurang."


Zhuo Xia mengerti. Ling pasti sudah mengingatnya sedikit. Ia tenggelam dalam pikirannya dan tidak tahu harus mengatakan apa.


Ling juga hanya bersandar di pintu dengan ekspresi tenang.


"Aku ingat ada dua bahan peledak. Mengapa kau menggunakan yang terakhir?" tanya Zhuo Xia setelah dia diam beberapa saat.


Ling menjawab, "Hm, seperti itu lah."


Namun, Ling mengepalkan tangannya erat.


"Baiklah. Kau bisa menceritakannya," Zhuo Xia mendongak. Kini Ling bisa melihat haus darah di matanya.


Setelah bersama dengan Zhuo Xia untuk waktu yang lama, Ling tahu jika Zhuo Xia memang selalu terlihat dingin. Namun ternyata, Zhuo Xia jarang marah. Saat ini, Ling bisa merasakan aura marahnya.


"Saat itu ... ia mengambil satu untuk menyelamatkan adiknya," Ling memalingkan muka saat ia mengatakan itu. Ia merasa beruntung karena ia pergi ke tempat Tuan Shangxuan tahun ini. Jika tidak, mungkin ia belum bisa merasa tenang sekarang saat teringat kenangan buruk itu.


Ada beberapa kenangan yang tak bisa dilupakan setelah mengingatnya.


Tatapan Ling agak kabur, "Kau masih ingat nama kodeku, kan? Saat itu, ketika kau dan orang-orang di luar negeri pergi ke pulau, diam-diam aku sudah bisa membuat senjata api. Satu-satunya yang tersisa adalah aku, tapi aku tidak memiliki kunci untuk keluar. Akhirnya, kalianlah yang membuka pintu untukku."


Tangan Zhuo Xia menegang. Ia melirik Ling.


"Aku sangat berterima kasih pada kalian. Sungguh sangat berterima kasih. Itu adalah pertama kalinya aku melihat cahaya setelah lebih dari 10 tahun," ucap Ling tertawa.


Seberapa berpengaruh kejadian 10 tahun itu untuknya? Pengaruhnya sangat hebat, sehingga dia melupakan semua yang ada di pulau itu dan lupa bagaimana caranya keluar. Namun, ia tetap tidak bisa melupakan bagaimana rasanya hidup setiap hari sebagai subjek eksperimen.


Setiap hari, ia merasa sangat putus asa. Orang biasa tak akan pernah mengalami keputusasaan seperti itu. Namun, dia adalah Chen Ling. Dia adalah seseorang yang diabaikan keluarganya sejak lahir. Jika dia tak mau berjuang untuk dirinya sendiri, apa gunanya ia bertahan selama lebih dari 10 tahun saat itu?


Eksperimen di pulau itu sangat realistis. Tak ada seorangpun di luar negeri yang mau menyelamatkan mereka. Tindakan Zhuo Xia dan yang lainnya yang menyelamatkan mereka, telah membuat orang-orang di belakang laboratorium marah. Terutama karena mereka meloloskan Ling, subjek eksperimen mereka yang paling luar biasa. Dengan demikian, sekelompok besar ahli ditugaskan untuk mengejar mereka.


Akhirnya, ia dan Long Hua tertangkap lagi. Saat itu, Ling masih terjaga dan dia memiliki dua senjata api. Itu cukup untuk mereka berdua melarikan diri.


Namun, tidak ada yang menyangka. Setelah bos laboratorium menangkap mereka, ternyata ia hanya berbicara dengan Long Hua, "Apakah kau sangat akrab dengan Kode Z?"


Saat itu, Ling tidak memandang Long Hua. Ia berpikir Long Hua pasti sudah tahu jawaban yang terbaik untuk mereka berdua. Namun, Ling tercengang saat melihat Long Hua mengambil senjata apinya dan pergi begitu saja.


Ling bisa mengingat adegan ini dengan mudah. Ia merasa selamanya ia tidak boleh melupakan ekspresi dingin Long Hua ketika dia pergi.


Bos laboratorium memandang Ling mengejek saat melihat Ling tak berdaya.


