
"Aku tidak bisa mengerti dirimu," ucap Tuan Shangxuan. Ia tidak terkejut dengan apa yang dikatakan Ling.
"Aku telah mendengar beberapa hal tentangmu di negara ini. Jangan terlalu dipikirkan, aku hanya sedikit penasaran. Dengan bakatmu, kau bisa belajar ramuan dan mengembangkan pengetahuanmu atau pun kau bisa tetap belajar di Akademi Bintang. Sebenarnya aku tidak ingin ikut campur. Aku hanya merasa jika kau bukanlah tipe orang yang suka mencari masalah. Namun, kau tetap berurusan dengan hal-hal yang tidak berhubungan denganmu," ucap Tuan Shangxuan.
Kemudian, ia menatap Ling sangat dalam, "Bukankah melelahkan hidup seperti ini terus?"
Mendengar ucapan dan pertanyaan Tuan Shangxuan, Ling mengangkat kepalanya dan melihat ke luar jendela. Ia tertawa.
"Tuan Shangxuan, apakah Anda melihat orang itu? Dia adalah temanku, Zhuo Liam. Dia datang hari ini untuk menemui Anda. Tentu saja Anda tidak mengenalnya. Sebelum dia mengenalku, dia adalah orang yang tidak berguna di Kota Urban. Dia hampir mirip denganku di masa lalu. Karena bakatnya, seluruh keluarganya hampir dimusnahkan dan dia harus bekerja keras untuk mempertahankan keluarganya. Dan di sebelahnya adalah Qi Yuan. Jika bukan karena aku, mungkin dia akan tetap menjadi orang biasa sekarang. Dia bisa hidup tenang tanpa harus menghawatirkan apapun dan tidak perlu mempertahankan hidup di luar negeri seperti sekarang. Masih banyak lagi orang yang tidak Anda ketahui. Beberapa orang menganggapku sebagai panutannya dan orang lainnya masih menyembunyikan diri. Aku belum bisa menemukan mereka. Menurut Anda, mengapa aku melakukan hal-hal seperti ini? Orang-orang itu, mereka semua, harus memiliki kehidupan yang lebih baik dan tidak terganggu dengan masalah-masalah sulit. Akulah yang memimpin mereka semua yang sedang berada di jalan ini. Semua orang luar negeri takut dengan sumber daya di Kota Bayangan. Namun, apa Anda tahu? Beberapa bulan lalu, keluargaku hampir dihancurkan oleh Asosiasi Dewa Ramuan secara diam-diam. Tanpa Ahli Bom Mei dan senjata nuklir, mungkin tempat kita berpijak sekarang tidak akan ada lagi," Ling menjelaskan. Ia berhenti sejenak dan tenggelam dalam pikirannya.
Itu alasannya dia datang ke sini dan membawa orang-orang dari Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya. Tugas orang-orang di pulau itu untuk melindungi luar negeri tetap tidak berubah. Sangat sulit untuk membuat Pulau Yang Tak Boleh Disebut Namanya menjadi sebuah negara yang ditakuti semua orang. Namun, ia tetap bertahan untuk mewujudkan hal ini.
"Itulah mengapa aku harus bekerja lebih keras lagi! Karena kami masih harus melihat matahari besok! Karena kami masih harus kembali ke Kota Bayangan! Dan karena aku masih harus membawa mereka pulang!" Ling meletakkan cangkir tehnya. Ada rasa keras kepala yang tidak bisa dijelaskan.
Bukannya ia ingin menguasai segalanya, tapi teman-temannya telah bekerja sangat keras dan tidak pernah menyerah. Bagaimana dia bisa mundur begitu saja?
Ia mengalihkan pandangannya ke Tuan Shangxuan dan menghela napas, "Tuan Shangxuan, aku tahu jika Anda tidak pernah ikut campur dengan urusan luar negeri, jadi aku tidak setuju untuk menjadi murid Anda. Karena setelah aku menjadi murid Anda, Anda pasti akan terlibat. Sudah banyak orang yang melakukan ini di Kota Bayangan. Aku tak ingin Anda menjadi satu orang lagi yang seperti itu."
Ling selalu memahami posisinya, baik ketika dia dilahirkan kembali atau ketika dia pertama kali hidup. Keserakahan orang-orang adalah alasan utamanya, tapi bukan itu alasan yang terpenting.
