
Tujuh hari kemudian.
Di sebuah persembunyian.
"Apa kau sudah mendengar kabar itu? Zhuo Xia tidak keluar dari wilayah kultivasi!" ucap Chen Namgung yang selama ini bersembunyi.
Chen Namgung telah bersembunyi sejak ia dijadikan buronan oleh Ling X. Pada saat itu, ia ditinggalkan oleh banyak orang.
Meski ia hanya dijadikan buronan oleh Ling X, tapi semua keluarga yang pernah menjadi aliansinya juga menargetkannya. Ia tak bisa hidup tenang selama itu. Ia sibuk mencari tempat persembunyian.
Ia sudah melihat jika sebenarnya Ling X memiliki kerjasama dengan Zhuo Xia. Jadi ia pikir saat Zhuo Xia tidak keluar saat ini, menghadapi Ling X saja tidak masalah.
Jadi ia memiliki rencana untuk kembali merebut Organisasi Tempur.
"Apa kau yakin ingin melakukan hal itu lagi?" tanya Kakek Chen Namgung.
"Aku yakin aku bisa mengalahkan Ling X. Jika Zhuo Xia itu tidak ada, dia pasti tidak terlalu kuat," ucap Chen Namgung percaya diri.
Sebenarnya kakek Chen Namgung agak ragu. Seharusnya, wilayah kultivasi tidak bahaya untuk Zhuo Xia. Apalagi dia sangat berbakat.
Orang seperti Bo Shin saja keluar pertama. Bukankah dia yang harusnya pertama? Namun malah dia yang tidak keluar.
"Mengapa ia masuk ke sana? Bukankah wilayah kultivasi itu tak berpengaruh lagi untuknya?" tanya kakek Chen Namgung penasaran.
"Aku dengar dia menemani tunangannya dari Keluarga Bo. Pasti tunangannya itu sangat lemah. Jika tidak, ia tak mungkin tak bisa melindungi wanita," jelas Chen Namgung. Ia tertawa meremehkan.
"Bukankah Keluarga Bo memiliki keturunan yang berbakat?" tanya kakek Chen Namgung heran.
"Benar. Namun ini adalah anak haram dari Bo Minghao. Ia berasal dari kampung dan hanya orang biasa. Zhuo Xia itu bodoh sekali mau bertunangan dengannya," jawab Chen Namgung. Ia mengingat wajah cantik Zhuo Xia yang sangat disayangkan.
"Baiklah jika begitu. Kau harus menyiapkan rencana yang lebih matang lagi. Ingat, kau masih buronan di sini," ucap kakek Chen Namgung mengingatkan. Dia memang gila kekuasaan, tapi dia tak buta seperti Chen Namgung.
"Aku akan menuju Pegasus," ucap Chen Namgung. Ia pergi meninggalkan kakeknya.
*
Bo Hongyun selalu patuh dengan Shi Xiaofei. Ia tidka pernah meninggalkan penjara jika bukan untuk mandi. Ia tidak makan dan minum. Ia hanya mengonsumsi ramuan.
Ia tidak diizinkan oleh Shi Xiaofei untuk menyentuh makanan bernyawa selama satu bulan.
Saat ini ia sudah cukup berkembang. Ia sudah menghapal banyak tanaman dan manfaatnya. Selain itu, ia juga sudah bisa membuat ramuan tingkat rendah.
Jadi sekarang ia sudah memiliki jadwal rutin. Setiap pagi, ia kana menyusun bahan obat yang dikirim oleh Keluarga Shi. Tugas Shi Xiaofei adalah membuat stok ramuan untuk Keluarga Shi. Jadi, karena Bo Hongyun sudah bisa membuat ramuan tingkat rendah, ia membantu Shi Xiaofei.
"Kau harus bisa membuat ramuan tingkat menengah dan tingkat tinggi dengan segera," ucap Shi Xiaofei. Ia masih sibuk berkutik dengan ramuan biru langitnya. Ia sudah seminggu lebih tidak menyentuh air dan hanya fokus ke ramuan.
Proyek ramuan biru langit ini tidak dipaksakan oleh Keluarga Shi. Namun karena Shi Xiaofei sudah merasakan sendiri manfaatnya, lagipula ia sudah mendapat semua komposisinya, ia hanya perlu mencari tekniknya.
Hingga saat itu tiba, ia akan membuat ramuan yang benar-benar luar biasa.