Saat itu, ia belum memiliki banyak relasi dengan dunia luar. Ia tidak akrab dengan A Shui dan yang lainnya. Ia juga tidak memiliki rekan-rekan dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Selain itu, ia juga tak pernah mengenal orang-orang dari Organisasi Tempur.


Saat itu, ia merasa sangat kesepian.


"Jadi, saat pertama kali aku menemukanmu, kau tidak mencari laboratorium bukan karena tidak tahan dengan racun di tubuhmu? Tetapi karena ini?" Zhuo Xia menarik napas dalam-dalam, kemudian ia menghembuskannya dengan berat. Jejak telapak tangannya terukir jelas di atas meja. Bahkan nada suaranya sedikit dingin.


Setelah bertahun-tahun, Ling akhirnya punya banyak teman. Saat dia memikirkannya sekarang, ia tidak sedingin sebelumnya. Ia berangsur-angsur berdamai dengan dirinya dan mengangguk kepada Zhuo Xia.


Ia menatap mata Zhuo Xia lekat.


"Kau tidak salah menebak. Orang itu memang Long Hua. Aku tidak pernah berharap untuk melihatnya lagi. Saat itu, aku sudah sangat putus asa. Ternyata ada 10 orang yang tidak bisa keluar. Aku takut ia ada di antara mereka. Tapi untungnya, dia berhasil keluar," ucap Ling. Bagaimanapun, Long Hua juga seorang partner yang melalui hal suram bersamanya.


"Untung? Apa kau pikir dia masih ingin hidup dengan baik sekarang?" Zhuo Xia menatapnya dingin.


"Dia juga tidak salah. Jika bukan karena dia, mungkin aku tidak akan pernah bertemu dengan Tuan Pulau, A Shui, dan yang lainnya ... dan aku juga tidak akan berada di sini hari ini. Ngomong-ngomong, mungkin aku masih harus berterima kasih padanya," Ling tersenyum saat mengatakan itu.


Setelah mengalami begitu banyak hal, Ling juga tahu betul bahwa berteman tidak semudah itu. Saat menghadapi bahaya, selain Liam dan yang lainnya, hampir tidak ada orang yang akan mempertaruhkan nyawa mereka untuknya.


Mungkin ia ingin benar-benar berterima kasih kepada Long Hua. Jika bukan karena Long Hua, Ling tidak akan meledakkan pulau itu. Tidak akan ada Ling X yang ditakuti semua orang di Kota Bayangan.


Kilatan dingin di mata Zhuo Xia meredup dan hatinya sedikit melembut. Ia menghela napas panjang dan berkata, "Kalau itu aku, aku tidak akan berterima kasih padanya."


"Baiklah, baiklah, baiklah, aku tahu," jawab Ling. Setelah ia menceritakan semua ini kepada Zhuo Xia, ia merasa lega. Ini adalah hal yang sudah ia tahan selama setahun.


"Manajer Bo akan segera datang. Kau juga baru saja kembali. Keluarga Zhuo pasti menunggumu, kan?" tanya Ling yang sebenarnya menyuruh Zhuo Xia pulang.


Ling berpikir Zhuo Xia akan berpura-pura tidak mendengarnya, tapi ternyata Zhuo Xia benar-benar pulang.


*


Setelah pintu tertutup, ekspresi santai Zhuo Xia memudar.


Ia berdiri di luar pintu dan tidak langsung pergi. Ia masih berusaha menggunakan seluruh kekuatannya untuk melepaskan kepalan tangannya sendiri. Jika ada orang di sana, mereka pasti bisa melihat darah menetes dari tangannya.


"Nona Zhuo?" itu adalah Mei Mengyi. Ia langsung bergegas ke sini ketika mengetahui Ling sudah kembali. Namun, ia sedikit tercengang ketika melihat Zhuo Xia bersandar di pintu.


Zhuo Xia mulai tersadar dari pemikiran buruknya. Ia mulai melangkah pergi, bahkan tanpa melihat Mei Mengyi.


"Aneh," ucap Mei Mengyi, tapi ia tak punya waktu untuk memikirkannya. Ia segera berlari masuk mencari Ling.


