
Ling masih bersikap santai seperti biasa. Ia menatap kumpulan pria itu dengan dingin. Ia menepuk-nepuk setumpuk uang milik Yuan yang ada di tangannya.
Brak!
Dalam sekejap, pria yang menodongkan pisau padanya terjatuh dalam posisi aneh. Kaki seperti sedang split dengan kepala membentur tanah. Pisaunya sudah terbuang entah kemana.
Tidak ada yang melihat dengan jelas bagaimana Ling melakukannya. Ketika itu, ia sudah berbalik menatap Sheng Man dan anak buahnya.
Tiba-tiba ada sekelabat bayangan yang lewat di depan Sheng Man.
Brak! Brak! Brak!
Satu menit kemudian, Ling sudah berdiri di tempatnya. Ia kembali menepuk-nepuk setumpuk uang Yuan. Ekspresinya masih santai seperti biasa.
Dengan suara dingin, Ling berkata, "Minta maaf!"
"Kak Yuan, kami minta maaf. Kami salah. Kami tidak akan melakukannya lagi," ucap Sheng Man dan anak buahnya. Mereka bersujud sampai menyentuh tanah.
"Tidak apa-apa," jawab Yuan sedikit gugup. Ia masih bingung dengan apa yang terjadi.
Ling berjalan mendekati Sheng Man. Ia menunduk dan mengambil pisau yang ada di celana Sheng Man. Ia mengelus lembut pisau itu sampai ke ujung. Kemudian ia mengangkat kerah baju Sheng Man sampai ia terangkat. Ling mengeluarkan senyum iblisnya. "Jika kau memeras uang dari orang-orang lagi, aku yang akan memberimu pelajaran. Apa kau mengerti?"
Lutut Sheng Man bergetar saat Ling mengangkatnya. Ia mengangguk-angguk patuh. "Aku tidak berani lagi! Aku tidak akan melakukannya lagi! Aku hanya suruhan! Tolong lepaskan aku!"
Para bawahannya kembali bersujud saat melihat bos mereka begitu menyedihkan.
Ling mengerutkan kening. Kemudian ia tersenyum saat melihat sesuatu di ekor matanya.
Brak!
Ia menjatuhkan Sheng Man. "Begitukah? Bagus kalau kau mengerti."
Sheng Man dan anak buahnya mengucapkan terimakasih karena sudah melepaskan mereka. Setelah itu mereka berlari ketakutan.
Yuan segera tersadar dari lamunannya. Ia menatap Ling tak percaya. "Ling?"
"Seberapa jauh lagi kedai es krimnya?" tanya Ling sambil menyerahkan uang Yuan.
Ekspresinya Ling acuh, seolah ia tak melakukan apapun tadi. Seolah memukul orang adalah hal yang biasa dia lakukan.
Masih dengan keterkejutannya, Yuan memimpin jalan.
*
"Dia mengabaikan kita begitu saja?" Yu Bin terkejut melihat kepergian Ling dan Yuan.
"Lebih baik melakukan pencegahan ekstra sekarang. Banyak buronan yang menuju Kota Urban. Sebarkan tim militer ke seluruh kota," ucap Zhuo Xia. Ia menatap dalam ke arah tempat terakhir Ling berdiri.
Bagaimana ia bisa mengendalikan tubuhnya dengan begitu baik? Belum lagi tatapan dan ucapannya yang mendominasi, batin Zhuo Xia.
"Walaupun Raja Legendaris sudah mati, bagaimana mereka bisa begitu berani? Padahal masih ada Organisasi Tempur. Ya, walau mereka juga bersembunyi, setidaknya mereka masih kuat," ucap Yu Bin mengikuti arah pandang Zhuo Xia.
Zhuo Xia kembali diam ia memainkan ponselnya. "Kita bisa bekerjasama dengan Chen Company," ucapnya kemudian masuk ke dalam mobil.
*
Ling dan Yuan berada di kedai es krim sekarang. Ling memesan es krim cokelat, sedangkan Yuan memesan es krim vanila. Tadi Liam mengirimi Ling pesan menanyakan dimana keberadaannya. Sekarang Liam sedang dalam perjalanan ke sini.
"Kau berteman dengan Tuan Muda Liam?" tanya Yuan kaget saat Ling memberitahunya. Sebagai orang biasa, ia menganggap mulia keluarga kaya. Ia juga merasa beruntung bisa berteman dengan Ling, walau banyak yang menganggap dia sampah.