Saat ia tahu ada tempat seperti Kota Bayangan, Ling merasa panik. Ada terlalu banyak orang biasa di Kota Bayangan. Jika kekuatan luar negeri ingin mengambil alih sumber daya mereka, siapa yang bisa melindungi mereka? Saat ia baru saja dilahirkan kembali, ia sebenarnya ingin menghindari hal ini. Namun, bagaimana ia bisa dengan mudah melupakan tanggungjawab yang sudah terukir dalam hatinya?
Saudara-saudaranya yang telah melalui suka duka bersamanya, semua orang yang telah berjuang untuknya, mereka semua menunggunya kembali. Ling telah menyaksikan rekan-rekannya mati saat ia memilih mundur ke Kota Urban. Bahkan jika dia akan mati nanti, dia tak akan pernah memaafkan dirinya sendiri.
Ini pertama kalinya Tuan Shangxuan tercengang mendengar Ling bicara. Ia mengangkat kepalanya dan menatap Ling dengan hampa.
Setelah Ling selesai bicara, aura menakutkan yang tadi mengelilinginya langsung menghilang. Ekspresinya kembali pulih dan menunjukkan keagungannya. Dia terlihat malas seperti sebelumnya, seolah dia tak mempedulikan apapun.
Tuan Shangxuan tidak tahu apa dan siapa yang dimaksud Ling. Namun, melihat Ling seperti ini, bahkan hatinya yang tidak pernah goyah selama bertahun-tahun pun mulai berkobar lagi. Untuk sesaat, ia bahkan ingin mengatakan jika dia tidak takut dengan risiko yang akan terjadi. Ling tetap bisa menjadi muridnya.
Namun, ia menepis pemikirannya dan menelan kata-katanya.
Ia menghela napas, "Kau sangat mirip dengan seseorang yang kukenal. Kalian sama-sama keras kepala. Kalau begitu, aku akan menunggumu selama setengah bulan. Setengah bulan lagi, token ini bisa menjadi milikmu dan bisa membantumu mencariku. Ingat, jangan sampai satu orang pun tahu kemana kau pergi."
Ling mengambil token itu dan menggenggamnya. Ia menatap Tuan Shangxuan, "Terimakasih, Tuan."
"Baiklah, aku akan tinggal di sini selama tiga hari. Jika ada temanmu yang ingin bertemu denganku, silahkan datang saja. Kau boleh pergi," ucap Tuan Shangxuan.
Ling berdiri dan membungkuk kepada Tuan Shangxuan sebelum pergi.
Di luar, wajah Liam berseri-seri saat mengetahui Tuan Shangxuan ingin menemuinya. Ia masuk dengan sedikit gugup.
Ling hanya menggeleng saat melihatnya.
Ketika ia bersiap pergi, ia melihat wanita berambut ungu tidak jauh dari sana. Ia mengangkat alisnya, "Mengapa kau di sini?"
Mendengar pertanyaan Ling, Su Yuri sedikit terkejut dan menyentuh rambutnya, "Zhuo Liam menyuruhku datang. Kebetulan tokoku ada di dekat sini."
"Bukankah kau dari Keluarga Su? Mengapa kau mendirikan toko?" tanya Ling lagi.
Wajah Su Yuri langsung berubah muram, "Aku selalu berselisih dengan Nona Muda Su sejak aku kecil. Jadi, aku meninggalkan Keluarga Su saat berumur lima tahun. Kau bisa membayangkan sendiri keluarga seperti apa yang aku punya."
"Meninggalkan Keluarga Su? Kalau begitu, apa kau bersedia bergabung dengan kekuatan lain?" tanya Ling memasukkan satu tangannya ke saku.
Su Yuri terkejut, "Hah?"
"Aku masih punya urusan dan harus kembali sekarang. Nanti Liam yang akan memberitahumu," jawab Ling.
Asosiasi Dewa Ramuan sudah hampir memonopoli semua ramuan di luar negeri. Ling membutuhkan ahli ramuan lagi karena Liam saja tidak cukup. Su Yuri datang di waktu yang tepat.
***
Wah, Ling ngomong panjang lebar😍😁
Semangat yang masih puasa💪