
Sekolah Menengah Guxian.
Ling menyimpan ponselnya. Ia duduk bersandar di kursi dan melipat tangan. Kelas akan berakhir dan dia menunggu bel berbunyi.
Dulu saat bermain saham, ia bisa menghasilkan miliaran uang. Siapa yang mengira, orang yang dulu mereka remehkan sekarang bisa menghasilkan uang jutaan.
Bel pun berbunyi.
Ia menggeser kursi Yuan dan memakai tas sekolahnya. Setelah itu ia berpamitan pada Yuan dan keluar dari kelas.
Hari ini ia akan menghadiri arena pelatihan untuk jamuan penutupan kelas. Setiap siswa yang pernah hadir, diwajibkan datang.
Ling dengan malas menuruni tangga. Saat sampai di lantai dua, ia melihat Liam sudah menunggunya. Mereka pun berjalan ke lantai satu dan menuju gerbang.
Setiap orang memberi jalan pada Ling dan Liam. Sejak kejadian di cafe, tidak ada lagi siswa yang menghina Ling. Meski hanya beberapa anak kaya yang melihat kejadian itu, tapi hal itu tersebar dengan cepat ke seluruh sekolah. Meski mereka masih tidak menyukainya, mereka tetap tak berani membicarakannya di belakang.
Saat itu, Fu Zhu melihatnya dari jauh. Ia berkata, "Lihatlah kebodohannya. Ia masih bisa berjalan dengan santai dan percaya diri di sekolah. Sepertinya ia tidak tahu bahwa pemegang saham Chen Company sudah banyak yang pergi dan harga saham mereka sudah merosot jauh. Orang tidak berguna tetap tidak berguna."
Wuzhou di sampingnya tersenyum meremehkan.
"Kalian adalah temanku. Aku tidak ingin kalian masih memiliki hubungan dengan Keluarga Chen. Cepat jual saham keluarga kalian sebelum Keluarga Chen jatuh. Lagipula, beberapa hari lagi Lu Yan akan mengadakan konferensi pers dan berdiskusi tentang Proyek L," ucap Wuzhou.
Ia menatap kepergian Ling. Setelah itu kilatan tajam muncul di matanya.
*
Arena pelatihan.
Yuan Ming mengadakan pidato khusus untuk penutupan arena pelatihan. Setiap kalimatnya sangat jelas dan tegas. Wuzhou dan Lu Yan mendengarkan dengan antusias.
"Baiklah, kalian bisa mulai makan," ucapnya setelah mengakhiri pidato.
Tatapan matanya jatuh ke seorang pria di ujung ruangan. Pria itu tersenyum malas dan makan dengan santai. Ia tahu masalah Keluarga Chen. Chen Company terus mengalami penurunan harga saham selama seminggu ini. Banyak proyek mereka yang tertunda karena tidak memiliki dana. Semua orang menunggu konferensi pers Keluarga Lu, karena saat itu Chen Company akan mengumumkan kebangkrutan mereka.
Matanya semakin dalam. Ia mengingat beberapa kejadian selama arena pelatihan. Ling menyelesaikan semua tugas dengan baik. Ia mendapat tempat pertama di tes ramuan, ia mendapat nilai tertinggi di tes ekonomi, bahkan ia dapat memimpin tim dengan baik saat mencari token emas.
Pada tes ramuan, itu adalah persiapan Tuan Zhao sendiri. Bahkan ia baru mengetahui jawabannya saat mereka memeriksanya. Tidak mungkin Ling mencontek.
Apalagi soal pada tes ekonomi. Itu sangat sulit. Itu setara dengan tes perguruan tinggi di Kota Bayangan. Walau isi soal itu umum, tetap saja dia pasti bukan orang biasa jika bisa menjawab semua pertanyaan dengan sempurna. Apalagi ini adalah pertanyaan uraian bukan pilihan ganda. Dan dia memilih pertanyaan paling sulit.
Sedangkan di tes fisik, ia lihat Ling hanya duduk selama satu jam. Namun Yuan Ming sadar, sepertinya saat itu Ling sedang berkultivasi. Ketajaman matanya meningkat. Ia bisa mencari semua token yang sudah di sembunyikan olehnya sendiri. Menjawab tantangan di setiap token itu tidak terlalu sulit. Namun butuh kemampuan tinggi untuk menemukan token.