"Ya, aku berteman dengan Ling," seseorang menjawab pertanyaan Yuan. Itu adalah Liam.
"Tidak apa," Liam menepuk punggung Yuan pelan. Kemudian ia duduk di sebelah Ling.
"Jika kau adalah teman Ling, maka kau temanku juga," ucapnya tersenyum hangat. Liam memanggil pelayan dan memesan es krim stroberi.
Ia sedikit melirik Ling yang memainkan ponsel. Layarnya memancarkan waran hijau merah. Ling sedang membuka pasar saham.
Saat melihat nominal uang Ling, Liam tersedak es krimnya. "Apa? Kau mendapat 400.000 pagi tadi?"
Liam mengambil ponsel Ling dan melihat lebih jelas. Jumlah uangnya sekarang adalah 410.300 dengan nominal awal 200.000. Itu berarti ia mendapatkan 210.300 pagi tadi.
Ling mengambil kembali ponselnya. Ia mengerutkan kening. "Apa ada masalah?"
"Tentu saja ada masalah!" Yuan menjawab sedikit berteriak. Sekarang orang-orang memperhatikan mereka. Yuan yang merasa bersalah segera membungkuk minta maaf.
Ia kembali melanjutkan bicaranya dengan suara lebih pelan. "Wuzhou menjadi berita utama di koran-koran bisnis karena mendapat keuntungan 25% dalam sahamnya. Dan kau mendapat keuntungan 50%?"
Liam menggelengkan kepalanya. Ia tahu Ling jenius jadi ia tak terlalu mempedulikan itu. Ia hanya memberi informasi pada Ling. "Ling, di Kota Urban hampir tidak ada yang bisa mendapat keuntungan 50% dalam waktu singkat. Kau melakukannya dalam satu pagi dan itu sangat menakutkan," ucap Liam dengan ekspresi serius.
"Oh," jawab Ling santai.
Apakah dia menakutkan? Dulu dia menghasilkan ratusan juta bahkan miliaran dalam pasar saham. Lebih baik berkali-kali lipat dari sekarang.
Tadi ia hanya menggandakan sedikit uang. Baginya itu tidak menakutkan. Bagaimana jika Liam tahu bahwa dia menggandakan uang tidak dalam satu pagi tapi dalam satu mata pelajaran?
*
Kediaman Zhuo.
Liam sedang memegang ponselnya dan memperhatikan pasar saham. Ia masih ingat ramalan Ling yang mengatakan bahwa harga saham Gong Company akan turun.
Namun saat itu, grafik harga saham Gong Company sedang naik. Bahkan perdagangannya mencapai titik tertinggi.
Liam menjadi sedikit ragu pada Ling. Apakah kali ini Ling akan salah?
Sedetik kemudian, grafik itu mencapai titik balik.
"Apa-apaan ini? Aku untung banyak," ucap Liam merasa sangat senang. Ia bahkan melompat dan hampir menjatuhkan ponselnya.
"Bahkan mencapai batas bawah," ujarnya masih kegirangan. Dalam hati, Liam sangat beruntung mempercyai Ling. Ia memang jenius dalam segala hal.
Pada saat yang sama, di tempat yang berbeda, orang yang menonton pasar saham juga tercengang. Itu termasuk Yuan Ming.
"Apakah itu mencapai batas bawah?" gadis muda di samping Yuan Ming bertanya. "Mungkin orang baru. Dia memprediksinya dengan benar."
Yuan Ming menggeleng. "Tidak. Orang ini hanya melakukan tujuh transaksi dalam 30 menit. Dia jelas bukan seorang pemula."
Dia kembali melihat akun itu. Kemudian berkata, "Bahkan hanya sedikit orang dari Kota Bayangan yang bisa melakukan ini."
"Apa kau ingat kehancuran pasar saham lima tahun yang lalu?" tanya Yuan Ming saat teringat sesuatu.
Gadis muda itu membeku. Tentu saja dia ingat. Siapa yang dapat melupakan peristiwa legendaris itu? Kehancuran pasar saham yang mengguncang dunia.
Yuan Ming melirik komputernya dan mengetik sesuatu.
[Bisakah kau menambahkanku sebagai teman? Aku ingin memastikan sesuatu.]
Itu adalah perdagangan jangka pendek yang dilakukan tanpa kecerobohan. Investor akan terkejut saat melihat satu teknik ini. Tidak banyak juga yang bisa melakukannya.
Terutama nama akun itu. Tatapan mata Yuan Ming semakin dalam.