Zhuo Xia sudah menaiki mobilnya. Ketua Dai duduk di kursi kemudi dan menunggu perintahnya.


Namun, setelah menunggu lama, Zhuo Xia tidak berbicara juga. Ia hanya melihat keluar jendela dan tetap diam sejak tadi. Sepertinya, Zhuo Xia seperti ini karena Ling. Ketua Dai tak memiliki hak untuk mengemudi maju dan ia tak mungkin juga untuk mundur.


*


Ketika Mei Mengyi memasuki kantor, Ling sedang duduk di kursi. Ia langsung berkata, "Raja, aku baru saja melihat Nona Zhuo. Mengapa ia terlihat aneh?"


Setelah mendengar ini, Ling hanya membalikkan halaman dokumen dan meliriknya, "Tidak apa-apa. Apa kau sudah menyelesaikan masalah Asosiasi Dewa Ramuan?"


"Orang-orang bodoh itu ... Aku akan segera menyelesaikan masalah lainnya," jawab Mei Mengyi. Ia menarik kursi untuk duduk.


Ling mempercayai Mei Mengyi jadi ia tak mengatakan apa-apa lagi dan hanya mengangguk.


"Baiklah. Aku masih punya beberapa hal untukmu," ucap Ling. Ia menyalakan komputer di sampingnya dan membuka thumb drive yang di bawanya.


Mata Mei Mengyi berbinar saat dia melihat hal itu. Ia bahkan lupa untuk bertanya ke mana Ling pergi selama setahun ini. Ia fokus melihat gambar empat dimensi yang berada di komputer.


"Tak ada perangkat lunak type X di komputer ini. Cari A Shui dan minta itu padanya. Thumb drive ini akan kuberikan padamu. Di masa depan, pertahanan di sini dan Kota Bayangan akan bergantung pada hal ini," Ling menutup monitor gambar dan melirik ke samping. Ia telah menghabiskan waktu satu tahun untuk merancang ini.


Mei Mengyi yang tadi sangat bersemangat menantikannya, ia berhenti ketika mendengar ucapan Ling, "Raja, apa maksudmu?"


Ia belum pernah menggunakan perangkat lunak seperti itu sebelumnya, tapi ia pernah mendengar tentang itu. Itu paling sering digunakan untuk desain tingkat tinggi. Ia juga pernah melihat timnya menggunakan itu sebelumnya. Tak lebih dari 100 orang di dunia yang tahu cara menggunakan perangkat lunak itu, karena itu sangat sulit dipelajari. Mei Mengyi tidak yakin apakah dia bisa menguasainya atau tidak.


Ia memang seorang pedagang bom dan senjata, tapi ia bingung dengan perintah Ling sekarang. Mengapa semua masalah diserahkan padanya? Bahkan ia masih harus mempelajari perangkat lunak type X.


"Aku akan kembali ke Keluarga Bo. Aku juga masih harus kembali ke Kota Urban. Aku tidak tahu akan memerlukan waktu berapa lama. Aku akan menyerahkan hal-hal ini kepadamu. Ingat, ini semua sangat penting," ucap Ling tersenyum mengangkat thumb drive itu.


Suara Ling sedikit tegas. Mei Mengyi segera duduk tegak dan mengambil thumb drive itu. Ia menatap Ling dengan tatapan yakin, "Baiklah. Aku akan tetap di sini menunggumu."


"Baik. Seseorang dari keluarga Lingxi akan datang ke luar negeri. Kirim tim untuk melindungi mereka," ucap Ling berdiri.


Ia mulai memberikan perintah satu per satu. Ia memberikan semua masalah itu kepada mereka. Bahkan, Bo Xue Ning tidak mengerti apa yang dia bicarakan. Namun, ia tetap mengingat semua perintahnya.


Orang-orang ini terus mengobrol sepanjang malam, tetapi Ling tidak terlihat lelah. Ia mendongak ke langit dan memasukkan satu tangan ke sakunya.


Ekspresinya lebih lembut, "Di mana kakek dan ibuku sekarang?"


"Di menara kota," jawab salah satu penjaga.