"Tuan Yuan," suara yang memanggilnya menyadarkan lamunan Yuan Ming. Ia melihat Wuzhou dan Lu Yan sudah berdiri di sebelahnya.
Ia pun tersenyum hangat dan berkata, "Ada apa Nona Lu?"
"Aku ingin mengajukan kerjasama resmi antara Lu Company dan Anda," ucap Lu Yan. Ia menarik napas sebelum melanjutkan.
Sekarang, ia mengambil ponsel dan menunjukkan sesuatu pada Yuan Ming.
"Ini adalah nomor ponsel Tuan Han. Anda bisa memastikannya sendiri," ucap Lu Yan.
Ia menunggu jawaban Yuan Ming. Ia pikir, Yuan Ming akan berteriak kegirangan atau paling tidak ia berekspresi bahagia. Mungkin saja juga terharu.
Namun dia tidak menyangka, Yuan Ming tetap tenang di tempatnya.
"Aku tidak perlu memastikannya lagi. Aku yakin itu nomor Tuan Han. Ia memang hebat, tapi sangat disayangkan aku menolak tawaran itu," jawab Yuan Ming tenang.
Ia kembali menatap Lu Yan yang masih diam. Ia berkata, "Tahukah kau? Jika itu adalah nomor Ling X, bukan hanya aku di negara ini yang akan berebut untuk bekerjasama dengan kalian. Namun sayangnya itu bukan nomornya."
Kota Bayangan memiliki aturannya sendiri. Dan aturan itu tidak dibuat untuk main-main. Meskipun orang itu sudah mati, ketetapan hukum yang sudah melekat akan tetap sulit diubah.
Di ujung meja, Liam melihat Ling tertawa.
"Apa yang kau tertawakan?" tanya Liam heran. Ia memutar kepalanya untuk mencari sumber kelucuan.
"Tidak ada. Hanya ada sedikit hal konyol," jawab Ling.
Ia meletakkan sumpitnya dan memegang ponsel. Ia membuka aplikasi perdagangan internasional. Kemudian ia mengetik sesuatu di sana.
[Besok, pukul 12. Di Cafetaria Kota Urban.]
Setelah jamuan makan selesai, Ling pulang bersama Liam. Ia membuka jendela dan meletakkan satu tangan di atasnya. Satu tangan lagi hanya memutar ponsel. Matanya menatap keluar sejak tadi.
Mereka mulai memasuki jalan besar. Banyak penerang di pinggir jalan. Hari ini jalanan sangat ramai.
"Ling, kau sedang memikirkan apa?" tanya Liam. Suasana di mobil sangat sunyi. Memang ia sudah biasa seperti ini saat bersama Ling, tapi kali ini sedikit menegangkan.
"Kakekku bilang keluarga kami akan membantu. Kami hanya bisa berinvestasi karena kami tidak memiliki apapun selain uang. Aku harap itu dapat membantu Chen Company," ucap Liam.
Ia sudah mendengar rumor yang beredar bahwa Chen Company akan bangkrut. Bahkan Luo Feng sudah menjual sahamnya. Hal ini menyebabkan semakin banyak pemegang saham yang mengundurkan diri dari Chen Company.
"Aku sedang menunggu waktu yang tepat," ucap Ling sambil mengelus rambutnya.
"Chen Company sudah berdiri sejak lama. Sudah banyak orang yang ingin menjatuhkannya. Tahukah kau berapa banyak orang yang telah meninggalkan Chen Company?" tanya Ling yang membuat Liam bingung.
"Ada 20 orang pemegang saham yang mengundurkan diri. Itu belum termasuk para staff. Mungkin akan bertambah dalam beberapa hari," ucap Ling menjawab pertanyaannya.
Liam berpikir sejenak. Ia sempat melihat kilatan tajam di mata Ling. Kemudian ia terkejut dan berkata, "Apa kau sengaja membiarkan masalah ini untuk menyeleksi orang di Chen Company?"
"Tepat sekali," jawab Ling jujur. Saat itu ia membuka mobil. Ketika ia menurunkan kaki, mobil hitam Liam sudah sampai di kediaman Chen.
"Dan juga aku paling benci dengan pengkhianatan. Aku tidak akan pernah mentolerir perbuatan seperti itu," ucap Ling tanpa melihat lagi ke arah Liam. Ia tersenyum dingin. Ia membawa tasnya dan masuk ke rumah Chen.