"Guru, apa yang harus kulakukan jika ingin cepat melakukan terobosan?" tanya Bo Hongyun dengan nada penuh penghormatan. Ia masih memilah-milah bahan untuk membuat ramuan tingkat rendah.
"Apa kau memiliki ini?" tanya Shi Xiaofei. Ia menunjukkan satu gambar tanaman obat yang ada di ponselnya.
Bo Hongyun berpikir sejenak. Ia merasa pernah melihat itu di suatu tempat. Namun sepertinya ia melupakannya.
Sedangkan Shi Xiaofei hanya mengangguk. Ia tak terlalu memikirkan Bo Hongyun akan mendapatkannya atau tidak. Yang dia pikirkan saat ini hanya tentang ramuan biru langit.
Dalam campuran itu, banyak bahan yang bertentangan jika dicampur. Jika salah takaran, bisa menjadi racun atau menjadi ampas.
Bo Hongyun mendapat sebuah ingatan. Ia akhirnya tahu di mana ia pernah melihat itu.
"Guru, sepertinya aku pernah melihat itu di tangan kakak sepupuku," ucap Bo Hongyun. Ia sedikit berbinar.
"Sepupumu yang terjebak di wilayah kultivasi?" tanya Shi Xiaofei mengingat kembali cerita Bo Hongyun.
"Benar, Guru," jawab Bo Hongyun dengan hormat.
"Aku pikir ia memiliki ahli ramuan senior di belakangnya. Ternyata ia adalah ahli ramuan itu," gumam Shi Xiaofei yang masih di dengar oleh Bo Hongyun.
"Kakak Pertama adalah ahli ramuan? Apa karena ia memiliki tanaman obat itu, Guru?" tanya Bo Hongyun yang terkejut dengan kenyataan ini.
"Aku hanya menebak. Namun jika benar ia memiliki tanaman obat itu, berarti memang ia adalah ahli ramuan," jelas Shi Xiaofei. Ia sudah kembali fokus dengan ramuannya.
"Kembalilah ke Keluarga Bo dan dapatkan tanaman itu. Jika kau beruntung dan mendapatkannya, kau akan menjadi hebat. Namun jika dia sudah memakainya, kau terima saja nasib," ucap Shi Xiaofei. Kali ini ekspresinya lebih serius dari biasanya.
Bo Hongyun yang sudah terbiasa dengan ini, ia tahu bagaimana Shi Xiaofei. Saat ini, Shi Xiaofei tidak ingin diganggu lagi.
Bo Hongyun pun pulang ke Keluarga Bo sambil membungkuk hormat tanpa mengatakan sepatah katapun.
*
Keadaan di Keluarga Bo saat ini sangat kacau. Para tetua, penjaga, pelayan dan semua yang ada di rumah mondar-mandir. Mereka seperti mencari sesuatu.
"Cepat temukan! Jika tidak, kalian yang akan dihukum!" ucap pimpinan yg tetua yang sudah tidak bisa lagi menahan emosinya.
Pagi tadi, saat ia datang ke meja kerja Bo Minghao, tidak ada orang di sana.
Hanya ada genangan darah dan sepucuk kertas.
Dengan panik, pimpinan tetua mencari Bo Minghao di seluruh rumah. Namun nihil, ia tak menemukannya. Saat ia ingin bertanya pada Chen Lin, ia baru sadar satu hal.
Chen Lin juga menghilang.
"Bagaimana ini? Mengapa Nyonya juga menghilang?" tanya pimpinan tetua yang semakin panik.
Ia tahu Ling sangat menyayangi ibunya. Namun sekarang Ling tidak ada. Chen Lin juga menghilang. Jika saja Ling kembali dan Chen Lin belum ditemukan, ia tidak tahu bagaimana Ling akan bertindak.
"Cepat cari ke seluruh daerah," ucap pimpinan tetua yang sudah sangat kacau.
Saat kembali ke rumah, Bo Hongyun bingung melihat kekacauan ini. Ia melihat semua orang sangat sibuk kesana-kemari.
Ia pun menghampiri pimpinan tetua.
"Tetua ada apa ini? Apa ada masalah?" tanya Bo Hongyun yang heran.
"Kau pasti sudah tahu jika Tuan Muda belum kembali. Saat ini lebih parah lagi. Tuan dan Nyonya Besar Bo menghilang!" jawab pimpinan tetua yang sudah sangat frustasi.