Kelahiran Kembali Raja Legendaris

Kelahiran Kembali Raja Legendaris
Aku Tidak Punya Pendapat


Kamar Ling.


Ling sedang duduk bersandar. Ia menatap komputer di depannya. Jari-jarinya dengan lembut mengetik sesuatu di sana.


Ia memang sedang memikirkan suatu masalah. Namun bukan seperti yang dipikirkan paman Qian, dia tidak memikirkan masalah tentang Keluarga Lu.


Baginya, urusan kecil seperti pembatalan pertunangannya dengan Lu Yan, itu tidak dapat mengganggu pikirannya. Mungkin Lu Yan berpikir Ling berbeda terlalu jauh dengannya. Namun yang dipikirkan Ling juga sama, Lu Yan tak pantas untuknya. Bahkan jika Keluarga Lu tak membicarakan pembatalan pertunangan, ia akan membuat mereka bicara.


Saat ini, dia sedang memikirkan masalah Kota Bayangan.


Dia secara pribadi telah menangkap 'Cheetah'. Ia juga telah memasukkannya ke penjara Kota Bayangan. Namun bagaimana ia bisa lolos dan berkeliaran sampai ke Kota Bayangan?


Bagaimana juga dengan buronan yang lainnya? Apa yang terjadi dengan Kota Bayangan sekarang?


Ling memijat pelipisnya. Ia seharusnya tidak memikirkan hal ini. Identitasnya sekarang ada Chen Ling dari Keluarga Chen di Kota Urban. Bukan lagi Raja Legendaris di Organisasi Tempur.


Insiden yang terjadi sebelumnya membuatnya sadar bahwa dia tidak perlu melakukan hal itu.


Jarinya kembali mengetik di keyboard. Perlahan dia menghapus kata 'Ling X' satu demi satu. Dan menambahkan dua kata lain.


'Legenda Hidup'.


Setelah itu, Ling berpindah ke rak ramuan yang ada di kamarnya. Ia mengambil sebuah ramuan yang ada di botol hijau mint. Ia kembali mengendus aroma ramuan itu setelah ratusan kali melakukannya. Ia melakukan penelitian pada ramuan itu beberapa hari ini.


Ia tidak tahu jika ada penyakit seperti ini di dunia.


Penyakit langka yang ia temukan di tubuh Zhuo Xia beberapa hari lalu, membuat ia merasa identitas Dewa Tabib tak cocok untuknya. Walau ia bisa menemukan obat yang mungkin bisa menyembuhkannya, tapi dia sendiri tak terlalu yakin. Namun jika dibandingkan obat yang biasa diminum Zhuo Xia, yang membuat sakitnya berkurang saat kambuh dan yang membuatnya kecanduan, resep yang dibuat Ling lebih baik.


Setelah memikirkan ini dan tak menemukan jawaban, Ling pun pergi berendam. Ia mencoba menenangkan pikirannya. Kejutan yang dia dapat setelah meminum ramuan pemulihan belum sepenuhnya dia terima.


Ia menatap pantulan wajahnya di cermin yang ada di sebelahnya. Wajah itu tampak segar, juga terlihat tampan dan sedikit polos, seperti anak berusia tujuh belas tahun pada umumnya.


*


Kediaman Keluarga Lu.


"Apakah kalian pergi ke Keluarga Chen untuk memutus pertunangan?" tanya seorang nyonya dengan memakai pakaian Shanghai hitam. Dia berekspresi dingin saat melihat putri dan suaminya datang.


"Kau akan kesulitan menikah jika sudah seperti ini," lanjutnya bicara dengan Lu Yan.


"Ibu aku akan menikah dengan Wuzhou. Ling adalah orang tidak berguna! Bagaimana Ibu bisa setuju aku menikah dengannya? Wuzhou beribu-ribu kali lipat lebih baik daripada dia," jawab Lu Yan dengan wajah suram.


Nyonya Lu menghela napas. Lu Yan tetap kekeuh dengan pendiriannya. Padahal ia sudah melihat sendiri apa yang terjadi di arena pelatihan. Ia bergantian menatap suami dan putrinya, lalu berkata, "Dalam bisnis, kepercayaan sangat penting. Bagaimana perusahaan lain akan bekerjasama dengan kita setelah ini? Kau adalah penerus Lu Company."


"Jadi? Apakah jika aku menikah dengan Chen Ling maka mereka akan melihatku dengan lebih baik?" ucap Lu Yan frustasi. Kebenciannya terhadap Ling semakin meningkat.


"Lu Yan," ucap nyonya Lu lembut. Ia menatap putrinya dengan serius.


Siang tadi ia berada di restoran yang sama saat Ling dan Chen Wu bertemu. Ia juga sudah mendengar kabar kemenangan Ling di arena pelatihan.


"Tentu saja aku tidak akan menyesal. Aku tidak sabar untuk mengumumkan hal ini," jawab Lu Yan dengan penuh tekad.


*


Berita tentang Keluarga Chen dan Keluarga Lu yang memutuskan pertunangan mereka, sudah tersebar di kalangan masyarakat Kota Urban. Bukannya menyayangkan, mereka malah kasihan jika Chen Company akan menemui kehancurannya.


Saat ini Chen Company sedang mengadakan rapat dengan pemegang saham. "Apakah ada yang memiliki pendapat lain?" tanya Chen Lin yang memimpin rapat. Ia menatap seluruh pemagang saham.


"Aku tidak setuju kau menolak proposal Wuzhou," ucap salah satu orang.


"Benar. Chen Lin kau sangat tidak adil. Kau tidak cocok menjadi pemimpin," tambah satu orang lainnya. Mereka terus berdebat dan mengeluarkan keluhan mereka pada Chen Lin.


"Aku tidak punya pendapat," ucap Chen Wu berdiri. Para pemegang saham langsung terdiam. Selain pemegang saham terbesar, Chen Wu juga memiliki otoritas tertinggi. Ia adalah rubah licik. Baru kali ini ia setuju dengan Chen Lin dan tidak melawan.


Setelah rapat selesai, seorang pria tua menghampiri Chen Wu dan berkata, "Tuan Chen, mengapa kau setuju pada mereka? Mereka sudah memutuskan pertunangan dengan Keluarga Lu. Tidak ada yang perlu kita takuti."


Chen Wu tidak menjawab, ia malah melontarkan pertanyaan, "Apa kau juga setuju bahwa Chen Ling tak cocok untuk Lu Yan?"


Pria itu tertawa terbahak-bahak. "Tentu saja! Semua orang berpikir seperti itu."


Chen Wu kembali berjalan menuju parkiran. Jika itu dulu, mungkin dia juga akan menertawakan hal ini. Namun ia sudah bertemu dengan Ling sebelumnya.


Alasan sebenarnya Keluarga Lu ingin memutuskan pertunangan dengan Keluarga Chen adalah karena mereka ingin membangun Lu Company untuk memasuki Kota Bayangan. Dengan demikian, mereka merasa Wuzhou lebih cocok daripada Ling, mengingat perbedaan bakat yang sangat drastis.


Jika mereka mengetahui bahwa selama ini berakting, Chen Wu hanya bisa berharap Keluarga Lu tak akan menyesal di kemudian hari.


Chen Wu mengeluarkan kunci mobilnya saat dia semakin dekat ke parkiran. Saat mengangkat kepala, ia melihat seseorang bersandar di mobilnya.


Orang itu menyilangkan tangan. Postur tubuhnya menunjukkan bahwa ia sangat santai. Tak perlu mengingat wajahnya, bahkan dengan merasakan auranya saja sudah bisa mengenali siapa dia.


"Sepertinya Paman telah membuat keputusan yang bijak." Saat melihat Chen Wu berjalan mendekat, Ling mengangkat tasnya dan meletakkan ke sebelah bahunya.


Itu hanya pernyataan sederhana, tapi sukses membuat Chen Wu merinding. Ia bertanya dengan ragu, "Jika aku tidak mendukung kalian, apa yang akan kau lakukan?"


"Itu tidak terjadi, kan?" Ling tak menjawab, ia malah bertanya balik. Kemudian ia mengeluarkan zipper bag dari tasnya. Ia memberikan itu pada Chen Wu.


Ia melangkahkan kaki dan memasukkan satu tangannya ke saku. Ia mendekati Chen Wu. Dengan nada santai, dia berkata, "Baiklah jika Paman ingin tahu. Jika Paman tidak mendukungku, Paman akan berakhir seperti apa yang ada di zipper bag itu."


Chen Wu menatap kosong ke punggung Ling. Ia masih saja tidak menyangka jika keponakannya bisa membuatnya sangat bingung. Ia tidak pernah merasakan hal ini sebelumnya.


Setelah ia tak melihat Chen Ling lagi, ia membuka zipper bag itu dengan gemetar dan melihat isi di dalamnya.


Brak!


Tas kantornya jatuh saat ia tahu isi di dalam zipper bag itu.